NovelToon NovelToon
Arsitek Cantik

Arsitek Cantik

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:9.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Fit TRee Fitri

WARNING 21+
Sesion 1 dan 2
Clara Chen

Hana Mariana, cantik, manis, cerdas, imut, ambisius, berani, ceplas-ceplos, ramah kadang cuek, lengkap sudah kepribadian Wanita yang menggemaskan dan membuat penasaran pria-pria di sekitarnya dan rasa iri bagi beberapa wanita dekatnya.
Arsitek Cantik yang mengagumkan.

Hans Roberto, tinggi, Tampan, cuek, dingin usianya 35 tahun, pujaan dan dambaan semua Wanita, bos perusahaan ternama tempat Hana bekerja.

Syarena, teman sekantor Hana, cantik, putih, manja, cari perhatian Pada semua pria yang dijumpainya.

Andreas Andriano, pria kaya yang manja dan menggoda, Playboy, dikelilingi banyak wanita.
Selalu mendapatkan semua yang ia inginkan, membenci penolakan karena tidak pernah ditolak.
Bos dari banyak perusahaan.

Hengky, kakak kelas Anna yang selalu berada di sampingnya.

Dan pemeran lainnya.

Siapakah pria yang akan menjadi pasangan Anna?

Yuk, ikuti cerita Anna si " Arsitek Cantik"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fit TRee Fitri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jatuh cinta

Anna mengajak kakek pulang kerumah untuk beristirahat, dengan susah payah Anna memaksa kakek dan akhirnya kakek menurut.

Dokter Riduan menjelaskan kepada Anna bahwa kesehatan kakek yang juga mulai menurun, kakek harus banyak istirahat.

Anna dan Kakek ikut mobil Jenifer pulang kerumah, mobil Hans ikut di belakang. Dua buah mobil berhenti di depan perkarangan rumah Anna, Hans dan Juanda kagum, rumah sederhana yang sangat Indah, beberapa tanaman hias dan stroberi terlihat layu kekurangan air.

Hans dan Juanda duduk di kursi santai. Anna mengantarkan kakeknya untuk beristirahat di kamar. Ia memaksa kakek untuk tidur.

Jenifer membuatkan minuman hangat untuk Hans dan Juanda.

"Mari masuk ke dalam Pak" Jenifer membawa baki minuman.

"Disini saja, sangat nyaman" jawab Hans beranjak dari kursi dan berjalan-jalan mengamati perkarangan.

Ia menyentuh buah stroberi berwarna merah dengan daun yang mulai layu, Hans membuka kran air dan mulai menyirami tanaman dan tersenyum.

Juanda dan Jenifer saling pandang dan kembali menatap aneh Hans.

Anna telah berhasil membuat Kakek tertidur, ia tahu kakek sangat lelah dan mengantuk. Dokter Riduan berjanji akan menjaga Nenek dan akan menghubungi Anna jika terjadi sesuatu.

Anna keluar kamar menuju perkarangan untuk menemui, Hans, Jenifer dan Juanda. Anna menggunakan pakaian tidur dengan rambut yang masih basah tanpa ada polesan make up, aroma shampoo dari rambutnya harum menyegarkan.

Hans menatap Anna, ia merasa sakit jantungnya kumat lagi, Hans mematikan kran air,

"Juan, ayo kita pulang" ajak Hans, Anna kaget kenapa kedatangan Anna membuat Hans mau pulang. Jenifer dan Juanda pun ikut bingung.

" Tuan, Terimakasih untuk hari ini" ucap Anna

Hans tidak menjawab ia hanya memegang dadanya yang berdetak kencang dan berjalan menuju mobilnya yang diikuti Juanda melambaikan tangan kepada Anna dan Jenifer. Mobil melaju meninggalkan rumah Anna.

"kak Jenifer, mari masuk" Anne menarik tangan Jenifer masuk kerumah dan menutup pintu.

Mereka tidur berdua di kamar Anna.

"besok pagi-pagi aku dak kakek harus kembali ke rumah sakit" ucap Anna memejamkan mata.

"aku akan mengantarkan mu" Jenifer.

"kamu harus pergi bekerja" suara ann lembut dan jauh karena sudah mengantuk.

