Tak sengaja Rena melihat suami nya sedang bersama dengan seorang wanita, padahal dia sedang dalam kondisi hamil 3 bulan, dari awal sebelum menikah dia sudah mengatakan bahwa dia paling tidak suka di bohongi, dan suami nya mengiyakan permintaan nya.
Namun setelah melihat apa yang di lakukan suaminya Rena pergi dan berniat untuk menuntut cerai. Rena adalah gadis bercadar yang kecantikan nya hanya di perlihatkan kepada suaminya, dia tidak pernah membenci seseorang, tapi dia paling benci di bohongi apa lagi itu suami yang di cintai nya.
suaminya sudah berusaha untuk membuat Rena kembali dan percaya, namun semua sia - sia. tiba - tiba datang seorang gadis berjilbab yang Rena lihat waktu itu bersama suami nya. gadis itu melemparkan sebuah kunci kepada Rena, sambil menangis dia mengatakan.
"jika kamu ingin mencari kebenaran ambil kunci ini, jika tidak buang lah, namun jangan pernah membenci nya, karena Malaikat pun akan membencimu walaupun kau berbakti kepada orang tua mu."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon frangki s, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 12 Belajar Mengaji
Awan sudah memasuki Pintu masuk Pesantren. Tapi dia masih di dalam Mobil, Melihat situasi di sekitar.Dia bingung tidak tahu harus berbuat apa.
Sementara dari arah depan, Dawa terus memperhatikan Mobil yang baru masuk kedalam Pesantren. Karena belum ada yang keluar dari Mobil itu, Dawa pun segera menghampiri Mobil tersebut.
Sambil mengetuk Kaca Mobil Dawa mengucapkan salam.
"Assalamu'alaikum."
"Waalaikum'salam." jawab Awan sambil membuka Kaca Mobil nya.
"Ada yang bisa saya bantu Kak?"
"Eh anu' Apa saya bisa bertemu dengan pemilik Pesantren ini?" Hanya itu kalimat yang keluar dari mulut nya.
"Oh mari masuk dulu Kak' Nanti kita bicara di pondok situ dulu biar nyaman."
Awan pun keluar dari Mobil nya berjalan di belakang Dawa.
"Mari duduk dulu Kak' Perkenalkan nama saya Dawa." Kata Dawa sambil mengulurkan tangan nya.
"Saya Awan."
"Begini Kak Awan, kebetulan Ustadz Jafar, Kak Usman sama Kak Rena lagi ada urusan di luar, Jadi sementara ini saya yang bertanggung jawab di sini."
"Oh jadi Kak Rena itu Putri nya Ustadz jafar.
"Iya Kak."
"Yang selalu pakai cadar itu kan?"
"Kok Kakak tahu? Kakak suka ya sama Kak Rena." tanya Dawa dengan senyum - senyum.
"Bukannya begitu, Kakak cuma kagum saja sama dia." Kata Awan ikut tersenyum.
"Kalau kagum itu berarti Kakak suka sama Kak Rena" Kata Dawa yang semakin membuat Awan salah tingkah.
"Sebenarnya ini rahasia tapi kamu jangan kasih tau siapa - siapa ya... "
"Iya Kak' Insha Allah aman."
"Sebenar nya Kakak sudah lama jatuh hati sama Kak Rena, cuma Kakak baru tau alamatnya kemarin."
"Kenapa tidak minta sama Kak Rena saja Kak' Kata Dawa heran.
"Alamat nya saja baru Kakak dapat kemarin, Kamu tahu tidak Kakak itu, Ketemu sama Kak Rena 1 tahun yang lalu, Sejak hari itu Kakak mencari nya, Tapi baru ketemu kemarin alamatnya. Kamu jangan kasih tau siapa - siapa ya... "
"Pokoknya Kakak tenang saja, Di jamin aman.Tapi Kayaknya Kakak harus berjuang kalau memang suka sama Kak Rena".
" Emang kenapa?" Tanya Awan penasaran.
"Soal nya sudah berapa Orang yang datang melamar, Tapi selalu di tolak sama Ustadz jafar.
