Di usianya yang ke 40 tahun Delon menyandang status sebagai duda dan mempunyai dua anak kembar yang masing-masing berusia 20 tahun.
Hingga suatu ketika dirinya dipertemukan oleh seorang gadis seumuran dengan anak kembarnya yang bernama Joanna.
Entah kenapa Delon merasakan seperti remaja jatuh cinta ketika bertemu dengan Joanna dan tidak bisa berpisah bagaikan lem dan perangko.
Apakah hubungan mereka berakhir bahagia atau kandas di tengah jalan mengingat perbedaan umur mereka yang terpaut 20 tahun.
Ikuti novelku yang ke 1
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Karen Sandra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kamarku
"Hei, ingat ya ini kamarku," ucap Delon dengan nada kesal.
Joanna menatap ke sekeliling ruangan dan benar apa yang dikatakan oleh Delon karena ini bukan kamarnya. Joanna yang tadi ingin melemparkan bantal ke arah Delon terpaksa membatalkannya.
Hening
Hening
Joanna dan Delon saling terdiam sambil mengingat apa yang terjadi sebelumnya hingga akhirnya ....
"Pffftttt ... Hahahaha ..." tawa pecah Delon dan Joanna bersamaan.
Setelah beberapa saat kemudian mereka berhenti tertawa.
"Maaf Kak Delon," ucap Joanna.
"Tidak apa-apa, sekarang aku mau mandi di kamar sebelah," jawab Delon sambil mengambil celana panjang miliknya yang tergeletak di lantai.
"Kak Delon, kenapa adik kecil Kak Delon lebih besar dari punya Pamanku?" tanya Joanna polos sambil menunjuk ke arah tombak saktinya milik Delon.
"Panjang banget lagi sampai melewati celana boxer kak Delon," sambung Joanna polos sambil masih menatap tombak sakti milik Delon tanpa berkedip.
Delon sangat terkejut dengan perkataan Joanna langsung menundukkan kepalanya ke bawah dan benar saja tombak saktinya melewati celana boxernya karena milik Delon memang panjang dan agak besar.
"Tutup matamu!" perintah Delon sambil membalikan badannya membelakangi Joanna kemudian memakai celana panjangnya.
"Memangnya kenapa Kak Delon?" tanya Joanna yang melihat punggung kekar Delon.
Rasa penasaran yang sangat besar membuat Joanna turun dari ranjang kemudian berjalan ke arah Delon.
"Kamu masih kecil, tidak boleh melihatnya," jawab Delon yang belum menyadari perkataan tombak sakti milik Pamannya Joanna.
"Aku sering melihatnya bahkan ukurannya berbeda-beda tapi tidak sebesar punya Kak Delon," ucap Joanna sambil tangannya menyentuh punggung kekar milik Delon.
Grep
"Punya siapa saja?" tanya Delon sambil membalikkan badannya kemudian menangkap tangan Joanna.
Entah kenapa Delon sangat cemburu dan menahan amarahnya ketika Joanna mengatakan hal itu. Tanpa sadar Delon me x re x mas tangan Joanna membuat Joanna meringis.
"Kak Delon sakit," ucap Joanna dengan mata berkaca-kaca.
"Maaf," ucap Delon sambil melepaskan tangan Joanna.
"Kamu bilang sering melihatnya, apakah kamu sering melakukan hubungan suami istri dengan pria yang berbeda?" tanya Delon dengan nada dingin.
"Apakah aku wanita seperti itu?" tanya Joanna dengan mata berkaca-kaca.
Walau Joanna masih polos namun dirinya mengerti apa itu hubungan suami istri membuat Joanna tidak bisa menahan air matanya untuk tidak keluar.
Tes
Tes
Joanna ingin sekali menampar mulut Delon tapi entah kenapa dirinya tidak sanggup melakukannya. Joanna hanya bisa menangis sambil membalikkan badannya.
"Mau kemana?" tanya Delon yang melihat Joanna berjalan ke arah pintu.
"Aku tidak tahu tapi yang pasti aku ingin tinggal di mana orang tidak lagi merendahkan diriku," jawab Joanna.
"Aku pikir Kak Delon beda sama keluargaku ternyata aku salah." sambung Joanna sambil memegang gagang pintu.
"Tunggu," ucap Delon sambil berjalan dengan langkah cepat menuju ke arah pintu.
Grep
"Maaf kalau perkataan Kakak menyinggung perasaan mu, jujur Kakak kaget ketika kamu mengatakan kalau kamu sering melihat adik kecil dengan ukuran yang berbeda karena itulah Kakak mengira kalau kamu sering melakukannya bersama pria yang berbeda," jawab Delon menjelaskan sambil menahan tangan Joanna.
"Jika aku sedih maka aku pergi ke panti asuhan dan di sana aku membantu Ibu pengasuh untuk memandikan anak-anak panti asuhan dimana mereka kebanyakan laki - laki dan masih kecil - kecil karena itulah aku bilang ukurannya berbeda-beda," jawab Joanna menjelaskan.
"Mengenai Paman, jujur Joanna tidak sengaja melihatnya karena Paman bermain di ruang keluarga karena itulah aku bisa melihatnya dan mengatakan kalau punya Kak Delon lebih besar dari punya Paman," sambung Joanna jujur.
"Memang, kamu tadi cerita tentang punya Kak Delon dan punya paman?" tanya Delon penasaran.
"Cerita, pas punya Kak Delon lebih besar dan panjang dari pada punya Paman waktu Kak Delon mau memakai celana panjang," jawab Joanna jujur dan polos.
"Sudahlah jangan bahas itu." ucap Delon.
"Memangnya kenapa Kak Delon?" tanya Joanna polos.
"Pokoknya tidak boleh," jawab Delon dengan nada tegas.
'Gara-gara kamu ngomongin adik kecil membuat adik kecilku sampai sekarang belum tidur,' sambung Delon dalam hati.
"Baik Kak dan jujur aku sangat nyaman bersama Kak Delon tapi karena Kak Delon menuduhku maka aku akan pergi dari mansion ini," ucap Joanna sambil menarik tangannya yang di pegang oleh Delon.
katanya Delon seorang Mafia,Tapi kenapa Alurnya melenceng jauh ya? 🤔🤔🤔
Tapi kenapa di bab selanjutnya outhor bilang William ayah sambung Joanna??
yg udah ada tanda kunin
karna pasti ceritanya lengkap
eeehhh tau² di gantun
truss gk ada kelanjutan
😤😤😤😤😤