NovelToon NovelToon
The CEO'S Second Chance

The CEO'S Second Chance

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: simnuna

Tidak semua cinta pertama berakhir dengan kebahagiaan. Bagi aruna, gadis yatim piatu yang hidup dari beasiswa dan kerja keras, jatuh cinta pada siswa paling populer di sekolah adalahawal dari mimpi buruk yang selama ini tak ingin dia miliki..dia bahagia, namun kebahagaan itu ternyata di bangun diatas sebuah taruhan konyol para anak orang kaya itu. Saat kebenaran terungkap, aruna kehilangan lebih dari sekedar cinta..penghianatan, perundungan, dan kehilangan yang tak tergantikan menghancurkan hidupnya hingga dia memilih menghilang dari masa lalu. Bertahun-tahun kemudia, takdir mempertemukan mereka kembali. Kini, pria yang dulu menghancurkan dunianya telah menjadi seorang pria yang rela melakukan apapun untuk mendapatkan kesempatan kedua. Sayangnya, tidak semua luka dapat di sembuhkan dengan kata maaf… Penasaran?…yuk kepoin ceritanya….

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon simnuna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20

Liam menoleh..dia terdiam melihat aruna yang berdiri di depanya..tak ada kacamata, tak ada poni maupun rambut kepang dua yang menghalangi pemandangan pria itu..liam terperangah seketika..sedangkan aruna merasa tak nyaman di tatap begitu.

“Apa aku menganggu penglihatanya..”batin aruna.

“Cantik..”batin liam.

________________________

“Hmm..hujan di luar masih sangat lebat..”ucap aruna pelan berbasa basi..liam kembali tersadar dari lamunannya.

“Hmm aku juga melihatnya..”balas liam bersikap cuek..aruna kembali terdiam canggung..dia akhrirnya memilih berjalan menyimpan baju kotornya..dia juga membereskan peralatan sekolahnya, berusaha tetap sibuk..sedangkan liam terus memperhatikan gadis itu, terutama punggungnya.

“Punggung lo kenapa?..”tanya liam..aruna terdiam.

“Ga kenapa-kenapa..”jawab aruna mengalihkan pandanganya dari tubuh liam.

“Jangan bohong..”ucap liam manatap datar aruna.

“Benaran..aku ga bohong..”ucap aruna..liam masih menatapnya tak percaya..tatapan pria itu membuat aruna cemas..dia bejalan panik menjauhi tatapan liam..tapi saat bangun tak sengaja punggungnya menabrak rak yang tersangkut di dinding.

“Argg..”aruna berteriak pelan..badannya kembali berongkok menahan rasa sakit..liam seketika berdiri dan mendekati aruna..pria itu memegang kedua pundak aruna dan mendapati punggung gadis itu yang kembali berdarah..tanpa aba-aba liam langsung menyibak kaos oversize aruna..dan pemandangan di depan saja membuat rahang liam mengeras..dia menatap wajah aruna yang masih terpejam menahan rasa sakit.

Liam langsung menarik tubuh gadis itu ke kasur dan membaringkan aruna di sana..saat hendak kembali menyibak pakaian aruna, gadis itu menahan tangan liam sambil menggeleng kecil.

“Jangan melawan..lo gamau kan luka lo infeksi?..”tanya liam..aruna terdiam..sejujurnya di malu punggungnya dilihat oleh liam..dia juga tidak mau pria itu merasa kasihan akan nasib malangnya.

“Jangan..”ucap aruna pelan.

“Keras kepala..”ucap liam..tanpa menghiraukan ucapan aruna, liam langsung menyibak baju gadis itu..dan lagi-lagi pemandangan mengerikan itu membuat rahang liam mengeras.

“Jangan tanya, obati saja..”ucap aruna saat melihat liam hendak melayangkan pertanyaan..liam terdiam.

“Mana obatnya?..”tanya liam..aruna menunjukkan letak salep lukanya..liam dengan cepat mengambil salep.

“Buka sendiri atau gue yang bukain?..”tanya liam..dengan cepat aruna menggeleng..gadis itu berbalik dan membuka bajunya memunggungi liam..sedangkan pria itu hanya menatap luka itu tanpa melihat hal yang lain.

Aruna kembali tengkurap..liam mulai mengobati punggung aruna..sesekali gadis itu meringis pelan.

“Kenapa lo biarin aja luka separah ini?..”tanya liam di sela-sela kegiatanya.

“Bagian itu aku ga sampe..”ucap aruna..liam mengentikan gerakan tanganya.

“Bagian ini?..berarti ada luka di bagian lain?..”tanya liam menatap aruna curiga..aruna dia tak menjawab..liam menghela nafas pelan.

Setelah selesai, aruna kembali memakai bajunya.

“Terimakasih..”ucap aruna..dia masih belum berani menatap liam karna tubuh pria itu yang masih belum memakai baju.

“Hmm..lain kali biar gue yang ngolesin salepnya kalau lo ga bisa..”ucap liam.

“Nga usah..aku bisa sendiri..”tolak aruna.

“Kalau bisa, luka lo ga akan separah ini..”uca liam tajam.

“Dan jangan lupa bawa ke dokter..”ucap liam lagi

“Iya-iya..”aruna hanya mengiyakan.

