NovelToon NovelToon
Jodoh Dari GC

Jodoh Dari GC

Status: tamat
Genre:Teen / Komedi / Perjodohan / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Net Profit

📢📢SELAMAT DATANG DI AREA HAHA HIHI 🤣🤣

Freya, gadis penurut dan berbakti harus mengikuti keinginan orang tuanya. Mama Ratna yang sangat suka membaca novel online, otaknya sudah tercemar oleh novel-novel yang telah ia baca. Hingga akhirnya ja menjodohkan putrinya dengan salah satu putra teman online yang ia kenal lewat grup chat (GC) novel kesayangannya. Dia berharap kehidupan anak-anak mereka berakhir bahagia seperti novel yang ia baca.

"Mencintaiku tak sesulit mengerjakan PR matematika, tak perlu perhitungan cukup bilang saranghae." Freyanisa Fransisca.

"Cinta bukan perhitungan tapi logika. Dan logikaku belum bisa berkata saranghae." Arkana Rahardian.

Akankah kisah mereka berakhir bahagia seperti novel yang dibaca orang tuanya?

happy reading jangan lupa like, komen dan favoritkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Net Profit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sakit yang tak terlihat

Mira mendekati Freya yang masih tanpak bengong. “Sayang.” Panggilnya. “Kamu tidak apa-apa kan?” ucapnya sambil megelus rambut Freya.

Kali ini giliran Ardi yang binggung. Bagaimana bisa mamanya itu sudah mengenal Freya. “Mama udah kenal sama Freya?”

“Tentu, ini calon mantu Mama.” Jawab Mira enteng.

Ardi makin terkejut. Ia menoleh ke arah Kakaknya yang hanya melempar senyum padanya. “What? Calon mantu? Berarti yang waktu itu mama ngajak gue buat ke acara tunangan kakak itu ke rumah Freya? Astaga.” Batinnya.

Sekali lagi Ardi melihat ke arah Freya dan Miya yang masih diam membisu kemudian menatap kakaknya yang seolah tak ada keanehan dengan terkejutnya dirinya. Tapi tidak dengan Ardi, semua ini rasanya begitu entahlah, semacam nyesek tapi lebih dari itu. Ibarat kita makan nasi goreng terus pas nasi gorengnya udah abis kita baru inget ada kerupuknya dan kerupuk itu tidak kita makan, kan ambyar banget.

Mengetahui Freya sudah tunangan saja butuh waktu sebulan baginya untuk menerima kenyataan itu. Berusaha mengubah perasaan yang selama ini sudah terpatri dihatinya dengan sejumlah strategi untuk mendapatkan gadisnya itu juga tak mudah, meski akhirnya perlahan Ardi dapat mengikhlaskan perasaannya walaupun belum seutuhnya. Dimana kadang masih ada niat baginya untuk menikung Freya dari calon suaminya. Harapannya bahwa calon suami Freya tak sebaik dirinya agar dia bisa mendapatkan kembali gadisnya juga punah sudah. Kakaknya terlalu sempurna jika dibandingkan dengan dirinya.

Setelah Mira berulang kali mengguncang tubuh tinggi calon menantunya itu akhirnya kembali dari mode bengongnya. Freya menatap Ardi dan Arka secara bergantian. “Arka... Ardi...” Ucapnya sambil menunjuk kedua orang itu secara bergantian namun dirinya tak bisa menemukan kemiripan diantara keduanya.

Arka sosok dengan tubuh tinggi dan wajah yang lebih mirip dengan ayahnya sedangkan Ardi lebih mirip ibunya. “Ya ampun kenapa gue ngga pernah sadar bahkan nama depan mereka sama-sama Ar. Dunia ternyata sesempit ini.” Batinnya.

Miya yang tersadar dari terkejutnya pun menyadari hal konyol yang kini dialami oleh sahabatnya.

“Pengen ketawa tapi takut dosa.” Gumamnya lirih sambil menutup bibirnya. “Gue berasa lagi nonton sinetron ikan terbang secara live nih.” Bisiknya pada Freya.

