Seorang perwira muda sekaligus Dokter militer tang terkenal dengan kejeniusannya dari Negara C , yang bernama Li Guang Yue, meninggal saat kembali dari tugas . karena Pesawat yang dia tumpangi meledak setelah beberapa saat mengudara .
Namun ternyata Dewa masih menyayanginya dia yang sudah mengira Rohnya berada di Alam keabadian, ternyata bereinkarnasi di dalam tubuh gadis lembut Cantik namun lemah , Putri dari Jendral Feng yang memiliki nama hampir sama dengannya. Gadis itu bernama Guang Manyue . gadis yang hidupnya menderita dan di abaikan keluarga kandungnya karena ulah Putri Palsu . Dan akhirnya mati di tangan gadis palsu tersebut.
Kehidupan mereka Tertukar karena ulah seseorang yang mengincar harta keluarga Jendral. Dan ingin kehidupan bayi kecil tersebut kelak akan menderita selama hidupnya . Mereka melakukan itu karena Dendam pada sang ibu juga keserakahan di dalam hati mereka . Ingin memiliki harta yang bukan milik mereka. penasaran...? kita baca Yuk...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Respati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PEDANG CAHAYA EMAS
Tentu saja suara itu membuat Manyue kaget bukan main. Apalagi saat dia tahu siapa yang berbicara dengan Dia.
" Kalian...kalian bisa berbicara..? " Tanya Manyue dengan wajah kaget. Bagaimana bisa sebuah senjata bisa berbicara bagai manusia . Dia di jaman Modern juga sering melihat benda-benda kuno , malah menegang dan meneliti benda-benda itu. tapi tidak ada satupun yang bisa berbicara.
"Kami ini artefak tingkat Dewa, tentu saja kami bisa berbicara. Walaupun tidak semua benda di sini bisa berbicara, tapi mereka memiliki kesadaran sendiri untuk bisa mengenali anda Tuan... " Ucap belati kecil yang ada di tangannya. . suara itu seperti suara anak kecil, bening imut. namun terasa dingin dan tajam. jika orang lain yang mendengar, mungkin mereka akan lari ketakutan. tapi tidak bagi Guang Manyue, Dia malah merasa suara itu sangat imut.
"Ternyata kau juga bisa berbicara. apakah kau juga artefak tingkat Dewa..? " tanya Guang Manyue perlahan. Dia menatap belati kecil di tangannya.
"Tentu saja Tuan... jangan remehkan si kecil ini... " ucap Suara kecil tersebut dengan nada angkuh.
"Apakah semua artefak kuni bisa berbicara...? " tanya Guang Manyue.
Tentu saja Tuan... Kami adalah artefak tingkat Dewa. kami semua bisa berbicara. hanya saja hanya anda yang mendengar suara kani. karena kami ini sudah menjadi milik anda.. Semua benda yang ada di sini hanya Anda yang bisa mendengar dan menggunakannya..." Tiba-tiba terdengar suara senjata lain menjawab pertanyaan Manyue.
" Benar apa yang di katakan Belati Linglu dan pedang tuju Bintang . Kami yang ada di sini hanya patuh dan tunduk pada perintah anda ... " Ucap benda yang lain. Tentu saja kata- kata benda lainnya membuat Guang Manyue tercengang tak percaya.
" Kalian...kalian bisa berbicara semua ..? " Tanya Manyue dengan wajah kaget.
"Kami ini artefak tingkat Dewa, tentu saja kami bisa berbicara. Walaupun tidak semua bisa berbicara dengan anda , tapi mereka memiliki kesadaran sendiri untuk bisa mengenali anda Tuan... " Ucap belati kecil yang ada di tangannya, belati yang memiliki aura dan suara dingin. Namun sebelum manyue menjawab ucapan beberapa benda tersebut , Tiba-tiba sebuah pedang yang tergantung di dinding, melayang terbang kearahnya . Pedang itu terbungkus oleh sarung pedang berwarna keemasan dengan beberapa permata menghiasi sarung pedang tersebut. Dari penampilan sarung pedang saja sudah terlihat sangat indah . Dan di gagang pedang , Guang Manyue melihat sebuah permata berwana merah menghiasi pedang tersebut . aura pedang terasa sangat kuat, hingga membuat Guang Manyue yang masih di tingkat dasar level delapan itu merasakan sedikit sesak dadanya karena aura tersebut. Pedang itu melayang kearah Manyue dan berhenti di depannya.
