Kehebatan ilmu bela diri serta kejeniusannya dalam bidang obat-obatan, mengantar Zhao Jun ke jurang maut mengerikan!
Zhao Jun dikhianati, dibunuh, dan semua hal termasuk gelar 'Tabib Jenius'-nya itu direnggut oleh sahabatnya.
Kematiannya yang tragis membuat Zhao Jun bersumpah pada langit, bahwa jika dia diberi kesempatan untuk hidup kembali, dia akan membalaskan dendam pengkhianatan ini berkali-kali lipat!
Dan ternyata, Dewa mengabulkannya. Zhao Jun terlahir kembali di tubuh seorang pemuda payah di pinggiran kota.
“Hmph! Aku akhirnya terlahir kembali! Dengan tubuh baruku ini, aku pastikan dendamku terbalaskan!”
Dengan ini, perjalanan Zhao Jun membalas dendam sebagai reinkarnasi Tabib Jenius pun dimulai!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shennaartha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rencana Jahat Liu Chang!
Melihat Zhao Jun tergagap, Baili Yan menjadi semakin curiga. Sebab, mengatakan identitas asli tidaklah sulit bagi seorang yang tidak memiliki niat buruk.
“Ayo, katakan! Siapa kau ini? Siapa namamu? Kalau kau benar-benar bukan penjahat, kau tidak takut untuk mengatakannya 'kan?”
Zhao Jun mendesis dalam hati. Dia benar-benar meremehkan tingkat kewaspadaan yang dimiliki oleh Baili Yan.
Sebagai seorang gadis yang sepertinya baru berusia 20 tahun, dia benar-benar sangat galak dan teliti. Tingkat kehati-hatiannya amat mengerikan. Belum lagi sikapnya yang kritis serta dominan.
Memang seorang yang tumbuh dengan didikan Raja Obat yang sangat-sangat kritis pemikirannya!
“Saya memang bukan penjahat, Putri Baili. Saya agak tergagap karena takut Anda akan sangat terkejut setelah mendengar nama saya.”
“Terkejut karena namamu? Memangnya siapa namamu hingga membuatku terkejut?”
“Zhao Jun.”
“APA?!”
Baili Yan berseru keras hingga membuat sang kusir kereta kuda menarik tali kekang kuda secara spontan dan menghentikan kereta dengan paksa karena terkejut.
Bahkan, kuda yang menarik keretanya pun kaget hingga mengangkat kedua kaki depannya tinggi-tinggi dan meringkik cukup keras.
Zhao Jun sendiri tidak dalam kondisi baik. Telinganya menjadi sedikit berdengung karena seruannya yang begitu nyaring itu.
Sedangkan Baili Yan, tidak peduli sama sekali.
Dia bersikap seolah tak terjadi apa-apa dan meminta sang kusir untuk kembali meneruskan perjalanan mereka, sambil menatap Zhao Jun dengan tatapan menyipit berbahaya.
“Kau, tidak sedang berbohong 'kan?”
Zhao Jun menggeleng. “Tidak. Saya sudah bilang sebelumnya, bukan? Saya diam karena nama saya mungkin membuat Anda terkejut, Putri Baili.”
Baili Yan terhenyak untuk beberapa saat.
Tidak ada lagi pembicaraan setelah itu. Baik Zhao Jun ataupun Baili Yan, sama-sama menutup mulut mereka dan memilih untuk bertarung kembali dengan isi kepala mereka.
Hanya saja, Baili Yan lagi-lagi gatal untuk bertanya asal-usul Zhao Jun dan apa latar belakangnya, hingga dia memiliki nama yang sama persis dengan nama Tabib Jenius Zhao yang sudah meninggal.
Belum lagi, masalah marga 'Zhao' yang turut menyertainya.
Dia penasaran, apakah Zhao Jun di depannya yang merupakan seorang pemuda lusuh dan miskin berusia 21 tahun itu punya hubungan kekerabatan dengan mendiang Tabib Jenius Zhao.
Sayangnya, sebelum Baili Yan sempat bertanya, sang kusir kereta lebih dulu menyelanya dengan memberi laporan bahwa mereka sudah tiba di depan gerbang Balai Obat Surgawi.
“Zhao Jun! Kuperingatkan kau untuk kembali ke kereta kudaku setelah urusanmu selesai! Atau kau, akan aku laporkan dan menjadi target buronan ayahku!”
Sudut mulut Zhao Jun berkedut setelah mendengar ancaman yang diberikan oleh Baili Yan kepadanya. Entah apa alasannya, dia sendiri kebingungan.
Namun, dengan seluruh bantuan dan pertolongan yang diberikan oleh Baili Yan padanya, sepertinya menuruti keinginannya itu bukan suatu hal yang menyusahkan.
Lagi pula, dia bisa memanfaatkan hal ini.
“Baiklah.”
Dengan demikian, Zhao Jun dan Baili Yan turun secara bergiliran. Di mana Zhao Jun turun lebih dulu dan Baili Yan turun belakangan.
Saat Zhao Jun melangkah lebih jauh, Baili Yan berseru sekali lagi.
“Zhao Jun! Kau tidak boleh melupakan peringatanku kepadamu tadi!”
Mendengar ini, senyum miring yang samar terulas sudah di bibir Zhao Jun.
“Jangan khawatir!”
Baru setelah itu, Zhao Jun pergi menyelinap melalui gerbang samping yang jarang diketahui orang. Bahkan, Baili Yan terkejut karenanya.
