Akibat desakan dari sang mommy akhirnya Noah terpaksa menikah dengan Zoe adik tirinya. Noah menganggap Zoe sebagai adiknya sendiri bahkan, setelah menikah-pun Noah tetap mengatakan pada semua orang bahwa Zoe adalah adik bukan istrinya.
Pernikahan rahasia antara Noah dan Zoe dari publik ternyata membuat Zoe cukup sakit hati. Ia menaruh perasaan pada Noah yang ia anggap sebagai pria satu-satunya setelah sang daddy yang pantas di jadikan suami tapi, Noah tak pernah mengakuinya lebih dari gelar ADIK.
Apa yang akan Zoe lakukan? Mungkinkah ia akan selalu bersabar menunggu posisi barunya atau pasrah melepaskan Noah?!
....
Bagi yang baru baca cerita ini mohon baca dulu novel IMPOTEN HUSBAND.
Jangan lupa vote, like and komennya say, mohon kritik dan saran tapi dalam bahasa yang manusiawi ya😄
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wilia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Gadis Tarzan?
Setelah selesai dengan urusan di restoran tadi, Noah segera kembali ke kediaman Ming. Seperti biasa ia tak akan begitu banyak bicara dan hanya mendatangi mommy Moa untuk mencium pipi wanita paruh baya cantik itu.
Tapi, saat melihat memar di bagian batang hidung mancung Noah, sontak saja mommy Moa heboh.
"Siapa yang berani memukul putraku???" Geramnya menghebohkan satu kediaman besar ini.
Begitulah reaksi mommy Moa setiap anak-anaknya pulang dengan luka atau memar seujung kuku saja.
"Mom! Ini luka biasa."
"Siapa yang memukulmu? Katakan! Biar mommy patahkan batang hidungnya," Emosi mommy Moa menangkup wajah tampan Noah yang membelo malas dengan sikap berlebihan sang mommy.
Sedari kecil mommy Moa memang sangat menjaga Noah. Terlepas dari pria itu pernah mengalami gagal jantung sebelumnya dan apalagi mommy Moa begitu cemas jika jantung putranya kembali bermasalah.
"Mom! Ini terbentur pintu."
"Memangnya kau rabun jauh, ha? Kau tak bisa melihat pintu sebesar itu. Jangan membual, Noaah!!"
"Kenapa? Sayang!" Suara daddy Zhen yang terburu-buru turun dari ruang baca langsung mendekati area dapur.
Daddy Zhen melihat Noah yang masih di bolak-balik sang istri memeriksa lula tersembunyi menurutnya.
"Noah?"
"Babi! Lihat hidung putraku. Tangan siapa yang sudah menggores wajah tampannya. Aku tak akan memaafkan dia," Adu mommy Moa seperti biasa pada daddy Zhen.
Daddy Zhen menatap tenang batang hidung Noah yang memar. Baru kali ini Noah pulang dengan luka seperti itu karena Noah sangat jarang berkelahi bahkan hanya sekali saat dulu Zoe di usik oleh kakak kelasnya.
"Hidungmu kenapa?"
"Hanya terbentur, dad!" Santai Noah tak seheboh mommy Moa.
"Lain kali benturkan wajahmu ke dinding. Itu kurang memar!"
"Ck!" Decih Noah malas tapi daddy Zhen hanya menyunggingkan senyum tipis tidak serius akan ucapannya.
"Obati memar-mu. Jangan sampai derajat ketampanan keluarga kita tercemar."
"BABII!!" Teriak mommy Moa memukul gemas bahu kokoh daddy Zhen yang selalu saja membuatnya emosi.
"Apa sayang?"
"Jangan bicara sembarangan!"
"Aku benar. Keluarga kita terkenal dengan bibit tampan dan cantik premium. Noah salah satu simbol menggantikan ku di perusahaan. Kau lupa jika suamimu ini adalah pengusaha muda tertampan?" Menarik turunkan alisnya menggoda sang istri.
Mommy Moa jelas sangat kesal langsung menghadiahkan pukulan bertubi menahan gemas akan kepercayaan diri daddy Zhen yang tak pernah luntur.
