NovelToon NovelToon
LOVE YOU, ANNE

LOVE YOU, ANNE

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:693.3k
Nilai: 4.8
Nama Author: PimCherry

Vianne Collins, seorang wanita yang berhasil mendapat gelar dokter, karena bantuan dari seorang pria paruh baya bernama George Orlando. Baginya, tak ada yang lebih penting selain Tuan George Orlando.

Zayn Richard, atau dikenal dengan nama Zero, merupakan asisten pribadi dari Axton Williams. Ia menjalin hubungan dengan Vianne, demi melupakan seorang wanita yang tak lain adalah adik dari atasannya sendiri, Alexa Williams.

Namun, Zero menganggap bahwa ia tak bisa melanjutkan hubungannya dengan Vianne karena ia tak bisa mencintai wanita itu dan memutuskan untuk mencintai Alexa dalam diam, meski wanita itu sudah menikah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PimCherry, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MENCERAIKAN ISTRIKU

Byurrr ...

Mata Vianne mengerjap dan merasakan dingin di sekujur tubuhnya. Ia ingin bergerak tapi tak bisa. Tangan dan kakinya terikat di sebuah kursi kayu.

"Bangun! Dasar pemalas!" Vianne bisa mendengar teriakan seorang wanita.

Ia melihat ke arah sumber suara dan matanya langsung membulat ketika menyadari siapa yang ada di hadapannya.

"tha?"

Samantha tertawa di hadapan Vianne. Ia bisa melihat wajah Vianne yang tak berdaya dan ia senang akan hal itu. Ia baru menyadari, seharusnya sejak lama ia melakukan ini.

"tha, tha, tha, tha ... Menjijikkan! Aku tak sudi namaku disebut oleh wanita sepertimu!" ujar Samantha.

"Ada apa, tha? Ada apa sebenarnya?" tanya Vianne yang heran dengan sikap Samantha.

"Kamu bertanya ada apa? Seharusnya kamu itu sadar diri! Kamu itu bukan siapa siapa, kamu itu tidak pantas berteman denganku. Bahkan diam diam kamu menyukai kekasihku, iya kan?!"

Vianne terdiam. Ia tahu jika Samantha sedang marah seperti saat ini, maka akan lebih baik kalau ia diam. Dulu, saat sekolah, Samantha pernah marah pada salah seorang teman lain. Vianne tahu itu kesalahan Samantha, dan ketika ia membela orang itu, Samantha semakin marah.

"Aku tahu sejak dulu kamu menyukai Julian kan? Dia itu pria idaman di sekolah dan kamu seharusnya tahu bahwa Julian hanya boleh menyukaiku, hanya boleh menjadi milikku!" ucap Samantha dengan nada tinggi.

"Aku tidak pernah ingin mengambilnya darimu, tha. Sungguh!" Vianne tak ingin terus tersudut. Ia juga bukan wanita yang ingin menghancurkan hubungan orang lain.

"Cihhh!!! Kamu kira aku tidak tahu kalau kamu bertemu dengan Julian di belakangku? Saat ini maupun saat kita masih sekolah dulu."

Degggg

Vianne terdiam kembali. Ia tak tahu bahwa ternyata Samantha mengawasi gerak geriknya selama ia sekolah dulu. Bahkan saat ini ia juga diawasi. Bukankah mereka baru bertemu?

"Aku tak mendekatinya, tha. Dia yang datang padaku," ucap Vianne pada akhirnya, "aku juga tak menggubrisnya. Aku masih menganggapmu sebagai sahabatku."

"Sahabat? Kamu kira aku mau menjadi sahabatmu? Kamu kira aku suka? Tidak! Tujuanku hanya 1 yakni menghancurkanmu!"

Sebuah pistol diarahkan oleh Samantha pada Vianne. Dengan kedua tangan ia menggenggam pistol tersebut.

"Apa yang kami lakukan, tha? Jangan bermain main dengan senjata itu," ucal Vianne.