“Ish nyebelin lu.” Freya menyikut lengan sahabatnya.

Arka berjalan Menghampiri Freya dan berhenti di hadapan gadis itu. “Ngga mau salim sama calon suami?” Ledeknya sambil mengulurkan tangannya. Freya langsung menerima uluran tangan Arka dan melatakan tangan itu ke keningknya layaknya siswa yang bersalaman pada gurunya.

“Good girl, selamat buat kebebasan lu dari masa putih abu. Welcome di dunia nyata.” Ucap Arka sambil mengacak rambut Freya.

“Jangan di berantakin Abang ih.” Freya menyingkirkan lengkan Arka dari kepalanya.

Melihat Freya bersikap baik pada kakaknya membuat hati Ardi begitu sakit. Apalagi melihat gadis itu nampak bisa menerima kakaknya dan Arka juga tak terlihat tidak menyukai Freya. Sangat kelihatan keduanya berusaha saling menerima. Meski Freya yang lebih dominan memperlihatkan usahanya dibanding Arka yang bersikap biasa saja. Tapi bukan tak mungkin tumbuh cinta diantara keduanya? Apalagi Freya bukanlah gadis yang sulit untuk dicintai. Gadis yang selalu membawa keceriaan di mana pun dia berada, lambat laun pasti bisa membuat kakaknya jatuh cinta sejatuh-jatuhnya pada Freya seperti yang dialaminya.

Dari sekian banyak manusia di dunia ini kenapa mesti Arka? Ardi semakin berkecamuk dengan perasaannya. Tak tahu harus bahagia atau berduka dengan semua ini. Harusnya Ardi bahagia karena kakaknya akan memiliki calon istri seperti Freya yang pasti akan membawa keceriaan di keluarganya.

Harusnya Ardi juga bahagia karena Freya ternyata memperoleh suami yang baik, yang bisa membahagiakannya. Tapi di sisi lain hatinya juga berduka. Bagaimana dirinya bisa merubah perasaannya jika dirinya akan semakin sering bertemu dengan Freya.

Bagaimana mungkin hatinya tak akan terluka jika harus melihat gadis yang ia sukai bersanding dengan kakaknya? Meskin ikhlas tapi nyataya ikhlas tak semudah itu. Jika Freya mendapakan lelaki lain mungkin sakitnya tak akan separah ini.

Bagaimana bisa suka dan duka datang bersamaan seperti ini hingga membuatnya sulit menerima kenyataan. “Inikah yang namanya sakit yang tak terlihat? Inikah yang namanya ngga berdarah tapi sakit? Ckck ternyata tulisan orang galau yang ada di IG beneran ada. Dan gue ngerasain sekarang.” Batinnya sambil terus menatap ke arah Freya yang kini sedang diacak rambutnya oleh Arka dengan begitu gemas.

Freya kemudian menyalami Mira dan Bayu secara bergantian. Dirinya merasa begitu canggung setelah menyalami Bayu, di samping Bayu berdiri Ardi yang seolah masih belum mempercayai semua ini.

Bagi Freya, Ardi tentu bukan sosok biasa saja. Baginya Ardi lebih dari sekedar teman, Ardi adalah sosok yang bisa membuat dirinya nyaman. Bahkan Ardi adalah satu-satunya lelaki yang dengan sabar tetap bertahan di sampingnya meski tanpa status. Di tambah lagi selama ini Freya tak pernah mengatakan 'iya' atau pun 'tidak' setiap kali Ardi mengungkapkan perasaanya. Jika bukan karena jodoh dari GC penemuan mamanya, Freya sudah menetapkan hatinya untuk menerima perasaan Ardi saat kuliah dan melupakan sosok kakak kelas yang disukainya saat masa orientasi siswa baru dulu.

