NovelToon NovelToon
"DELIMA" Wanita Malang

"DELIMA" Wanita Malang

Status: tamat
Genre:Romantis / Pernikahan Kilat / Tamat
Popularitas:6.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: Noona Risma

PLAGIAT DILARANG MEREKAT!😈😈
INI REAL CERITA SAYA YAH💜

Hidup sendiri didunia ini rasanya begitu sesak, hampa dan hambar bagaikan sayur tanpa bumbu pelengkap.

Menikah dengan orang yang tidak dikenal dan tidak dicintai bukanlah hal yang salah, namun menyakitkan.

Setiap hari, jam, menit bahkan detik dia tidak menganggap kehadiranmu. Dia lebih memilih bersenang-senang bersama teman-teman dan terpuruk dalam masa lalu yang tidak mungkin bisa kembali.

Sakit?

yah sangat. melebihi luka jahitan. sakit berdarah memang sakit, namun lebih sakit jika sakit tanpa darah.

Rasanya seperti menjadi iron man?

no! bukan seperti menjadi iron man, but rasanya seperti ada ratusan belati tajam menusuk-nusuk hatimu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noona Risma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12

SELAMAT MEMBACA!

***

"Ada penjual es krim disana," tunjuk Erwin dan Delima pun mengarahkan matanya ke arah penjual es krim yang ditunjuk Erwin. "Kamu mau es krim?" tanya Erwin.

"Apa boleh?" tanya Delima sungkan.

"Kalau kamu mau, bilang aja mau gak usah sungkan-sungkan seperti itu! Aku inikan suami kamu jadi bersikaplah seperti suami istri pada umumnya," ujar Erwin dan diangguki kepala oleh Delima.

"Baiklah, aku mau!" tutur Delima.

"Oke, kita kesana," imbuh Erwin lalu menggoes sepedanya menuju tukang es krim tersebut.

Erwin dan Delima memarkirkan sepedanya terlebih dulu baru berjalan mendekat menuju gerobak penjual es krim itu.

"Mau rasa apa?" tanya Erwin.

"Vanila," jawab Delima tersenyum.

"Coklat dan Vanila pak," kata Erwin pada bapak penjual es krim tersebut.

"Siap," ucap pak penjual es krim tersebut dengan antusiasnya.

Erwin dan Delima terkekeh geli melihat itu.

"Pak, nanti bawa ke sana saja!" titah Erwin sembari menunjuk bangku taman.

"Asiap," balas pak penjual es krim.

"Del! Kita tunggu di sana aja yuk! Capek aku," tutur Erwin.

"Ayo!" ucap Delima.

Erwin menggenggam tangan Delima lalu berjalan menuju bangku taman itu. Delima tersenyum, hatinya sudah ditumbuhi bunga yang bermekaran.

Mereka pun kemudian duduk berdua di bangku taman, memperhatikan begitu banyaknya pengunjung taman di hari minggu.

Berbagai macam kalangan ada di taman tersebut. Baik anak muda, anak kecil, orang dewasa, orang tua dan bahkan lansia pun ada di sana.

Ibu-ibu dengan pakaian senam mereka berjejer di sana melakukan senam pagi.

Anak muda, remaja dan orang dewasa sibuk berolahraga, Lari-lari pagi. Dan para lansia berjemur dengan matahari pagi sembari melihat-lihat para pengunjung taman.

"Ramai sekali," kata Delima.

"Ini di karenakan hari ini adalah hari minggu, waktu bagi mereka untuk bersenang-senang sebelum hari senin kembali menyapa," jelas Erwin dan Delima pun manggut-manggut mengerti.

"Huft... kalian kok di sini?" tanya Mama Isnah setelah turun dari sepeda couplenya dengan Papa Ardi.

"Kita mau makan es krim dulu mah," jawab Delima.

"Es krimnya mana?" tanya Mama Isnah.

"Ini dia es krimnya buk," imbuh bapak penjul es krim membawa pesanan Erwin dan Delima lalu menyerahkan dua cup es krim tersebut kepada Erwin dan Delima.

"Terima kasih pak," ucap Delima.

"Terima kasih kembali neng," balas penjual es krim itu tersenyum manis.

"Berapa pak?" tanya Erwin.

"Dua puluh ribu aja mas," jawab bapak itu.

"Ini," Erwin memberikan uang lima puluh ribu.

"Wah, kelebihan ini mas," tutur bapak itu.

"Gpp kembaliannya bapak ambil saja!" kata Erwin tulus.

"Owalah, makasih yo mas," ucap bapak itu dengan senangnya.

"Sama-sama pak," balas Erwin.

"Pak, saya dan suami saya pesan es krim rasa coklat!" seru Mama Isnah.

"Siap bu," kata bapak penjual es krim tersebut.

"Ini uangnya pak," Papa Ardi menyodorkan uang seratus ribu pada bapak itu.

"Tidak usah ini ada kembalian dari uang masnya pak," tutur bapak penjual es krim itu.

"Itu uang pemberian anak saya dan sisanya buat bapak kan? Maka dari iu, saya membayar pesanan istri saya dengan uang ini! Sekalian gak usah kembalian ambil saja," pungkas Papa Ardi tersenyum ramah.

"Beneran ini pak? Ini uangnya gede loh pak, kembaliannya pun sisa banyak," kata bapak itu masih tidak percaya.

"Gpp! Saya ikhlas," imbuh Papa Ardi.

"Aduh, saya jadi terharu," kelakar bapak itu sambil melap air matanya yang sempat keluar sangkin bahagianya.

Dari pagi dia berjualan dan belum ada yang membeli es krimnya. Sampai pada akhirnya Erwin dan Delima datang lalu membeli es krim darinya dan di berikan rezeki yang lebih pula betapa bersyukurnya bapak itu.

"Tidak usah menangis pak!" timpal Papa Ardi.

"Saya terhura-hura pak," canda bapak itu.

"Hahaha..." mereka semua terbahak.

"Tunggu sebentar yah pak, buk saya siapkan es krimnya dulu!" tutur bapak itu lalu berlari menuju gerobaknya.

"Lucu sekali bapak itu," kekeh Mama Isnah.

***

SLOW UP YAH😊

JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTENYA🤗

1
SRI HANDAYANI
aku kasih bunga se keranjang 🤩🤩🌹🌹🌹
SRI HANDAYANI
semoga endyng nya happy ❤❤
SRI HANDAYANI
kok kayak lagu kehilangan yaa...🤣🤣🤣
SRI HANDAYANI
lanjut thor 💪💪🌹🌹
SRI HANDAYANI
luar binasa sadisnya 😡😡😭😭
melting_harmony
Luar biasa
Yunerty Blessa
Makasih banyak kak thor buat cerita nya.. sungguh mantap sekali 👍👍
teruslah berkarya dan sehat selalu 😘😘
Cen Li
Luar biasa
Lutfi f
aku udh nyari tp gag ada
Tari Sirait: BOHONG INI JUDUL CERITANYA KAGAK ADA!?
total 1 replies
Jam'ah Sublie
kebaikan Erwin cuma ada kedua orang tua nya
Jam'ah Sublie
selalu saja wanita yg tersakiti
Fatih Qolbi
Top bgt pokoknya
stva 14
lanjutannya mana ya
May
keren
Lela Lela
sehatlah delima .
Lela Lela
semoga sembuh delimany thor
Lela Lela
sembuhkan author delimany
Lela Lela
semoga bahagia terus
Lela Lela
bagus akur erwin
Lela Lela
Awas kamu erwin jgn hanya di depan mama papamu baik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!