NovelToon NovelToon
Rahasia Sang Wanita Besi

Rahasia Sang Wanita Besi

Status: tamat
Genre:Tamat / CEO / Kehidupan di Kantor / Identitas Tersembunyi / Wanita Karir / Fantasi Wanita
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Nuah

Rahasia Sang Wanita Besi

Sebagai sekretaris pribadi, Evelyn dikenal sempurna—tepat waktu, efisien, dan tanpa cela. Ia bekerja tanpa lelah, nyaris seperti robot tanpa emosi. Namun, di balik ketenangannya, bosnya, Adrian Lancaster, mulai menyadari sesuatu yang aneh. Semakin ia mendekat, semakin banyak rahasia yang terungkap.

Siapa sebenarnya Evelyn? Mengapa ia tidak pernah terlihat lelah atau melakukan kesalahan? Saat cinta mulai tumbuh di antara mereka, misteri di balik sosok "Wanita Besi" ini pun perlahan terkuak—dan jawabannya jauh lebih mengejutkan dari yang pernah dibayangkan Adrian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nuah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12: Kebenaran yang Tersembunyi

Ruangan itu dipenuhi dengan cahaya kehijauan yang berpendar dari tabung-tabung kaca besar. Evelyn berdiri kaku, matanya tak lepas dari sosok-sosok di dalam tabung yang menyerupai dirinya. Jantungnya berdegup keras saat otaknya mencoba memahami kenyataan di hadapannya.

“Ini mustahil…” bisiknya.

Leonard tertawa kecil. “Oh, percayalah, ini sangat mungkin. Aku telah menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk menciptakan mereka.”

Liam melangkah maju, ekspresinya penuh kemarahan. “Apa yang kau lakukan? Apa tujuanmu menciptakan… klon Evelyn?”

Leonard menyeringai, lalu turun dari platformnya dengan gerakan santai. “Kau tahu, Liam, manusia itu penuh kekurangan. Mereka lemah, mudah hancur, dan memiliki terlalu banyak emosi yang menghalangi mereka untuk menjadi sempurna.” Ia menatap Evelyn dengan penuh minat. “Tapi Evelyn… dia berbeda. Dia hampir sempurna. Jika saja dia bisa sedikit lebih patuh.”

Evelyn mengepalkan tangannya. “Jadi aku adalah bahan percobaan untuk proyek gilamu?”

Leonard mengangkat bahunya. “Sebut saja begitu. Tapi kau lebih dari sekadar bahan percobaan, Evelyn. Kau adalah prototipe terbaik yang pernah kubuat.”

Pernyataan itu membuat Evelyn tercekat. “Apa maksudmu?”

Leonard tersenyum licik. “Ah, jadi kau belum mengetahuinya? Kau pikir kau hanya manusia biasa yang kebetulan berbakat? Tidak, Evelyn. Kau adalah bagian dari proyek ini sejak awal. Bahkan sebelum kau sadar akan keberadaanmu.”

Evelyn merasa dunia sekelilingnya berguncang. “Tidak… itu tidak mungkin.”

Leonard mengeluarkan sebuah tablet kecil dan mengetik sesuatu di atasnya. Tak lama kemudian, layar di belakangnya menampilkan serangkaian data, grafik, dan…

Nama Evelyn.

Lengkap dengan data genetik yang menunjukkan bahwa dirinya bukanlah manusia biasa.

Liam dan Sophia menatap layar dengan ekspresi terkejut.

“Tidak… Ini tidak mungkin…” gumam Sophia, mencoba memahami data yang terpampang.

Evelyn mundur selangkah, kepalanya terasa berputar. Seumur hidupnya, ia selalu merasa berbeda. Ia tidak pernah sakit, memiliki daya tahan tubuh yang luar biasa, dan mampu bekerja tanpa merasa lelah seperti manusia lainnya. Ia selalu mengira itu hanyalah hasil dari disiplin dan kerja kerasnya.

Tapi ternyata… itu semua karena dia bukanlah manusia biasa.

Leonard memandangnya dengan penuh kepuasan. “Kau adalah hasil dari eksperimen paling sempurna yang pernah kulakukan, Evelyn. Aku menciptakanmu dengan DNA terbaik, menghilangkan semua kelemahan manusia, dan menjadikanmu sesuatu yang lebih kuat.”

Evelyn merasakan gelombang emosi yang tak terkendali. “Jadi… hidupku selama ini hanyalah sebuah kebohongan?”

Leonard tersenyum tipis. “Tidak sepenuhnya. Kau memang hidup, kau punya pikiran sendiri, tapi kau adalah hasil ciptaanku.”

Liam melangkah maju, kemarahan terpancar di matanya. “Kau benar-benar monster.”

