Pernikahan yang tak di inginkan nya terpaksa terjadi.
Namun,karna sesuatu, pernikahan yang belum genap sehari itu terpaksa di batalkan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dwieka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bahagia di dalam masalah
"kau.."geram Nayla melihat atasan nya ada di depan rumah nya.
Namun,ia melihat apa yang di lakukan Alvi membuat Nayla terkejut,langsung saja wajah nya menunjukkan ke khawatiran.
"dek,kamu kenapa,kenapa kaki nya di perban begitu?"tanya Nayla khawatir namu masih dengan nada lembut nya.
Mendengar pertanyaan kakak nya membuat Adnan tersenyum.
"gak apa kok kak,hanya saja tadi ada kejadian kecil."ucap Adnan dengan tenang,namun jawaban itu tak membuat Nayla tenang,lalu tatapan nya beralih ke arah Alvi.
"apa yang anda lakukan pada adik saya,kenapa adik saya bisa bersama dengan anda?",tanya Nayla dengan ketus.
Mendengar perkataan kakak nya membuat Adnan tak enak hati.
Sebelum Alvi menjawab Adnan sudah menyela perkataan nya.
"kak,kak Al gak ngelakuin apa pun,justru kak Al yang bantuin aku,coba kalau gak ada kak Al,entah gimana nasib aku tadi"ucap Adnan dengan lembut.
"terserahlah"ucap Nayla cuek,mungkin karena ia masih kesal dengan atasan nya ini.
"ya sudah,ayo masuk"ucap Nayla dengan tangan yang akan menggapai pundak Adnan,namun Alvi menghalangi nya.
"gak usah,kamu duluan aja,biar Adnan sama aku"ucap Alvi sambil tersenyum.
"baiklah"ucap Nayla ketus.
Akhirnya mereka pun berjalan ke dalam rumah dengan Nayla di depan,Adnan dan Alvi di belakang dengan Alvi memapah Adnan.
"assalamualaikum"teriak mereka serentak.
"wa'alaikumsalam."jawab bunda,yang kebetulan datang dari dapur.
"kalian sudah pulang?"tanya bunda belum menyadari keadaan.
"iya Bun"jawab Nayla sambil menyalami bunda nya.
Di susul Adnan dan Alvi,bunda mengereyitkan kening nya karna melihat Alvi untuk pertama kali.
"loh ini siapa?"tanya bunda penasaran.
"saya Alvi Tante"jawab Alvi sopan.
Mendengar jawaban Alvi bunda tersenyum lembut.
"panggil saja bunda,kamu pasti teman nya Nayla kan?"tanya bunda ramah.
Sedangkan yang di tanya hanya tersenyum,dan menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal.
Berbeda dengan Nayla memutar bola mata nya malas.
"bun,ini kak Al yang nolongin aku tadi"ucap Adnan membuat bunda mengalihkan tatapan nya pada anak bungsu nya.
"astaghfirullah,kamu kenapa dek,kenapa kaki kamu di balut perban begini"teriak bunda membuat ayah yang di ruang tamu pun berlari ke arah nya,di susul beberapa orang di belakang nya.
"ada apa ini?"tanya ayah panik.
"loh,Adnan kamu kenapa?"tanya ayah yang tak kalah cemas.
"gak kenapa Napa kok yah,hanya kecelakaan kecil."jawab Adnan santai.
Sedangkan Nayla yang melihat beberapa orang di belakang ayah nya,menatap malas.
Keluarga itu melihat ke arah Alvi,dan seketika menundukkan wajah mereka,mereka bingung kenapa tuan muda dari keluarga Pradipta ada di sini.
"ngapain kalian datang kemari?"tanya Adnan ketus,sedangkan Alvi hanya menatap keluarga itu tajam.
"ka,,kami datang untuk menjelaskan masalah kemarin"jawab Arief gugup.
"ngapain,udah gak ada yang perlu di bahas ini,"ucap Adnan masih saja ketus.
"Adnan,jaga bicara mu"tegur bunda.
"tapi Bun,mereka udah bikin keluarga kita malu,bahkan sampai kak nay masuk rumah sakit"jelas Adnan kesal.
"justru itu,kami kesini ingin menjelas kan dan memperbaiki,dan kami minta maaf yang sebesar besar nya."jawab papa Arief sopan tapi ada nada tegas nya.
"menjelaskan,kenapa baru sekarang,kemarin kemana aja,udah ada gosip tersebar kemana mana baru dateng mau ngejelasin,kalian tuh gak tau kakak aku di gosipin jadi pelakor,bahkan sampai di lempar telur busuk di depan rumah kami sendiri,tapi saat itu kalian pergi entah kemana,dan sekarang dengan enteng nya kalian datang mau memperbaiki,gak salah tuh"cecar Adnan yang kesal saat mengingat kejadian empat hari yang lalu.