Tapi apalah daya semua kini sudah berubah. Andai saja Ardi bukan adik calon suaminya pasti tak akan secanggung ini. Bersikap seolah tak ada apa-apa diantara mereka pun tak mungkin. Freya jelas-jelas tau Ardi mencintainya bahkan setia menunggunya selama tiga tahun.

Demi memecah kecanggungan yang terjadi diantara mereka, Freya tau dirinya harus bersikap sebiasa mungkin. Freya mengulurkan tangannya ke Ardi, “Mau salim ngga nih sama calon kakak ipar?” Ucap Freya sambil tertawa seolah semua ini lucu padahal dihatinya begitu kacau dengan kenyataan ini.

Ardi menjabat tangan Freya. “Iya iya kakak ipar.” Ucapnya sambil tersenyum menyembunyikan lukanya yang tak terlihat. Meski mungkin Freya dan Miya bisa menyadari lukanya. Namun mereka semua memilih tertawa seolah tak terjadi apa-apa.

Setelah selesai dengan kegiatan salaman yang terlihat biasa saja padahal penuh luka bagi Ardi mereka semua pergi ke salah satu restoran yang telah di pesan oleh orang tua Freya, untuk makan siang bersama sekaligus membahas persiapan pernikahan untuk Arka dan Freya. Karena sebelum menghadiri acara perpisahan seperti biasa Ratna dan Wina sudah menggelar rapat di grup chat bersama dengan teman-teman gersreknya. Mereka sudah memiliki rencana pernikahan untuk anak mereka menyesuaikan dengan pernikahan-pernikahan yang ada di novel yang mereka baca.

“Ayo buruan Tante Ratna udah nunggu di resto.” Ajak Mira pada semuanya.

Ardi melihat Freya berjalan beriringan dengan kakaknya dan masuk ke mobil hitam di depannya. Miya yang berdiri di samping Ardi bisa melihat raut wajah Ardi yang sulit didefinisikan saat ini, ekspresi senang dan kecewa nampak bercampur di sana. “Dunia ngga berakhir sampe di sini Ar, lu yang bilang tingkat mencintai tertinggi adalah saat kita bisa mengikhlaskan orang yang kita cintai bahagia dengan orang lain kan? Gue yakin lu bisa Ar.” Miya menepuk bahu Ardi, memberi semangat padanya.

.

.

.

Gimana perasaan kalian kalo ada di posisi Ardi saat ini?

JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENTARNYA!!

1
Nafisa Lkm
baca partnya ardi nyesek, 🥹🥹🥹
Alfi Alfi
Luar biasa
Alfi Alfi
Lumayan
Alfi Alfi
Luar biasa
Irni Yusnita
keren ceritanya bagus ok👍
Mystera11
mampir thor,,,
Fina Fitriani
suka Thor.... baca karya2 dirimu... lucu dan suka gemezz sendiri bacanya ...lanjut ah,bacanya......
Muliana
Luar biasa
irma hidayat
Lisa cewek gila
irma hidayat
seneng pake banget ga selingkuh lagi arka
irma hidayat
ga tegas arka kata nya mau putusin Lisa ditunda aja, rasain kalau udah nyesel ketauan freya
irma hidayat
nah loh gimana nanti ka arka belum selesai sama Lisa pacarnya
irma hidayat
seruu ceritanya, kasian Ardi juga
irma hidayat
Biasa
Jeissi
semoga lisa bisa berubah jadi lebih baik lagi.
Jeissi
memangnya dikirim ke luar negeri bisa menjamin lisa ga berulah lagi? 😏
Jeissi
kasus lisa itu percobaan pembunuhan dan gampang banget mereka cabut tuntutan gitu aja?
ga bisa berkata-kata deh gue.
ALIKA🥰🥰CHEN ZHE YUAN.LIN YI
seson2 arkana rahardian.freya
Dina Marliana
yahhh udah juga di baca ka😁😁🤭
Dina Marliana
yaahhh udah baca juga ka 🤗🤭 aku padamuh aja lah wkwkw😁👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!