NovelToon NovelToon
Ameera

Ameera

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Tamat
Popularitas:3.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Qinan

Bacaan khusus dewasa (***)

Ameera, gadis polos yang pura-pura tegar. Sedangkan Awan pria mesum yang sangat terobsesi dengan Ameera.

Bagaimana cara Awan menghadapi Ameera yang teramat polos, segala cara ia gunakan agar berhasil memiliki gadis itu.

Apa setelah menjadi kekasih mereka akan berakhir bahagia? tentu saja belum, karena mereka harus berjuang mendapatkan restu dari kedua orangtua Awan.

Kisah cinta mereka begitu mengharukan, ada perjuangan dan penghianatan di dalamnya.

Yuk baca AMEERA sebuah cerita cinta yang di adaptasi dari kisah nyata yang tentunya di sisipi kehaluan ala Author.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Qinan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ameera dan Fajar putus ?

💥Yang buruk sengaja Allah lepaskan, agar yang baik mempunyai kesempatan untuk datang💥

Pagi itu Ameera keluar dari kamarnya dengan mata masih mengantuk, kemudian ia melangkahkan kakinya menuju kamar Awan.

Sepanjang jalan, ia nampak merutuki laki-laki itu yang telah mengganggu tidurnya. "Menyebalkan." umpatnya dengan kesal.

Namun ia langsung menghentikan langkahnya saat melihat seseorang sedang asyik berbincang di depan pintu sebuah kamar.

"Itu bukannya Mas Fajar ?" gumamnya lagi saat melihat seorang pria yang mirip dengan Fajar.

Kemudian Ameera berjalan mendekat . "Benar itu Mas Fajar." imbuhnya lagi.

Sedangkan Fajar juga nampak terkejut saat melihat kehadiran Ameera yang tiba-tiba.

Laki-laki dengan wajah tegang itu langsung menunduk menghindari tatapan Ameera, kemudian ia berlalu pergi dengan memotong jalan arah lain.

Ameera terngangah, meski hari masih gelap tapi penerangan lampu di sana cukup untuk memperjelas wajah seseorang.

"Ini bukan mimpikan ?" gumamnya menatap kepergian Fajar.

"Aku yang tak terlihat atau Mas Fajar yang buta nggak melihat aku disini." lirihnya lagi, ia masih tak percaya jika Fajar pergi begitu saja seakan tak melihatnya.

Setelah kepergian Fajar, Ameera menatap kamar yang di datangi oleh kekasihnya tadi.

"Bukannya itu kamar mantannya Mas Fajar ?" gumamnya terkejut, pandangannya mengarah pintu yang tadinya terbuka kini sudah tertutup rapat.

"Baiklah aku akan meminta penjelasannya nanti, aku yakin Mas Fajar tidak menghianatiku seperti kata Awan." gumamnya kemudian, setelah itu ia pergi ke kamar Awan lalu mengetuk pintunya.

Sementara itu Awan yang sedari tadi memperhatikan Ameera dari balik jendelanya langsung membuka pintunya saat gadis itu mengetuknya.

"Ini berkasnya." Ameera langsung mengulurkan berkas di tangannya saat Awan baru membuka pintunya.

"Tidak jadi." sahut Awan tanpa perasaan hingga membuat Ameera langsung membulatkan matanya.

"Kamu menipuku ?" tuduhnya kemudian.

"Nggak, Pak Mario yang membatalkan." sahut Awan beralasan.

Ameera nampak menatap Awan dengan kesal, namun saat memikirkan tentang Fajar tadi ia mulai melunak.

Berkat Awan membangunkannya pagi buta, ia bisa tahu jika Fajar dan Tiara masih berhubungan.

"Baiklah kalau begitu." tukas Ameera lalu kembali ke kamarnya.

"Semangat calon mantan orang." teriak Awan saat Ameera mulai menjauh, tapi gadis itu sepertinya tak mempedulikannya.

"Semoga setelah kejadian tadi, matamu terbuka jika laki-laki yang kamu anggap baik itu ternyata bajingan." gumam Awan menatap kepergian Ameera.

Sebenarnya ia tadi sengaja membangunkan Ameera saat melihat Fajar masuk ke dalam kamar Tiara dan ia pikir lebih baik gadis itu melihat sendiri bagaimana kelakuan sang kekasih.

Beberapa saat kemudian matahari mulai merangkak naik, semua karyawan di mess tersebut mulai bersiap untuk bekerja.