"Aku tak bermain main. Aku sangat senang saat melihatmu ... MATI!!"

Pintu ruangan tiba tiba terbuka dan Samantha melihat itu. Ia tak suka melihat siapa yang datang. Ia ingin keduanya hancur.

Dorrr ... Dorrr ...

"Vianne!" teriak Julian saat melihat peluru itu berhasil menembus tubuh Vianne. Kursi yang diduduki oleh Vianne terjatuh ke belakang.

Julian yang datang bersama dengan pihak kepolisian, langsung menghampiri Vianne. Sementara itu para polisi langsung membekuk Samantha.

Samantha tertawa lepas, "Ia akan mati dan kamu akan menderita selamanya, Julian! Aku puas, aku sangat puas!"

"Vi ....," Julian membuka ikatan kaki dan tangan Vianne, kemudian menggendong wanita itu dan langsung membawanya, setelah sebelumnya ia meminta izin pada pihak kepolisian.

**

"Pergilah, kami yang akan menjaganya," ucap Wesley pada Julian.

"Tidak! Aku akan tetap di sini," ucap Julian.

"Kamu harus pergi ke kantor polisi. Mereka membutuhkan kesaksianmu. Setelahnya, kamu bisa kembali ke sini."

Julian menghela nafasnya kasar, rasanya ia tak ingin beranjak dari rumah sakit. Ia ingin selalu berada di sisi Vianne. Ia ingin menjadi orang pertama saat wanita itu membuka mata.

Kabar kondisi Vianne didapat oleh Wesley dari pihak kepolisian. Ia baru mengetahui bahwa Vianne diculik karena supir yang membawa Vianne sebelumnya kembali ke rumah setelah mendapatkan pesan dari petugas keamanan rumah sakit, sehingga ia menghubungi pihak kepolisian.

Setelah Julian pergi, Wesley menunggu di depan ruang operasi. Ia tak ingin memberitahukan kondisi Vianne pada Tuan Orlando karena pasti akan mempengaruhi kesehatannya. Ia harus mencari alasan yang tepat yang tidak menyakiti Tuan Orlando.

Operasi berjalan hingga 6 jam. Selain mengeluarkan 2 peluru dari tubuh Vianne, ia juga harus menjalani pembedahan kepala karena terjadi penggumpalan darah akibat terbentur lantai saat terjatuh.

Dokter keluar dari ruang operasi dan Wesley masih dengan setia menunggu di sana.

"Bagaimana?" tanya Wesley yang sudah mengenal dokter di sana.

"Kita bicara di ruanganku saja," ucap Dokter Hans.

Keduanya berjalan memasuki ruangan pimpinan rumah sakit. Ya, Dokter Hans adalah pimpinan rumah sakit tersebut. Ia juga adalah seorang dokter bedah syaraf yang sangat disegani.

Dokter Hans dan Wesley duduk berhadapan. Dokter Hans menyalakan sebuah alat untuk melihat hasil rontgen. Ia memasangkan gambar hasil rontgen kepala Vianne di sana.

"Peluru yang bersarang di tubuhnya sudah berhasil kami keluarkan. Sebuah peluru berhasil menyerempet jantung Vianne sehingga kondisinya harus kami lihat lagi setelah operasi."

Wesley mengangguk mengerti. Sebelum operasi dilaksanakan pun Wesley sudah diberi tahu oleh Dokter Hans bahwa luka yang dialami Vianne cukup parah.

"Penggumpalan darah di otaknya juga sudah kami lakukan proses trombektomi. Aku harap ia bisa segera sadar agar bisa dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh sekali lagi," ucap Dokter Hans.

"Lakukan yang terbaik. Aku hanya meminta jangan memberitahukan masalah ini pada Tuan Orlando atau siapapun. Aku ingin memastikan kondisi Vianne terlebih dahulu," ucap Wesley.

"Aku mengerti. Serahkan semuanya padaku."

