Ji Fan, seorang pemuda dari clan ji yang memiliki mata misterius, namun akibat mata nya itu dia menjadi olok-olokan seluruh clan.
Didunia yang kejam ini, sejak kecil dia hidup sebatang kara tanpa kultivasi, melewati badai api sendirian. Sampai pada akhirnya dia tanpa sengaja menemukan sebuah buku tua yang usang. Buku itu adalah peninggalan ayahnya yang didapat dari seorang laki laki paruh baya dimasa lampau. Awalnya dia tidak mengerti buku apa itu, Tetapi setelah mempelajari bahasa dewa kuno, dia mulai mengerti, buku itu adalah buku Teknik Terlarang Kultivasi Naga Kegelapan. Dalam buku itu tertulis berbgai ilmu pengetahuan dan langkah-langkah jalan kultivasi, sejak saat itu Ji Fan berubah dari yang awalnya sampah menjadi kultivator puncak yang ditakuti di seluruh alam. Dan orang-orang memanggilnya dengan sebutan 'Orang Buta Dari Kegelapan Naga' .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bingstars, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 12. MULAI BERLATIH
****
Keesokan hari nya Ji Fan terbangun dengan penuh semangat, seperti hari hari sebelum nya, sebelum melakukan kegiatan nya sehari hari dia selalu melakukan bakti kepada ke dua orang tua nya
"Ayah... Ibu... Doa kan Fan'er agar bisa menjadi orang kuat agar bisa memberi kan keadilan untuk kalian! "
Ucap Ji Fan lalu berangkat ke hutan dekat klan Ji berada, ketika sedang berjalan dengan santai tiba tiba datang rombongan Ji Yan yang menganggu nya
"Hei buta! "
Ucap salah satu teman Ji Yan
"Awas menginjak saudara mu yang berada di tanah buta"
"Hahaha... "
Tawa mereka dengan serempak
"Mana mungkin! Paling paling juga dia mencium nya sesama sampah harus akur bukan? "
"Mana mungkin dia mencium sampah sampah itu, paling paling dia memungut dan memakan nya"
"Jangan terlalu kejam kawan, Mana mungkin sesama sampah tega melakukan itu"
Ucap Ji Yan dengan tatapan menjijikkan
"Hahahaha ternyata kau lebih kejam Brother Yan"
Ji Fan yang diganggu Ji Yan dengan teman teman nya hanya bisa diam tanpa membalas sepatah kata pun
"Tunggu kalian semua! Aku akan membalas penghinaan ini berkali kali lipat! "
Ucap Ji Fan dalam hati dengan menatap tajam ke arah mereka semua. Merasa diabaikan oleh Ji Fan
Ji Yan dan teman teman nya pergi sambil menyoraki Ji Fan bersamaan, Ji Fan yang melihat itu hanya bisa mendengus lalu melanjutkan perjalanan nya
"Cih pagi pagi sudah melihat kumpulan para lalat tidak berguna! "
Ketika Ji Fan sampai di hutan itu dia langsung mencari binatang buruan untuk sarapan
"Ahh kenyang"
Ucap Ji Fan setelah menyantap seekor burung merpati panggang
"Baiklah! Mulai dari mana latihan kali ini? "
Tanya Ji Fan kepada diri nya sendiri, karena dia tidak memiliki seorang guru atau pun orang yang membimbing nya berlatih
"Ah... Sial... Karena aku tidak tahu cara nya berkultivasi lebih baik aku berlatih fisik terlebih dahulu"
Ucap Ji Fan segera membuat keputusan lalu melakukan peregangan otot otot nya
"Yoo... Dimulai dari batu ini! Aku akan membawa nya naik turun di bukit itu, "
"Berapa putaran yang bisa aku selesaikan nanti? mari kita lihat"
Ucap Ji Fan memulai berlari menaiki bukit yang cukup tinggi itu di hutan itu dengan membawa satu bongkah batu kecil di punggung nya
Meskipun kelelahan Ji Fan terus berlari dengan penuh semangat dan tekad yang kuat, hingga sore hari ketika matahari akan tenggelam Ji Fan baru mengakhiri latihan pertama nya
"Hufttt... Hufttt... Hufttt lelah sekali! "
Gedebuk
Ucap Ji Fan yang membuang batu bawaan nya dengan nafas yang tersengal sengal
"Ternyata hanya bisa naik turun bukit ini sebanyak 5 kali, cih mengecewakan sekali! "
Ucap Ji Fan dengan kesal melihat coretan yang dia buat di sebuah pohon di kaki bukit untuk menandai seberapa banyak yang telah dia selesaikan
"Hari sudah akan malam lebih baik aku pulang untuk segera beristirahat"
Ucap Ji Fan berjalan pulang dengan membawa sisa burung tangkapan nya untuk makan malam nanti
****
Hari hari telah berlalu Ji Fan masih dengan giat melakukan latihan seperti biasa nya hingga sebulan telah berlalu kini Ji Fan sudah mampu mendaki naik turun bukit itu dari pagi hari hingga sore hari sebanyak 100 kali
"Masih butuh waktu sebulan penuh untuk aku bisa naik turun bukit ini selama 100 kali selanjut nya harus lebih baik lagi"
Ucap Ji Fan dengan semangat yang tinggi
****
Hari Hari telah berlalu, bulan berganti tanpa di sadari, satu tahun telah berlalu dengan begitu saja, kini terlihat pemuda berusia kurang dari 10 tahun yang menjunjung dua batu batu besar di kedua tangan nya
"Huh.... Sudah satu tahun aku berlatih dan tinggal di gua ini, dengan dua batu besar ini, lima ribu kali naik turun bukit setiap hari sekarang mari kita coba berlatih dengan binatang spritual"
Ucap pemuda itu dengan antusias, meskipun usia nya masih di bawah 10 tahun tetapi berkat latihan fisik berat yang dia lakukan setiap hari kini postur tubuh nya sudah seperti pemuda yang berusia 12 tahun dengan tubuh yang cukup berotot
Pemuda itu tidak lain adalah Ji Fan yang tengah duduk menyantap seekor kelinci panggang
"Sebaik nya aku pulang terlebih dahulu nanti malam"
Ucap Ji Fan lalu menikmati tidur di siang hari
****
Dunia Berkabut
"Bocah tengik! "
Seruan keras terdengar di telinga Ji Fan ketika dia sedang memejam kan mata
"Dimana ini? "
Ucap Ji Fan terkejut ketika membuka mata nya dan di sekeliling nya sudah muncul kabut gelap yang begitu pekat
"Apa kau sudah melupakan aku bocah tengik! "
Balas suara itu dengan marah
Gedebuk...