Tak lama terdengar panggilan masuk..aruna merogoh tasnya, dan terlihatlah ponsel bututya memperlihatkan panggilan dari diana.

“Halo di..”sapa aruna.

“Kamu udah pulang na?..atau masih di ruang belajar?..”tanya gadis itu di seberang sana.

“Aku udah di rumah di..”jawab aruna.

“Syukurlah..aku fikir masih disana..hujannya lebat banget..”ucap diana.

“Aku baik-baik aja di..”ucap aruna.

Liam manatap aruna dan ponsel butut gadis itu bergantian..sedangkan telinganya mendengar dengan cermat percakapan mereka.

“Paman kamu ga mukul kamu lagi kan na?..”tanya diana di seberang sana..aruna menatap liam yang juga menatapnya.

“Aku baik-baik saja..yasudah aku matikan dulu..aku ngantuk..”ucap aruna dengan cepat mematikan panggilan dari diana.

Sedangkan liam mesih menatap gadis itu, membuat aruna semakin tidak nyaman.

“Eh aku sepertinya punya baju yang bisa kamu pakai deh..”ucap aruna dengan cepat menuju lemari plastik dan mengeluarkan kaos miliknya.

“Ini pakailah..sudah ku cuci..”ucap aruna..liam menatap lama pakaian yang disodorkan aruna itu.

“Pakai saja..dari pada seperti ini..kamu bisa kedinginan..disini aku gapunya penghangat..”ucap aruna..liam akhirnya menerima sodoran gadis itu..lagian pemadangan perut kotak-kotak liam itu tak baik untuk jangtungnya.

Liam akhirnya memakai baju itu..mereka kembali terdiam canggung..tak lama terdengar bunyi perut aruna..aruna menunduk malu..sedangkan liam berdiri dan meraih pelastik makanan yang tadi mereka beli.

“Makanlah..”ucap liam menyodorkan makanan itu..tanpa menolak lagi aruna langsung memakanya..dia juga menawarkanya pada liam..karna lapar..liam juga ikut memakan makanan yang semulanya pria itu belikan untuk aruna.

.

.

Sudah satu jam berlalu..tapi tak ada tanda-tanda hujan akan berhenti..malah semakin lebat dengan guntur yang menghiasi langit diatas kosan itu..aruna terdiam..dia manatap liam yang dengan santai tiduran di kasurnya sambil bermain ponsel..mata aruna terasa berat, dia sangat mengantuk..tapi tak mungkin tidur saat liam masih disana..apalagi kasur gadis itu di kuasai sepenuhnya oleh liam.

Aruna akhirnya menuju cermin dan mengeringkan rambut panjangnya..rambut itu tergerai indah..aruna menuju kearah liam.

“Kamu ga pulang?..”tanya aruna..liam menoleh..lagi-lagi dia terperangah dengan gadis di depanya itu..rambut aruna yang tergerai sungguh membuat gadis itu menjadi orang yang sangat berbeda..liat terpana melihat aruna versi di rumah..dia sangat beda saat disekolah..bila disekolah membuat mata sakit melihatnya..sedangkan di rumah sosoknya membuat mata sangat ingin terus menatapnya.

“Liam..”panggil aruna lagi saat liam tak menyahut..liam akhirnya tersadar.

“Lo ngusir gue di tengah hujan lebat gini?..”tanya liam..aruna menggeleng panik..sudur bibir liam terangkat pelan melihat kepanikan aruna.

“Lucu..”batin pria itu.

“Bukan begitu..aku sudah mengantuk, mau tidur..”ucap aruna.

“Ya tidur saja..”jawab liam enteng.

“Tapi..”aruna merasa tak enak.

“Kenapa?..mau gue peluk?..”tanya liam menatap jahil aruna.

“Ngak bukan gitu..”jawab aruna cepat.

“Lalu?..”tanya liam seolah tak mengerti..aruna terdiam tak tau harus menjawab apa..dia juga tak enak mengusir liam setelah pria itu mengantar dan membelikan makanan untuknya..apalagi kebaikan pria itu padanya beberapa hari ini.

Aruna menghela nafas pelan..dia akhirnya menuju lemari dan mengeluarkan selimut cadangan miliknya..dia menggelar selimut itu tak jauh dari kasurnya..dan merebahkan tubuhnya disana.

“Tidur tengkurap, atau luka lo bisa sakit..”seru liam..aruna tak banyak kata langsung mengubah posisinya.

“Aku tidur duluan..kamu tidurlah..”ucap aruna..karna terlalu mengantuk..gadis itu langsung tertidur tanpa rasa waspada sedikitpun.

Sedangkan liam memperhatikan aruna dalam diam..mengamati cara gadis itu bernafas, bergerak bahkan ekspresi wajah tertidur aruna..selama satu jam dia terus melakukan itu tanpa merasa bosan sedikitpun.

“Menggemaskan..”ucap liam tanpa sadar.

Ceklek..

“Selamat tidur..”ucap liam..dia kembali memperhatikan foto yang baru saja dia ambil diam-diam..tak lama pria itu juga terlelap mengikuti aruna..wajah mereka saling berhadapan walau dengan jarak yang cukup jauh.

.

.

.

TO BE CONTINUE………..

1
Yensi Juniarti
kapan puncaknya tor gak sabar ..🫣🫣
Yensi Juniarti
lanjuuut ya say 😘😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!