Dark Romance !!
Bukan untuk anak kecil !!
Black flag man x innocent girl !!
Hubungan toxic !!
Seperti pepatah air susu di balas air ketuban, begitu juga dengan apa yang terjadi pada Dhelpine, sehingga membuat hidup wanita itu berubah menjadi buruk.
Malam itu, Dhelpine menyelamatkan seorang pria yang tak sadarkan diri di tengah badai salju yang begitu mengerikan. Dhelpine memutuskan mengobati dan menyelamatkan pria bernama Enoch itu.
Tanpa mengetahui jika Enoch adalah sosok yang sangat berbahaya. Dia salah satu sindikat pendiri pasar ilegal, dan juga sosok psikopat berbahaya.
Dan peristiwa penyelamatan oleh Dhelpine, justru membuat obsesi tersendiri bagi Enoch pada gadis cantik nan lugu itu, yang berakhir menjadikan Dhelpine sebagai pemuas ranjangnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agnes Fetrika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
5. Suntikan pelemah tubuh
Btw sebelum lanjut cerita, Author mau ngomong dari awal. Cerita ini dark romance yang agak berbeda, jadi enggak ada keromantisan manis kaya Rosalie dan Jude ya..
Disini Enoch memang sayang dan cinta sama Dhelpine, dia enggak selingkuh atau main tangan, tapi dia juga bukan tipe romantis yang manis. Jadi dia mengurung Dhelpine di rumahnya, itulah kenapa Enoch masuk dalam kategori cowok black flag.
Oh iya, selain itu ada cast untuk tiga tokoh utama disini..
1. Dhelpine Rose Walter (Berusia 20 tahun)
2. Linnea Cooper Berusia 37 tahun.
3. Enoch Cooper Berusia 39 tahun, mau 40
Udah sekian dari Author, terima kasih, happy reading..
“Akh !!” Dhelpine tidak menyangka, akan merasakan sensasi yang menyakitkan saat berada di inti. Tangan Dhelpine yang sudah terlepas dari ikatan, justru naik dan menarik rambut Enoch dengan kasar, saat merasakan sesuatu yang begitu besar memasuki bagian bawahnya.
“Benar-benar sangat sempit dan menyenangkan~” Enoch semakin bersemangat saat miliknya terasa sangat kesulitan untuk masuk ke dalam milik Dhelpine, dia bahkan sengaja tidak menghibur gadis di bawahnya, untuk melihat wajah kesakitan yang terlihat seksi baginya.
Wajah cantik, tubuh indah dan seksi ini, benar-benar luar biasa~ Aku akan menjagamu sayang Batin Enoch menyeringai licik di dalam hatinya, sambil terus menusuk bagian bawah Dhelpine, membuat suara desahan dan rintihan terdengar memenuhi ruangan itu.
Benar-benar sangat menyenangkan bagi mereka berdua, terlebih bagi Enoch karena berhasil meraih kesucian gadis kesayangannya itu.
Dan malam ini, akan menjadi sesuatu kenangan terindah yang akan di tulis oleh Enoch, sebagai pengingat pertempuran di atas ranjang mereka untuk pertama kalinya.
...
Keesokan harinya..
Enoch terlihat santai, duduk di atas sofa, mengenakan pakaian santainya, dan celana panjang kain, sembari menghisap batang tembakau di tangannya, lalu menghembuskan asap di udara dengan santainya. Di meja dekatnya, terlihat sebuah suntikan kecil yang masih tersegel, dengan cairan berwarna kuning orange yang entah apa itu.
Sementara dari luar, terdengar teriakan seseorang yang Enoch yakini adalah Dhelpine. Ya, wanita nakal itu, masih berusaha melarikan diri di pagi hari, tapi anak buah Enoch berhasil menangkapnya, dan kini mereka membawa wanita nakal itu di hadapan Enoch.
Saat pintu terbuka, terlihat wanita itu masih berusaha keras untuk memberontak meskipun gagal, karena pegangan mereka begitu kuat.
“Lepaskan aku !! Aku tidak mau kembali di neraka ini !! Lepas !!!”
Tapi mereka tidak mendengarkan Dhelpine dan membawanya di hadapan atasan mereka.
“Tuan, dia berusaha untuk melarikan diri.” Ujar salah satu memberitahu Enoch.
Lelaki itu hanya tersenyum miring menatap ke arah Dhelpine yang berusaha melepaskan genggaman tangan pria di sebelahnya.
“Nakal sekali, Dhelpine~ Berusaha melarikan diri, heh ?!” Ujar Enoch dengan nada meledeknya, dan tersenyum miring.
Enoch menaruh rokok itu di asbaknya, lalu meraih suntikan yang memang masih di bungkus dengan rapi, seakan menjaga agar tetap steril dan bersih.
“Bawa kemari.” Ujar Enoch memberikan perintah pada anak buahnya, Dhelpine yang melihat suntikan aneh di tangan Enoch, langsung memberikan alarm bahaya di pikirannya, dia kembali memberontak hebat, tapi anak buah Enoch jauh lebih banyak, sehingga mereka memegang kedua tangannya dan menyeretnya secara paksa hingga sampai di hadapan Enoch.
Barulah pria itu membuka bungkusan suntikan, dan menunjukkan jarum yang tajam dan terlihat berbahaya di sana, “Bawa kemari tangan kirinya !”
Tangan kiri Dhelpine di ulurkan secara paksa di depan Enoch.