“Orang ini, terlihat mengenali struktur dan denah tempat ini dengan baik. Sebenarnya, siapa dia?” gumam Baili Yan kebingungan.
Akan tetapi, sang kusir yang sudah selesai memarkirkan kereta kudanya datang membuyarkan pikirannya.
“Nona, kita harus segera masuk ke Balai Obat Surgawi. Pesan untuk Kepala Balai yang baru sudah harus diberikan. Kalau tidak, Tuan Besar pasti marah.”
Sembari mendelik, Baili Yan mendengus.
“Baiklah, baiklah. Aku tahu, ayo!”
Sementara itu di sisi lain, Zhao Jun kini telah mencapai setengah jalan.
Dengan langkah mengendap-endap, dia berhasil tiba di pelataran gedung bagian belakang yang dulu biasa 'dia' gunakan untuk pembuatan obat serta beristirahat.
“Seharusnya, di tengah malam seperti ini, Liu Chang ada di sini. Tidak mungkin dia kembali ke rumah atau ke tempat lain,” batin Zhao Jun.
Seraya celingukan ke sana ke sini untuk mengawasi sekitar, apakah ada penjaga balai yang berpatroli atau tidak, Zhao Jun mulai mencari tempat yang memiliki celah guna dia mencuri dengar apa yang sedang Liu Chang lakukan sekarang.
Terlebih, sebentar lagi dia akan kedatangan tamu seorang Putri Baili yang sangat disegani!
“Tidak bisa!”
Tepat ketika Zhao Jun hendak melangkah ke ruang samping yang menjadi ruang istirahat, tiba-tiba saja telinganya menangkap suara Liu Chang yang agak tegas dan keras, seperti memarahi seseorang.
“Dia di sini!” batin Zhao Jun spontan berseru.
Tanpa banyak ini dan itu, Zhao Jun langsung mengambil posisi untuk menguping.
Dia menempelkan telinganya ke dinding yang di sebelahnya ada celah sebesar biji jagung. Yang mana hal ini membuatnya bisa mengintip apa yang terjadi di dalam sana walaupun hanya sedikit dan agak tidak jelas.
Dari posisinya sekarang, Zhao Jun bisa melihat sosok Liu Chang berada di dalam ruangan bersama Ying Fei. Keduanya tampak bersitegang. Terlihat dari raut wajah keduanya yang merah padam.
“Apa yang mereka bicarakan?” batin Zhao Jun penasaran.
Dengan mencoba untuk menajamkan pendengarannya sampai maksimal, Zhao Jun akhirnya mulai mendengar apa yang dibicarakan mereka berdua di dalam sana.
“Kau tidak bisa gegabah lagi, Ying Fei! Aku sudah membuatmu menjadi Dekan Utama Balai! Itu posisi yang sangat tinggi untukmu. Kau tidak bisa meminta yang lain lagi.”
Perkataan Liu Chang mengejutkan Zhao Jun. Rupanya yang dikatakan oleh Tian Feng sebelumnya memang benar dan bukan rumor belaka.
Ying Fei di sana tiba-tiba berdiri. Dia menatap Liu Chang yang ada di depannya dengan tajam.
“Aku tidak meminta hal yang berat! Aku hanya ingin keuntungan yang aku terima sebagai Dekan Utama Balai tak terlalu jauh denganmu!”
Liu Chang menggeram.
“Itu sama saja dengan kau memintaku untuk menjadikanmu Wakil Ketua Balai, Ying Fei! Dan aku tidak bisa melakukannya!”
“Pikirkan tentang pendapat orang-orang! Ingatlah bahwa di sini, aku baru akan memulai masa penjajakan baru! Banyak rencana yang harus aku lakukan untuk membuat semua orang termasuk rakyat percaya bahwa aku layak menjadi Kepala Balai Obat Surgawi menggantikan Zhao Jun sialan itu!”
Ying Fei terdiam.
“Kau harus sabar, Sayang! Kau tidak bisa membuatku dipandang publik dengan opini yang tidak bagus! Aku masih punya banyak rencana untuk menghapuskan nama Zhao Jun sialan itu dari pikiran dan benak orang-orang di luar sana.”
Sembari merangkul Ying Fei dari samping, Liu Chang mulai melunakkan suaranya.
“Terlebih, belum lama semenjak Zhao Jun itu meninggal. Kita tidak bisa terlalu terburu-buru. Percayalah padaku bahwa semuanya akan menjadi milik kita jika waktunya tiba. Tidak ada lagi penghalang, untuk apa kau cemas dan tergesa-gesa?”
Ying Fei menarik nafasnya dan mengembuskannya secara perlahan. Dia lantas mengangguk pelan, sebelum akhirnya menenangkan dirinya sendiri.
“Baiklah. Aku mengerti. Hanya saja, apa yang ingin kau lakukan untuk menggeser dan melenyapkan nama Zhao Jun dari pikiran masyarakat? Kau punya rencana?”
Liu Chang mengangguk sungguh-sungguh. Ada sinar dingin nan licik di kedua matanya saat dia mulai membuka mulutnya untuk menjawab pertanyaan Ying Fei.
“Ya. Aku berencana untuk memanfaatkan rakyat demi memonopoli keuntungan dari pengobatan Balai Obat Surgawi.”
Seketika, kedua bola mata Zhao Jun membelalak!
“Apa?!”