"aku sudah dapat izin dari Hans" Jenifer menguap.

"baiklah, Terimakasih"

mereka telah terlelap dalam tidur.

***

Rumah Hans

Juanda pulang dengan membawa mobil Hans, setelah menurunkan Hans di rumah.

Hans melihat papa, mama dan Rey sedang mengobrol.

"Dari mana kamu sayang?" tanya mama dan mencium kening putra semata wayangnya.

"Rumah sakit" jawab Hans singkat Mencium tangan papanya dan menarik tangan Rey ke kamarnya.

"hey, ada apa dengan kamu" Reyhan kesal

Hans melepaskan pegangannya.

" tunggu disini" perintah Hans menunjuk tempat tidurnya.

Ia masuk ke kamar mandi, membersihkan diri, tak lama ia keluar dengan menggunakan handuk putih selutut dan menuju lemari pakaian.

Hans menggunakan piyama.

Reyhan rebahan di tempat tidur Hans memejamkan mata. Hans mendekati Reyhan dan memukulnya dengan bantal.

"bangunlah, jelaskan penyakitku" Hans duduk di kursi depan tempat tidur.

"kamu tidak sakit dan kamu sangat sehat" Reyhan duduk di tempat tidur menghadap Hans.

"lalu kenapa hari ini detak jantung tidak teratur bahkan tidak normal" Hans memegang dadanya.

"kapan kamu merasakan itu? tanya Reyhan serius.

"saat ......." Hans terdiam ia teringat kembali saat wajahnya berdekatan dengan Anna di dalam mobil, saat hidung mereka hampir bersentuhan dan saat ia mencium wangi dari rambut Anna yang masih basah.

"aaaahgg" Teriak Hans mengagetkan Reyhan

"hei, ada?" tanya Reyhan penasaran.

"Saat aku berdekatan dengan Hana" jawab Hans kesal dan bingung.

"Hana?" Reyhan berpikir,

"Hana pasti nama seorang wanita tapi siapa dan dimana?" pikir Reyhan ia melihat Hans yang berbaring di tempat tidur, memegang kepalanya.

"Kau Jatuh cinta" tegas Reyhan menatap Hans.

"apa?" Hans beranjak dari tempat tidur dan berdiri menatap tajam ke Reyhan.

" ya, apa kamu pernah merasakan seperti ini sebelumnya" tanya Reyhan, Hans menggeleng.

"Bagaimana ketika kamu bersama Veronika?" tanya Reyhan lagi, dan Hans kembali menggeleng seperti anak kecil polos.

Sehingga membuat Reyhan tertawa terbahak-bahak.

Hans menatap tajam Reyhan, hingga Reyhan menutup mulutnya dan tersenyum.

"Bolehkah aku bertemu dengan Hana?" tanya Reyhan

"untuk apa" Hans balik bertanya menatap curiga.

" untuk memastikan" jawab Reyhan beranjak dari tempat tidur dan duduk di kursi.

"memastikan apa?" tanya Hans lagi.

" mamastikan apakah kamu benar-benar jatuh cinta" Reyhan tersenyum.

"baiklah, kemari" Hans mengajak Reyhan menuju ruang kerjanya.

Hans membuka laptop di atas meja kerja, ia memutar rekaman video dari cctv ruang rapat. Ada beberapa kamera di ruangan rapat dan salah satu kamera fokus pada orang yang sedang persentasi.

Mereka berdua hanya memutar bagian Anna, Hans juga memberikan data diri Anna.

Reyhan berdecak kagum, Wanita yang sempurna, cantik, cerdas, mandiri dan pekerja keras.

"apakah masih ada yang seperti dia?" Tanya Reyhan.

"maksud mu?" Hans balik bertanya.

"aku juga mau bodoh" Pol berkas data diri Anna mendarat di kepala Reyhan.

"aww" sakit bodoh, Reyhan berlari ke luar ruangan yang diikuti Reyhan.

"krucuk-krucuk" perut Hans berbunyi, ia menghentikan langkah dan memegang perutnya.

"Aduh aku kelaparan" Hans berjalan menuju dapur, Hans berteriak memanggil semua pelayan. Hari sudah larut tentu saja Meja makan telah kosong.