" Tuan... Aku pedang cahaya emas . Aku pedang tertua yang menguasai semua senjata yang ada di sini ..Segera Jalin Kontrak dengan hamba tuan. " Suara sang pedang terdengar berat namun terkesan lembut sekaligus tegas.
" Menjalin kontrak dengan mu...? " Tanya Manyue sambil menatap pedang yang melarang di depannya .
" Benar tuan..." jawab Pedang berwarna emas tersebut.
" Itu ide yang bagus tuan.. Walaupun mereka memang milik anda, tapi dengan menjalin Kontrak dengan mereka, anda bisa merasakan kehendak dari semua senjata yang ada di tempat ini . Dan Jika pedang cahaya emas ini adalah Pedang tertua dan penguasa dari semua senjata yang ada di sini, maka anda juga bisa merasakan kehendak mereka tanpa harus melakukan Kontrak dengan mereka tuan....." Ucap Si kecil Liuli dengan nada gembira. Guang Manyue tertegun mendengar penjelasan Liuli. Bukankah dengan menjalin kontrak dengan pedang Cahaya emas ini, dia sudah menguasai seluruh Senjata yang ada di dalam ruangan ini.
" Baiklah aku akan melakukannya. Tapi bagaimana caranya..?" kata Manyue. Sebab di dalam buku cerita, Manyue asli tidak pernah memiliki kekuatan. Dia gadis muda yang hanya bisa mendapatkan Bullyan dan tindakan kekerasan dari keluarga kandung maupun keluarga yang telah memelihara dia sebagai budak . Hingga ajal menjemput, Dia hanya bisa mati dalam keadaan menderita dan tak mengerti apa - apa .
" Lukai sedikit ujung jari tuanku, lalu teteskan darah tuan ke pedang Cahaya emas. . " Ucap Liuli menjelaskan.
"Oo..maaf aku tidak tahu itu...Baik aku akan melakukan nya.
Segera Manyue mengambil pedang yang melayang tersebut. Saat menggenggam pedang, Dia merasakan pedang tersebut sangat ringan . Namun yang tidak di ketahui Manyue adalah, tidak muda bagi orang lain memegang pedang Emas yang memiliki kekuatan setengah dewa. Karena itulah Dia bisa menguasai semua senjata yang ada do ruangan itu. Apalagi sampai mencabut pedang dari sarungnya. Segera Manyue mencabut pedang dari sarungnya. Seketika cahaya kuning keemasan memancar dari bila pedang. Cahaya itu sangat terang, hingga membuat mata Silau. Saat melihat pedang di tangannya, membuat Guang Manyue tertegun . Namun suara Pedang emas menyadarkan Manyue.
" Tuanku, lukai jemari tuanku. " Ucap Pedang cahaya emas .
" Ah. Maaf, aku sedikit terpesona melihat penampilanmu . baiklah aku akan melukai tanganku...". Manyue segera menggigit ujung jemari tangan nya . Terlihat darah keluar dari jemari tangan yang terluka. Segera Manyue meneteskan darah tersebut di pedang cahaya emas . Saat darah menetes, terlihat dengan jelas darah meresap dengan cepat ke dalam bila pedang. Tak lama terlihat cahaya kuning dari pedang cahaya emas memancar semakin terang dan membungkus tubuh Guang Manyue seluruhnya .
Saat Guang Manyue berada di dalam cahaya pedang emas , otak Manyue merasakan puluhan kehendak senjata yang merupakan Artefak tingkat tinggi masuk kedalam otaknya . setelah memahami kehendak pedang dan semua senjata yang ada di dalam ruangan itu , kembali Memori otak Guang Manyue menerima serangkaian pembelajaran tentang ilmu pedang tingkat tinggi . Hingga membuat kepalanya sedikit pusing dan sakit. Untunglah pelatihan di jaman modern membuat mentalnya kuat. Juga kekuatan mental karena pelatihan kultivasi selama ini telah membuat mentalnya semakin kuat . Hingga membuat Guang Manyue dengan kuat menerima kekuatan dari pedang Cahaya emas. Dan mungkin juga karena kekuatan Air Suci yang selalu dia minum membuat tubuh dan kekuatan mentalnya semakin kuat. Mendapatkan pencerahan tentang berpuluh kehendak pedang dan ilmu pedang, membuat hati Manyue bahagia. Lebih dari tiga jam Manyue terbungkus oleh cahaya kuning ke emasan tersebut . dan akhirnya cahaya tersebut memudar secara perlahan. Setelah cahaya benar-benar hilang, terdengar suara di dalam otak Manyue.