Ada yang lulusan dari Universitas Maroko, Ada yang sudah hafal 30 juz dan terakhir Dosen nya Kak Rena padahal punya Mobil Ferarri loh Kak."
Bisa gawat kalau begini kata Awan dalam Hati.
"Tapi kalau masalah tampan, Mereka masih kalah sama Kakak." Kata Dawa menenangkan Awan.
"Ah kamu bisa saja."
"Kamu mau tidak ajarin Kakak belajar mengaji, Nanti Kakak bayar."
"Boleh Kak." Kata Dawa senang.
"Tapi kalau bisa jangan disini, Kakak malu nanti kalau ada yang tahu Kakak tidak bisa mengaji."
"Begini saja Kak, Tiap hari Minggu kan saya sering pulang ke Rumah, Bagaimana kalau belajar mengaji nya di Rumah saya saja." Kata Dawa
"Kakak bisa minta nomor kamu tidak."
"Boleh Kak' Sebentar ya..."
"Kalau kamu sudah di Rumah, Sherlock saja."
"Iya Kak' Berarti Minggu depan kita sudah bisa mulai?" Tanya Dawa.
"Boleh lebih cepat lebih baik. Kalau begitu Kakak pergi dulu ya, Minggu depan Kakak hubungi kamu."
"Iya Kak' Assalamu'alaikum."
"Waalaikum'salam." Balas Awan sambil pergi meninggalkan Dawa.
Setelah Awan pergi Dawa berfikir sejenak.
"Rasanya Kok kayak ada yang Aneh. Bukannya tadi Kak Awan menanyakan Ustadz Jafar, Kenapa pembicaraan nya jadi mengarah ke Kak Rena ya...?"
"Assalamu'alaikum Kak' Ini teh nya." Kata Santriwati yang tadi di suruh Dawa.
"Tamu nya sudah pergi, Aku minum satu kamu minum saja yang satunya lagi, Supaya tidak mubazir." Mendengar ucapan Dawa gadis itu senang nya bukan main.
"Iya Kak terima kasih." Dalam hatinya berkata.
Kak Dawa perhatian sekali pasti dia suka sama aku." Kata gadis itu.
Dara yang melihat Dawa dengan gadis itu memperlihatkan rasa cemburu di mata nya.
"Kok Kak Dawa mau dekat - dekat sama cewek." Kata Dara kesal. Padahal apa yang di lihat dan di pikirkan Dara tidak semuanya benar.
***
"Tugas yang aku berikan kemarin bagaimana". Kata pria berkacamata Hitam.
"Aman Bos. Semua saksi sudah di bereskan."
"Untuk sekarang kamu sembunyi dulu, Jangan sampai ada yang mencurigai gerak - gerik kita." Kata pria itu lagi sambil memberikan amplop yang berisikan uang.
"Terima kasih Bos, Aku pergi dulu."
"Kali ini kau akan ku buat hancur Awan, Tunggu saja pembalasanku."
***
Rena, Abi nya dan Usman, Sudah sampai di kediaman nya Arkam.
"Assalamu'alaikum."
"Waalaikum'salam salam." Jawab Bapak Arkam dan istrinya. Mari masuk."
"Rumah Arkam terlihat begitu besar, Halamannya luas dan banyak Bunga di mana - mana.
"Oh jadi ini Nak Rena ya, Cantik sekali rupanya." Kata Ibunya Arkam sambil memeluk calon menantu nya.
"Anak kamu mana Man." Tanya Abi Rena yang sejak tadi belum melihat Arkam.
"lagi di Kamar dia Far' Sedikit lagi baru turun. Bu panggil kan Arkam dulu, Bilang Rena sama Abi nya sudah datang."
Beberapa saat kemudian Arkam pun muncul dan langsung mencium tangan Abi Rena. Maaf Abi tadi Arkam lagi baca Qur'an di atas. Kata Arkam.
Padahal dari tadi dia lagi asik telponan sama Wanita lain.
"Alhamdulillah." Semoga Abi tidak salah memilih kamu." Kata Abi Rena berusaha memuji.