Tiba tiba sesuatu jatuh tepat di depan Ji Fan yang sedang duduk termenung
Ji Fan yang kaget tiba tiba ada binatang kecil yang terjatuh di depan muka nya sontak mentoel binatang itu
"Binatang apa ini? Aneh sekali! "
Ucap Ji Fan langsung menenteng dan mencubit cubit perut binatang itu yang begitu buncit
"Hei bocah tengik! Lepas kan tuan ini! Cepat lepaskan! "
Marah binatang itu dengan meronta ronta dengan sekuat tenaga
"Kau binatang apa? Sebenar nya bisa bicara! "
Kaget Ji Fan ketika melihat binatang buncit itu berbicara marah pada nya
"Tentu saja bocah! Kau pikir aku ini apa hah? Aku adalah tuan naga yang agung! "
Ucap sombong binatang itu dengan membusung kan dada nya,
"Pftttt... Hahahaha"
Ji Fan yang melihat itu sontak tertawa terbahak bahak karena pose binatang yang mengaku sebagai naga itu begitu lucu di mata nya,
"Apa yang kau tertawa kan bocah tengik! "
"Hei hei lihat lah pose sombong mu itu tidak pantas dengan perut mu yang mengembung! Hahahaa.... "
Balas Ji Fan yang masih tertawa keras
"Diam sialan! Ini semua karena kau! Aku tuan naga yang agung ini menjadi seperti ini akibat ulah mu! Kau harus Bertanggung Jawab bocah!
Marah binatang itu ketika melihat Ji Fan menertawakan nya dengan kejam, Ji Fan yang mendengar binatang itu berbicara seperti itu pada nya sontak teringat pada kejadian yang dialami nya tahun lalu
"Tunggu! Jadi kau Naga yang menyerang ku waktu itu! "
Tanya Ji Fan dengan keraguan
"Hahaha.... Akhirnya kau mengingat tuan yang hebat ini bocah! Cepat berikan hormat mu! "
Balas Sosok Naga kecil itu dengan tatapan menghina, Ji Fan yang telah mengkonfirmasi tebakan nya sontak langsung marah mencekik sosok naga kecil itu
"Kau! Cacing sialan gara gara kau aku hampir terbunuh sialan! Sekarang aku akan memanggang mu untuk ku jadikan makan siang!
Ucap Ji Fan yang ingin mematahkan leher naga kecil itu dengan mata melotot dan air liur yang mengalir deras
" Tunggu tunggu! Apa yang ingin kau lakukan padaku sialan! Lepas kan aku! Cepat Lepas kan"
"Hei hei jangan masak aku! Aku bisa mengajari mu cara nya berkultivasi! Cepat lepaskan! "
Ucap panik sosok naga itu ketika melihat Ji Fan benar benar akan mematahkan nya menjadi dua bagian
"Aku ingat kau dahulu juga berkata seperti itu! Tapi tiba tiba kau menghilang setelah menyiksa ku! jangan harap aku tertipu cacing bodoh! "
Balas Ji Fan dengan senyum menyeringai
"Aku berkata serius bocah! Waktu itu aku menghilang karena kehabisan energi ku, setelah melakukan penyatuan dengan mu bocah ! "
"Apa kau tidak sadar! Setelah itu kau menjadi lebih kuat hah? “
Ji Fan yang mendengar itu hanya bisa mengerutkan kening dan mengangguk ngangguk dengan ragu
"Baru sekarang aku dapat memulihkan sebagai kecil kekuatanku dan menjadi kecil seperti ini! "
"Aku benar benar bisa membantu mu berkultivasi bocah! "
Ucap Sosok Naga mungil itu buru buru menjelaskan ketika melihat Ji Fan sedikit ragu,dia takut Ji Fan akan berubah pikiran dan menjadi kan nya makanan, Tuan Naga yang Agung sebenar nya takut di masak oleh seorang bocah betapa memalukan
****
Entah itu naga hitam di TOS Fang Xie Yue atau yang di Soul Land, yang duo itu, I weak for black dragons heheh..
Tapi overall, pacing kultivasinya terasa too fast. Biasanya kultivasi bisa sampai ratusan chapter, sedangkan di sini naiknya brak–brak banget. Jadi ada bagian sepele yang malah kepanjangan, sementara bagian yang harusnya epic justru terasa singkat.
Even so, dari cara nulis, penyampaian cerita, humor, sampai flow-nya. it works. Tulisan kakak rapi banget dan tetap enjoyable to read.
Respect, kak. ⭐⭐⭐⭐⭐ well deserved!