Noah hanya menggeleng halus melihat pertengkaran kedua orang tuanya hingga mata Noah tak sengaja melihat sosok yang mengintip dari arah pintu dapur.
"Zoe!" Panggil Noah membuat Zoe yang tadi bersembunyi segera muncul menormalkan wajahnya.
"Kakak sudah pulang?"
"Hm. Kemari!" Pinta Noah seraya berjalan duduk di kursi dapur.
Zoe ikut duduk di samping Noah sesekali menatap geli daddy dan mommy-nya yang sedang bertengkar manja.
"Vivian bilang Zoe pulang dengan Ximen."
"Iya, kak!" Jawab Zoe kembali menatap wajah tampan Noah sampai Zoe mengigit bibir bawahnya melihat batang hidung mancung sang kakak memar.
"Siall!! Maafkan Zoe, kak! Zoe tak punya pilihan selain memukul wajah kakak," Batin Zoe sungguh merasa bersalah.
Melihat tatapan sendu Zoe pada hidungnya, Noah langsung menghela nafas.
"Ini luka kecil. Tadi ada tarzan yang mengajak kakak berkelahi."
"T..tarzan?" Tanya Zoe tersenyum getir karena Noah mengatainya tarzan.
"Hm. Padahal kakak hanya ingin bicara tapi dia langsung meninju. Di lihat dari gerak-geriknya dia perempuan."
"Tidak. Kakak tak boleh tahu kalau itu aku," Batin Zoe sungguh merasa tak tenang dan gelisah kalau sampai Noah mencari tahu soal kejadian tadi.
"Tarzan? Kakak serius di pukul tarzan?" Tanya Zoe pura-pura terkejut. Acting-nya sekarang begitu natural dan patut di beri penghargaan oscar.
"Yah. Dia lincah dan lumayan mengigit."
"Siapa yang berani memukul kakak kesayangan Zoe? Enak sekali dia!!" Marah Zoe meninju tangannya sendiri bak seorang jagoan.
Sudut bibir Noa tertarik tipis melihat sikap menggemaskan Zoe.
"Jangan di hiraukan. Nanti Zoe terluka bertemu dengannya."
"Kenapa? Zoe juga bisa memukul. Lihat ini, kak!"
Zoe meninju udara tapi tak kuat melainkan sebuah hunusan tangan kedepan dengan wajah di tekuk dan bibir manyun. Noah benar-benar tak tahan melihat wajah cantik dan cara meninju Zoe yang benar-benar feminim.
"Dengan tinju seperti itu, nyamuk-pun tak akan mati, baby!" Mengacak gemas rambut Zoe hingga Zoe merenggut kembali melipat tangan di meja.
"Jika begitu, kenapa tinjuku sampai membuat hidung kakak memar?!" Batin Zoe tertawa jahat sekaligus merasa bersalah.
Noah sudah di kirim ke luar negeri saat umurnya 17 tahun untuk melanjutkan study di sana. Di saat itulah Zoe di ajari beladiri bersama Ziochi dan Ximen oleh daddy dan guru beladiri mereka. Tetapi, khusus Zoe ia belajar secara pribadi dengan mommy Moa karena sebelum Ziochi remaja, Zoe sudah lebih dulu di bekali beladiri oleh mommy Moa.
Tetapi, Zoe tak pernah menunjukan keterampilan itu selain pada mommy Moa. Bisa dikatakan, tak ada siapapun yang tahu jika tinjuan Zoe pernah mematahkan rahang preman yang dulu ingin memalaknya di jalanan.
"Kak! Sini Zoe obati!"
"Tidak perlu. Ini.."
"Sustt!!" Desis Zoe menempelkan telunjuknya ke bibir Noah lalu bergerak kearah laci dapur mencari kotak obat.
Sementara daddy dan mommy-nya sudah melanjutkan pertengkaran mereka di kamar. Seperti biasa akan berakhir penuh gairah.
Setelah menemukan kotak obat itu, barulah Zoe berjalan kembali ke kursinya.
"Zoe penasaran dengan gadis tarzan itu." Seraya membuka kotak obat di meja.
"Mau kakak cari tahu?"