"Kita makan dulu yuk' Ayo mumpung makanan nya masih hangat." Kata ibu Arkam.
Mereka pun ikut berdiri menuju meja makan.Arkam tidak pernah berhenti memandang Rena. Dia terus memandangi Rena yang makan dengan pelan - pelan tanpa membuka cadar nya. Padahal Arkam menduga Rena akan melepaskan cadar nya ketika makan.
"Kamu itu kalau lagi makan, Pandangannya di tempat makan, Jangan ke arah lain."
Kata Ayah Arkam menegur sikap Putra nya yang kurang sopan. Biar bagaimana pun Arkam dan Rena kan belum sah jadi Suami Istri. Tidak baik memandang seorang Wanita secara berlebihan, Apalagi itu di depan Ayahnya.
Arkam langsung salah tingkah, Dia kembali makan seperti biasa. Sebenarnya Rena tidak suka di pandangi seperti itu. Walaupun calon Suami nya. Ingin sekali dia menegur Arkam, Namun tidak di lakukan nya.
Selesai makan mereka pun kembali ke Ruang tamu.
"Arkam' Kamu sudah merapikan pakaian yang akan di bawa?" Tanya Ayah nya.
"Sudah yah' Sudah tersusun di Koper." Kata Arkam.
"Jadi mulai hari ini kamu tinggal di pondok, Agar proses ta'aruf kamu dengan Nak Rena juga berjalan dengan baik."
"Iya Ayah."
"Kalau begitu cepat ambil Koper kamu karena sedikit lagi mereka sudah akan pulang." Arkam pun langsung berdiri menuju Kamarnya.
"Jafar' Aku titip Arkam sama kamu ya. Kalau ada apa - apa dengan dia, Kamu jangan sungkan telpon aku."
Jafar hanya memeluk sahabat nya itu. Mereka berempat pun pergi meninggalkan Rumah Arkam.
Di dalam Mobil Rena duduk di bangku tengah bersama Abi nya, Sedangkan Arkam duduk di depan bersama Usman yang sedang mengemudi kan Mobil.Suasana terasa canggung karena tidak ada yang mau bersuara.
Abi Rena memandang putri nya di sebelahnya, dalam hati dia berkata.
"Ya Allah beri kan Hamba petunjuk Ya Allah, Semoga sebelum akad nikah nanti, Engkau sudah memberikan Hamba sebuah jawaban."
***
Vita tampak duduk sendiri menunggu Aldi dan Bram di sebuah Mall.
"Halo Mba."
Bram dan Aldi menyapa Vita dari arah belakang.
"Kalian kenapa lama sekali sih. Aku bosan dari tadi menunggu."
"Maaf Mba' Tadi kami kena macet di jalan." Kata Aldi menjelaskan.
"Uang muka nya sudah ada kan Mba?" Tanya Bram.
"Uang nya sudah aku siap kan. Aku mau dengar dulu apa rencana kalian besok. Pokoknya kalian harus buat Wanita itu menanggung malu." Kata Vita.
"Tenang saja Mba' Kami sudah menyusun rencana nya tadi malam."
"Kapan kalian akan beraksi."
"Rencana nya besok, Kebetulan ada acara di kampus, Jadi nanti akan ada banyak Mahasiswa." Kata Aldi menjelaskan.
Aldi dan Bram pun menjelaskan kepada Vita apa yang akan mereka lakukan besok.
"Oke' Rencana kalian boleh juga, Tapi ingat jangan sampai ketahuan." Kata Vita menegaskan.
tapi kalau pemeran utama pria harus mengemis dan menderita baru dimaafkan
kalau sudah begini dimana keadilan yang harus ditegakkan
kok g pernah dgr,
boleh kasih penjelasan lbh akurat, atau vid ulama y membahas@?
gk rela kayaknya nya klo ud end😔😢
blm tau ke benaran yg pasti sikapnya begitu ke suami dr segi mn solehanya thor...sorry...
banyak kejutan" dari masing"tokoh tentang jati dirinya
pokok nya keren alur ceritanya