"Oya, aku juga meminta padamu agar memberikan ruangan khusus untuk Vianne dan aku juga akan memberikan penjagaan ketat. Aku tak mau sampai ada yang mengganggu proses pemulihannya."

Dokter Hans menganggukkan kepalanya. Setelah itu, mereka puna keluar dari ruangan dan kembali ke ruang operasi. Di sana Vianne telah selesai dan akan dipindahkan ke dalam ruang VIP yang telah disiapkan.

Wesley menghela nafasnya pelan saat melihat kondisi Vianne yang masih dapat dikatakan tidak baik baik saja.

"Bangunlah, Vi. Uncle masih menunggu dan merindukanmu. Apa yang harus kukatakan padanya jika ia mencarimu?"

Julian yang baru sampai setelah memberikan kesaksian di kantor polisi, melihat proses pemindahan Vianne. Ia ingin mengikuti langkah para perawat yang membawa Vianne.

"Kamu tak boleh mengikutinya," ucap Wesley.

"Apa maksudmu?" tanya Julian.

"Vianne akan mendapatkan perawatan eksklusif dan tak ada yang boleh masuk sembarangan. Hanya boleh dokter, perawat, dan penanggung jawabnya, yakni aku."

"Mana bisa begitu? Aku yang menolongnya. Aku ingin ada di sampingnya."

"Kamu menolongnya? Bukankah justru kamu yang menyebabkan dirinya sampai mengalami hal seperti ini? Jika kamu tak mendekatinya, maka ia tak akan mengalaminya. Ia masih berada dalam keadaan sehat," ucap Wesley.

"Aku tahu semua yang kamu lakukan. Jangan mencari muka di hadapan Vianne atau aku akan membongkar semua kebusukanmu di depannya saat ia sadar nanti," ucap Wesley lagi.

"Aku mencintainya! Aku menunggunya selama ini," ucap Julian.

"Menunggunya? Kamu sudah menikah setahun yang lalu. Sebaiknya kamu pulang dan mengurus istrimu. Jangan datang ke sini hanya untuk mengganggu Vianne."

Degggg

Julian cukup kaget karena Wesley mengetahui rahasia yang ia sembunyikan selama ini. Bahkan Samantha saja tidak tahu.

"Aku akan menceraikan istriku."

🧡 🧡 🧡

1
Ima Kristina
Ceritanya tidak bertele-tele aku suka author memang keeen
Ima Kristina
salah paham deh
Ima Kristina
Syukurlah akhirnya Wesley dan Freya menikah juga ...
Ima Kristina
Wesley to do point gercep bagus bagus
Ima Kristina
Zero main sosor saja ... beruntung sekali pasangan Zero dan Anne tinggal menempati rumah mewah
Ima Kristina
Syukurlah Jean dan baby nya baik' saja
Ima Kristina
Wesley curang dia sudah tahu kesukaan Freya dari zero
Ima Kristina
Ayolah Frey kasih kesempatan buat Wesley mengenalmu lebih dekat lagi
Ima Kristina
Bagus Wesley kamu harus bersikap baik sama Zero yang menjadi wali Freya
Ima Kristina
Semuga Wesley segera bisa meluluhkan hati Freya
Ima Kristina
next
Ima Kristina
apes banget Wesley adeknya ditendang Freya lagian sudah tahu Freya bukan wanita lemah main sosor saja
Ima Kristina
Wesley cemburu hahaha
Ima Kristina
Fix ini Wesley jatuh cinta beneran sama Freya
Ima Kristina
waduh licik juga zero mengorbankan Freya demi kepentingan pribadi hahaha
Ima Kristina
Anne Jang nyusul ke Indonesia nanti zero besar kepala
Ima Kristina
makin seru bacanya Thorr menghibur banget pokoknya lanjut kakaaa
Ima Kristina
Jatuh cinta bisa membuat orang uring iringan
Ima Kristina
Pasti Wesley shock mengetahui fakta Freya adalah bodyguard keluarga William
Ima Kristina
Bukannya Barbara sudah dipecat kok masih di kantor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!