NovelToon NovelToon
Because Of You

Because Of You

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:4.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: aresss

21+
[Penuh dengan adegan dewasa yang explicit (jelas), pertengkaran, alkohol, kata-kata kasar, dan gaya hidup bebas]

Sebuah cinta segitiga yang menghadapkan Kenny Charlotte Cullen pada sebuah kisah yang penuh amarah, nafsu, cinta, tawa, dan tangis dengan dua pria yang benar-benar mencintainya dengan cara yang berbeda.

-Kau adalah kelemahanku-
~Scout Damian Sharp

-Aku bertahan karena tanpamu aku tidak tau bagaimana caranya hidup-
~Harry Julio Smith

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aresss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menerkammu

Happy Reading Gais. Makasih banyak sudah mau baca karya saya,beri like dan coment sebagai penyemangat yah 😭😭

***

Harry POV

"Begitulah...." ucap Kenny menyudahi ceritanya yang panjang. Dia menceritakan semuanya dan apa yang membuat dia harus putus kontak dengannya secara tiba-tiba, orangtua dan rahasia di balik ceritanya.

"Jadi orangtuamu menjadikanmu jaminan dalam kontrak?" ucapku sedih.

"Yah, awalnya itu membuatku sedih, tapi bukankah kita harus memaafkan mereka jika ingin mereka tidur dengan tenang?" Kenny meneguk kopinya dan menatapku lekat. Dia tersenyum manis padaku. Seolah apa yang dia ceritakan bukan masalah besar... Oh Ken...

"Kau bisa mengatakannya padaku dulu, Ken. Aku pasti akan menolongmu"

"Sudah terjadi Harry. Tidak ada yang perlu di sesalkan. Lagian itu memiliki surat perjanjian. Hitam di atas putih." Benar.... Itu berat jika memang harus diperjuangkan.

"Bagaimana kau menjalani hari-hari seperti itu?Kupikir hanya aku saja yang menderita, maafkan aku Ken." Aku menggengam tangannya erat di atas meja. Mencoba menyalurkan kesungguhanku maafku padaku dan rasa sayangku.

"It's okay...." dia nampak tak nyaman saat ku sentuh. Jujur itu membuatku sedih. Namun, aku tidak bisa memaksakan kehendakku padanya. Aku melepasnya dengan penuh ketidakrelaan

"Jadi apa rencanamu saat ini?" tanyaku.

****

Kenny POV

"Jadi apa rencanamu saat ini?"

Rencana?

"Entahlah...." jawabku seadanya dan langsung mengingat percakapanku dengan Scout tentanghal dia ingin berubah.

"Dia baik padamu?"

Tidak

"Terkadang..."

"Apa maksudmu terkadang? Maksudmu dia mau melakukan kekerasan padamu?"

Ya

"Tidak juga. Pernikahan tanpa dasar cinta itu berat di jalankan." Sekarang jawabanku ngawur. Penting bagiku untuk menjaga setiap apapun yang keluar dari mulutku. Karena aku tidak tau dampaknya nanti bagiku maupun Harry.

"Apa kau ingin bercerai dengannya? Aku bisa menolongmu."

Lalu aku diam, seharusnya aku mengatakan yang sejujurnya pada Harry. Mengadukan semua yang di perbuat Scout. Tapi aku memilih diam. Aku bingung menjawab apa. Kenapa? Apa aku merasa bersalah dan tidak ingin merepotkan Harry? Atau karena hal lain? Tapi apa?

"Harry... Scout tidak akan melepasku."

"Jadi kau akan menghabiskan sisa waktumu bersamanya? Menjalani hari-hari penuh kesuraman?"

Nah... Aku tidak tau harus menjawab apa. Hari-hari penuh kesuraman? Apakah memang begitu? Ada apa denganku? Kenapa rasanya ada yang mengganjal di hatiku.

"Aku ingin cerai.... Tapi, itu tidaklah mudah."

