Don't Bom Like ‼️ jika ingin mendukung boleh baca nyicil. Beri like, komentar, atau hadiah seikhlasnya.
Awal pernikahan secara mendadak karna sebuah kecelakaan membuat Reza dan Caramel terpaksa di nikahkan demi menghilangkan sebuah aib. Caramel yang belum siap secara mental terpaksa harus menikah dengan Reza seorang pria yang tidak di cintainya. Reza membawa Caramel di tengah-tengah keluarganya. Banyak hal dan masalah terjadi selama Caramel berada di rumah Reza karna Mama Reza tidak menyukai Caramel. Bagaimana kisah selengkapnya semuanya akan di ceritakan di sini. Mari ikuti ceritanya sampai selesai Besty.🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kristina dinata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Keputusan sudah bulat Caramel dan Reza akan segera di nikahkan.
"Kemana Caramel kenapa dia belum pulang juga? padahal ini sudah larut," tanya Bu Atik pada Pak Darma. Mereka tampak panik dan kuatir mungkin sesuatu telah terjadi pada Caramel.
Pak Darma menelpon nomor Caramel tapi tidak aktif. Akhirnya ia menelpon Reza masuk namun tak di angkat karena Reza saat itu masih dalam keadaan mabok. Bunyi ponsel terdengar berulang-ulang hingga terdengar oleh Caramel. Caramel mengambilnya dari saku Reza ia melihat panggilan itu dari Pak Darma. Ia pun segera mengangkatnya.
"Halo Pak, maaf kami belum bisa pulang saat ini," ucap Caramel sambil menangis.
"Kamu kenapa Caramel?" tanya Pak Darma panik.
Bu Atik langsung menarik ponsel Pak Darma dan ia langsung bicara dengan Caramel.
"Apa yang sedang terjadi padamu Caramel? kenapa kalian tidak pulang juga dimana kamu sekarang Reza ngapain kamu?" tanya Bu Atik beruntun.
"Reza tidak ngapa-ngapain aku kok Buk, cuma..."
"Cuma apa? bicara yang jelas! Caramel!" ujar Buk Atik penasaran.
"Kami ketangkap basah berduaan ibu, saat aku mengantar Reza pulang kerumah pamannya. Warga telah salah paham terhadap kami mereka bilang kami berjinah padahal sama sekali kami tidak melakukan nya Ibu. Sekarang kami ke balai desa di tahan para warga."
"Apa? memang kalian lagi ngapain? Kenapa bisa ditahan?" Bu Atik histeris.
"Panjang ceritanya Bu, yang pasti kami akan dinikahkan karna mereka sudah salah paham mengira kami melakukan hal yang cela Bu. Tolongin kita Buk saya tidak mau menikah dengan Reza," lirih Caramel sambil menangis.
"Ya ampun Caramel kok bisa sih? lalu bagaimana untuk selanjutnya,?" Bu Atik panik.
"Caramel juga gak tau Buk, sekarang Caramel dii diadili sama Reza."
"Dari awal ibu memang sudah berfirasat buruk Caramel. Tapi, kenapa kamu masih pergi juga," Bu Atik sedih.
"Maafkan Caramel Ibu, udah tidak mendengar ucapan Ibu," ucapnya menyesali semua yang telah terjadi.
"Mana Reza ibu mau bicara dengan nya. Awas saja dia!" cetus Bu Atik.
"Reza mabok Buk, dia tidak bisa bicara apa-apa." "Kenapa dia bisa mabok? tanya Bu Atik heran.
"Dia minum banyak Buk."
"Asta'firulah kok bisa Caramel, sebenarnya kalian pergi kemana sih! bukannya di sini tidak ada minuman keras?" ujar Buk Atik.
"Sebenarnya Reza mengajakku ke kota Buk," Caramel berkata jujur dan mengakui kesalahannya.
"Ya ampun Caramel, kok mau-maunya sih kamu diajak sana sini-sana anak kurang ajar itu! sekarang bagaimana? apa kamu mau aja di nikahkan dengannya? Jangan mau Caramel, ibu tidak sudi. Kamu tunggu aja di situ biar ibu jemput."
"Jangan sekarang Buk. Ini sudah larut malam kasian Ibu kasian Bapak juga. Besok saja kesini."
" Ya sudah kamu yang tenang ya ibu pasti membantu," Bu Atik jadi tidak tenang, ia jadi pusing sendiri. "Apa yang harus aku lakukan buat menggagalkan pernikahan Caramel?"
"Pak ternyata anak itu sedang mengalami masalah di luar sana. Ini semua salah mu Pak! kenapa kamu memberi ijin pada mereka semalam!" bentak Bu Atik pada Pak Darma ia tidak perduli orang tua itu sedang sakit ia menggoyangkan tubuh suaminya dan memukulinya karena kesal Caramel jadi dapat masalah.
