Mengagumi, mencintai tapi tidak bisa untuk dimiliki. Karena semua hanya dalam batas rasa yang kerap kali hadir disetiap ada kesempatan menyapa. Bersama melewati hari dan saling mensupport tanpa saling mengungkapkan perasaan yang sebenarnya.
Cinta? Inikah yang dinamakan tingkatan mencintai yang penuh dengan ketulusan? yang harus menerima dan melihat keberadaan orang yang disayangi, selalu bersama dan menjalani komunikasi tanpa saling mengungkapkan rasa yang telah bersemai bertahun lamanya. Diam dan hanya bisa terasa ketika mata saling beradu pandang, dengan desiran degupan halus terus mengimbangi perasaan. Tak bisa berkata-kata ketika rasa itu memuncak dan hanya bisa diabaikan dengan terus mengalihkan rasa dengan terus melakukan aktifitas tanpa henti.
Berharap tidak harus terbaca, namun gelisah hati nampak tatkala dia mulai berkomunikasi dengan pasangan sahnya. Cemburu? Pasti Iya..! Namun apalah daya jika semua hanya sebatas mengagumi bukan untuk memiliki :)
Namun ketika kesempatan memiliki itu ada, akankah masih bisa bertahan dengan komitmen yang hanya mengagumi bukan untuk memiliki? MEMBIJAKSANAI Rasa itu adalah yang lebih baik. Karena tingkatan mencintai yang paling hakiki adalah ketika melihat orang yang kau cintai berbahagia, meski tidak denganmu tapi selalu berdoa yang terbaik untuk kebahagiaannya.
Melelahkan..? Tentu saja iya..Karena hati yang terus berharap itu lebih melelahkan daripada kaki yang terus melangkah.
Jodoh Pasti Bertemu. Meski waktunya tidak cepat tapi pasti akan datang di waktu yang tepat.
Bagaimanakah kisahnya, ikutin terus setiap episodenya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rusni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lewat Sebuah Lagu
Rizky semakin kagum dibuatnya dan hanya terpana melihat Diva malam ini.
Kamu the best Diva, aku tak menyangka kamu bisa memberikan penampilan terbaik malam ini, gumam Rizky yang masih terus menatap Diva diatas panggung.
Diva menyadari keberadaan Rizky yang memperhatikannya membuat Diva semakin bisa mengekspresikan rasa yang dipendamnya agar bisa tersampaikan, meski hanya lewat sebuah lagu.
Namun Diva tidak berharap banyak karena menurut sahabatnya Rizky sudah punya pacar.
Diva dan Adit turun dari panggung megah itu yang disambut oleh teman-temannya.
"Selamat yaa, akhirnya kamu berdua bisa memberikan yang terbaik untuk kelas kita", kata Haikal yang juga dibarengi ucapan dari teman-teman yang lain juga.
"Iya..iya Alhamdulillah, geser dulu donk kakiku lecet nih, mana sepatu kets aku", tanya Diva
"Ini Diva, aku menaruhnya disini", jawab Dewi.
"Makasih yaa Wi, kamu memang sahabat yaaanggg...", tiba-tiba Diva terhenti dan tidak melanjutkan kalimatnya karena masih mengingat kekesalannya kepada Dewi beberapa hari yang lalu.
"Yang terbaik kaaaannn?, aku tahu kok kamu akan mengatakan itu padaku kan?, iya kaann? kata Dewi yang terus nyosor kepada Diva untuk mendengarkan pengakuannya.
"Terbaik apa'an?, gak ahh", jawab Diva sambil becanda dengan sengaja ingin membuat Dewi kesal.
Namun Dewi hanya terus tersenyum dan menggandeng tangan Diva dan mencubitnya. Kedua sahabat itupun pergi agak menjauh dari panggung supaya bisa leluasa mengobrol.
Sambil membawa sepatu ketsnya Diva dan Dewi menuju Selasar dan duduk disana sambil mengganti sepatu.
"Penampilan kamu tadi luar biasa Diva, kamu tahu gak ada seseorang yang memperhatikan kamu looo", ledek Dewi
"Siapa? tanya Diva pura-pura.
"Tuh orang yang menuju kesini", tunjuk Dewi dengan mengarahkan kepalanya kepada Rizky yang menuju ketempat mereka berdua.
Diva tidak bisa menguasai lagi degupan jantungnya yang sejak tadi berdebar. Semakin dekat langkah kaki Rizky, debaran jantung Diva semakin tidak beraturan.
"Wiiii, aduuuhh kok dia kesini sih?, pacarnya dimana sih? kok perhatikan aku terus daritadi? sekarang nyamperin aku lagi, aku gugup nih, aduuh gimana yaaa", kata Diva yang tidak bisa mengontrol gerak geriknya yang membuat Dewi setengah terkekeh takut Diva tersinggung lagi.
"Biasa aja lagi Divaa, ntar dia tahu loo kamu punya perasaan padanya", kata Dewi
"Hmhuuuufftt, oke..okeeyyy, huuuufft, tenangkan aku yaa Allah", kata Diva perlahan yang membuat Dewi tersenyum mendengarnya.
"Heyyy....kalian berdua ngapain disini?", sapa Rizky
Diva hanya menyentuh bahu Dewi dengan bahunya, meminta Dewi untuk menjawab pertanyaan dari Rizky.
"Hehe ini Kak, Diva mau ganti sepatu", jawab Dewi.
"Kenapa diganti Diva? kan acaranya belum selesai? ntar kalau penyerahan hadiah gimana donk?", balas Rizky
"Gak nyaman aja di kaki Kak, yaa karena gak terbiasa juga siihh, hehehe, lagian kita juga gak berharap banget jadi juara, minimal sudah mengisi acara malam ini saya bangga Kak", jawab Diva seadanya
"Yaa, dibiasakan donk, lama-lama pasti nyaman, bukan begitu Dewi?", kata Rizky yang membuat Diva semakin berdebar-debar.
"Terima kasih Yaa sudah mau menjadi bagian dari acara ini", lanjut Rizky lagi
"Hehehe, iii...iya Kak", jawab Dewi dan Diva berbarengan
Waduh aku jadi kayak nyamuk disini, mungkinkah itu kode dari Rizky aku harus meninggalkan mereka berdua kali yaa? gumam Dewi dengan pemikirannya.
Tiba-tiba Dewi sengaja membunyikan handphonenya dan mengangkatnya dan berpura-pura bicara ditelepon sambil menjauh dari mereka berdua.
"Diva, Kak Rizky sebentar yaa", kata Dewi lagi sambil terus berjalan meninggalkan mereka berdua.
"Udah ganti sepatunya? tanya Rizky
"Udah Kak", jawab Diva singkat
"Pengen seperti sepatu itu yang selalu berjalan beriringan dan bersama kamu terus", kata Rizky dengan setengah terbata-bata.
Diva hanya menatap wajah Rizky tak berkedip, tidak menyangka secepat itu Rizky akan mengutarakan perumpamaan isi hatinya.
jadi ikut terhanyut...
kata katanya sangat inspiratif👍👍