Kimberly Lansonia, Gadis cantik berasal dari keluarga kaya raya, Merupakan putri tunggal dari keluarga Lansonia. Dia tumbuh dengan kasih sayang berlimpah, Begitu di cintai dan di perlakukan dengan layaknya seorang ratu dalam keluarga tersebut.
Namun pernah dia memimpikan untuk memiliki seorang adik perempuan, Siapa sangka jika tuhan mengabulkan keinginannya, Namun sebuah fakta terungkap tentang jati dirinya.
Fakta tersebut menunjukkan jika dia memiliki adik sesuai keinginannya, Namun adiknya dalam kondisi tidak baik baik saja.
Membuatnya secara paksa masuk kedalam keluarga Fillmore membantu adiknya mendapatkan kembali miliknya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pio21, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kemarahan sepasang kekasih
Keesokan harinya
Dubai
Alethea masih terlelap dalam tidurnya, Menjangkau apapun yang ada di sekitarnya agar segera masuk dalam pelukannya.
Namun tiba tiba dia menyadari sesuatu, Dimana tangannya seolah menyentuh sebuah dada bidang seseorang, Hingga sebuah aroma yang tidak asing baginya masuk ke dalam indra penciumannya.
Lantas gadis itu langsung membuka kedua matanya melawan semua rasa kantuk yang tersisa.
"Sudah bangun?"
Suara berat dan seksi itu mengalun di telinganya, Di mana saat dia membuka matanya wajah pria tampan terlihat jelas hadapannya.
"Nick"
Seru gadis itu yang kemudian masuk kedalam pelukan pria tampan tersebut. Memeluknya dengan erat menumpahkan seluruh rindu yang memupuk di hatinya.
Nick terkekeh beberapa waktu, Kemudian membalas pelukan kekasihnya dengan erat. Sesekali mengecup surai panjang milik Alethea.
"Aku merindukan mu sayang"
Sahut Nick ketika pelukan mereka terlepas.
"Aku juga"
Timpal Alethea dengan senyum mengembang di bibirnya.
"Apa perusahaan tidak masalah di tinggal?"
Tanya gadis itu yang menelusupkan wajahnya di dada Nick, Menikmati aroma pria itu yang telah dia rindukan beberapa hari ini.
"Tidak masalah, Aku bosnya"
Jawab Nick dengan bangganya yang membuat Alethea terkekeh.
"Jangan bermalas malasan, Kau tau kekasihmu ini sangat gemar berbelanja tuan Nick"
Ucap Alethea dengan bercanda
"Tenang sayang kekayaan Gibson Group tidak akan berkurang hanya dengan mengambil untuk menemui mu"
"Jangan khawatirkan apapun, Sebab kekayaan ku masih bisa membiayai 7 keturunan kita nantinya"
Nick berkata dengan sombong membuat Alethea tertawa terbahak bahak, Dia pikir kekasihnya itu benar benar tidak bisa menghilangkan sifat sombong dan percaya dirinya.
Meski sebenarnya yang dikatakan oleh Nick jelas sebuah fakta. Siapa yang tidak tau seorang Nick Lew Gibson, Pewaris tunggal kekayaan Gibson company yang jelas kekayaannya tidak main main.
Gibson company sendiri adalah perusahaan besar yang telah memiliki berbagai cabang di negara negara yang berbeda, Bergerak di bidang properti, Hotel, Dan juga teknologi. Seluruh perusahaan di dunia berlomba lomba mengajukan kerja sama kepada perusahaan milik Nick, Sebab mereka jelas tau bagaimana keuntungan yang mereka dapat dalam kerja sama tersebut.
"Baiklah baiklah, Jadi sepertinya aku cukup beruntung bisa memiliki kekasih yang kaya raya bukan?"
Gurau Alethea ke arah pria tersebut
"Tentu saja, Tapi kau tau sayang? Aku jelas lebih beruntung karna berhasil mendapatkan mu di antara banyaknya laki laki yang menginginkan mu"
Sahut Nick yang menatap dalam netra hitam milik kekasihnya.
Ya dia rasa dia benar benar beruntung memiliki gadis dalam pelukannya tersebut, Seolah Kimberly Lansonia di ciptakan oleh tuhan dengan sesempurna itu.
"Hmm kau terlalu berlebihan"
Timpal Alethea yang tersipu malu dengan pujian kekasihnya.
"Aku tidak"
Nick mengelak, Sebab dia hanya mengatakan yang sebenarnya.
"Sepertinya aku harus bersiap Nick, Aku harus menyiapkan beberapa barangku untuk pindah ke manshion utama keluarga inti Fillmore"
Sahut Alethea yang berusaha bangun dari posisinya, Namun Nick kembali menarik tangan gadis tersebut, Membuat Alethea kembali terjatuh dalam pelukan pria tampan itu.
