Follow sosmed author
IG:Mia novita23
Tiktok:Miss Mia Novita
Bagaimana jadinya jika kamu menikahi wanita yang ternyata adalah anak kandung dari musuh besar keluargamu.
Alvin Zeandra Abimana. Seorang ketua geng motor tengil yang menikahi seorang gadis bernama Aliya pratiwi. Anak kandung dari tuan Smith dan nyonya Cyra yang hilang beberapa tahun yang lalu karna ulah dari keluarga Abimana.
Pernikahan mereka terjadi hanya karna sebuah kesalah pahaman yang terjadi.
Bagaimana jika suatu saat kebenaran terungkap tentang Aliya yang sebenarnya anak dari musuhnya?
Ikuti kelanjutannya di "Dinikahi Badboy Tengil"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Mia Novita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Seragam sekolah
Alvin mengeluarkan black card dan menyuruh Haikal untuk membeli makanan serta apa saja yang mereka inginkan. Alvin memang begitu Royal kepada semua teman-temannya. Karna memang di antara mereka Alvin lah yang paling di manja dan dituruti oleh kedua orang tuanya.
"Widih, Party nih kita Vin. Beneran nih boleh beli apa saja Vin?" Tanya Haikal lagi memastikan sebelum berangkat.
"Iya, Beli apa saja yang kalian mau. Kecuali Jeremy gak dapat bagaian!" Ucap Alvin sambil melirik ke arah Jeremy yang sudah membulatkan kedua matanya.
"Yah Vin, Kok cuma gue yang kagak dapat jatah. Gak kasian lo sama gue Vin. Gini-gini gue sahabat terbaik lo Vin" Ucapnya memelas
"Vin" Panggil Jeremy lagi dengan nada serta wajah yang dia buat begitu melas
"Iya ya dah. Sana beli apa saja yang kalian mau" Ucap Alvin lagi
Sudah tidak heran jika Alvin akan melakukan hal ini pada semua anggota geng motornya. Biarpun di mata Aliya Alvin adalah pria tengil yang menyebalkan, Tapi dia memiliki hati yang baik. Walaupun terkadang Alvin juga sering bersikap dingin.
"Bang, Gue mau bicara sesuatu sama lo" Ucap Alvin pada Justine.
Mendengar itu membuat Justine mengerutkan keningnya sambil menoleh ke arah Alvin yang saat ini sedang duduk tak jauh dari tempatnya.
"Mau bicara apa Vin. Bicara aja"
"Gak disini bang. Elo pasti paham kan apa yang akan gue bicarakan"
"Baiklah. Ayo kita ke atas"
Setelah itu, Alvin dan Justine naik ke lantai atas. Ada hal penting yang memang belum Alvin kasih tau pada Alvin. Ini mengenai tentang sekolah Aliya.
"Ada apa Vin. Apa yang mau lo bicarakan?"
"Ini soal Aliya bang. Gue boleh minta tolong kan sama elo. Karna mau bagaimanapun, Elo udah gue anggap seperti abang gue sendiri bang":
"Minta tolong apa Vin. Selagi gue bisa dan gue mampu, Gue akan bantuin lo" Jawabnya
"Gue mohon jangan sampai ada yang tau tentang Aliya istri gue bang. Apalagi Agam" Pinta Alvin
"Memangnya kenapa Vin. Lalu kenapa jika sampai Agam tau. Dia kan sepupu lo sendiri"
"Justru itu bang. Ada satu hal yang mungkin itu bisa memisahkan gue sama Aliya bang. Dan gue tidak mau hal itu sampai terjadi" Ucapnya yang terdengar begitu pilu
Mendengar ucapan Alvin membuat Justine mengangkat kedua sudut bibirnya. Semua yang Alvin katakan sungguh benar-benar membuat Justine bingung.
"Maksudnya bagaimana Vin? Gue benar-benar tidak paham"
"Jadi begini bang. Waktu itu, setelah acara ijab qobul gue sama Aliya, Malamnya mama Dewi memberitahukan gue tentang sebuah rahasia besar yang Aliya sendiri tidak pernah tau"
"Rahasia besar! Rahasia apa itu Vin?"