“Jangan !! Jangan lakukan apapun !! Aku mohon !!” Dhelpine berteriak histeris, dan bahkan matanya menatap horor penuh ketakutan di sana. Enoch yang melihat itu terasa sedikit terganggu, apalagi tangan Dhelpine terus berusaha memberontak.
“Tutup matanya dengan kain, dan pegang tangan kirinya lebih erat !!”
“Baik Tuan.”
Salah satu anak buah yang tidak memegang Dhelpine, langsung mengambil kain hitam, dan menutupi mata Dhelpine agar wanita itu tidak bisa melihat, tangan kirinya langsung di pegang dan di tahan oleh dua orang lelaki, sehingga Dhelpine tidak bisa berkutik sama sekali.
Enoch langsung mempersiapkan suntikan itu..
“Enoch.. Maafkan aku.. Tolong jangan.. Akh !! Sakit !!”
“Sstt.. Tahan sebentar sayang, tidak akan lama.”
Dhelpine menangis, merasakan jarum itu masuk ke dalam lengannya selama beberapa detik, dan kemudian rasa sakit itu perlahan menghilang. Dia merasakan sebuah kain dingin menyentuh lengannya yang di suntik tadi, lalu penutup matanya di buka.
Dhelpine melihat, lengan kirinya sudah di tutup kapas kecil, dengan obat merah, dan juga plester luka, dan terpaku pada bekas suntikan itu.
Enoch memberikan kode melalui matanya, lalu anak buahnya mendorong Dhelpine hingga terjatuh di pangkuan Enoch. Karena dorongan itu, Dhelpine yang kaget dan takut, langsung mengalungkan tangannya pada leher Enoch secara tidak sadar.
“Tinggalkan kami !!”
“Baik Tuan Enoch.”
Lalu para anak buah itu pergi meninggalkan mereka, dan keluar dari ruangan itu. Sementara Dhelpine menarik kedua tangannya dari leher Enoch, dan memalingkan wajahnya.
Enoch tersenyum miring, tangannya terangkat mengusap pipi lembut Dhelpine dengan jarinya.
“Seandainya kau menurut, sayang.. Aku tidak perlu melakukan semua ini.” Ujar Enoch dengan perlahan.
“Apa.. Yang kau suntikan.. ??”
“Bukan zat berbahaya, tapi mungkin tubuhmu akan terasa sedikit lemah untuk beberapa hari.” Ujar Enoch tersenyum senang.
Ya, itu hanyalah suntikan untuk melemahkan tubuh Dhelpine, agar wanitanya tidak meninggalkan dirinya.
“Kenapa ?? Kenapa kau melakukan semua ini ?! Setelah apa yang aku berikan kepadamu ?! Setelah aku menolongmu ?!” Dhelpine memandang Enoch dengan tajam dan marah, tapi juga sakit hati, merasa apa yang telah di lakukan Enoch justru mengkhianatinya.
Lelaki itu hanya tersenyum miring, “Justru sejak malam kau menolongku.. Aku sudah mengklaimmu sebagai milikku.” Ujar Enoch dengan santainya.
“Kau jahat !! Kau benar-benar kejam !! Aku menyesal !! Aku menyesal menolongmu malam itu !!” Dhelpine memukuli bahu dan dada Enoch, tapi sasaran pukulannya malah terkekeh dan tersenyum senang di sana.
Tangannya yang kiri naik ke atas rambut Dhelpine, dan membelainya, sementara tangan kanannya naik ke pipi wanita itu, dan mengusap air mata yang masih mengalir dari sana.
“Kau sangat cantik, dan menggemaskan~” Bisik Enoch dengan lembut, tangan kirinya mendorong kepala Dhelpine agar mendekat dengan wajahnya.
Lalu Enoch memiringkan kepalanya, dan kembali mencium bibir lembut Dhelpine yang terasa sangat menggemaskan baginya. Wanita itu berusaha mendorong bahu Enoch, meskipun sia-sia. Terlebih tangan kanan Enoch, justru menggenggam pinggangnya dan menahan tubuh Dhelpine, agar tidak bisa memberontak.
Ciuman lembut dan memanas itu, akhirnya terlepas setelah lima menit, dan saat Enoch menarik kepalanya, justru bibir mereka terhubung dengan jaringan saliva. Enoch menjilati bibirnya, melepaskan jaringan itu, sembari tersenyum miring.
“Bahkan bibirmu sangat manis, Dhelpine sayang~” Ujar Enoch dengan terkekeh pelan, Dhelpine tidak menanggapi apapun, bahkan memalingkan wajahnya.
Dia benar-benar membenci sosok lelaki di dekatnya. Tapi Enoch tidak peduli, mau wanita itu mencintai atau tidak, bagi Enoch jiwa mereka sudah terhubung satu sama lain, jadi Dhelpine tidak akan bisa menolak takdir yang telah menyatukan mereka.
💛💚💛💚💛💚
Ya, intinya Enoch itu terlalu terobsesi sampai enggak mau kehilangan Dhelpine makanya sampai nekat melakukan segala cara.
Jadi, Author mau tekankan lagi, ini bukan kisah romantis sepasang kekasih kaya Rosalie dan Jude yang masih saling menghargai, justru disini Enoch bener-bener mengekang Dhelpine ☺️☺️
Udah gitu aja, sekian dan terima kasih 😀😀
enoch ayooo cepet dateng😂
visual nya nya enoch lebih mirip ke per dady an🤣🤣🤣
thor adik nya orion masih hidup gk ?? itu istri nya enoch ???🤔