"Jika dilakukan bersama akan mudah, Ken"

"....Yah..."

"Aku diberi kesempatan yang lain, dan tidak akan menyianyiakannya lagi."

"Harry, jangan cepat berharap, itu tidak baik untukmu dan juga untukku..." Aku tertawa sesantai mungkin. Ini cara terbaik untuk menghindari percakapan tegang. Lalu ponsel Harry berdering keras, aku mengangkat alis kananku, menunggu respon akan ponselnya.

"Ponselmu berbunyi, tuh." ucapku saat dia tidak merespon. Lalu dia menghela nafas dan mengangkat ponselnya tanpa beranjak dari tempat duduknya.

"Halo... Oh..... Malam ini?... Tidak, tidak masalah... Aku tidak ada acara....Okay, baiklah." begitukah Harry menyelesaikan panggilannya dan air mukanua berubah.

"Well... Kau sepertinya ada acara Harry, mungkin pertemuan kita sampai hari ini"

"Um... Yeah.. Aku harus bergerak sekarang. Maafkan aku, saudara sangat tidak toleran terhadap penolakan." dia berdiri dan memakai mantelnya

"Tidak apa-apa.Pergila. Hati-hati"

"Satu lagi Ken, itu bukan harapan semata atau omong kosong saat aku berkaya bahwa aku akan memperjuangkanmu lagi. Karena aku serius... Baiklah... Good bye" lalu secara mengejutkan dia mengecup bibirku secepat kilat, namun benar-benar membuat jantungku ingin meledak.

"Wajahmu tetap memerah, Ken... Itu membuktikan aku masih ada kesempatan." dengan itu dia segera pergi meninggalkanku yang masih bingung. Sial, padahal hanya kecupan biasa, tapi.... Huff.. Aku menarik nafas, lalu bangkit berdiri menuju kamar mandi. Aku mencuci mukaku di wastafel lalu melihat pipiku bersemu merah.

"Menyenangkan bukan?" ucap seorang wanita di sampingku. Dia tengah mengoles lipstick pada bibirnya yang sudah merah dan sangat kontraks dengan kulitnya yang putih dan rambutnya yang hitam pekat. Dia cantik dan kupikir dia bisa jadi cosplay Snow white

Aku mengabaikannya dan berpikir bahwa dia bukan berbicara denganku. Walau hanya ada kami berdua di sana.

"Berjuanglah untuk cintamu, Nona muda. Dan aku akan berjuang juga." ucap si Snow White secara santai padaku, seolah kami sudah saling mengenal. Dia tersenyum dan kami saling menantap di cermin. Lalu dengan itu dia segera pergi. Well... Banyak juga orang gila di kota ini.

****

Harry POV

Aku menatap Lolita, wanita yang akan di jodohkan denganku. Matanya sedikit sipit, menandakan darah Asia mengalir dalam dirinya. Cantik tapi banyak bicara.

"Aku tidak menyangka kau setampan dan..... Sependiam ini" dia mengoceh lagi. Jujur, dia sangat cerewet.

"Um... Begitulah. Saat bersama orang yang baru kita kenal wajar bukan kita lebih diam dan menjaga sopan santun" aku memakan steak di depanku. Aku tau ucapanku menusuk. Lalu secara mengejutkan dia memukul lenganku dengan keras dan membuatku terkejut.

"Astaga... Kau tidak perlu bersikap sopan padaku, kan kau lebih tua dariku. Lagian kitakan...."

"Anda memukul lengan saya?" aku berucap dengan penuh keterkejutan dan memotong perkataannya.

"Aih... Aku hanya akan memukul seseorang jika aku menyukainya. Artinya, kau istimewa, Harry. Tapi sepertinya kau tidak merasa seperti itu, jangan bicara formal denganku." Lalu dia tertawa. Dia mungkin sedikit gila, orang mana yang menyukai seseorang malah memukulnya.

"Anda....." aku hendak berucap bahwa dia gila. Namun aku membatalkannya. Harus sopan. Harus sopan

"Apa? Aku apa?"

