NovelToon NovelToon
TUKANG PAKET COD CINTAKU

TUKANG PAKET COD CINTAKU

Status: tamat
Genre:Tamat / Cintapertama / Dosen / Nikahmuda / Spiritual / Berbaikan / Rebirth For Love
Popularitas:687
Nilai: 5
Nama Author: CACASTAR

Hanie adalah gadis enerjik yang kuliah di sebuah kampus ternama di kota Bandung. Dia memilih kuliah di Bandung dengan satu misi-misi memata-matai Pacarnya. Keadaan berbalik, malah dia akhirnya dimata-matai oleh pacarnya karena dia kepincut tukang paket langganan COD-nya. Akankah Hanie bisa menyelesaikan konflik cinta segitiga yang ia ciptakan sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CACASTAR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PERTOLONGAN BESTIE

Setelah dari kepolisian ibu kos yang diantar anaknya dengan mobil, berpisah dengan Sarah yang diantar Abdullah dengan mobil pajeronya.

Di mobil Sarah menangis. Mukanya yang penuh air mata, ditutupinya. Abdullah melihat itu jadi terenyuh. Mbak-mbak yang dikenalnya baru-baru ini dan beberapa kali pertemuan terjadi karena ia mengantar paket ke rumahnya. Kini dia ikut dalam masalah hidup mbak ini.

Abdullah, yah, dia bernama Abdullah dalam dunia kerjanya sebagai tukang paket. Dia ingin nama itu yang jadi identitasnya untuk profesi ini. bahkan kalau ada yang bertanya, mbak ini pun, tentunya dia akan bingung juga kenapa dia mengantar paket pakai mobil pribadi, biasanya pakai motor Supra. Dia mengambil beberapa helai tissu dsn menyerahkan pada Sarah. Sarah mengambilnya

"Hikkkkk..."infus Sarah berpindah ke tisu tadi.

Abdullah mengambil kotak sampah di belakang jok, dan menyorongkan nya pada Sarah. Sini masukin sini mbak.

"huuuuhuuuu..."

"uang aku hilang...aku harus bagaimana ini!" "huuuuuu huuuuu"

Sarah kembali menangis.

Abdullah bukannya tidak ikut sedih melihat Sarah yang menangis, cuma melihat cara Sarah yang menangis begitu dia jadi pengen tertawa. Muka tirus Sarah jadi kelihatan chubby Karena bibirnya monyong dan matanya sembab, air mata menggenang. tambah lagi dari hidungnya meler Mulu karena ingus.

Dia menangis tapi hatiku yang meringis.

"Sarah, kalau boleh tahu maling tadi berapa tahun sih pacaran sama kamu. tadi gak ceria deh kayaknya tadi. Mungkin dengan cerita, kamu bisa berkurang bebannya."

"Huuu...pakai ditanya..."

"aduh mbak maaf, tapi saya hanya bermaksud ingin mengurangi beban di hati kamu"

"huuuu, dia itu mantan pacar 1,5 tahun ...dia ternyata malingnya"

"Dan yang Dimaling uang tuk bayaran kuliah Abdullah".. "huuuu""

"Duh, Cerita yang sedih mbak, sayangnya kisah cintanya harus berakhir tragis ya, Sarah .,"

"apaaaa...mas Abdullah"..."huaaaaaaaa"

"eh maaf saya dak bermaksud ngejek."

"Huaaaaa....."

"jadi kenapa pacarnya Sarah, eh maksudnya matan pacar Sarah bisa berbuat jahat begitu?"

"bukan hanya jahat maling uang saya, tapi malah jahat selama jadi pacar!"

"loh kenapa?"

Abdullah tersenyum-senyum mendengar cerita sarah yang mulai berapi-api.

"iyaa, dia itu udah menindas saya, malakin saya, mintain uang saya Mulu, ngancam saya, ngata-ngatain saya, maki-maki, dan nyari saya kalau butuh uang saja."

"huaaaaa...dia jahatin saya abdullah..jahaattt!"

"ya Tuhan, kok jahat yaaa, kok ada laki-laki kayak gitu mbak.ckk ckk ckk"

"tapi kok kamunya mau gitu?"

Abdullah kini menatap Sarah dengan pandangan kayak detektif lagi menyelidiki kasus.

