NovelToon NovelToon
SUDDEN MARRIAGE CONTRACT (Mendadak Nikah Kontrak)

SUDDEN MARRIAGE CONTRACT (Mendadak Nikah Kontrak)

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Nikahkontrak / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Penikahan Kontrak / Tamat
Popularitas:193.9k
Nilai: 5
Nama Author: AMY DOANK

Sang suami baru saja meninggal dunia dua hari lalu. Tetapi nasib buruk kembali menimpanya, Devana 22 tahun diusir oleh kedua orangtua mendiang suaminya. Padahal ia memiliki seorang bayi laki-laki berumur tujuh bulan buah hati hasil pernikahannya dengan mendiang Chandra Putra Sukoharjo, putra tunggal pemilik perusahaan manufactur di kota K.

Dengan hati hancur, Devana meninggalkan kota yang indah dan penuh kenangan.

Diatas sebuah kereta yang membawanya hijrah ke ibukota, tiba-tiba seorang pria dewasa tampan rupawan mengajaknya untuk nikah kontrak.

Apakah pernikahan di atas kertas itu akan mendapatkan kebaikan untuk hidup Devana kedepannya? Ataukah akan membuatnya semakin sengsara melanjutkan hidup dengan nikah kontrak?

SUDDEN MARRIAGE CONTRACT (Mendadak Nikah Kontrak) adalah kisahnya.

Mohon dukungannya kakak-kakak pembaca yang budiman🙏🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AMY DOANK, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

FOTOSHOT PERNIKAHAN

Devana Wandira, hanya bisa bengong melompong di dalam sebuah butik pakaian pengantin besar milik seorang desainer kondang yang biasanya hanya ia lihat di televisi, koran dan majalah ibukota.

..."Hm... Nona cantik, tubuhnya juga bagus dan proporsional. Jadi..., semua pakaian eike pasti jadi keren pas dipakai nanti!"...

Devana hanya diam mematung, ketika pria setengah matang itu mengukur-ukur beberapa anggota tubuhnya dengan sangat lihay.

Tetapi seketika ia agak terkejut dan merah padam wajahnya, saat sang desainer itu mencoba menaruh tali pengukur ke bagian atas dadanya. Devana segera bereaksi sontak memegang dua buah benda berharga miliknya itu tanpa sadar.

..."Maaf, Saya ingin tahu ukuran lingkaran dadanya Nona!"...

Georgino yang sedari tadi hanya duduk dengan kaki menyilang, ikutan menoleh memandang ke arah Devana.

"Ada apa?" tanyanya setelah bangkit dan menghampiri Deva serta sang desainer.

..."Eike cuma mau ukur lingkar dadanya. Tapi Nona ini sepertinya belum pernah pergi sendiri ke butik dan pesan baju ya?"...

"Hei, jaga ucapanmu! Dia ini calon istriku!" hardik Georgino semakin membuat merah padam wajah Deva.

..."Tapi..., tindakanku juga bukan tindakan mesum, Gege! Nona ini reaksinya berlebihan. Seolah-olah aku ingin merem*s gunung kembarnya saja! Padahal, aku lebih suka merem*s dad* dan juga bok*ng Gege! Aauwww!!! Hahaha... Gege nakal!"...

Devana terpana. Georgino tertawa sambil menepuk ****** sang desainer melambai itu.

Pria dewasa itu terlihat seperti sudah biasa berlaku seperti begitu. Tentu saja Deva shock dibuatnya.

Jangan-jangan Kak Gege ini homo?!? Jangan-jangan, desainer pria yang melambai ini adalah pacarnya? Jangan-jangan... itu sebabnya ia lebih memilih melakukan pernikahan kontrak denganku daripada mencari gadis untuk dinikahi resmi olehnya! Hm... ya ampun! Kenapa sih sekarang ini banyak pria ganteng tapi pada belok kelakuannya? Sayang banget itu ketampanan disia-siakan!