Deg..
Zoe meneggang dengan tangan terhenti mengambil kapas. Noah mengamati ekspresi tegang Zoe yang menurutnya cukup aneh.
"A..untuk apa. Bisa saja dia hanya iseng dan kurang kerjaan."
"Tapi.."
"Sudahlah, kak! Zoe tak mau kakak kenapa-kenapa. Cukup seperti ini saja. Jangan bertemu dia lagi!" Sela Zoe tak mau memperpanjang pembahasan gadis tarzan itu.
Noah mengangguk paham. Ia membiarkan Zoe melihat memar di batang hidungnya sampai desisan Zoe meruak melihat bekas darah di hidung Noah.
"Sakit, ya?" Penuh perhatian.
"Hm." Noah mengangguk padahal tidak sesakit itu.
Ia hanya suka melihat ekspresi cemas dan khawatir Zoe padanya. Apalagi, sikap lembut dan penyayang Zoe yang meniup-niup batang hidungnya.
Cup..
Noah memejamkan matanya kala bibir lembut hangat Zoe mengecup lama batang hidungnya yang memar. Dada Noah selalu menghangat dan tenang setiap berdekatan dengan sang adik yang mampu mengambil kenyamanan.
"Lain kali jangan begini. Zoe takut kakak terluka."
Noah membuka matanya. Posisi mereka termasuk sangat intim dan dekat dimana Noah yang duduk sedikit merendahkan tubuhnya pada Zoe yang menangkup kedua rahang tegas Noah lembut seraya mengusap pipi mulus Noah yang sudah terbiasa akan sikap manis Zoe padanya.
"Janji jangan luka lagi!" Pinta Zoe menatap intens manik hazel Noah dengan hidung nyaris bersentuhan.
"Hm. Sesuai keinginanmu."
Cup..
Zoe mengecup kilas sudut bibir Noah lalu kembali duduk dengan benar. Jantung Zoe berdebar tak karuan tapi ia tersenyum tipis karena berhasil menciumi wajah kakaknya.
Bisa dikatakan Zoe mencari kesempatan dalam kesempitan dan Noah tak sadar akan niat licik sang adik.
"Kakak belum bicara dengan mommy dan daddy soal pindah rumah itu?" Tanya Zoe kembali mengoleskan kapas yang ia tuangkan dengan anti bakteri dan pereda nyeri ke area memar Noah.
"Belum. Nanti kakak katakan!"
"Ya sudah," Gumam Zoe fokus mengusapkan kapasnya.
Mata Noah melihat kuku Zoe dan Noah ingat jika gadis tarzan tadi mempunyai kuku berkutek pink dan ada manik halus di dalamnya.
"Tadi, Zoe langsung pulang?" Tanya Noah dan Zoe mengangguk.
"Kenapa? Kak!" Menyadari kecurigaan kakaknya.
"Tidak ada."
Noah melirik ke arah pakaian Zoe. Kaos oversize dan celana pendek sepaha. Gadis tarzan tadi memakai hoodie tapi ntah kenapa Noah merasa familiar.
"Kak! Kutek Zoe cantikan?" Tanya Zoe sengaja menunjukan jemari lentik di tangan kananya.
"Sangat cantik."
"Tadi, Zoe kesal." Merenggut manja melempar kapas di tangannya ke arah wastafel.
"Kenapa, hm?" Mengusap surai emas Zoe yang di cempol ke atas.
"Pomey memakai kutek yang sama. Padahal Kan Zoe mau jadi satu-satunya yang makai ini, kak! Menyebalkan."
Noah tersenyum kecil melihat tingkah kekanak-kanakan Zoe. Tanpa Noah sadari, Zoe hanya memanipulasi keadaan agar Noah tak mencurigainya hanya karena kutek di kuku.
"Pokoknya aku harus ganti kutek. Kakak tak boleh curiga," Batin Zoe bermain halus.
Siapapun tak akan bisa menebak bahwa gadis tarzan itu adalah Zoe. Dari aura manis dn sikap manjanya pada Noah, nyamuk-pun tak akan mati jika di tepuk Zoe.
.....
Vote and like sayang