Bella Oceana adalah istri kedua dari Alan Elvis. Alan menikahi Bella karena Tevy sudah tidak bisa melaksanakan kewajibannya sebagai istri untuk melayani Alan. Tevy sudah lumpuh sejak tiga tahun terakhir karena kecelakaan. Karena alasan tersebut, Alan menikah lagi dengan wanita yang ia kenal dari sebuah restaurant. Karena pada saat itu Bella adalah Manager Restaurant tersebut. Pernikahan Alan dengan Bella tentunya tidak di ketahui oleh Tevy. Alan sangat menyayangi Tevy, ia tidak akan sampai hati jika harus mengatakan hal yang sejujurnya kepada istrinya. Namun Alan juga pria normal yang membutuhkan sentuhan wanita. Sudah satu minggu ini sikap Tevy begitu berbeda kepada Alan, menjadi sangat manja dan tidak ingin ditinggal terlalu lama. Tentu saja sikap Tevy membuat Alan serba salah karena ia juga harus bekerja dan tentunya menemui Bella, istri keduanya. Setiap Tevy mulai menyentuh tubuh Alan, yang terbayang dalam benaknya adalah wajah Bella, desahan Bella, dan juga erangannya diatas ranjang. Dan itu semua membuat Alan memiliki hasrat berlebih untuk bersama dengan Bella. "Sayang, aku pikir kamu udah gak bergairah, ternyata sentuhanku masih bisa membuat kamu seperti ini" ucap Tevy Seketika mata Alan terbuka, ia menyadari jika yang sedang menyentuh miliknya bukanlah Bella, melainkan Tevy istri sahnya sejak tujuh tahun ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayalifeupdate, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
27
Kekacauan hari ini terjadi, Devan benar-benar menghadapi masalah dengan kekasihnya karena Tevy. Bahkan Devan yang berusaha menjelaskan pun, di tolak mentah-mentah oleh kekasihnya.
Sementara Tevy dirumah, ia tidak sabar menunggu berita dari Devan ataupun dari kekasih Devan tentang hari ini.
"Kamu pikir aku bodoh Devan, jangan pernah bermain api sama aku" batin Tevy
Tevy bahkan sudah menyiapkan rencana lain untuk menghancurkan Devan, namun untuk melawan Alan Tevy sudah di pastikan tidak mampu karena ia tahu Alan terlalu kuat untuk di lawan.
Disaat semua orang sedang kacau karena masalah mereka, Alan dan Bella juga mengacau namun diatas ranjang. Mengacaukan sprei yang sudah tertata rapi, membuat suhu badan mereka memanas, hingga oksigen di dalam ruangan tersebut seakan segera habis dan sulit di hirup.
"Aku mandi dulu sayang. Kamu disini aja, gak usah buat sarapan aku tahu kamu capek" ucap Alan
Bella tersenyum melihat perlakuan Alan, sejak ia mengenal Alan sampai hari ini ia tidak pernah berubah. Namun kali ini Bella benar-benar tidak bisa membuatkan sarapan karena kelelahan menghadapi suaminya pagi ini.
Alan sudah keluar ruangan, ia segera menggunakan pakaiannya lalu bersiap untuk bekerja.
"Sayang, kalau kamu mau nanti kita bisa lunch bareng"
"Kamu belum resmi bercerai sayang"
"Tapi aku udah gak sabar memamerkan kamu ke semua orang"
"Sabar ya, semua ada waktunya. Sekarang kamu kerja dulu, aku mau tidur lagi"
"Gak workout?"
"Sudah kan sama kamu hehe"
"Hahahaha... Baiklah. Aku jalan sayang, love you!"
"Love you more"
Alan meninggalkan Bella di kamarnya, ia turun dari tangga dan ia melihat kedua pembantu Bella baru saja tiba.
"Pagi Pak" sapa mereka
"Pagi. Oh iya, Bu Bella tidur, nanti jangan di ganggu ya. Kalau perlu sesuatu misal uang, bisa hubungi saya"
"Baik Pak"
Setelah Alan meninggalkan rumah, Siti dan Ida kembali di buat heboh karena Alan hari ini terlihat sangat tampan dan lebih segar.
"Gimana ya Da kalau punya suami seperti Pak Alan"
"Hussh kamu ini Siti, ada aja imajinasinya tiap hari"
"Bayangin aja kangak apa-apa Da, sesekali"
"Bayangin aja sendiri, aku mau kerja"
"Iya deh ayo kita kerja"
"Gak jadi bayangin?"
"Gak, nanti kamu ngambek"
Keduanya meninggalkan ruang tengah dan menuju tempat dimana mereka akan memulai pekerjaan. Siti segera mencuci pakaian, dan Ida segera membersihkan rumah.
Bella di dalam kamar yang sejak tadi berusaha tidur, ia sama sekali tidak bisa tidur. Dan saat ini ia lebih memilih stalking akun media sosial milik Tevy. Dan betapa terkejutnya Tevy melihat postingan Tevy bersama dengan Devan.
Sementara komentarnya di banjiri hujatan, karena Tevy menyatakan perselingkuhan Devan dengannya.