Saat pulang dari gedung tempat melaksanakan pernikahan,sampai nya di halaman depan rumah mereka,para warga melempari Nayla dengan telur busuk bahkan sayuran busuk pun,mereka pun mengatakan kalau Nayla seorang pelakor.
Mendengar perkataan seperti itu membuat Nayla shock bahkan saat itu juga Nayla langsung pingsan di tempat.
Semua orang diam tak ada yang membuka suara nya,bahkan Alvi pun diam menyimak pembicaraan mereka,hingga perhatian mereka semua teralihkan karna Nayla pergi dari sana sambil menangis.
"Nayla"panggil ayah,bunda,papa Arief,mama Arief termasuk Alvi,sedangkan Arief hanya diam,tak berani bersuara.
Ayah yang baru menyadari itu mengerutkan kening nya.
"siapa kamu?"tanya ayah tegas.
"saya Alvi,teman nya Nayla om"jawab Alvi tak kalah tegas.
"baiklah,kau boleh pergi"usir ayah sambil berbalik menyusul putri nya.
Bunda mendengar itu merasa tak enak,ia pun meminta maaf,dan Alvi hanya tersenyum lalu pamit dan pergi dari sana.
Meski dalam hati nya penasaran,tapi ia akan mencari tau yang lebih jelas nya lagi,sekali lagi ia ingat saat melihat Nayla pergi sambil menangis,ia merasa tak rela kalau saja tak ada keluarga nya pasti ia akan memeluk nya untuk menenangkan nya.
Kemudian ia mengeluarkan ponsel nya dan menghubungi seseorang dengan serius.
"baiklah,kalau sudah ada hasil nya,segera serahkan kepada ku"ucap Alvi datar,dan segera mematikan telpon nya dan menghidupkan mesin mobil nya dan pergi dari sana.
Sedangkan di dalam rumah Nayla,terjadi ketegangan antara mereka terutama Adnan yang masih saja marah dengan keluarga itu.
Bahkan ia langsung pergi ke kamar nya tanpa bantuan siapa pun,membuat bunda tak enak.
"mungkin lain kali kita bisa membicara kan ini kembali,mungkin sekarang Nayla masih butuh waktu untuk bertemu kalian."ucap bunda sopan,dan di angguki oleh mereka,dan mereka pun bersiap untuk pergi.
Namun,suara ayah menghentikan niat mereka.
"tidak perlu lain kali,sekarang juga kita selesaikan masalah ini,saya tidak mau putri saya merasa tak bebas dengan pernikahan konyol ini"ucap ayah tegas penuh wibawa.
Setelah itu mereka pun kembali ke ruang tamu dan membahas rencana apa ke depan nya dan tentang pernikahan ini.
Sedangkan Nayla,ia hanya melamun di kamar nya,setelah ayah nya menasehati nya,ia pun kembali tenang dan tangisan nya pun sudah berhenti.
Kini ia hanya menunggu keputusan ayah nya,dan ia akan menerima keputusan ayah nya itu,mau tidak mau harus ia terima.
Tapi,tiba tiba ingatan nya kembali muncul namun masih samar.
Dalam ingatan nya,seorang pria menggenggam tangan nya erat.
"ingat ya,kalau kamu rindu pada ku pegang saja kalung ini,dan rasakan kalau aku ada di depan mu,dan juga bila ada masalah kamu bisa mencurahkan isi hati mu pada kalung ini,nanti aku pasti akan mendengar mu"ucap pria muda itu sambil tersenyum.
Nayla pun mencoba menuruti apa yang ia ingat,ia bangkit dari duduk nya dan membuka laci meja rias nya dan mengambil kalung itu,setelah menemukan nya ia pun mencoba memegang nya, sampai akhir nya ia pun merasa tenang,dan tak terasa air mata nya mengalir.
"aku tak tau,siapa kamu tapi yang jelas untuk saat ini,mungkin aku merindukan mu,kalau saja aku mengingat mu aku pasti akan sangat bahagia,karna ada seseorang yang mengerti diriku,dan mulai saat ini aku akan terus memakai mu,siapa tau dengan itu kita akan bertemu,dan bukan kah kau juga mempunyai sebelah nya lagi,itu bagus dengan begitu kita pasti akan bertemu."gumam nayla,tanpa di sadari seseorang tersenyum mendengar gumaman Nayla.
"suatu saat kamu pasti akan mengingat ku."gumam nya sambil tersenyum.
"akh,akhir nya aku merasa lega,entah kenapa aku merasa bahagia diantara masalah yang ada"ucap nya dengan tersenyum cerah.
Perlahan Nayla memejamkan mata nya,namun saat memejam kan mata nya ia malah membayangkan wajah atasan nya yang menyebalkan itu.
"akh,bagaimana mungkin wajah menyebalkan nya malah datang saat aku sedang bahagia,,aakh dasar atasan mesum,aku membencimu"teriak Nayla dengan suara tertahan.
Sekali lagi mendengar gerutuan itu membuat yang mendengar nya tersenyum senang.