Devana akhirnya bisa sedikit santai, ketika tubuh bagian sensitifnya itu agak tersentuh pria lekong yang sedang mengukur beberapa bagian tubuhnya untuk urusan pesan pakaian.

..."Wow... ternyata ukuran cup nya lumayan besar, syay! Hehehe...! Puas dong ni yaaa..."...

"Ck ck ck...! Mulutmu kepingin aku sumpal ya, Julie?" timpal Georgino membuat sang desainer tertawa terkekeh-kekeh.

"Sudah selesai!"katanya sembari merapikan alat-alat ukur serta buku notes dan ballpoin yang dibawanya sedari tadi.

Devana dipersilakan duduk oleh Julie, sang desainer tadi.

"Sebentar ya Nona! Akan eike buatkan baju-baju istimewa untuk Nona Deva yang cantik jelita. Ciaaa... Ciciaaa!"

Seorang gadis keluar dari balik kamar butik. Ia mengangguk pada Georgino juga Devana. Lalu mengambil notes berisi ukuran tubuh Deva yang tadi dicatatnya.

"GPL ya?" katanya sembari mengedipkan sebelah mata kirinya.

"Siap koko Sayang!"

"Ish,..." desisnya ketus.

Georgino hanya tertawa mendengar Julie disebut koko oleh pekerjanya.

Tiga orang karyawan berseragam sama kemudian keluar sembari membawa stand hanger berisi beberapa gaun pengantin berwarna putih. Semuanya tampak indah berkilauan dipandangan mata Devana.

"Hm... Ini adalah keluaran terbaru produk butik gaun pengantin kami! Silakan Nona Deva coba dulu!"

Deva menatap wajah Georgino. Anggukan kepala dari pria itu menjadikan Deva jadi penurut.

Satu persatu dicobanya gaun pengantin harga ratusan juta itu dengan sangat hati-hati dan dibantu salah seorang karyawan Julie.

"Semuanya bagus! Tapi aku hanya butuh satu saja untuk pemotretan. Sebenarnya yang kubutuhkan itu adalah gaun yang simpel saja. Toh calon istriku sudah terlihat cantik jelita bukan?"

"Hehehe... Iya, Gege. Iya. Baiklah, aku akan merekomendasikan satu gaun khusus untuk calonmu ini! Tapi..., inget lho... apa tadi permintaan khususku sama Gege?"

"Siap. Woles, Julie! Aku pastikan barang yang kamu mau akan datang dalam waktu tiga hari kemudian!"

"Asyiiik! Oke, siap Tuan Muda Georgino Gunawan! Hehehe..."

Setelah pakaian pengantin untuk Deva dan Gege selesai, mereka langsung berangkat menuju sebuah studio besar yang letaknya berada agak pinggir Ibukota.

"Kemana lagi kita? Aku kangen Ericko, Kak!"

"Sabarlah dulu. Kita selesaikan hari ini setelah fotoshot untuk buku album pernikahan kita! Ericko aman koq, tenang saja! Bibi Fani itu pengasuh profesional, Dev! Aku juga gak akan berani sembarangan dalam mempekerjakan orang!"

Devana menunduk.

Ia tak lagi berani berkata. Argumen kekhawatirannya seketika dipatahkan oleh Georgino.

Pria mana tahu isi hati wanita yang meninggalkan anaknya pergi meskipun hanya untuk beberapa jam saja! batinnya dalam hati.

Georgino terus melanjutkan niatnya untuk mengambil gambar dengan latar belakang pemandangan alam.

Mereka berdua berasa seperti jadi model setelah satu jam lebih dipoles beberapa perias profesional yang juga dibooking Georgino.

Cekrek. Cekrek...

"Bravo, sempurna!"

Terlihat juru foto begitu puas akan hasil jepretannya. Tapi yang membuatnya senang adalah, jarang-jarang ia mendapatkan klien yang cantik dan tampan bak para model kelas atas ini.