"Tevy ini mulai gila atau emang udah gila" gumam Bella
Media sosial Tevy benar-benar di banjiri komentar, ada yang menghujat ada yang memberi dukungan ada yang memintanya membuka semua rahasianya.
Bella benar-benar dibuat syok oleh Tevy pagi ini.
"Dari pada gak ngapa-ngapain, mending ketemu Anya" gumam Bella
Ia segera bangun dari tempat tidurnya, menuju kamar mandi dan segera bersiap untuk pergi ke pusat perbelanjaan untuk menemui Anya.
"Dimana Nya?" - Bella
"Parkiran, OTW kesana" - Anya
Bella menunggu Anya di restaurant favoritenya, beberapa menu yang sudah Bella pesan sudah siap, kemudian tidak lama Anya datang dan duduk di samping Bella.
"Ada apaan sih, mendadak bangetminta ketemu. Untung masih pengangguran" celetuk Anya
"Hahahaha lucky me. Ada yang aku mau bahas sama kamu Anya, tentang kehidupan pribadi aku. Tapi tolong keep untuk diri kamu sendiri dan jangan bereaksi berlebihan saat kamu tau"
"Serius banget ini ya?"
"Banget Anya"
"Aku sudah menikah" ucap Bella yang membuat Anya terbelalak
"Apa? Sama siapa? Kapan?"
"Sudah setahun lalu. Dan pernikahan ini berbeda dari pernikahan pada umumnya"
"Maksud kamu apa Bell?"
"Aku jadi istri kedua"
Anya yang mendengar penjelasan Bella seketika menutup mulutnya dengan kedua tangannya karena dia benar-benar syok.
"Serius Bell?" "Iya, sama Alan Elvis"
"Alan Elvis?????"
"Iya, dan kamu tau istrinya dia siapa? Perempuan yang duduk di kursi roda beberapa waktu lalu yang kita lagi shopping"
"What??? Jadi pas dia bilang suaminya suka warna merah, dan kamu juga bilang suami kamu suka merah, itu karena suami kalian sama?"
"Iya"
"Bell, ini kok bisa kenapa? Ada apa sebenarnya?" ucap Anya yang masih bingung
"Aku sering ketemu Alan waktu aku masih kerja. Dia sering bawa klien ke restaurant, dan kami kenal dari sana. Lalu dia cerita tentang istrinya yang lumpuh sudah dua tahun, dia bilang tertarik sama aku, dan singkatnya aku gak mau cuma di pacarin. Aku maunya dinikahin" jelas Bella yang mendapat acungan dua jempol Anya
"Pinter nih anak. Lanjut Bell"
"Dan dia setuju, aku awalnya bilang gitu karena untuk membuat dia mundur. Karena gak mungkin dia mau menikah lagi kan? Tapi dia mau, dan kita menikah tanpa diketahui orangtua dan adikku. Itu alasannya aku resign, dan sebenarnya aku gak kerja Anya"
"Belllaaaaaa, ini gila sih. Tapi langkah kamu bener. Terus dari pernikahan ini ada masalah?"
"Tevy ternyata pura-pura lumpuh. Dan ketahuan waktu kita lagi di mall, aku sengaja rekam dia dan aku kasihkan ke Alan. Dan sekarang Tevu lagi sibuk berantem sama selingkuhannya di media sosial, dan Alan sudah menggugat Tevy juga sorry hehe"
"Wow, Bella. Amazing, kamu berhasil menyingkirkan wanita itu. Dan ini bener, karena dia pura-pura lumpuh, Alan mengambil langkah yang benar. Aku suka sama sikap Alan yang tegas. Dia selingkuh sama siapa?"
"Sama dokter yang handle dia. Bisa kamu bayangkan setiap terapi mereka bertemu, dan ternyata mereka tidak terapi tapi pergi ke hotel"
"WTF. Liar sekali Tevy. Tapi Bell, kamu juga harus menghadapi orangtua alan dan orangtua kamu"
"Orangtua Alan, aku sudah ketemu kemarin. Dan orangtuaku, aku masih mikirin gimana baiknya"
"Ini akan jadi drama, lebih baik kamu ngomong duluan, sebelum Nanda mengambil langkah yang aneh-aneh"
"Kamu bener, apalagi Nanda sekarang kerja di kantor Alan"
"SERIUS BELL?"
"Serius, makanya aku sedikit panik. Tapi Alanbilang dia bisa bantu aku kalau sewaktu-waktu Nanda coba menyerang"
"Adik kamu sama tevy 11 12 ya, sama-sama liar"
"HAHAHAHA"
"But... Selamat ya Bell, aku senang kalau kamu udah nikah dan jatuh di tangan suami yang tepat. Apapun masalah kamu di depan, mungkin orangtua kamu dan Nanda, jangan jadikan itu sebagi masalahyang membuat kamu lemah. Selesaikan dan pertahankan kehidupan kamu dengan Alan"
"Wise sekali Anya, thank you"
"Oke, kita makan. Setelah itu kita lanjut bahas Tevy, karena aku juga penasaran"