" Aku lelah menjalin hubungan dengan siapapun, jika kamu serius, langsung ke orang tuaku saja dan lamar aku " Ucapan seorang gadis yang begitu lantang saat menolak didekati oleh seoarang pria.
Annisa Larasati adalah seorang Bidan muda yang cantik, ramah dan periang. Namun tidak ada yang tahu bahwa dibalik itu Laras menyimpan banyak luka didasar hatinya. Masalalu yang begitu kelam,. sebuah penghianatan dimasa silam, memaksanya untuk mengunci rapat-rapat hatinya dari siapapun.
Hingga suatu hari Laras bertemu dengan Adi Prasetyo Irawan yang sedang melakukan cek up di
Rumah Sakit. Pertemuan pertama itu rupanya membekas dihati Adi. sehingga ia berniat mendekatkan dirinya pada Bidan yang telah mencuri perhatiannya diawal bertemu.
Bagaimana perjuangan Adi dalam meluluhkan hati Laras?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wulan Jadhoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jadian
Setelah kesalah pahaman yang terjadi diantara Sukma dan Laras, dan setelah semua merasa sudah baik-baik saja, akhirnya hubungan persahabatan mereka kembali seperti semula, bahkan lebih baik dan hangat dari sebelum -sebelumnya. Lalu bagaimana hubungan Sukma dan Fajar, apakah mereka berlanjut? Tentu, Sukma dan Fajar akhirnya bisa menjalin hubungan secara terang-terangan tanpa harus bersembunyi lagi. Sebab saat ini Laras benar-benar sudah melupakan perasaaannya.
Lalu, Bagaimana dengan Wahyu? yah, hingga saat inu Wahyu masih saja kekeh mengejar Laras. Meski Laras sangat tidak ingin menemuinya dan berusaha menghindarinya. Namun bukan Wahyu namanya jika ia menyerah begitu saja.
Meski ditolak berkali-kali oleh Laras, Wahyu tetap memberi banyak perhatian. Tidak ada sejampub Wahyu selalu memberi kabar, bahkan mengingatkan Laras agar untuk makan jika tiba waktunya makan. Bahkan jika punya kesempatanpun Wahyu selalu datang menemui Laras baik itu dikampus bahkan dikost Laras hanya untuk memberikan makanan kesukaan Laras.
Dan oleh sebab itu, perhatian yang selalu diberikan oleh Wahyu, akhirnya dapat meluluhkan hati sang Laras. Karena keseringan mendapat sesuatu dari Wahyu dan hanya setiap hari mendapat kabar dari Wahyu, akhirnya Laras mulai terbiasa dengan keberadaan seoranf Wahyu.
Tibalah dimana Wahyu mengatakan perasaannya. Malam itu Wahyu mengajak Laras untuk makan malam di sebuah resto yang lumayan mewah. Setelah selesai acara makan malamnya, Wahyu mengajak Laras ketaman kota. Karena saat itu malam minggu, keadaan taman kota terlihat begitu ramai, namun keindahan kota itu tetap sangat indah dimalam hari.
Wahyu menuntun Laras untuk duduk dikursi panjang ditepi kolam. Untuk sesaat mereka saling terdiam, hanya suara semilir angin yang menemani keheningan mereka berdua.
" Ehem " Wahyu mencoba memecah keheningan diantara mereka.
" Laras" panggilnya, dan gadis disampingnya itu berbalik
" Hem "
" Tentu kamu sudag tau tujuanku membawamu kesini" ucap Wahyu. Yah jelas saja Laras tau, malam ini ia akan ditembak oleh pria itu. dan tentu Laras sudah mempersiapkan diri untuk itu.
"Laras, aku sudah menunggu sejak lama, bahkan mu akui untuk dapat meluluhkan hatimu saja bagiku sangat sulit " ucap Wahyu, pria itu menarik nafasnya dalam-dalam sebelum melanjutkan kalimatnya.
" Aku sungguh tulus menyayangimu Laras, dan ku rasa kamu cukup tau akan hal itu " ucapnya lagi. Laras tertegun, meski ia sudah tau perihal apa yang akan dikatakan oleh Wahyu, tetap saja ungkapan itu berhasil membuat degupan jantungnya berpacu dengan cepat.
" Aku.."
" Laras,, mohon berikan aku kesempatan untuk membuktikan ketulusanku padamu " pinta Wahyu yang dengan sigap memotong ucapan Laras, sungguh pria itu tidak akan bisa menerima penolakan dari Laras.
" Aku... "
" Aku kurang apa Laras? Apa yang harus kulakukan agar kamu yakin akan ketulusanku padamu? " sekali lagi Wahyu memotong ucapa Laras.
" Wahyu,, "
" Laras,, cobalah jalani dulu denganku, aku yakin kamu tidak akan menyesal " lagi dan lagi Wahyu memotong ucapan Laras.
"Hemmmm,, bagaimana bisa aku memberikan jawabanku, jika kamu terus saja memotong ucapanku? kamu mau dengar keputusanku atau tidak? " Laras kesal, sebab sedari tadi ia ingib berbicara namun Wahyu seakan tidak memberi ruang untuk itu.
" Hehehe,, sesungguhnya aku takut Laras jika pada akhirnya kamu menolakku" ucap Wahyu
" Bagaimana bisa kamu berpikir kalau aku akan menolakmu?" Tanya Laras
"Jadi, Kamu... "
" iya,, aku mau menjalani hubungan denganmu " ucap Laras diselingi malu-malu yang ia tunjukkan.
" ka... kamu Serius Laras " tanya Wahyu
"iya, aku serius." sungguh demi apapun saat ini Wahyu begitu sangat bahagia. Jawaban Laras merupa hal yang paling ia nantikan. Dan secara spontan Wahyu memeluk tubuh mungil Laras dan memberikan satu kecupan puncak kepala gadis yang saat ini resmi menjadi kekasihnya.
" Terimakasih sayang,,, aku berjanji akan menjaga hubungan ini dengan baik. " ucap Wahyu.
Dan malam yang dingin itu menjadi saksi bahwa Laras telah resmi menjadi kekasih dari pria yang selama ini ia hindari...
-
Bersambung......