Belum lagi make up artis serta pakaian yang mereka bawa pun memiliki standart mutu paling tinggi. Sehingga lengkap sudah hasil akhirnya.

"Selesai! Terima kasih banyak atas kerja samanya, Tuan Gege! Besok semua selesai dan langsung saya kirim ke kediaman Tuan!"

Georgino mengangguk puas.

Waktu pemotretan sesuai dengan jadwal sehingga ia bisa cepat menjemput Ericko yang dititipkan di rumah kuasa hukumnya dan diasuh oleh pengasuh handal yang akan ia pekerjakan untuk nanti di rumah kakek.

"Ayo, sudah selesai khan?"

"Kemana lagi kita?"

"Katanya kangen sama Ericko! Ayo!"

Netra Devana berbinar indah. Senyumnya mengembang sempurna. Hampir setengah hari ia tak melihat wajah imut Ericko. Kangen menguasai seluruh jiwa raganya.

Georgino tanpa sadar ikut tersenyum senang. Ia bahagia, Devana mampu mengimbanginya dan tidak menyusahkan meskipun memiliki seorang bayi.

Seorang bayi?!?... Seketika Georgino tersadar. Ericko butuh asupan Air Susu Ibu-nya.

Matanya melirik ke arah gundukan dada Devana. Seraya menambah kecepatan kilometer kendaraan roda empatnya.

"Mmh, Deva..."

"Ya?"

"Apa... Ericko mimik susu kamu?" tanyanya gugup dengan suara pelan.

"Apa, Kak? Suaramu terlalu pelan. Aku kurang dengar!" tanya Deva. Semburat merah di wajah Georgino seketika menjalar.

"Ericko minum ASI juga kah?"

Kini berbalik. Deva yang menunduk malu. Tetapi hanya sebentar. Dibenak Deva, Georgino adalah pria yang tidak tertarik pada wanita. Sehingga terdengar gamblang dalam menyebutkan bagian-bagian vital tertentu lawan jenis.

Deva tak tahu. Padahal ketika hendak melontarkan pertanyaan itu, Gege sampai harus menelan saliva dan berfikir ulang. Khawatir dianggap pria mesum yang punya pikiran kotor.

"ASI-ku gak keluar sejak Ericko lahir. Kata bu bidan, aku terserang baby blues dan depresi ringan. Hingga air susu haknya Ericko sama sekali tak mengalir. Makanya Ericko hanya minum susu formula!"

Georgino diam. Kini ia seperti gunung es yang membeku. Tak tahu harus bagaimana dan berkata apa. Obrolan Devana mengarah ke hal-hal yang membangkitkan naluri kelelakiannya yang binal.

"Deva!"

"Ya?"

"Mengapa sampai bisa tak keluar? Bukankah setiap wanita yang melahirkan itu dianugerahi keistimewaan berupa air susu ibu yang wajib disusui oleh anaknya?"

"Hahaha... iya, memang. Tapi ada juga sebagian perempuan yang Tuhan takdirkan tak bisa menyusui meskipun melahirkan seorang bayi. Aku salah satunya!"

"Sudah diperiksa? Apa ada yang salah? Dan pasti ada sebab sampai tak bisa mengalir juga menyusui Ericko!"

Deva menunduk.

"Setelah Ericko lahir, Papanya jatuh sakit. Sehingga aku dan keluarganya fokus untuk merawat kak Chandra! Jadi kurang merawat dan mengurus diri sendiri."

"Boleh kutahu, kenapa kamu bisa pergi dari rumah keluarga suamimu? Padahal... suamimu baru saja meninggal!"

Devana menggelengkan kepalanya berkali-kali. Airmatanya menetes perlahan. Hatinya sedih mengingat kembali perlakuan ibu mertuanya beberapa hari lalu.