"ckkk ckkkk." "kamu luar biasa...ckkk ckkkk"

sarah mendengar ucapan Abdullah itu, jadi pengen marah, ini terdengar seperti mengejek.

Sarah lalu melihat ke arah Abdullah, dia tidak lagi menangis, disekanya air matanya. Lalu badannya menghadap ke mas Abdullah.

"kamu, Abdullah ngejek saya, ya?"

"enggak saya gak ngejek mbak, saya cuma nanya, kok ada perempuan yang udah diperlakukan begitu bisa tahan..lama lagi mbak, kok bisa ya?"

"kamu ini ya!!!"

Sarah mulai sebel mendengarnya.

"kok bisa ada perempuan begitu, itu cinta apa bodoh ya mbak? Ckkk ckkkk ckkk...luar biasa ceweknya."

"mmm, abdullah..."

Sarah menghadiahi Abdullah dengan sebuah cubitan di tangan, Abdullah mengaduh, sebuah lagi di perut, lagi dan lagi hingga dia kegelian dengan cubitan itu

"aow.."

"aduh"

"aow"

"ini lagi.."

Sarah kelihatan gemes sama mas Abdullah yang sudah tiga hari menantinya di rumah sakit dan sekarang seharian menemaninya melakukan BAB ke kepolisian.

Sarah sudah berhenti dari mencubiti Abdullah. Dia sekarang kembali di posisinya.

Dia mulai kepikiran gimana mengganti uangnya yang hilang itu, itu uang tuk bayar kuliahnya. Tidak mungkin dia minta ke papa lagi.vdan pasti papa jadi kuatir begitu juga mama kalau dia cerita yang terjadi.

"kenapa Sarah?"

Seperti mengerti dengan yang dipikirkan Sarah Abdullah bertanya kembali.

"Saya harus gimana Abdullah, uang saya ludes semua saat harus bayar uang kuliah."

"pakai uang saya dulu. Nanti saya transfer ke rekening saya.yah."

"tapi, nanti saya ganti pakai apa abdullah?"

"pakai apa ya?"

"kalau pakai nasi Padang campur rendang gimana, saya laper nih, mbaknya pertama ganti dulu temani saya makan, yah."

"kamu beneran?"

"beneran, masak bohongan."

Abdullah menyalakan mobilnya dan melajukan menuju jalanan.

"Mas abdullah..sebenarnya mas ini siapa sih?"

"mm.."dia melirik ke arah Sarah.

"saya ya tukang paket."

"mana ada tukang paket naik Pajero, sih."

"wah menghina mbak sarahnya nih, tukang paket juga ada duit mbak, emang tukang paket gak boleh punya Pajero mbak?"

"bukan itu, maksudnya, jarang gitu. Dan lagi pula kamunya ini aku lihat beda."

"beda gimana?"

lagi-lagi Abdullah melirik pada Sarah, deg mata mereka beradu. Satu tatapan yang buat Abdullah jadi suka. tatapan seorang perempuan polos dan lugu yang jarang ia temui dsn dapatkan mengisi hatinya.

"ya beda, kamu itu keren dan modis, gak kayak Abang paket lainnya"

"waduh, saya kayak model dong mbak Sarah."

"kamu kok banyak duit juga."

"begini, Sarah Pajero ini cuma titipan lho, dan uang saya tadi juga pinjaman untuk saya."

"oh gitu kah."

" iya, nanti yang punya Pajero ini kalau mau ambil diambil lagi, saya cuma ketitipan aja."

"oh begitu."

"tapi kamu tetap beda abdullah"

"beda kenapa?"

"mmmm kamu tuh beda...?"

"saya kenapa Sarah."

"kamu kayaknya lebih tua dari saya."

"iyaa sih.."

"eh iyaaa.."

"makasih ya Abdullah udah bantuin saya."

"sama-sama, Sarah."

Sarah membalas senyum Abdullah yang manis padanya. Selama 10 detik mereka bersitatap dan akhirnya mereka mengalihkan pandangan masing-masing.

"eh kita makan nasi Padang di mana?"

"dimana aja boleh."

"ada rencana alih profesi gak Abdullah?"

"enggak deh kayaknya.

"Abang Abang tukang paket.."

"iyaa iya mbak yang dinaifin cowok."

"mmmmm, cubit nih."

"awww..awww"

(wah, penulis suka cerita begini, 😚)

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!