Leonard tertawa. “Monster? Aku hanyalah ilmuwan yang ingin menciptakan kesempurnaan. Manusia seperti kalian selalu takut pada kemajuan.”

Sophia, yang sejak tadi berusaha memahami data, akhirnya berbicara. “Jadi… jika Evelyn adalah prototipe, maka klon-klon ini…”

Leonard mengangguk. “Ya. Mereka adalah Evelyn berikutnya. Versi yang lebih baik.”

Evelyn merasakan ketakutan yang baru. Jika Leonard telah menciptakan klon dirinya, maka dia bisa digantikan kapan saja.

Dan yang lebih buruk lagi… jika Leonard memutuskan untuk menghapusnya?

Leonard menatapnya dengan ekspresi penuh kemenangan. “Kau seharusnya bersyukur, Evelyn. Kau adalah permulaan dari sesuatu yang luar biasa. Tapi sayangnya, kau terlalu liar. Aku tidak bisa membiarkanmu terus berjalan bebas.”

Tiba-tiba, alarm berbunyi di seluruh ruangan.

Liam dan Sophia segera bersiap, senjata mereka terangkat.

Leonard menghela napas. “Sayang sekali kita harus berpisah di sini. Tapi jangan khawatir, Evelyn. Aku akan memastikan klon-klonmu menjalani kehidupan yang lebih baik darimu.”

Evelyn merasa kemarahan membakar dirinya. Ia tak bisa membiarkan Leonard lolos.

Tanpa berpikir panjang, ia berlari ke arah Leonard, tetapi sebelum ia bisa mencapainya, lantai di bawahnya tiba-tiba terbuka. Sebuah perangkap.

Evelyn, Liam, dan Sophia jatuh ke dalam lorong gelap di bawah fasilitas.

Leonard menatap ke bawah dengan senyum dingin. “Selamat tinggal, Evelyn.”

Pintu besi menutup di atas mereka, meninggalkan mereka dalam kegelapan.

Evelyn bangkit dengan cepat, napasnya terengah. “Kita harus keluar dari sini.”

Liam meraba dinding. “Tempat ini seperti lorong bawah tanah. Pasti ada jalan keluar.”

Sophia menyalakan tablet kecilnya yang masih menyala. “Ada jalur ventilasi di sisi kanan lorong. Kita bisa mencoba ke sana.”

Tanpa ragu, mereka mulai berlari.

Evelyn masih mencoba mencerna semua yang baru saja ia dengar. Jika Leonard mengatakan yang sebenarnya…

Maka siapa dia sebenarnya? Dan yang lebih penting…

Apa yang akan terjadi jika klon-klon itu dilepaskan ke dunia? Mereka harus menghentikan Leonard sebelum semuanya terlambat.

...

Lorong bawah tanah yang gelap dan lembap terasa seperti perangkap yang menghisap semua harapan. Suara langkah kaki mereka bergema di sepanjang dinding batu yang terasa dingin saat disentuh. Evelyn berusaha mengatur napasnya, mencoba meredam kekacauan yang melanda pikirannya.

“Aku masih tidak percaya ini semua nyata,” gumamnya, suaranya hampir tenggelam oleh suara langkah mereka.

Liam yang berjalan di sampingnya melirik sekilas. “Percaya atau tidak, kita harus keluar dari sini sebelum Leonard berhasil mengaktifkan klon-klon itu.”

Sophia menekan tombol di tablet kecilnya, mengakses peta digital yang menunjukkan struktur fasilitas bawah tanah ini. “Ada lorong di depan yang mengarah ke ruang penyimpanan. Jika kita beruntung, kita bisa menemukan sesuatu yang bisa membantu kita keluar.”

Evelyn mengangguk. Ia masih merasakan efek dari kenyataan yang baru saja ia ketahui. Selama ini, ia mengira dirinya adalah manusia biasa yang kebetulan memiliki keunggulan lebih dari orang lain. Ia mengira ketahanannya, kemampuannya bekerja tanpa henti, dan pikirannya yang tajam hanyalah hasil dari disiplin ketat yang ia jalani sejak kecil.

Namun ternyata, semua itu telah diprogram ke dalam dirinya.

Ia adalah eksperimen. Hasil rekayasa genetika. Bukan manusia biasa.

Sebuah sensasi mencekam menyelimutinya, seolah ia hanyalah boneka di tangan seorang ilmuwan gila.

Mereka terus berjalan menyusuri lorong hingga tiba di sebuah pintu besar dari baja. Sophia mengetuk-ngetuk layar tablet dan memasukkan beberapa kode akses.

“Aku bisa membukanya, tapi akan memakan waktu beberapa menit,” katanya sambil sibuk mengetik.

