Dalam pernikahan yang terlihat indah dan romantis, Aisha Khalisa, seorang dokter muda yang cerdas dan cantik, merasa hidupnya hancur ketika mengetahui suaminya, Fajri Nadhir, seorang dosen tampan dan sukses, memiliki istri rahasia.
Di tengah kebohongan dan perselingkuhan, Aisha harus menghadapi kenyataan pahit dan memecahkan teka-teki yang menyelimuti kehidupan pernikahannya. Dengan kekuatan dan keberanian, Aisha berjuang untuk mengungkapkan kebenaran dan mempertahankan cintanya.
Namun, apakah Aisha dapat memaafkan Fajri dan menyelamatkan pernikahannya, ataukah dia harus memilih jalan yang berbeda? "Istri Kedua Suamiku" adalah kisah tentang cinta, kepercayaan, dan kekuatan seorang wanita dalam menghadapi kesulitan dan kekecewaan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dini Nuraenii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 12
"Tak ada masalah dengan kondisi Rahim ibu Aisha , hasil nya menunjukkan kondisi yang sehat dan siap hamil" Ucap Dokter Kandungan yang telah memeriksa kondisi Aisha.
"apa mungkin saya yang bermasalah Dok?" tanya Fajri , keduanya kini tengah berkonsultasi dan akan memulai program kehamilan untuk Aisha.
"bukan nya ibu Aisha sudah pernah mengandung sebelum nya dan mengalami keguguran? Itu artinya tak ada yang salah dengan bapak"
Fajri mengangguk lega mendengar penuturan dari Dokter.
"hanya saja mungkin kualitas sperma nya masih belum baik , sebaiknya bapak mulai menjalani pola makan sehat ,perbanyak buah dan sayur , juga hindari Alkohol dan minuman bersoda ,juga hindari Rokok" Dokter itu memberi kan penjelasan.
Keduanya pamit , setelah memastikan kondisi sistem Reproduksi keduanya dalam keadaan baik ,kini mereka hanya perlu waktu dan terus berusaha lagi.
"Semangat !" ucap Aisha setelah menurunkan Fajri tepat di depan Kampus nya, keduanya saling melambaikan tangan dan berpisah.
Aisha libur hari ini , sementara Fajri hanya akan menghadiri acara kampus selama setengah hari, Aisha memutuskan untuk melakukan pekerjaan Rumah Tangga sembari menunggu Fajri pulang.
Aisha mulai dengan mencuci baju lalu membersihkan setiap ruangan yang ada di rumah nya.
"Loh mas Fajri tak membawa tas ?" ucap nya saat membereskan kamar tidur Aisha tak sengaja melihat tas tangan milik Fajri yang tergeletak di bawah Ranjang.
"ketinggalan apa mungkin sengaja yah?" ucap Aisha , ia pun segera mengambil ponsel dengan niat ingin memberitahu Fajri , jika memang tertinggal Aisha akan mengantarkan tas nya ke kampus.
Nomor telepon Fajri tak bisa di hubungi ,Aisha menghela nafas nya, kesal dengan kebiasaan Fajri yang selalu menonaktifkan ponsel saat di kampus, membuat nya kesulitan menghubungi Fajri jika ada hal seperti ini.
Aisha membuka tas itu , ia akan memastikan apakah isi tas itu berkas kampus atau malah tas kosong.
"Astaghfirullah! " Aisha baru saja membuka tas itu , saat dilihat nya beberapa alat kontrasepsi berada di dalam tas Fajri.
Tentu saja Aisha bingung dengan penemuan nya itu, pasal nya, selama menikah, Fajri tak pernah memakai alat kontrasepsi sama sekali karena mereka yang memang menginginkan kehamilan.
Aisha merogoh isi tas itu kembali ,rupanya beberapa kondom itu keluar dari kotak nya , di hitung oleh Aisha setelah melihat jumlah isi yang tertulis pada kotak kondom itu, jumlah nya sudah berkurang dua , artinya Fajri sudah memakai nya.
Aisha merapikan nya ,lalu ia dengan tak sabar mengeluarkan seluruh isi tas Fajri tanpa tersisa sedikit pun.
Ada kacamata baca ,sebuah pulpen dan charger ponsel juga sebuah amplop kecil, dibukanya amplop itu oleh Aisha.
Sebuah hasil USG menunjukkan foto janin dalam kandungan yang tertulis berusia 24 minggu , Aisha termenung dengan penemuan nya.
Tubuh nya menjadi lemas kala memikirkan arti dari apa yang telah ia temukan dalam tas Fajri.
Dering ponsel menyadarkan lamunan Aisha yang sudah mulai menaruh curiganya kembali.