"Sebuah rahasia yang mampu membuat jantungku terasa berhenti berdetak bang. Rasa takut langsung menyelimuti hati gue bang"
"Iya rahasia apa Vin. Lo bikin gue penasaran"
"Aliya bukan anak kandung mereka bang. Dan menurut liontin yang di berikan oleh mama dewi, Aku tau siapa orang tua Aliya yang sebenarnya"
"Apa!!! Aliya bukan anak kandung pak Usman, Begitu Vin. Lalu siapa orang tua kandung Aliya Vin, Kenapa kamu mengatakan kalau kamu tau"
"Liontin kalung yang di berikan mama Dewi dalamnya terdapat lambang. Kupu-kupu"
"Elo pasti sudah tau kan bang, Siapa yang memiliki lambang kupu-kupu" Ucap Alvin lagi
"Maksud kamu, Aliya adalah keturunan keluarga Alexander?" Tebak Justine sambil membulatkan kedua matanya
"Betul bang. Itu masih dugaan gue saja bang. Tapi gue akan mencari tahu kepastiannya. Tolong jangan sampai ada yang tau soal ini bang. Gue ngomong sama lo karna elo adalah orang yang selama ini gue percaya"
"Lo tenang aja Vin. Rahasia ini aman sama gue. Lalu bagaimana besok kan Aliya pertama kali masuk ke sekolah yang sama dengan lo?"
"Iya bang. Gue boleh minta tolong lagi kan, Antar kan Aliya sekolah dan juga jemput dia. Karna gak mungkin kalau gue yang membawa dia buat berangkat bareng. Nanti yang ada anak-anak pada kepo"
"Lo tenang aja. Serahin semuanya sama gue. Seragam sekolah Aliya ada di rumah gue, Nanti gue antar ke Apartemen kalian" Ucap Justine lagi
"Terimakasih banyak bang. Elo memang yang terbaik. Jangan sampai Aliya tau soal ini ya bang. Gue bener-bener takut kehilangan dia. Perasaan gue sudah sedalam itu bang" Ucap Alvin lagi
Tanpa terasa hari sudah mulai sore. Alvin sudah pamit untuk pulang dulu kepada semua anggota geng motornya. Melihat Alvin pulang. Para anggota inti juga pamit pulang. Karna masih ada hal lain yang harus mereka urus.
"Vin. Gue mau nginep di apartemen lo boleh ya" Ucap Agam pada Alvin.
Mendengar itu membuat Alvin langsung panik. Jika Agam sampai menginap di Apartemen Alvin, Maka pria itu akan tau jika ada Aliya di sana.
"Kenapa di Apartemen. Lo nginep di rumah gue aja Gam, Gue sendirian di rumah"
"Yasudah deh. Gue nginep di rumah lo aja" Jawab Agam tanpa ekspresi
Agam adalah sepupu Alvin dari momy nya. Anisa memiliki saudara perempuan yang tak lain adalah bundanya Agam. Sedangkan ayahnya Agam adalah kakak kandung dari Cyra, Tapi tidak ada satu orang pun yang tau soal itu.
Alvin dan Agam pulang bersama. Tapi Alvin tidak pulang ke Apartemen, Melainkan ke Mansion utama keluarga Abimana.
Setelah kepergian Alvin. Justine juga ikut pamit pulang. Karna pria itu masih harus mengantar baju seragam Aliya ke Apartemen Alvin.
2 Jam kemudian. Justine sudah tiba di Apartemen Alvin. Pria itu membawa seragam sekolah Aliya juga beberapa makanan ringan untuk Aliya, Sesuai dengan apa yang Alvin katakan.
Ting...tong...
Ada suara bel berbunyi. Aliya yang sejak tadi asyik menonton siaran televisi langsung bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah pintu utama.
Setelah pintu terbuka lebar. Aliya langsung melihat sosok Justine. Pria tampan yang memiliki kulit putih serta hidung mancung.
"Bang Justine, Ayo silahkan masuk" Ucap Aliya pelan
Justine memberikan barang bawaannya pada Aliya. Dan langsung pamit untuk pulang. Namun, Sebelum itu Justine memberitahukan pada Aliya jika dia akan diantar jemput oleh justin saat sekolah.
"Ini seragam sekolah kamu ya Al. Sama ada beberapa makanan ringan juga makan malam buat kamu. Ini semua Alvin yang minta, Malam ini dia tidak bisa menemani kamu disini Al" Terang Justine pada Aliya
Mendengar itu membuat Aliya mengangkat kedua sudut bibirnya. Setidaknya malam ini dia terbebas dari wajah Alvin yang baginya begitu menyebalkan.
"Syukur deh bang kalau si pria tengil itu tidak ada disini. Ngeliat wajahnya saja sudah bikin gue mau muntah" Ucap Aliya dan berhasil membuat Justine tertawa