Begitu juga dengan Ameera, gadis itu terlihat berangkat lebih awal untuk menunggu Fajar.

"Mas." panggilnya saat Fajar baru keluar dari Messnya.

Sedangkan Fajar yang melihat Ameera nampak menegang, namun kemudian ia memasang wajah datarnya.

"Mas, tolong jelaskan apa yang sedang kamu lakukan tadi subuh di depan kamar Tiara ?" tanya Ameera meminta penjelasan.

"Aku tidak melakukan apa-apa, Mir dan tidak ada yang perlu di jelaskan." sahur Fajar dengan wajah datarnya.

"Tapi aku lihat kalian tadi...." Ameera belum menyelesaikan perkataannya tapi Fajar sudah menyelanya.

"Aku hari ini banyak pekerjaan, tolong mengertilah." potong Fajar, setelah itu ia berlalu pergi meninggalkan Ameera lalu bergabung bersama teman-temannya.

"Kamu kenapa sih, Mas? tidak seperti biasanya kamu begini." gumam Ameera, ia masih berharap Fajar menjelaskan jika laki-laki itu tak ada hubungan apapun dengan Tiara.

Ameera yang sebelumnya tidak pernah pacaran, nampak sulit mencerna keadaannya saat ini.

Kalau di bilang bodoh, ia memang bodoh menilai sebuah hubungan. Apalagi selama ini ia selalu berpikiran positif pada apapun dan karena sikap polosnya itu ia mudah di bodohi.

Bahkan saat ia tahu tidak di sukai oleh beberapa karyawan di sana, ia tetap memperlakukan mereka dengan baik.

Hingga siang hari Ameera masih memikirkan Fajar, wajahnya murung dan itu membuat Awan yang diam-diam memperhatikannya nampak kecewa.

Malam harinya Awan dan Rangga terlihat menunggu Fajar pulang ke Mess, entah dari mana pria itu hingga tengah malam baru datang.

"Ada apa ini ?" tanya Fajar saat melihat Awan dan Rangga menunggunya di depan kamarnya.

"Jelaskan apa yang sudah kamu perbuat di belakang Ameera ?" tegas Awan to the point.

"Bukan urusanmu." sinis Fajar.

"Apa pun yang menyangkut Ameera akan menjadi urusan kami." kali ini Rangga ikut menimpali.

"Ck, tak tahu malu. Laki-laki yang di cintai Ameera cuma aku, jadi kalian jangan pernah mengharap." cibir Fajar yang merasa di atas angin.

Karena dia menjadi pria satu-satunya yang di terima oleh Ameera dari sekian banyak pria yang menginginkannya.

Awan yang geram langsung mendekat lalu menarik kerah baju Fajar.

"Jika kamu menyakiti Ameera, ku pastikan kamu tidak akan selamat." ancamnya dengan geram.

"Ingat itu ?" timpal Rangga tak kalah emosi.

Keesokan harinya....

Ameera yang belum puas dengan jawaban Fajar, nampak menunggu laki-laki itu lagi.

"Mas." panggilnya saat melihat Fajar keluar dari Mess.

"Ada apa ?" sahut Fajar seolah mereka sedang baik-baik saja.

"Aku butuh penjelasan." tukas Ameera.

"Mir, belajarlah dewasa kamu bukan anak kecil lagi jadi jangan bersikap kekanakan seperti ini." tegur Fajar.

"Tapi Mas..."

"Kalau kamu selalu bersikap manja seperti ini dan kecentilan dengan semua pria, bagaimana kamu bisa hidup denganku." potong Fajar lagi.

Ameera yang tak mengerti dengan ucapan Fajar, nampak terdiam mencerna. Kekasihnya itu seakan menyalahkan dirinya atas kesalahan yang dia perbuat sendiri.

"Aku minta penjelasan kemarin pagi mas, apa betul yang di bicarakan oleh orang-orang disini jika aku adalah pelakor? jadi benar selama ini kamu masih menjalin hubungan dengan Tiara ?" tanya Ameera kemudian.

Fajar nampak menghela napas panjangnya. "Tidak ada yang perlu di jelaskan, aku tidak ada apa-apa dengan dia. Kita tetap pacaran dan tidak akan ada yang berubah." tegasnya kemudian sembari menatap lekat Ameera.

"Tapi Mas..." Ameera masih belum puas dengan jawaban Fajar.