" Tuan.. ilmu pedang yang hamba berikan pada anda, adalah ilmu- ilmu pedang langka yang tidak ada bandingannya. Maka jangan takut lagi dalam menghadapi hidup ini tuan. Hamba akan selalu bersama tuan.. " Ucap pedang cahaya emas.
"Kami juga tuan..." Terdengar gema suara berpuluh pedang dan senjata tajam .
"Trimakasih Pedang Cahaya emas.. Trimakasih semuanya.. "Jawab Guang Manyue . Dan saat Mata Manyue terbuka kembali. Ternyata pedang Cahaya emas tidak ada lagi di depannya. Tentu saja Manyue kaget. Dia melihat ke kanan dan kekiri. Memindai seluruh ruangan. Namun pedang tersebut tidak ada .
" Anda Mencari apa tuan ku. ?" Tanya Liuli membuat Manyue menatap peri kecil itu.
"Pedang Cahaya emas dimana.. ?" Tanya Manyue.
" Pedang Cahaya emas telah menyatu di dalam tubuh anda Tuan..." Ucap Liuli. Tentu saja jawaban Liuli membuat manyue kaget.
"Tuan.. Hamba ada di dalam ruang kesadaran anda. Dengan berada di dalam sini, Hamba akan selalu menjaga anda dan anda akan sangat Muda berlatih Ilmu pedang " Ucap pedang Cahaya Emas.
" Maaf aku tidak tahu itu. Aku fikir kau seperti pedang biasa. Setelah menjalin kontrak, akan tetap ada..." Ucap Manyue dengan nada sedikit malu.
"Bagi pedang lain memang seperti itu tuan, tapi aku pedang emas yang berada di atas mereka..." Jawab sang Pedang.
"Agar muda memanggilmu, kau mau kuberi nama,.?" Tanya Manyue. pedang emas terdiam sejenak. Tak lama terdengar suaranya.
" Boleh tuan... " Jawab pedang tersebut.
" Kau ku beri nama Jingu. Kau mau.. ? " Tanya Manyue.
"Tentu saja saya mau tuan.. Itu juga merupakan nama hamba. "Ucap suara di kesadaran Manyue.
"Baguslah kalau kau mau. " Lalu Manyue kembali melangkah untuk melihat barang yang lain. Namun belum sempat Manyue melangkah, Tiba-tiba sebuah tungku obat yang terbuat dari bahan emas melayang kearahnya. Benda ini sepertinya terbuat dari emas murni . Entah itu hanya luarnya saja , atau keseluruhan benda terbuat dari emas, Manyue belum tahu itu. Benda sebesar telapak tangan manusia dewasa tersebut, terlihat sangat indah dan mewah . Benda tersebut hanya sebentar saja bersinar cerah. Setelah cahaya menghilang, barulah Manyue bisa melihat dengan jelas benda di depannya. Ternyata benda ini terbuat dari emas murni. apakah tidak akan meleleh saat terkena panas..pikir Guang Yue. Dan di sekeliling benda tersebut, terlihat pahatan burung Phoenix yang sangat indah. Pahatan tersebut sangat nyata. Terlihat bagai burung Phoenix hidup sedang memeluk Tungku obat.
" Tuanku.. Anda juga harus membuat kontrak dengan hamba. " Ucap lembut suara tungku obat yang juga ingin menjalin kontrak dengan nya .
" Kau juga ingin membuat kontrak denganku..? " Tanya Manyue dengan wajah heran.
" Benar tuan..Hamba terbuat dari bahan emas murni . jika tanpa Kontrak, saat anda memurnikan Ramuan , hamba bisa langsung meleleh. ," ucap Benda indah itu dengan yakin. Nada suara benda tersebut terdengar sangat lembut. Namun terdengar sangat dingin.
"Kenapa bisa seperti itu...?" Tanya Guang Manyue.
"Karena Kekuatan mental yang anda miliki, akan melindungi hamba dan mengikat hamba. Hingga membuat hamba terlindung dari api.." Ucap Benda kecil tersebut.