"Sabar Bu, sabar! aku tidak menyangka kalau akan jadi begini," pak Darma menguatkan istrinya.
"Aku sudah bilang padamu, jangan biarkan Caramel pergi. Masih saja kamu melakukannya ini kan akibatnya? Caramel akan menikah dengan Reza aku tidak terima aku tidak setuju, Caramel menikah dengan Reza pokoknya tidak!" Bu Atik sangat menyayangi Caramel ia mengaggap Caramel anaknya sendiri ia tidak mau Caramel menderita karna menikah dengan Reza. Bu Atik tau betul bagaimana kelakuan Reza ia tidak sudi Caramel menikah dengan Reza.
CarameI dan Reza masih di balai desa pagi itu Reza yang baru sadar dari mabuknya melihat di sekeliling tempat, ia bingung di mana mereka berada saat itu.
"Caramel kita ada dimana ini?" tanya Reza.
"Reza kita di tahan di sini kita ketahuan berduaan tadi malam semua ini karna ulah mu Reza!"?
"Ulah ku? apa maksudmu aku sudah melakukan apa?" Reza tampak bingung.
Caramel menceritakan semuanya pada Reza. Reza kaget dan shok mendengar cerita Caramel.
"Lalu bagaimana apa kamu mau menikah dengan ku?"
"Tidak! aku tidak akan menikah dengan mu Reza!"
"Trus bagaimana?"
"Aku akan pergi meninggalkan desa ini," ujar Caramel.
"Aku ikut Caramel. Aku tidak bisa jauh darimu," ucap Reza sambil memegang tangan Caramel.
"Reza kamu waras atau tidak sih! aku tidak habis pikir dengan sikapmu. Berhenti mengusahakan aku Reza," ucap Caramel geram ia menepiskan tangan Reza.
"Aku akan pergi dan kita jalani hidup masing-masing."
Caramel ingin kabur dari tempat itu tapi ternyata warga ada di luar. "Sialan aku mau lewat kemana?"
"Jangan pergi Caramel, kita hadapi masalah ini berdua. Jika takdir harus begini ya sudah, terima saja. Aku akan menyanyangi kamu dan tidak akan menyia-nyiakan kamu selama menikah denganku."
"Aku tetap tidak mau karna aku tidak mencintai kamu! aku akan berusaha untuk mencari cara agar tidak jadi menikah dengan mu," cetus Caramel tidak suka.
"Kamu tenang saja aku akan berusaha untuk membahagiakan mu Caramel, kita jalani saja hubungan ini."
"Hubungan apa? aku tidak sudi kamu sudah menghancurkan masa depanku Reza," lirih Caramel.
"Maafkan aku Caramel, aku juga tidak pernah menyangka kalau akan jadi seperti ini. Tapi kamu jangan kuatir aku janji akan menjadi suami yang baik buat mu."
"Dasar brengsek kamu Reza! aku benci kamu.
Reza menahan tangan Caramel yang hendak memukulinya. Reza menenggelamkan tubuh Caramel di dadanya ia memeluk erat Caramel dan membiarkan Caramel meronta-ronta di pelukannya.
Lepasin Reza...! lepasin...!" Caramel tidak berdaya Reza memeluknya dengan erat.
"Sayang berhenti bertindak bodoh, kita sudah ditakdirkan bersama, kamu tidak bisa lari dari ku dan hukuman ini karna aku mencintaimu aku tidak akan membiarkan kamu pergi meninggalkan aku. Aku sangat mencintaimu Caramel."
"Tapi aku tidak Reza! aku belum siap menikah dan aku tidak akan pernah menikah denganmu!" cetusnya sambil menagis di pelukan Reza.
Ya Tuhan, ujian apalagi ini aku tidak sanggup Tuhan..., lirihnya mengeluh.
Reza menghapus air mata Caramel dan menenangkannya.
Tidak lama pun Bu Atik datang. Ia langsung memisahkan tubuh Caramel dan Reza yang masih berpelukan.
"Dasar kurang ajar! lepasin Caramel," bentak Buk Atik.
"Bibik?" ujar Reza kaget.
Plak...! satu tamparan mendarat di pipi Reza Bu Atik tidak peduli lagi pada semua orang, ia juga tidak memandang Reza sebagai majikannya lagi ia sangat emosi melihat perlakuan Reza yang telah kurang ajar pada Caramel. Reza di tuduh oleh Buk Atik karena telah menjebak Caramel, sehingga bisa menikah dengan nya.
Bu Atik benar-benar marah dan emosi.
Bu Atik akan membawa Caramel pergi namun di tahan para warga yang kata mereka Caramel dan Reza harus secepatnya menikah, karna mereka telah membuat aib di desa itu. Jika Caramel tidak menikah maka semua keluarga kedua belah pihak harus angkat kaki dari desa. Mereka harus meninggalkan desa secepatnya
"Aku dan Teman kamarku"
semangat