NovelToon NovelToon
Jatuh Di Kamu, My Prince

Jatuh Di Kamu, My Prince

Status: tamat
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Romansa / Tamat
Popularitas:331.9k
Nilai: 4.8
Nama Author: Bunda Nova

Menghindar dari pernikahan dengan healing ke timur tengah, siapa sangka justru ia membuat sang pangeran jatuh cinta dan menikahinya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda Nova, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 12

" Tenanglah ! Untuk sementara kau bisa tinggal disini. Aku akan mengerahkan segala cara agar semua dokumenmu yang hilang cepat kembali " ucap Zayn saat mereka baru tiba di apartemen miliknya.

Rania mengangguk, kemudian mendaratkan tubuhnya di atas sofa. Sementara Zayn membawa koper milik Rania ke kamar tamu.

Sebenarnya tadi Rania akan pergi ke kantor polisi untuk melaporkan kehilangannya. Ia juga berencana untuk mendatangi kedutaan besar, sayangnya Zayn melarangnya. Zayn berjanji akan mencari milik Rania yang hilang serta meminta Rania untuk tinggal bersamanya sementara waktu sampai semuanya kembali.

Awalnya Rania menolak. Namun, Zayn terus meyakinkan Rania bahwa ia pasti akan segera menemukan apa yang hilang. Dengan kekuasaan yang Zayn miliki, rasa-rasanya tidaklah sulit. Oleh karena itu, Rania menyetujui permintaan Zayn.

" Kau istirahat saja dulu. Biar aku yang mengurus semuanya " seru Zayn sambil duduk di samping gadis cantik itu.

" Zayn... Terima kasih. Maaf aku jadi merepotkanmu " ucap Rania merasa segan.

" Tidak perlu berterima kasih, Rania. Aku melakukan semuanya untukmu. Aku malah senang karena akhirnya Tuhan mengabulkan keinginanku dengan membuatmu tinggal lebih lama, bahkan kini kau tinggal bersamaku " sahut Zayn jujur.

" Ck, kau ini. Aku ini sedang mendapat musibah, kau malah bahagia " decak Rania menatap Zayn dengan kesal.

Zayn terkekeh mendengar gerutuan Rania.

" Bagaimanapun musibahmu adalah berkah untukku " timpal Zayn kembali terkekeh.

Rania mencebikkan bibirnya, lalu mengalihkan pandangannya menyisir apartemen mewah milik Zayn.

" Kau tinggal sendiri ? " tanya Rania.

" Hem, awalnya sendiri tapi mulai sekarang tidak lagi " jawab Zayn membuat Rania mengalihkan pandangannya menatap pria tampan itu.

" Hei, mengapa menatapku begitu. Mulai sekarang kan ada dirimu yang menemaniku. Ada yang salah ? " ucap Zayn.

" Ini salah Zayn. Bagaimana mungkin kita hanya tinggal berdua saja. Apa yang nanti orang-orang katakan jika mereka mengetahuinya. Apa kau tidak takut terjadi fitnah ? " tanya Rania.

Zayn mendekatkan wajahnya pada Rania, membuat Rania sontak memundurkan tubuhnya.

" Aku tidak peduli perkataan orang. Lagi pula kita tidak melakukan hal yang salah. Atau mungkin kau mengharapkan terjadi sesuatu diantara kita berdua ? " goda Zayn sambil menatap wajah Rania.

" A, apa yang kau katakan... "

" Rania, sebelum apa yang kau khawatirkan itu terjadi. Maukah kau menikah denganku ? " potong Zayn.

Seketika mata Rania melebar.

" Kau gila ! Pernikahan itu bukan permainan Zayn ! " sembur Rania sambil mendorong tubuh Zayn yang terus mendekatinya.

" Aku tidak main-main Rania ! Sebelum terjadi hal-hal diluar kendali. Jadi, mari kita menikah ! " ajak Zayn yang kini telah membuat Rania terpojok dan terbaring di sudut sofa.