"Ternyata seperti itu . Tapi aku memiliki elemen api yang masih lemah sedangkan elemen lain aku belum tahu, apakah kau tidak merasa rugi menjalin kontrak denganku..? " Ucap Guang Manyue
"Tidak akan Tuan.. Hamba tahu tubuh anda memiliki dasar ilmu pengobatan. Soal Elemen yang anda miliki, hamba sudah tahu. jangan khawatir tuan..anda memiliki semua elemen kehidupan manusia. Hanya saja belum timbul semuanya. Anda harus banyak berlatih. Dan saat Nanti, anda bisa menguji elemen yang anda miliki di batu uji. Barulah anda akan tahu " Ucap Tungku di depannya. Mendengar ucapan tungku obat, bukan hanya Manyue yang kaget, tapi Liuli juga kaget sekaligus gembira.
" Kalau begitu anda harus melakukan Kontrak dengan tungku obat Phoenix , tuan.. " Seru Liuli gembira.
" Tungku obat Phoenix..? " Ucap Manyue dengan wajah kaget.
" Benar tuan..hamba terkenal dengan nama tungku obat Phoenix. " Ucap Sang tungku obat.
"Baiklah aku akan melakukan kontrak dengan tungku obat.. " Dan kembali Manyue melukai jemari tangannya dan meneteskan darahnya ke dalam tungku obat yang melarang di udara.
Darah segera meresap kedalam tungku obat Phoenix. Dan tak lama terlihat cahaya keemasan keluar dari dalam tungku obat, bersinar dengan cerah menyelubungi Manyue dan tungku Phoenix. Seperti saat melakukan Kontrak dengan Jingu, Manyue merasakan puluhan ilmu pengobatan mengalir deras di dalam otaknya. Dan anehnya, saat menerima kekuatan tungku obat, Dia tidak merasakan kesakitan seperti saat menerima kekuatan Jingu.
Saat kekuatan tungku Phoenix masuk kedalam memori otaknya, dia malah merasakan kalau kekuatan otaknya malah terasa sangat kuat. Puluhan ilmu pengobatan seperti tersimpan dengan sangat cepat di dalam otaknya. Kekuatan ilmu pengobatan tersebut membuat Dia merasa rileks dan tenang. Serta hawa dingin dan sejuk masuk kedalam otaknya. Merasakan kekuatan itu, membuat Guang Manyue gembira. Walaupun merasa keanehan dari kekuatan yang dia rasakan di dalam otaknya, Manyue diam saja. Dia hanya menerima semua ilmu yang masuk kedalam otaknya dengan tenang . Tak berapa lama, akhirnya cahaya pun memudar secara perlahan. Dan Manyue merasakan tubuhnya sangat ringan dan otaknya terasa sangat terang. Yang tidak di ketahui Manyue adalah, kedua benda sakti tersebut telah membuat Dia menjadi semakin cerdas dan kuat. Di kemudian hari dia akan menjadi ahli pengobatan yang tidak ada tandingannya .
Dan saat dia membuka matanya, Dia melihat kalau otak dan Matanya sangat jernih dan terang. Dan Dia tidak menyadari kalau kilau cahaya matanya kini telah berubah. Sekarang cahaya matanya terlihat terang jernih namun memancarkan cahaya dingin. Dan saat melihat kearah tempat tungku tadi melayang, Ternyata Tungku Phoenix telah hilang. Melihat itu, Guang Manyue tidak mencari lagi. Karena Dia yakin kalau tungku Phoenix telah berada di alam bawah sadarnya.
Liuli yang melihat semua yang terjadi pada tuannya, merasa sangat gembira . Dia benar-benar bangga pada sang Tuan. Karena setelah ini, tanpa pelajaran darinya, sang Tuan akan muda mempelajari Ilmu pengobatan. Dan soal meracik obat, dia yakin kalau Guang Manyue sekarang ahlinya. Kini tubuh gadis itu terlihat memancarkan cahaya samar dari dalam tubuhnya. Dan penampilannya juga semakin menawan. Kulit sehalus pualam dan putih berkilau bagai Giok putih salju. Membuat tubuh dan wajahnya semakin cantik menawan. Memang dasar wajah tuannya Cantik rupawan, di tambah dengan kekuatan pedang dan Tungku emas, membuat tubuhnya semakin menarik. Matanya hitam kebiruan, memancarkan kecerdasan yang tak bisa di elakkan . Benar- benar membuat iri orang yang melihatnya. Menatap sang Tuan, Liuli tersenyum bahagia dan bangga.
