NovelToon NovelToon
Dibuang Seperti Sampah

Dibuang Seperti Sampah

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Nova Queensha

Saat kau di anggap tidak berguna lagi, kau di buang dan di campakkan

Seolah-olah kau bagaikan sampah yang tidak terpakai...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nova Queensha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 12

#Dibuang_Seperti_Sampah

#part_12

***

Aku berlalu dari ruang tengah sambil memeluk Azka erat. Aku menarik nafas panjang, berusaha menetralkan debaran jantungku.

Aku tidak sadar, kalau ada beberapa pasang mata tengah memandangku. Ketika aku mengedarkan pandangan, semua orang yang berada di dapur menatapku bersamaan.

Seolah-olah ada yang mengkoordinir mereka, serentak mereka berteriak.

"Ciyeeeeee."

Dapat kulihat, Tante Mega, Tante Rahma, kak Yanti, Mba Cici, dan beberapa kerabat keluarga besarku tertawa terbahak-bahak.

Belum hilang rasa panas yang menjalar di pipiku, mereka sudah menggodaku lagi, membuatku semakin merasa malu. Azka menangis histeris. Anak itu selalu menangis jika mendengar suara yang begitu memekakkan telinga.

Mba Cici segera menghampiriku, untuk membawa Azka ke taman kecil yang berada di belakang rumah.

Sedang Tante Rahma, memerintahkan semua orang yang berada di dapur untuk diam.

"Ssst ... diam!," Ucapnya sambil menempelkan telunjuknya di depan bibirnya.

Samar-samar suara Om Kamil masih terdengar, tapi aku tidak begitu mendengarkannya. Aku masih berusaha mengatur nafasku kembali. Aku mengulum senyum sambil mengucap syukur dalam hati, saat aku tahu, kalau Kak Ivan bukan tunangan Tante Sukma, lega rasanya...

"Sha, dipanggil Om Kamil." Tiba-tiba Tante Yuni, istrinya Om Kamil memanggilku.

"Astaghfirullah! Tante ... " Jawabku terkejut.

"Yuk!, ditunggu di ruang tengah!," perintah Tante Yuni.

Sebenarnya aku enggan, rasanya aku malu sekali jika harus berhadapan dengan Kak Ivan, terlebih semua keluarga besar kami tadi melihatnya. Aku berjalan dengan lutut gemetar. Rasanya, untuk berdiri saja aku sudah tidak sanggup.

Tante Yuni membawaku menghampiri Om Kamil. Aku masih tidak sanggup mengangkat wajahku, aku masih malu sekali. Kulirik sekilas, Kak Ivan berdiri di hadapanku. Aku tidak tahu, kenapa tiba-tiba suasana menjadi hening, padahal sebelum aku masuk tadi, mereka masih tertawa terbahak-bahak.

"Aisha, kamu kenal dengan pria yang bernama Ivan Rahmanaf Zein?." Tanya Om Kamil kepadaku.

Aku hanya menganggukkan kepalaku sebagai jawaban.

"Begini sayang ... Om ini kan pengganti Ayah kamu, dan kamu tahu kita keluarga besar. Sulit untuk mengumpulkan keluarga kita seperti ini," ucap Om Kamil sambil merangkul bahuku.

"Sekarang, di depan kamu, ada seorang pria yang mau melamar kamu. Kamu mau terima lamarannya?."

Hatiku berdesir hebat begitu mendengar pertanyaan Om Kamil. Tidak bisa kupungkiri, aku bahagia mendengarnya.

"Aisha Putri Ridwan ... Om tanya sekali lagi, kamu terima lamarannya Ivan Rahmanaf Zein?" tanya Om Kamil lagi kepadaku.

Aku menghela nafas panjang, dan menghembuskannya perlahan. Bukankah aku berhak untuk bahagia, setelah semua yang telah aku lalui? Ku beranikan untuk mengangkat wajahku perlahan, dan menatap lekat mata Kak Ivan.

"Aisha terima, Om."

Kulihat, Kak Ivan menitikkan air mata bahagia. Serentak semua mengucap syukur.

***

Setelah semua prosesi pertunangan selesai, aku menghampiri Tante Sukma yang sedang membersihkan riasan di wajahnya.

"Tante ... " Aku bergelanyut manja di lengannya.

"Apa!," Jawabnya sambil melirik sinis ke arahku. Tapi aku yakin dia hanya pura-pura.

"Maafin Aisha, ya!," Ucapku lagi sambil mencium pipi kirinya.

"Enggak usah manja-manja deh! Udah punya anak kecil, kelakuan masih kaya anak kecil." Ucapnya sambil mencubit hidungku.

Aku hanya menyeringai.

"Ternyata sikap kamu tadi, karena kamu kira Mas Zein itu, Kak Ivannya kamu?," Tanya Tante Sukma sambil mengulum senyum.

"Iya, Tante ... Maaf ya. Aisha nggak tahu harus bilang apa lagi, rasanya terima kasih saja nggak akan cukup."

"Sama-sama, abis Tante liat, Ivan udah 'ngebet' banget," ucapnya sambil tertawa.

Aku yang mendengarnya hanya menangkupkan kedua telapak tanganku di wajah. Tante Sukma memelukku erat, akupun membalas pelukan Tante Sukma dengan penuh rasa haru.

Berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak keluarga, pernikahanku dengan Kak Ivan akan dilaksanakan bulan November, itu artinya 2 bulan lagi. Sedangkan pernikahan Tante Sukma akan dilaksanakan bulan Februari.

Kak Ivan sebenarnya meminta proses lamarannya diadakan ulang, tapi kedua belah pihak keluarga menolak, dengan alasan efisiensi waktu.