"Nick"
Sahut Alethea terkejut.
"Sayang tetaplah di sini, Aku telah memerintahkan beberapa orang untuk mengemas barang barangmu"
Timpal Nick yang kembali memeluk tubuh Alethea.
Di masih merindukan gadis itu, Sebab ini pertama kalinya terpisah dalam waktu yang cukup lama bagi Nick.
"Nick"
Alethea membuka suaranya, Kemudian menatap ke arah kekasihnya ketika merasa sesuatu yang keras menekan perutnya.
Dia jelas tidak sepolos itu hingga tidak tau benda apa itu.
Nick terlihat menghela nafasnya kasar
"Sayang kapan kita menikah? Rasanya aku benar benar menggila ketika selalu berada di dekatmu"
Ucap pria tersebut yang sedikit mengeram, Dia tentu saja pria yang normal, Berdekatan dan dalam posisi yang intim dengan Alethea tentu saja memancing hasratnya yang terasa menggila setiap saat.
"Tidak lama lagi hmm, Setelah urusan ini selesai, Kita akan melangsungkan pernikahan kita"
Timpal Alethea dengan tersenyum, Tangannya mengelus rahang tegas milik Nick, Dia cukup salut kepada pria itu yang benar benar berusaha menahan gairahnya demi menghargai dirinya.
Mereka telah bersama sejak tiga tahun yang lalu, Dimana pada saat itu Nick benar benar melakukan ribuan cara agar Kimberly jatuh hati padanya.
Entah berapa banyak cara yang dia lakukan, Itu tidak terhitung lagi, Sebab pria itu telah menyukai Kimberly sejak di bangku SMA.
Dan saat itu juga dia mulai melakukan berbagai cara mendekati gadis itu, Hingga pada akhirnya saat mereka menginjak bangku kuliah di semester 2 gadis itu menerima dirinya menjadi kekasihnya.
Dalam menjalani hubungan mereka tidak melakukan hal hal di luar batas, Saling mengecup bibir, Memeluk tidak lebih, Sebab Nick tau bagaimana kekasihnya itu menjaga dirinya.
"Kenapa tidak aku saja yang langsung menghancurkan mereka sayang? Mereka bisa habis di tanganku dalam waktu 1 malam"
Tanya Nick ke arah Alethea.
Dia pikir, Jika saja kekasihnya itu mengizinkan dirinya ikut campur, Maka akan sangat mudah baginya untuk menghancurkan orang orang tersebut.
Alethea menggelengkan kepalanya cepat
"Aku ingin memusnahkan mereka dengan tanganku sendiri, Mencari tau apa ada orang orang yang terlibat dalam kecelakaan yang di alami orang tuaku, Membalas perbuatan mereka pada adikku, Kemudian menghancurkan mereka tanpa sisa"
Sahut gadis itu yang terlihat mengepalkan tangannya, Darahnya kembali berdesir membayangkan orang orang tersebut begitu bebas menyakiti keluarganya.
"Mati terlalu mudah untuk mereka Nick, Aku ingin membuat mereka menderita, Merasakan hal yang sama dengan apa yang mereka lakukan pada keluargaku"
Lanjut Alethea yang menatap Nick dengan mata memerah, Sejuta kebencian dan kemarahan seolah telah meluap luap dalam hatinya.
Pada akhirnya Nick kembali mengalah, Sebab pria itu mengerti apa yang di rasakan oleh kekasihnya tersebut.
"Baiklah sayang, Aku mendukungmu, Katakan jika kamu membutuhkan bantuanku, Aku selalu ada untukmu"
Timpal Nick yang berusaha menenangkan kekasihnya, Membawa tubuh gadis itu kembali dalam pelukannya.
Mata Nick menukik tajam, Dengan rahang yang mengeras sempurna. Melihat bola mata kekasihnya dimana terlihat jelas banyak kesakitan di dalam sana membuat dirinya tidak senang.
Selama ini dia selalu melakukan apapun agar kekasihnya bahagia, Dan ketika mengetahui ada orang lain yang berusaha mengganggu Kimberly jelas membuat dirinya tidak terima.
Namun dia tidak bisa melakukan apapun, Tidak bisa menyentuh musuh musuh kekasihnya sebelum mendapatkan izin dari gadis tersebut. Sebab dia tau jika Kimberly benar benar tidak suka jika mangsanya di rebut oleh orang lain.
Maka kali ini dia hanya bisa menunggu dan mengawasi gadis itu diam diam. Karna dia tidak akan membiarkan siapapun melukai gadisnya.
Nick mengelus rambut panjang milik Alethea, Sesekali mengecupnya dimana dia tau Alethea saat ini sedang tertidur dalam pelukannya.
Bagaimana bisa cerita sebagus ini sedikit sekali yg membaca???