Setelah itu Guang Manyue kembali melangkah melihat keadaan lantai Satu Menara yang penuh dengan artefak - artefak yang tak ternilai harganya tersebut. Namun saat langkahnya sampai di sudut ruangan, terlihat sebuah pedang yang memancarkan cahaya yang sangat dingin.
"Tuan.. Pedang inilah yang aku maksud. .." Ucap Liuli. Guang Manyue menatap pedang yang ada di depannya. Dia terdiam untuk merasakan perasaan pedang inti Es di dalam kesadarannya. beberapa menit kemudian dia mendapatkannya .
"Kau pedang Inti Es kan..?" Tanya Guang Manyue.
"Benar Tuan.. Tapi aku belum sepenuhnya tunduk padamu..." Ucap pedang Inti salju dengan nada angkuh. Mendengar itu Guang Manyue tersenyum. Guang Manyue sadar kalau sebuah artefak tingkat tinggi tak muda tunduk pada manusia.
"Benarkah ...?" Lalu Guang Manyue duduk bersikap di tempat Itu, dia lalu mulai bermeditasi untuk membuat pedang di depannya tunduk sepenuhnya padanya. Segera dia mengeluarkan tekanan kekuatan pada Pedang Inti Es. Guang Manyue merasakan perlawanan yang sangat kuat dari pedang Inti Es. Dengan menggunakan kekuatan mentalnya yang telah semakin kuat, Guang Manyue menekan aura pedang dingin yang terus menyerangnya. Pertarungan kekuatan mental mereka berdua, membuat suasana di dalam ruangan itu mencekam. Hawa dingin menyebar di sekitar Guang Manyue. Setelah cukup lama Guang Manyue menekan dan melawan kekuatan pedang inti Es, lambat laun dia merasakan tekanan pedang di depannya semakin melemah . Mungkin karena kekuatan dari pedang Cahaya emas telah bersamanya, tak lama akhirnya pedang Inti Es menyerah.
"Maafkan hamba tuan... " Ucap Pedang inti Es .
"Kau sudah yakin dengan kekuatanku, dan kau mau bersamamu...?" Tanya Guang Manyue.
"Hamba mau Tuan.. Hamba akan mengabdi pada Tuanku..." Ucap pedang Inti es dengan suara lembut. Suara besar namun tegas biru terdengar lembut saat berbicara pada Guang Manyue.
"Kalau begitu, nanti temani aku berlatih jurus pedang hati es..." Ucap Guang Manyue.
"Tidak semuda itu anda berlatih ilmu pedang hati es Tuan.. Anda akan mendapat ujian berat dari ilmu tersebut...namun hamba tetap akan bersama Anda..." Ucap Pedang Inti Es.
"Kau tahu ilmu pedang Hati Es..? " Tanya Guang Manyue.
"Saya sangat mengenalnya tuan. Sebenarnya buku tentang ilmu pedang hati Es berasal dari pendekar Kelana. Tapi ratusan tahun lalu benda itu hilang di curi oleh seseorang ... Dan ternyata sekarang ada di tangan Tuanku.. " Ucap Pedang Inti Es menjelaskan pada Guang Manyue
"Di curi.. Jadi buku ini buku curian...? Lalu di mana pendekar kelana sekarang ..? " Tanya Guang Manyue.
"Sudah pergi menghadap sang Pencipta. Tapi dia berkata kalau seseorang yang berjodoh dengan hamba, itulah pemilik dari buku Ilmu pedang hati Es selanjutnya..." Ucap Pedang Inti Es menjelaskan soal buku Ilmu pedang hati Es.
"Apakah pendekar kelana itu tuanmu sebelum berada di tempat ini ..? " Tanya Guang Manyue.
"Benar Tuan.. Pendekar Kelana adalah tuan pertamaku..." Jawab pedang inti es .
"Kalau begitu tidak ada masalah kan kalau aku mempelajari ilmu Pedang hati Es..? " Tanya Guang Manyue.