"Tidak ada..."

"Aih... Kau membuatku ingin menerkammu" gumamnya pelan seraya menyesap minumannya.

"Menerkam?" Aneh, pilihan kata yang aneh.

"Anda penasaran bagaimana aku menerkam seorang pria, tidak?" Lolita menatapku dengan lekat seiring dengan suaranya yang sensual. No... Maaf Nona, kau tidak begitu menarik di banding Kenny.

"Kupikir anda orang Amerika asli." ucapku menghindari percakapan tidak aman.

"Oh? Aku?Um... Kau mengecewakanku, Harry. Padahal sebelum kencan aku mencari tahu soalmu.. Ckckc, mengecewakan. Tapi tak apa, calon suamiku pasti sibuk." ucapnya secara gamblang dan lalu tertawa nyaring. Untung tawanya indah, kalau tidak...

"Maaf, itu kesalahan saya"

"Tidak.... Tidak masalah" Lalu dia menuang anggur di gelasku lagi. Sejujurnya aku sudah melewati ambang batas alkoholku "Ibuku berdarah Jepang dengan Spanyol. Ayahku yang asli Amerika. Gimana, aku percampuran yang sempurna kan?" dia mengedip nakal padaku. Sebenarnya dari mana Cassie mendapat wanita ini.

"Sudah cukup." aku berucap saat dia menuang anggur padaku.

"Aih.. Kau harus minum, saat ke sini kau nampak mendapat masalah serius hari ini. Alkohol bisa mengelabui kita agar menjadi rileks. Jadi kau harus minum, Okay?" dia tersenyum lagi. Senyumnya menghanyutkanku membuat aku meminum anggur itu lagi dan lagi. Benar jika aku mendapat masalah serius hari ini dan nr bahwa alkohol mengelabuiku. Hingga....

Aku merasa aku terjatuh dari tempat duduk. Kepalaku berdenyut berdenging keras. Aku pusing, benar-benar pusing. Dinginnya lantai memperburuk diriku. Lalu aku berusaha menjaga kesadaranku tapi tidak bisa. Aku melihat Lolita jongkok di depanku dan samar-samar mendengarnya berbicara tapi tidak bisa menangkap apapun yang dia katakan.

"Um.. Bagaimana ini Mr.Smith, aku malah tertarik padamu dan ingin menerkammu malam ini juga, dan itu tidak tertahankan lagi." ucap Lolita dalam kesunyian dan ketidaksadaran Harry.

*****

Aress... Thankqyou gais.

1
Reni
Thank you beb, ini keren 👍❤❤
Aini fitri
Bagus sekali, seruuu, bikin terharu
la_vG
luar biasa
Aura Bahagia
karyanya selalu terbaik
Aura Bahagia
lope sekebon
Luh Somenasih
ikut berkeringat thor
Luh Somenasih
jenni sinting
Lusi Amelia
PLISSSS KAK. Aku baru banget tau karya mrs Foxyyyyy. Skh author nulisnya di PF mana yaah? Plissss kasih tauuu. Suka banget sama ke 4 ceritanyaa! 🥹
LittleLie
masih penasaran isi kotak silver ini kaka foxxyyy 😭😭😭
LittleLie
Luar biasa
Syarie Zulkarnaini
keren pakek banget 👍😘
Syarie Zulkarnaini
Thor cerita novel yang THE ONLY ONE .. kenapa gak di tulis d sini aja . masih penasaran Thor . plis 😭
Lusi Amelia: Kakk, author Foxy skg nulis di mana ya?
total 1 replies
bunga cinta
bisa bisa
bunga cinta
membara
bunga cinta
wes mboh lah, karepmu dewe
bunga cinta
seru
bunga cinta
jungkir balik
bunga cinta
sakitnya baru terasa
bunga cinta
sediiiihhhh, cinta datang terlambat
bunga cinta
apa yang akan terjadi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!