Reyhan menatap Hans

"Buatkan aku makan malam, cepat" perintah Hans duduk di kursi makan.

"baik Tuan muda" jawab salah seorang kepala pelayan dapur.

"aku sangat lapar, bagaimana aku bisa lupa makan malam?" bisik Hans dalam hati

Reyhan mendekati Hans.

"apakah hari dan pikiramu berantakan?" Reyhan duduk di depan Hans

"aku lupa makan malam" ucap Hans Reyhan tertawa namun tertahan.

Mama Valencia berjalan mendekati putranya

"kenapa kamu membuat keributan" mama Valencia mengusap rambut anaknya

"Mama kenapa mama turun, papa di mana?" tanya Hans

"Papa sudah tidur, apa yang kamu lakukan di dapur selarut ini?" tanya Mama lagi

"aku belum makan malam" Hans melihat para pelayan yang mulai menata makanan di atas meja makan.

Mama dan Reyhan menatap Hans aneh, yang tidak Hans perdulikan, ia telah menikmati makan malam dengan lahap.

***

Pagi sekali Anna telah menyiapkan sarapan, ia segera membersihkan diri, membangun Jenifer dan pergi ke kamar Kakek, tapi Anna tidak melihat kakek di kamar, ia segera berlari ke kebun belakang, kakek sedang menyiram tanaman dan memberi makan ternak.

Anna bahkan telah melupakan kebun dan Ternak. Ia mendekati dan menarik tangan kakeknya.

"mari kita sarapan" ajak Anna, kakek tersenyum dan mengikuti Anna menuju ruang makan, Jenifer duduk menunggu mereka berdua.

"kalian sarapan saja, kakek membersihkan diri dulu" Kakek berjalan menuju kamarnya.

Anna dan Jenifer duduk diam, menunggu kakek.

"jika sudah lapar, kamu boleh makan duluan" ucap Anna.

"kita akan Makan bersama" mereka berdua tersenyum, tak lama Kakek telah kembali ke meja makan.

"kenapa kalian belum sarapan" kakek duduk di kursinya, ia melihat kursi nenek yang kosong.

" Kita akan kerumah sakit bersama jadi kita makan bersama, ayo makan" teriak Anna membuat Kakek dan Jenifer tertawa. Anna mengambilkan makanan untuk kakek.

Mereka menyelesaikan sarapan bersama, Jenifer merapikan meja, Anna membersihkan peralatan makan. Setelah pekerjaan rumah selesai mereka bertiga pergi ke rumah sakit.

♥️ Thanks for reading ♥️

Mampir juga ke Novel

"Cinta untuk Dokter Nisa"

dukung terus Author yaa 😍

Love you readers,♥️

1
ssyareyys_
Thor ga lanjut?
Sri Mulyati
Luar biasa
Aep Saepurahman
alhamdulillah
Aep Saepurahman
sedih dikit
Aep Saepurahman
hehehe ternyata orang kaya juga sama ya
Aep Saepurahman
hehehe belum pernah jatuh cinta kali si bos
Aep Saepurahman
anna banyak yang suka nih
Aep Saepurahman
semoga sukses anna
Aep Saepurahman
indah nya anna
Aep Saepurahman
masih ok
Aep Saepurahman
menyenangkan
Aep Saepurahman
awal cerita nya menarik
Erina
ceritanya seru thor
nur baiti
bagus kisah cintanya ......
jadi geretan sama ana mau pilih siapa
Widyanti Ningsih
malas baca banyak kejahatan nya gak sesuai dengan judul nya terlalu ber tele"
Widyanti Ningsih
gadis goblok Akir nya hancur gak punya pendirian
Sekar Sekar
ikutan mewek thoor😭😭😭😭
Marhaban ya Nur17
kasihan pak juan
Wahyu Lestari
cerita nya trlalu flatt khusus buat anna,,
Hans,kl bisa di buat greget tegas dn punya bnyak koneksi serta bodyguard,bukankah sultan bgitu
Karate Cat 🐈
jangan bilang hengky satu ayah sama andreas.. bisa kusut urusannya 😓
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!