"Tidak masalah tuan...hamba akan membantu Anda.." Ucap Pedang inti Es dengan suara terdengar agak sedih. Mendengar ucapan Dari Pedang yang ternyata berwarna Putih dan memancarkan cahaya Putih cemerlang dengan aura sangat dingin Membuat Guang Manyue tertegun sejenak. Dia menyadari kalau Pedang di depannya teringat pada pemiliknya . Tapi Dia tak menyangkal kalau Benda seperti ini juga punya perasaan. Tak lama Guang Manyue tiba-tiba bersujud tiga kali dan berkata.
"Guru.. Saya Guang Manyue memberi hormat pada Guru. Semoga Guru rela memberikan Ilmu pedang hati Es bersama Pedang Inti Es pada murid ini. Mohon bimbingannya Guru.. " Ucap Guang Manyue. Dan sujud tiga kali. Setelah itu Dia berdiri.
"Mulai hari ini aku menganggap Guru Kelana adalah Guruku .. " Ucap Guang Manyue .
"Selamat Tuan.. Anda telah memiliki seorang Guru.. " Ucap Lili gembira . Sedangkan Guang Manyun sendiri segera memegang pedang yang melayang di depannya.
Dan saat dia memegang pedang inti Es, Guang Manyue merasakan kalau pedang itu sangat ringan. Dan perasaan dingin menjalan kedalam tubuhnya melalui tangan yang memegang Pedang.
"Tuan.. Biarkan pikiran anda rileks. Dan biarkan kekuatan hamba masuk kedalam tubuh anda untuk mengenali dan mengikat tuan sebagai tuan hamba... " Terdengar suara Pedang inti Es di dalam Fikiran Guang Manyue .
"Baik.. Lakukan saja.. " Jawab Guang Manyue. Dia berdiri dalam Diam. Membiarkan kekuatan dingin menjalan ke seluruh tubuhnya . Dia terlihat sangat tenang, karena Dia tidak merasakan aura berbahaya dari pedang Inti Es. Guang Manyue merasakan hawa dingin yang ada di dalam tubuhnya perlahan menyebar ke seluruh tubuhnya. Dari ujung kaki sampai kepala. Setelah hampir tiga puluh menit kemudian, hawa dingin berangsur- angsur hilang . Dan tak lama Dia kembali merasakan Hawa dingin tersebut telah hilang.
"Sudah selesai Tuan..." Ucap pedang Inti es.
"Bagus.. Aku akan mempelajari Ilmu pedang Hati suci. Saat aku sudah bisa berlatih, aku akan memanggilmu.." Ucap Guang Manyue.
"Baik Tuan..." Segera Guang Manyue menaruh kembali pedang di tempat semula. Dan Dia sendiri Ingin melanjutkan langkahnya. Namun saat Dia ingin melangkah pergi, Tiba-tiba terdengar suara ke kanakan milik Belati kecil.
"Tuan.. Hamba ikut anda keluar. .!"Seru belati tersebut yang langsung melayang di depannya.
" Kau ini... sebentar lagi aku harus keluar dari tempat ini . dan kau tidak boleh ikut.." Ucap Manyue sambil mengusap lembut belati di tangannya.
" Tidak tuan.. Hamba ingin bersama anda... " Serunya dengan suara kecil seperti anak kecil yang sedang menahan tangis .
" Baiklah kalau itu maumu. Lalu apakah kau punya Nama...?" Tanya Manyue.
" Tidak tuan..." Jawab belati kecil dengan aura dingin tersebut menjawab dengan cepat.
"Karena Kau memiliki aura dingin, kau ku beri nama Xiao Bing , kau mau..?" Tanya Manyue pada belati di tangannya.
" Tentu saja saya mau tuan..." Seru belati kecil dengan nada semakin gembira. Manyue akhirnya menyelipkan benda tersebut di lengan bajunya. Namun Xiao Bing tiba-tiba berubah menjadi jepit rambut dan melompat keatas kepala Guang Manyue. Tentu saja perbuatannya membuat Guang Manyue kaget bukan main.
"Kau..kau bisa berubah ...?" Seru Guang Manyue sambil meraba jepit rambut yang ada di kepalanya.
"He he he...maaf Tuan.. Aku memang bisa menjadi benda apapun yang hamba inginkan. .." Ucap Si kecil Xiao Bing.
"Benda apapun itu...?" Tanya Guang Manyue.
"Iya tuan..." Jawabnya.
"Jika aku menginginkan kau menjadi tingkat...?" tanya Guang Manyun.