Fajri menelepon menanyakan apakah Aisha melihat tas tangan nya yang tertinggal.
"mas tas nya mau aku antar ? " tanya Aisha ,menawarkan bantuan untuk Fajri yang terdengar cukup panik karena tas penting yang Fajri sebut berisi berkas kampus nya tertinggal.
Fajri tak mengizinkan Aisha untuk mengantarkan tas itu ,ia akan mengambil nya sendiri, tak perlu waktu lama Fajri dengan meminjam motor rekan Dosen nya telah sampai di kediaman mereka.
"sayang isi tas nya sudah kamu periksa? Aku takut berkas nya malah gak ada di tas" tanya Fajri yang langsung mengambil tas nya di kamar.
"belum mas , coba mas cek dulu takut nya berkas nya memang tak ada" jawab Aisha dengan tenang.
"Alhamdulillah ada sayang, aku berangkat lagi yah , dadah cantik, maaf yah udah di tunggu nih jadi buru - buru ,baik - baik di rumah yah " Fajri mencium Aisha lalu berlari untuk kembali ke kampus nya.
Fajri memastikan Aisha tak membuka tas nya ,dengan alasan sudah di tunggu rekan Dosen, Fajri dengan cepat pergi meninggalkan Aisha yang mulai tersenyum ketus melihat tingkah Fajri.
"Ah !" Aisha melempar gelas yang sedang ia pegang, meluapkan emosi nya ,Aisha dengan susah payah menghilangkan pikiran buruk nya tentang Fajri akhirnya diberi bukti langsung hari ini.
"tega kamu mas " ucap Aisha , namun Aisha belum mau melabrak Fajri secara langsung , sudah pasti Aisha hanya akan mendapat alasan demi alasan yang Fajri ucapkan nanti nya.
Aisha mulai sekarang akan fokus untuk mencari bukti dan menangkap basah suami nya yang berselingkuh itu.
Saat Fajri pulang ,Aisha tak merubah sikap nya ,mereka masih harmonis bahkan mereka juga melakukan hubungan suami istri seperti biasanya.
Hanya saja rasa cinta dan kepercayaan Aisha mulai redup di tutupi oleh kebohongan dan perselingkuhan Fajri yang saat ini Aisha duga.
..
"Ya Allah , sabar yah Aisha aku turut prihatin" Resa memeluk sahabat nya itu , ia ikut marah dengan perlakuan Fajri kepada Aisha.
"Aku pesankan dulu kopi yah ,kamu tenangin diri jangan banyak pikiran dulu, kita cari jalan keluar nya bersama ,aku akan bantu" ucap Resa lalu pergi untuk memesan kopi mereka.
Aisha sengaja mengajak Resa bertemu saat jam makan siang di sebuah kedai kopi di dekat tempat kerja nya.
Sementara Resa tak bekerja ,ia hanya menunggu Adinda pulang dari sekolah jadi Resa memiliki banyak waktu.
Ponsel yang ditinggalkan Resa berbunyi, Aisha sedikit melirik nya ,melihat siapa yang menelepon sahabat nya itu.
"mas Fajri?" Resa menyipitkan matanya ,mencoba melihat dengan jelas nama si pemanggil.
"ada telepon yah?" tanya Resa yang sudah datang dengan dua cup kopi di tangan nya, ia melihat Aisha tengah memegang ponsel nya.
"iya nih angkat gih" Aisha mengambil kopi nya dan memberikan ponsel kepada Resa.
Resa langsung menjawab telepon nya di samping Aisha ,dari yang Aisha dengar Resa sepertinya sedang menelepon dengan suami nya , Aisha juga sempat melihat sebuah emotikon Hati di samping nama 'mas Fajri'.
"nama suami kamu Fajri kah?" tanya Aisha penasaran ,selama ini mereka selalu bercerita dengan menyebutkan 'suamiku' tanpa menyebut nama suami mereka masing - masing.
"loh iya ,kita belum memperkenalkan nama suami kita masing - masing ,padahal kita selalu menggosipkan mereka " ucap Resa yang akhir - akhir ini sedang berhubungan baik dengan suami nya.
"mas Fajri hari ini akan mengirim uang untuk jajan ,maklum lah si dede bayi di perut ini minta jajan terus, sementara dia masih harus berjaga " ucap Resa sembari mengelus perut buncit nya.
"Usia kandungan mu sudah lima bulan yah?" tanya Aisha lagi.
"enggak, sudah tepat 24 minggu alias enam bulan , udah gak sabar banget sih apalagi mas Fajri udah siap jadi suami siaga" ucap Resa .
"Resa , nama suami ku juga Mas Fajri " ucap Aisya seraya menunjukkan nama Fajri di kontak Ponsel nya.