Seorang gadis berusia 23 tahun yang dipaksa menikah dengan ayahnya karna perjodohan, gadis itu bernama Raisa.
Raisa terpaksa menerima perjodohan itu sebab dia tidak bisa menolak keinginan papanya, dia dijodohkan dengan seorang pemuda berusia 29 tahun anak dari sahabat papanya.
pemuda itu bernama Billy, pemuda yang sama sekali belom pernah dia kenal bahkan melihatnya, namun kini akan menjadi suaminya.
pernikahan karna perjodohan tanpa adanya cinta diantara mereka berdua.
Apakah yang akan terjadi dirumah tangga mereka??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ani Suaharani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rumah Billy
Penghuni rauangan itu satu persatu keluar, ketika Mama Papa Raisa akan keluar pulang.
"Ma Pa aku ikut pulang" pinta Raisa.
"Kamu ikut pulang dengan Billy saja, kerumahnya karna kamu sekarang istri Billy" ucap pak Handoyo.
"Iii...iyaa pak" ucapnya terbata-bata sembari senyum terpaksa.
"Yasudah Papa sama Mama pulang dulu, ingat kamu harus jadi istri yang penurut dan baik" ucap Papa lalu Raisa mencium tangan Papa Mamanya di ikuti Billy.
"Daddy Billy pulang dulu ya, ada urusan yang harus Billy selesaikan" Billy berpamitan kepada Daddy nya.
"Kamu bawa istrimu pulang" perintah Daddy.
"Tapi Daddy?" bantahnya.
"Raisa sekarang istrimu jadi dia adalah Tanggung jawabmu" ucap Daddy.
Billy tersenyum pada Daddy nya, menciumnya lalu mencium punggung tangan Maminya Raisapun mengikutinya.
Raisa dan Billy pulang kerumah Billy, mereka menuju mobil milik Billy untuk pulang .
Sesampainya dirumah Billy dan Raisa memasuki rumah, Billy menunjukan Raisa kamarnya.
"Ayo ikuti aku, aku akan menunjukan kamarmu" ucapnya, Raisa hanya menganggukan kepalanya dan mengikutinya tanpa menjawab.
"Ini kamar mu, masuklah dan ganti pakaianmu" ucapnya.
"Tapi aku tidak membawa pakaianku, apa dikamar ini ada pakaian wanita" tanya raisa.
"Sebentar" ucapnya.
Raisa hanya menganguk dan masuk kedalam kamarnya, tak lama kemudian Billy datang dan membuka pintu kamarnya.
"Ini pakailah, ada beberapa baju dan piaya yang bisa kau kenakan" ucapnya.
"Ini baju-baju siapa" tanya Raisa.
"Sudahlah tidak usah bnyak bertanya cepat pakai saja" ucap Billy,, yang Billy berikan kepada Raisa adalah baju-baju Alm kakak perempuannya kembaran Billy yang 3 tahun lalu meninggal dunia pasca kecelakaan.
Raisa merasa sangat lapar, dia keluar dari kamar dan mencari dapur dimana, setelah dia menemukan dapur dia membuka meja makan tapi kosong dilihatnya didalam kulkas ada beberapa daging dan sayuran yang bisa iya masak.
"Hmm sepertinya aku akan memasak sesuatu" gumanya.
Masakan Raisa sudah matang dan siap disantapnya, terciumlah oleh Billy yang sedang berkerja diruang kerja yang kebetulan dia juga sedang lapar.
"Hemmm enak sekali baunya" guman Billy.
Billy menuruni tangga dan menuju bau sedap yang dia cium, ada Raisa yang sedang menyiapkan makanan disana.
"Kamu bisa masak" ucap Billy yang tengah duduk dikursi meja makan.
"Tentu, Mamaku selalu mengajarkan memasak, ya walaupun masakku tak senikmat masakan Mama" jawabnya.
Pantas saja dia bisa masak dan baunya sesedap ini
"Kamu masak apa?"tanya Billy
"Ada semur Telor, Capcay sama Ayam bakar, tidak lupa aku juga buat sampal trasi" ucapku sambil mengengok kearah Billy dan menaruh ayam bakar diatas meja yang baru saja matang.
Billy memandangi Raisa yang sedang menyiapkan makanan terlihatlah punggu Raisa dengan ramput panjang membuatnya begitu cantik, makanan sudah siap.
"Mas mau minum kopi" tanya Raisa .
"Boleh juga" ucap Billy.
"Disini ada pelayan tapi dia sedang pulang kampung selama satu minggu, kamu bisa menggantikannya untuk sementara waktu" ucap Billy
"Tentu saja, Nanti sebelum berangkat kerja aku akan memasak untukmu dan membersihkan rumah sepulang kerja" jawabnya.
"Kamu kerja?" tanya Billy.
"Iya, kenapa memang?" Raisa sembari mengerutkan dahinya.
"Ini kopimu, aku sembari makan ya, kalau mau makan ayok makan" ajak Raisa.
Mereka menikmati makanan yang dibuat oleh Raisa, dan Billy ikut makan setelah menyeruputkan sedikit kopi kedalam mulutnya.
'Rasanya tidak begitu buruk bahkan ini lezat, masakan pelayan kalah dengan masakan gadis ini' bathinya Billy
"Umurmu berapa?" tanya Billy
"23 tahun, dan kau sendiri" ucapnya sembari mengunyah makanan yanh tengah ada dimulutnya.
"29 tahun"jawabnya.
"Tua juga ya wkwk" balas Raisa dengan tertawa.
"Kamu melakukan pernikahan ini karna perjodohan bukan" ucap Billy ditengah-tengah menyantap makan.
"Iya betul, karna perintah kedua orang tuaku" ucap Raisa sembari menikmati makananya.
"Kamu terpaksa bukan melakukan ini" tanyanya lagi.
Raisa memandang sambil mengangukkan kepala tanda itu benar.
"Bagaimana kalau kita membuat sebuah perjanjian!" Billy menatap Raisa.
"Perjanjian?" Raisa membalas tatapan Billy penuh dengan pertanyaan.
"Iya perjanjian, kita menikah selama satu tahun lamanya, aku tidak akan meminta apapun darimu aku juga akan menafkahimu layaknya seorang istri dan setelah satu tahun kita bisa bercerai" ucapnya.
Dipikirlah Raisa sejenak, lalu dia menyetujui perjanjian itu.
"Tapi aku masih ingin bekerja" rengek Raisa menatap Billy.
"Kamu boleh tetap bekerja, tapi berjanjilah jangan bilang kesiapapun kalau kita sudah menjadi suami istri" tawar Billy.
Raisa memikirkannya, 'wah sepertinya ini ide bagus, lagi pula dia juga tak menginginkan pernikahan ini' bathin Raisa
"Aku setuju, kita deal ya" mereka menjabat tangan tanda mereka setuju atas perjanjian itu.
Masih semngatkan membacanya!! yok simak terus ceritanta..