"Sayang, hari ini aku banyak pekerjaan. Tolong mengertilah." potong Fajar, lagi-lagi dengan alasan yang sama.

Setelah itu ia bergegas pergi meninggalkan Ameera yang tentunya masih ingin bicara dengannya.

"Kenapa murung ?" tiba-tiba Rangga sudah berada di sisihnya.

"Sebenarnya pacaran itu bagaimana sih Ngga, kenapa aku yang salah melulu." keluh Ameera.

"Ngapain kamu pikirin orang kayak gitu, lihat mukanya saja aku pengen nonjok." kesal Rangga.

"Jangan gitu Ngga, bagaimana pun juga dia pacarku." tegur Ameera yang langsung membuat Rangga geleng-geleng kepala melihat kepolosan gadis itu.

Hingga beberapa hari kemudian hubungan Ameera dan Fajar semakin meregang, pria itu selalu menghindar jika Ameera sudah membahas masalah itu lagi.

"Makanya jangan sok kecentilan biar nggak di putusin sama mas Fajar." ucap salah satu karyawan wanita saat Ameera baru datang ke kantin bersama Rangga.

"Iya tuh dapat laki baik-baik seperti Mas Fajar masih di sia-siakan." ucap yang lain.

Ameera yang mendengar itu nampak terperangah, ia merasa tidak di putusin oleh Fajar. Kenapa seantero kantor membicarakan hal itu.

Seolah-olah dirinya yang menyakiti Fajar, padahal selama ini Ameera selalu menuruti keinginan kekasihnya itu kecuali kontak fisik tentunya.

Kini nampak butiran kristal lolos dari pelupuk matanya. "Salahku apa sih hingga Mas Fajar tega memperlakukan aku seperti ini." ucapnya lirih sembari terisak.

"Sudah nggak usah di tangisi laki-laki nggak berguna itu." geram Rangga.

"Aku nggak nangisi dia kok, aku kecewa aja sebelumnya dia bilang hubungan kita baik-baik saja tapi tiba-tiba ia memutuskan tanpa memberitahuku." sahut Ameera sembari mengusap air matanya.

"Ya sudah sekarang makanlah, aku suapi. Biar mereka sekalian panas lihat kita mesra." ucap Rangga sembari menyuruh sahabatnya itu untuk membuka mulutnya.

"Mana ngaruh Ngga, orang dari dulu mereka tahu kalau kita sahabatan." sahut Ameera sedikit terkekeh.

"Sudah jangan cerewet." Rangga menyuapi Ameera lagi.

"Lagipula kenapa kamu tidak pacaran sama Awan saja sih, sepertinya dia suka sama kamu." imbuhnya lagi yang langsung membuat Ameera menatapnya.

Sementara itu Awan yang baru masuk ke dalam kantin, mendadak geram saat melihat Rangga sedang menyuapi Ameera.

1
Ruwi Yah
kamu salah menilai fajar meera dia tidak sebaik yg kamu kira
Rafly Rafly
balasan yg setimpal... berbakti sana sama emak mu awan.../Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Rafly Rafly
kamu ngempeng sana sama simbok mu WAN...pria lemah syahwat saja sok belagu..
tinggal saja laki laki sampah itu merra
Rafly Rafly
nggak anak.. nggak bapak...bangke semua...di tindas perempuan diam ...
Rafly Rafly
Bimo.. Bimo..laki laki kok mulut lemess
ganti nama saja Bimoli..bibir monyong lima centi /Facepalm/
Rafly Rafly
nilai dgn senyuman...lalu..makan
nobita
rupanya papa mertuanya Ameera balas dendam
nobita
dasar mertua laknat... mulut nya pedas sekali.. bagaikan bon cabe level 50
nobita
dasar calon mertua jahat...
nobita
lucu sihh dengan sikapnya Awan ke Ameera..... bikin para readers gemes
nobita
aku mampir kak
kang seblak
itu kesalahan orang tua dlm mendidik anak,sayang anak bukan berarti harus di manja sehingga anak gk bisa apa"
Nurhasanah
yahh gini amat y ending y, 😭😭😭
Esin naufal
sad ending..
Irlindawati
Luar biasa
Ibelmizzel
lajut baca
AyuNia
keren cerita nya...
Hani Ekawati
Wkwkwkwk ..🤣
Hani Ekawati
😆😆😆😆😆😆😆😆😆😆😆😆😆
Murniyati
menghibur n byk crita yg bisa di ambil mamfaatnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!