Evelyn dan Liam berdiri berjaga di sekitarnya, mengawasi setiap sudut lorong.

“Kau baik-baik saja?” tanya Liam, suaranya lebih lembut dari biasanya.

Evelyn terdiam sejenak sebelum menjawab, “Aku tidak tahu.”

Liam menghela napas. “Kau tetap Evelyn. Tak peduli bagaimana kau diciptakan.”

Evelyn menatap matanya. “Kau bisa mengatakannya dengan mudah karena kau tidak mengalaminya sendiri.”

Liam tak membantah, hanya menundukkan kepala sebentar sebelum kembali fokus ke lorong.

Beberapa detik kemudian, terdengar bunyi klik, dan pintu baja perlahan terbuka.

Ruangan di balik pintu itu penuh dengan lemari besi dan peralatan canggih. Cahaya putih terang menerangi ruangan, memberikan kontras dengan lorong gelap di belakang mereka.

Sophia langsung bergegas ke komputer utama, mencoba mengakses data fasilitas.

“Ada banyak informasi di sini,” katanya dengan mata terpaku pada layar. “Tentang proyek ini, tentang eksperimen… tentang Evelyn.”

Jantung Evelyn berdegup kencang.

Sophia mengetik lebih cepat. “Aku menemukan data inti. Evelyn, ini tentangmu.”

Evelyn melangkah mendekat dan melihat layar. Ada ratusan file dengan namanya tertera di sana. Ia menekan salah satunya.

Sebuah rekaman video muncul.

Di dalamnya, terlihat seorang ilmuwan perempuan berbaju putih—Dr. Helena Carter, kepala penelitian proyek ini.

Rekaman itu dimulai dengan suara Dr. Helena berbicara:

> "Prototipe utama telah menunjukkan kemajuan luar biasa. Evelyn-001 tidak hanya memiliki ketahanan fisik yang tinggi tetapi juga adaptasi mental yang luar biasa. Namun, ada satu kekurangan yang tidak kami perhitungkan..."

Video menampilkan rekaman dirinya saat masih kecil, sekitar tujuh atau delapan tahun. Ia sedang menjalani serangkaian ujian fisik dan mental.

> "Evelyn mulai menunjukkan sesuatu yang tidak kami prediksi: emosi. Kami telah mencoba membatasi respons emosionalnya melalui modifikasi genetik, tetapi tetap saja, ia berkembang lebih manusiawi daripada yang kami rencanakan."

Rekaman itu berubah menjadi adegan di mana seorang ilmuwan laki-laki mencoba mengambil boneka dari tangan Evelyn kecil, dan Evelyn dengan cepat menariknya kembali, menolak melepaskannya.

> "Jika ia terus berkembang seperti ini, proyek ini bisa gagal. Kami mungkin harus membuat ulang Evelyn-002 dan menghilangkan elemen yang menyebabkan respons emosional ini..."

Video itu berakhir.

Evelyn mundur, tubuhnya bergetar.

Liam dan Sophia hanya bisa diam, tidak tahu harus mengatakan apa.

“Jadi… aku seharusnya tidak punya emosi,” Evelyn berbisik. “Aku seharusnya menjadi… sesuatu yang dingin dan tak bernyawa.”

Sophia menatapnya dengan iba. “Tapi kau tidak seperti itu. Kau lebih dari sekadar eksperimen, Evelyn. Kau memiliki pikiran dan kehendakmu sendiri.”

Liam menambahkan, “Dan kau sudah membuktikan bahwa kau lebih dari apa yang mereka ciptakan.”

Evelyn mengepalkan tangannya. Ia tidak akan membiarkan Leonard mengontrolnya. Jika ia memang bagian dari proyek ini, maka ia akan menggunakan apa pun yang diberikan kepadanya untuk menghentikan orang-orang seperti Leonard.

Ia menatap layar dengan tekad baru. “Kita harus menghancurkan semua data ini.”

Sophia mengangguk. “Aku bisa menanam virus untuk menghapus semua informasi di sistem ini. Tapi butuh waktu beberapa menit.”

Tiba-tiba, alarm berbunyi lagi.

“Sial, mereka tahu kita di sini!” seru Liam, meraih senjatanya.

Dari layar kamera pengawas, mereka bisa melihat pasukan bersenjata mulai bergerak ke arah ruangan mereka.

Sophia mengetik cepat. “Aku hampir selesai. Beri aku waktu!”

Evelyn dan Liam berdiri di depan pintu, bersiap menghadapi musuh yang datang.

Pintu terbuka dengan paksa, dan sekelompok tentara bersenjata masuk.

Tembakan dilepaskan.