"Hamba akan melakukannya..." dengan segera belati kecil berubah menjadi Tongkat pendek sepanjang 50 Cm . membuat Guang Manyue menatap dengan wajah gembira.
"Kau hebat Xiao Bing.. sekarang kembalilah menjadi jepit rambut , kita akan segera keluar..." ucap Guang Manyue.
"Baik Tuan... " belati kecil berubah kembali menjadi jepit rambut sederhana dan kembali menghiasi rambut Guang Manyun yang di ikat ekor kuda.
" Sekarang Ayo kita pergi ..." Ucap Guang Manyue. Dan Guang Manyue pun kembali melangkah . kini mereka menuju tangga yang ada di pojok ruangan. Dengan langkah ringan dia menaiki tangga dan benar saja apa yang di katakan Xiao Li , terlihat pintu tertutup di puncak tangga. Pintu ruang lantai dua terbuat dari batu hitam. Dan pintu tersebut terlihat sangat kuat dan kokoh. Manyue segera memeriksa pintu tersebut, Memang benar ternyata tidak bisa di buka. Tidak ada alat mekanik yang bisa membuat pintu tersebut terbuka. Guang Manyue mencoba mencari di sekitar pintu itu. Tapi tidak ada tombol atau apapun yang bisa membuat pintu terbuka .
" Benar katamu Liuli, pintu ini tidak dapat di buka.." Ucap Guang Manyue setelah memeriksa seluruh sisi pintu batu tersebut.
" Hamba juga sudah memeriksa sekitar pintu itu. Tidak ada benda apapun yang bisa membukanya tuan..."Jawab Liuli.
"Kalau begitu kita pergi saja Li.. Mungkin suatu saat pintu ini akan terbuka sendiri... "Jawab Manyue yang langsung berbalik menuruni tangga. Liuli terbang mengikuti langkah Manyue turun tangga. Mereka melangkah keluar dari menara . Manyue ingin berlatih ilmu pedang. Kebetulan di sebelah Menara, terlihat tanah lapang yang sesuai untuk melatih ilmu pedang . Dia ingin mencoba ilmu dasar dari ilmu pedang pemberian dari Pedang Cahaya emas.
" Li.. Aku ingin berlatih sebentar di sini... "Ucap Manyue sambil melangkah ke tengah tanah kosong tersebut.
" Benar sekali pilihan anda Tuan.. Tempat ini sangat cocok untuk berlatih pedang.." Ucap Liuli. .
"Anda bisa berlatih dengan salah satu pedang yang ada di dalam menara , Tuan..." Terdengar suara dari pedang Cahaya.
"Tapi aku enggan kembali masuk kedalam menara hanya untuk mengambil pedang ...aku rasa ranting ini cukup lumayan sebagai pengganti pedang..." ucap Guang Manyue sambil mengambil ranting kecil yang kebetulan ada di sana.
"Jangan memakai ranting, kekuatan ranting dan pedang berbeda. Anda bisa mengambil pedang tanpa harus kembali ke Menara , Tuan... Cukup anda bayangkan, pedang mana yang ingin anda pakai, sebuah pedang akan segera berasa ditangan anda..." Jawab Pedang Cahaya.
"Benarkah...? Gampang sekali..." Seru Guang Manyue. Lalu dia membayangkan salah satu pedang sederhana yang dia ingat. Dan tiba-tiba pedang tersebut telah ada di genggamannya. Membuat Guang Manyue kaget sekaligus gembira.
Dengan gembira Akhirnya Guang Manyue berlatih pedang seperti arahan Pedang Cahaya. Mulanya gerakan Manyue perlahan dan ringan . Namun tak lama gerakannya berubah menjadi cepat. Butuh waktu seharian penuh Guang Manyue berlatih satu ilmu pedang dari salah satu ilmu yang dia dapatkan dari Pedang cahaya Emas . Dan pedang Jingu membimbing Dia dengan sangat sabar . Setelah berlari selama hampir seharian di ruang Dunia kecil, Guang Manyue mendengar ketukan di pintu kamarnya , serta suara Ansi memanggil namanya. Segera Dia menyudahi latihannya, Dan segera kembali kedalam ruang kamarnya. Dengan segera Dia turun dari ranjangnya, ketika kembali terdengar ketukan dan suara Ansi memanggil namanya .
"udahan dulu ya..aku lanjut pada. pada episode selanjutnya
Bersambung.
selalu up semangat💪💪💪💪