" Zayn... "

" Rania, aku benar-benar mencintaimu. Menikahimu adalah caraku untuk membuktikan rasa cintaku. Tolong jangan menolak ! " ucap Zayn yang kini sudah berhasil mengungkung tubuh Rania dibawah kendalinya.

Wajah Zayn terus maju mendekati wajah Rania. Sejak tadi Zayn menahan diri untuk merasakan bibir ranum Rania yang sangat menggodanya. Setelah ia mengambil ciuman pertama Rania, rasanya ia ingin terus mengulanginya.

Nafas Zayn terasa hangat menerpa wajah Rania. Tanpa sadar Rania menggigit bibir bagian bawahnya membuat Zayn semakin tak tahan untuk mencium bibir gadis itu. Rania menahan dada Zayn agar tidak menindihnya.

" Astaga, Zayn apa yang kau lakukan ? "

Suara seorang wanita membuat Zayn menghentikan gerakannya. Zayn menoleh, kemudian segera bangkit dan membantu Rania untuk duduk.

Seorang wanita paruh baya kini berdiri di hadapan Zayn. Tangannya bersedekap di dada. Ia menatap Zayn dan Rania dengan tatapan tajam. Di belakang wanita tersebut, berdiri Kemal dengan seorang gadis muda yang mengenakan hijab.

" Nenek ? Sedang apa nenek disini ? Bagaimana Nenek bisa masuk ? " tanya Zayn santai seolah ia sudah mengetahui kedatangan wanita tersebut.

" Dasar anak nakal ! Jadi begini kelakuanmu, setelah tinggal jauh dari nenek " ucap wanita itu sambil memukul-mukulkan tas yang dipegangnya ke tubuh Zayn.

Zayn berusaha menghalangi bagian tubuhnya dengan menggunakan tangannya.

" Ampun, nenek ! Aku salah, aku minta maaf ! " ucap Zayn sambil menahan dan mengambil tas yang dipukulkan oleh wanita itu.

Kini Zayn membawa sang nenek untuk duduk di sofa. Kemal dan gadis muda di sampingnya juga ikut duduk di samping sang nenek.

Zayn mengambil air minum untuk sang nenek, kemudian duduk di samping Rania yang terlihat bingung atas situasi yang terjadi saat itu.

Nenek Zayn menatap tajam ke arah Rania, membuat gadis cantik itu seketika menundukkan kepalanya. Ia memilin jemarinya, namun Zayn dengan santainya menggenggam jemari Rania dengan erat.

Rania menatap Zayn dan menggelengkan kepalanya, namun Zayn menatapnya dengan lembut seolah ia mengatakan tidak akan terjadi apapun.

" Siapa gadis ini ? Mengapa dia bisa bersamamu ? " tanya sang nenek mulai menginterogasi Zayn.

" Dia Rania, calon istriku ! " jawab Zayn tenang.

" Zayn ! Apa kau lupa jika Aisha adalah calon istrimu. Dia yang akan menjadi putri mahkota, pendampingmu !" sahut sang nenek sambil melirik gadis yang berada di samping Kemal.

Rania hendak menarik jemarinya namun Zayn justru mengenggamnya dengan erat.

" Nenek, aku tidak mencintai Aisha. Aku hanya menganggapnya sebagai adik. Lagi pula, aku yakin Aisha juga tidak mencintaiku. Dia sudah memiliki pria pilihannya sendiri, laki-laki yang dia cintai " ucap Zayn sambil menatap Aisha.

" Apa maksudmu ? " tanya sang Nenek.

" Nenek, Aisha dan Kemal saling mencintai. Jadi sebaiknya jodohkan saja mereka berdua ! " jawab Zayn sambil menatap sang adik dan kekasihnya yang menatap Zayn dengan tatapan memohon agar hubungan mereka tidak dipublikasikan.

Nenek Zara, mengalihkan pandangan matanya kepada Kemal dan Aisha.

" Benar apa yang dikatakan oleh kakakmu itu ? Jawab Kemal ! " seru Nenek Zara.

