Takdir itu lucu.. kamu dan aku hanya akan menjadi kita entah sekarang besok tau kapan pun itu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kim Senna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
HARUS APA?
Kai hanya diam melihat Krystal yang tengah sibuk memasukan semua pakaiannya ke dalam koper
Kai menghela nafas panjang bingung harus melakukan apa dan bertindak seperti apa pada ibu hamil yang tengah mengamuk ini, Krystal terlihat begitu kecewa.
"Krys kita bisa bicara baik-baik," kata Kai
"Aku tak peduli lagi," ketus Krystal sambil menyeka air matanya
"Hei," kata Kai sambil menarik tangan Krystal hingga terayun ke arahnya dan dengan sigap memeluk tubuh itu
"Aku minta maaf karena membatalkan makan malam kita," kata Kai
"Aku berjanji akan mengajakmu makan malam kemanapun kau mau besok," bujuk Kai
"Kau pikir masalahnya hanya itu?" tanya Krystal dengan tangisnya
"Aku tak suka dibohongi," sambung Krystal kian tersedu
"Sungguh kau begitu menyakitkan aku!" tukasnya sambil mengelap air matanya
"Kau meninggalkanku untuk menemui wanita itu kan?" tanya Krystal
"Bahkan kau membatalkan janji menemaniku ke dokter hanya untuk bercumbu dengan wanita itu di kantor!" kata Krystal berteriak dengan air mata yang kian deras
"Kenapa Tuan berbohong?" isak Krystal
"Kenapa Tuan? Atau karena aku hanya wanita yang tak sengaja kau tiduri di club malam?" kata Krystal tambah perih dan seketika membuat jantung Kai serasa lepas
"Tidak, tidak begitu jangan pernah katakan itu Krys," kata Kai menarik wanita itu ke dalam pelukannya
"Maaf karena tiba-tiba masuk dalam hidupmu, bahkan membawa bayi ini untuk mengusik hidupmu," kata Krystal sambil mengelus perutnya
"Apa yang kau katakan? Bayinya akan sedih jika kau berkata begitu," kata Kai mengelus belakang Krystal
"Aku tak pernah berpikir seperti itu," sambung Kai
"Bahkan aku sangat bersyukur atas kehadirannya di dalam hidup kita," kata Kai sambil mengelus sayang perut Krystal
"Aku sungguh minta maaf," isak Krystal
Kai hanya terus berusaha mencermati setiap perkataan ibu hamil itu
"Aku juga tak tau alasan kenapa aku begitu sensitif akhir-akhir ini, hanya saja aku merasa begitu sedih saat tau bahwa Tuan membohongiku," kata Krystal
"Aku begitu takut," kata Krystal mengeratkan pelukannya pada Kai
"Aku takut kau akan meninggalkanku Tuan. Aku sungguh takut, aku takut!"
Tanpa sadar kata-kata itu keluar dari mulut Krystal sambil terus menangis
"Aku mau pulang ke rumah lamaku," kata Krystal
"Untuk apa di sini lebih nyaman kan," kata Kai
"Tapi aku akan merasa lebih baik di sana ketimbang bersamamu di sini," kata Krystal
"Baik kita akan tinggal di sana jika kau mau" kata Kai
"Tidak, hanya aku," tukas Krystal melapas pelukannya pada Kai
"Krys, kau marah padaku kan? Kau hanya tak ingin bersamaku saat ini kan? Kalau begitu aku akan mengatarmu ke rumah ibu, aku akan lebih tenang meninggalkanmu di sana ketimbang harus tinggal sendiri di rumah lamamu" kata Kai
"Aku akan mengantarmu besok pagi," kata Kai
"Aku mau sekarang," kata Kryatal sambil meraih jeketnya
"Krys," kata Kai memohon
"Aku mau sekarang," kata Krystal keras kepala
Dengan putus asa Kai mengantar Krystal ke rumah orang tuannya dan menelpon ibunya untuk memberi tau sebelum mereka berangkat
Di jalan Krystal hanya diam menatap lurus ke luar jendela, saat sampai ke rumah orang tua Kai
Krystal langsung menghambur ke pelukan ibu mertuanya itu sambil menangis
"Ada apa nak?" tanya ibu Kak sambil memeluk menantunya itu
"Dia menyakiti aku lagi, Ibu! isak Krystal
"Dia terus menyakiti aku, Ibu!" Tangis Krystal kian jadi
"Ibu akan memarahinya nanti," bujuk ibu Kai untuk menenangkan Krystal
"Ibu antar ke kamar ya," kata Ibu Kai sambil merangkul menantunya itu
Setelah mengantar Krystal ke kamar ibu Kim memarahi putranya itu habis-habisan menanyakan kebenaran yang terjadi
"Kau sangat kurang ajar dan tidak bertanggung jawab!" katanya pada Kau
"Kau apakan menantu Ibu sampai menangis terseduh seperti itu Kai!" rutuk Ibu kesal
"Dia terus bereaksi berlebihan seperti itu, Ibu!" desis Kai
"Aku tak mengerti sama sekali dengan apa yang dilakukannya dia sangat kekanakan," rutuk Kai mengeluh
"Sayang, istrimu sedang hamil, kau tau ibu hamil sangat sensitif mengerti lah sedikit Kai. kau tau umur istrimu masih begitu muda tapi sudah harus menanggung beban sebesar ini harusnya kau lebih mendukungnya," jawab ibu
"Kasian dia," sambung ibu Kim
Kai menidurkan tubuh lelahnya diatas sofa depan kamar yang ditempati Krystal, merenungkan semua yang dikatakan ibunya tadi
Ya, Kai memang merasa berdosa pada Kryatal, dia juga punya tanggung jawab sebagai seorang ayah, tapi cintanya, dia begitu mencintai Jenifer
reader wajib baca ini.