Dengan sigap Georgino mengambil beberapa lembar tissue dari tempatnya yang ada di atas dashboard mobil, lalu diberikannya pada Deva.

"Sejujurnya aku juga kurang mengerti, kenapa Mama Lalita dan Papa Xian menyuruhku pergi dari rumah mereka. Tetapi..., aku bisa menarik benang permasalahannya. Kak Chandra menikahiku dua tahun lalu ternyata tanpa izin dan sepengetahuan orangtua serta keluarganya! Itu yang membuat mereka tidak menyukaiku. Mereka hanya bilang, aku tidak pantas bersanding dengan kak Chandra. Aku ini..., anak yatim piatu yang tak jelas asal-usulnya! Hhh..."

Georgino menangkap jemari kanan Deva yang basah dan dingin.

"Sungguh disayangkan sekali tindakan mereka. Padahal putra mereka sudah memiliki keturunan yang kuat pastinya. Bahkan mereka sama sekali tidak peduli pada tumbuh kembang keturunannya sendiri. Pantas saja, Tuhan mengambil nyawa anaknya cepat sekali. Supaya pasangan itu bisa menyadari betapa pentingnya arti buah hati dan darah daging keturunan yang harusnya dijaga baik-baik!"

Devana bungkam. Airmatanya semakin deras mengalir. Ucapan Georgino menyentuh sisi hatinya yang paling dalam.

Sedangkan hati dan fikiran Georgino berbeda. Hati kecilnya berkata, kalau ia tak akan membuat Deva menjadi tidak dihargai seperti itu dalam keluarga besarnya.

Georgino ingin kedua orangtua, kakek-nenek serta para tantenya menghargai dan menyayangi Deva dan Ericko tanpa syarat.

💌TO BE CONTINUE

1
di sinopsis 2 bulan bukanya?
Ary Aryanie
Bagus
Trisara Wati
segitunya ya sama darah dagingnya sendiri hanya karena kasta dan golongan pdhal di surga nanti tdk ada kasta, harta dan golongan
Lili Adelia
rumit yah ceritanya
Ara Aulia
keren
Ara Aulia: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 2 replies
Na Gi Rah
masyaAllah raja bulan kenapa ada di sini🤭
lina
i love you gitu 🤣🤣
lina
🤣🤣🤣 ganggu bae y
lina
waduuuh jd pngn pnya babi lg 🤣🤣🤣
lina
udh brp hr y ora kesini 🤣🤣
TK
terima kasih atas pembelajaran yang ada pada novel ini 😍😍🙏
Embun Kesiangan: 🙏🙏🙏😉🌻
total 1 replies
TK
aamiin 🤲
hiks 😢
TK: 🥺🥺🥺🙏🙏🙏
total 2 replies
TK
Demian buat gue aja 😙😙😙
Embun Kesiangan: pakeeet😁
total 3 replies
TK
UU pernikahan udah ganti woiii
min cewek 20 th 😂😂😂
TK: wehhh no no no 🙊
total 4 replies
TK
kyknya kalau kondangan gak pernah ada denger lagu barat diputar saat acara nikahan 😂😂🙊
Embun Kesiangan: 😅biasanya musik degungan y
total 1 replies
TK
satria kakaknya Akila, atau Surya abdi yang menatapnya 🤔
Embun Kesiangan: surya abdi😢🤕😷efek crazy nih
total 1 replies
TK
semangat untuk Demian ☕✍️✍️
Embun Kesiangan: nuhun🙏🙏🙏😭😭😭
total 1 replies
TK
keadaanku dan Zahira

ini ditujukan pada siapa dan yang mengucapkan siapa ya? 🤔🤔🤔
Embun Kesiangan: mengliyeur Ella😭hiks banyak typo dan ketikan ngawur
total 1 replies
Ara Aulia
q kasih jempol bun
TK
apa Jo dan Zahira akan menerima Demian begitu saja
FIE: sepertinya tidak semudah itu jamal😅✌🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!