Kemal menarik nafas dalam-dalam. Sepertinya, inilah waktunya ia mengatakan yang sebenarnya kepada sang nenek.

" Maaf, nenek. Tapi apa yang dikatakan oleh Kakak itu benar adanya " ucap Kemal sambil menggenggam tangan Aisha.

Nenek Zara menyandarkan punggungnya di sofa sambil memegangi dadanya yang begitu kencang berdetak. Ia memejamkan matanya dengan sebelah tangannya mengurut pelipisnya.

" Nenek... Maafkan kami ! " ucap Aisha yang kini meraih tangan Nenek Zara.

" Bagaimana bisa kalian menyembunyikan hal ini pada Nenek ? " tanya Nenek Zara lirih bahkan ia belum membuka matanya.

" Nenek... Maaf ! Tapi perasaan tidak bisa dipaksakan. Aku dan Kemal saling mencintai " jawab Aisha.

Nenek Zara membuka matanya lalu melihat Aisha dan Kemal yang tengah duduk bersimpuh di hadapannya.

" Kemarilah ! " ucap Nenek Zara kepada Aisha dan Aisha pun menurut. Ia segera mendekati Nenek Zara lalu memeluk wanita paruh baya tersebut.

Kini mereka berlima duduk di sofa. Nenek Zara sudah lebih tenang. Kini ia melihat ke arah Zayn dan Kemal yang duduk bersama wanita yang mereka cintai.

" Orang tua kalian tidak akan bisa menerima hal ini. Bagaimanapun putra mahkota sudah dijodohkan sejak kecil dan itu tidak bisa diubah begitu saja. Karena itu akan berakibat pada kepercayaan masyarakat kepada keluarga kerajaan " ucap Nenek Zara.

" Kalau begitu, jadikan saja Kemal putra mahkota sehingga dia dan Aisha bisa menikah " sahut Zayn santai yang langsung membuat semua yang ada disana tercengang dan menatapnya.

1
Mr.VANO
sdh abis ajah,,,👍👍👍🔥🔥🔥
Mr.VANO
😂😂😂,,ide yg sempurna,,Raja Abbas.
Mr.VANO
tdk ada yg di arapkan seorg wanita,,selain pernikahan yg bahagia,dpt pasangan yg tepat
Mr.VANO
mengerikan klu dah cemburu
Mr.VANO
pantas di benci gita oleh pram,,,,krn puny hati busuk
Mr.VANO
nicko yg aneh,,,,,cinta mah sena kok di pendam,,kyk zayn donk,,,,mesra sll sama rania..
Mr.VANO
syukur la,,,,masala mrk selesai dg bibir zayn kena gigi istri,,,,,dah kyk drakula
Mr.VANO
aku sangka zayn pintar,,,,,tauny bodoh,,,,kenapa juga di saat rania ada di rmh,,,kan ketahuan
Mr.VANO
cinta tak puny logika,,,,jd apapun bisa di halalkan termasuk cara licik zayn sembunyikan dokumen paspor dan visa,,,klu ku pikir itu bukan masala besar,,,,,yg aku takutkan,,,org tua zayn memisakan mrk dg cara zayn di kurung tau Rania di culik..
Mr.VANO
mengerikan,,,,klu menolak cinta laki2 apalg itu princess..
Mr.VANO
oohhh ke makan rayuan plakor mantan pacar sena
Mr.VANO
masih ada di dubai org susah,,,,!?
Mr.VANO
org yg ambil tas zayn,,,itu kk,adik yg jual bunga
Mr.VANO
lucu kelakuan princess zain,,pemaksa
Mr.VANO
pangeran dah kebelet kawin,,,baru kenal dah mau nikah aja,,.
Mr.VANO
waw,,,semangkin menarik,,lanjut baca..
Mr.VANO
menarik crt novelny
Mr.VANO
hadir
Mbah Edhok
aq tahu siapa orang yang ditelp Zayn untuk mencuri tas Rania ...
Mbah Edhok
my future wife ... ZAYN ...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!