Evelyn dan Liam bergerak cepat, menangkis serangan. Evelyn yang selama ini menahan emosinya akhirnya melepaskan semua amarah yang ia pendam. Ia bergerak dengan kecepatan luar biasa, menyerang dengan presisi yang tidak bisa ditandingi manusia biasa.

Satu per satu, musuh tumbang.

Sophia akhirnya menyelesaikan proses penghancuran data.

“Ayo pergi!”

Mereka berlari keluar ruangan sebelum ledakan kecil menghancurkan semua data di dalamnya.

Saat mereka melarikan diri melalui lorong lain, Evelyn merasa lebih ringan.

Ia mungkin diciptakan sebagai eksperimen.

Tapi sekarang, ia yang memegang kendali atas hidupnya sendiri.

Dan ia akan memastikan bahwa tidak ada lagi yang menjadi korban seperti dirinya.

1
ㅤㅤㅤ ㅤ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🦆͜͡ 𝐀⃝🥀✰͜͡v᭄
siapa tuh sosok yang bertopeng apakah dia suruhan leo
ㅤㅤㅤ ㅤ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🦆͜͡ 𝐀⃝🥀✰͜͡v᭄
bnr selesai aja misi nya baru deh nanti bicara soal perasaan 🤭
ㅤㅤㅤ ㅤ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🦆͜͡ 𝐀⃝🥀✰͜͡v᭄
pasti kalian bisa menghancurkan musuh² itu
ㅤㅤㅤ ㅤ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🦆͜͡ 𝐀⃝🥀✰͜͡v᭄
meskipun Leo udh ditahan masih aja ada musuh lain yang mau mengalahkan lyn dan teman² nya,
ㅤㅤㅤ ㅤ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🦆͜͡ 𝐀⃝🥀✰͜͡v᭄
hati hati takutnya ada jebakan disana,semoga aja kalian menang melawan leo
ㅤㅤㅤ ㅤ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🦆͜͡ 𝐀⃝🥀✰͜͡v᭄
semoga misi nya berhasil mengalahkan leo
ㅤㅤㅤ ㅤ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🦆͜͡ 𝐀⃝🥀✰͜͡v᭄
JD benar kah lyn itu hasil penelitian dari leo
ㅤㅤㅤ ㅤ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🦆͜͡ 𝐀⃝🥀✰͜͡v᭄
kapan perang dimulainya udh GK sabar nih melihat lyn dan sopi menghancurkan robot yg dibuat oleh leo
ㅤㅤㅤ ㅤ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🦆͜͡ 𝐀⃝🥀✰͜͡v᭄
semoga lyn dan sopi bisa mengatasi robot yg digunakan oleh leo
ㅤㅤㅤ ㅤ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🦆͜͡ 𝐀⃝🥀✰͜͡v᭄
keren ceritanya nya
ㅤㅤㅤ ㅤ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🦆͜͡ 𝐀⃝🥀✰͜͡v᭄
semoga aja lyn selamat dan bisa keluar dari perangkap nya leo
ㅤㅤㅤ ㅤ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🦆͜͡ 𝐀⃝🥀✰͜͡v᭄
sebentar lagi perang akan dimulai
ㅤㅤㅤ ㅤ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🦆͜͡ 𝐀⃝🥀✰͜͡v᭄
untung aja lyn udh keluar dari gedung itu coba kalau TDK pasti udh ketangkep sama Leo
ㅤㅤㅤ ㅤ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🦆͜͡ 𝐀⃝🥀✰͜͡v᭄
km pasti bisa mengatasi semua ini Evelyn biar rahasia nya tak terbongkar smaa org lain
ㅤㅤㅤ ㅤ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🦆͜͡ 𝐀⃝🥀✰͜͡v᭄
walaupun udh ketangkep pria misterius itu masih aja belum cerita siapa org yg nyuruh mereka buat menghancurkan evelyn
ㅤㅤㅤ ㅤ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🦆͜͡ 𝐀⃝🥀✰͜͡v᭄
siapa org yg sudah mengkhianati nya
ㅤㅤㅤ ㅤ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🦆͜͡ 𝐀⃝🥀✰͜͡v᭄
untung ada Adrian JD kau bisa selamat dari musuh itu
ㅤㅤㅤ ㅤ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🦆͜͡ 𝐀⃝🥀✰͜͡v᭄
Adrian masih penasaran sama sekertaris nya apakah dia akan mencari info lebih dalam
ㅤㅤㅤ ㅤ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🦆͜͡ 𝐀⃝🥀✰͜͡v᭄
ada yang mata²n mereka kah ko Adrian bisa tau.
QueenRaa🌺
Keren banget ceritanya thorr✨️ Semangat up!!
Kalo berkenan boleh singgah ke "Pesan Masa Lalu" dan berikan ulasan di sana🤩
Mari saling mendukung🤗
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!