***

Hari ini aku sedang duduk di salah satu kafe yang berada di salah satu mal di Jakarta. Kak Ivan memintaku, untuk memilih barang-barang apa saja yang mau di beli, untuk seserahan. Sebenarnya, keluarga besarku tidak mempermasalahkannya. Lagi pula, aku merasa aneh. Karena toh, acara utama lamarannya sudah dilaksanakan, tetapi Kak Ivan tetap memaksa.

Sambil menunggu Kak Ivan, aku tidak henti-hentinya menatap cincin yang melingkar di jari manisku. Cincin emas putih bermata satu itu, menyita perhatianku, semenjak Kak Ivan menyematkannya di jariku, senyumanpun selalu terlukis di wajahku.

"Ciyeee ... Diliatin terus cincinnya. Suka, ya?," Suara Kak Ivan mengalihkan perhatianku. Kak Ivan memang paling bisa membuatku tersipu malu.

"Biasa aja," ucapku pura-pura acuh.

"Kalau sama yang ngasih cincinnya, suka nggak?"

"Enggak."

"Lho, kok gitu?."

"Enggak suka, tapi sayang," ucapku malu-malu.

"Ciye ... Sekarang udah berani sayang-sayangan," ucapnya sambil tertawa.

Kalau sudah seperti itu, aku cuma bisa menampakkan rona merah di pipi dan menunduk.

"Sha ... "

"Kenapa?."

"Yang," Jawabnya dengan tertawa terbahak-bahak.

Aku memukul lengan Kak Ivan pelan.

"Hehehe ... Bercanda, siapa suruh ngegemesin banget," ucapnya sambil mengecup puncak kepalaku singkat.

"Azka, mana?." Tanyanya setelah duduk hadapanku.

"Tadi mau di ajak, tapi lagi tidur,"

"Yah ... Ya udah, yuk!."

Kak Ivan mengulurkan tangannya, akupun bangkit dari dudukku, dan segera menyambut uluran tangan Kak Ivan, kami keluar dari area kafe dengan bergandengan tangan. Ah ... Rasanya seperti anak SMA yang sedang jatuh cinta.

***

'Tabahlah di saat dirimu dibuang seperti sampah. Akan tiba suatu ketika Allah menghadirkan seseorang untuk mengutip kau seperti sebutir permata' (anonim).

***

You're just too good to be true

Kau terlalu indah tuk jadi kenyataan

Can't take my eyes off of you

Tak bisa kuberhenti memandangmu

You'd be like heaven to touch

Kau seperti surga yang ingin kusentuh

I wanna hold you so much

Aku sangat ingin mendekapmu

At long last love has arrived

Akhirnya cinta tlah datang

I thank God I'm alive

Syukurku pada Tuhan, aku masih hidup

You're just too good to be true

Kau terlalu indah tuk jadi kenyataan

Can't take my eyes off of you

Tak bisa kuberhenti memandangmu

Pardon the way that I stare

Maafkan caraku menatapmu

There's nothing else to compare

Kau tak ada bandingan

The sight of you leaves me weak

Wujudmu melemahkanku

There are no words left to speak

Tak ada lagi kata-kata

But if you feel like I feel

Namun jika perasaanmu sama sepertiku

Please let me know that it's real

Beritahu aku bahwa ini nyata

You're just too good to be true

Kau terlalu indah tuk jadi kenyataan

Can't take my eyes off of you

Tak bisa kuberhenti memandangmu

CHORUS

I love you, baby!

Aku mencintaimu, kasih

And if it's quite alright

Dan jika boleh

I need you, baby

Aku membutuhkanmu, kasih

To warm a lonely night

Tuk hangatkan malam yang sepi

I love you, baby;

Aku mencintaimu kasih

Trust in me when I say

Percayalah padaku saat aku berkata

Oh, pretty baby,

Oh, cantik

Don't bring me down, I pray

Jangan kecewakan aku, doaku

Oh, pretty baby,

Oh, cantik

Now that I found you, stay

Setelah kutemukan dirimu, tinggallah

And let me love you, baby,

Dan biarkan aku mencintaimu, kasih

Let me love you.

Biarkan aku mencintaimu

Source lirik : google.com

***

1
Ailien
Ga usah aneh banyak kok orang tua seperti itu bahkan ongkos buat ket4 pernikahan anak saja di bebankan ke anak yg menikah.
Raning Raning
keren
Sunaimah
suka semua
Sunaimah
suka semua
Farida Wahyuni
aku juga pasti sensi kalau udah setahun ga disentuh
Olla Tulandi Jom
ditendang saja kemaluannya biar nyahooo
Diana Lestari Purba Dasuha
zaka sbg kepala rumah tangga seharusnya bisa tegas bukan lembek en salah arah berani berjuang berarti berani hadapin sgl tantangan....itulah rumah tangga kalo d campurin sama org ketiga apalagi itu mertua
Iyana Computer
bingung bacanya.. kebanyakan POV.. diulang diulang dan diulang lagi
Umatul Aida
bentar lg sah
Umatul Aida
eee ada perempuan dodol siang malam ayo sya tunjukin kepintaran mu
Iin Suharta
keren
Olive Neng
thor kayanya aku bakal tambah tua deh baca novel km..
emosi jiwaaa 😈😡😡😡
iin
Yessssss true... every single one deserve tobe happy, you just ne to be patient & wait for your turn ☺
iin
Ikut terharu
iin
Emosi... kluarga macam apah Zaka ni, gak pny urat malu 😖
iin
Pengen nabok tuh laki dah, kagak tahu diri bgt 🤨
Wijaya Wijaya
kebanyakan diulang versi tokoh nya
Wijaya Wijaya
bab yg ini KK
Sriastuti Wiwik
ya ampun thor bab ini bikin aku mewek
Dyah Toktil Hermawaty
Gusti mboten sare..di kasih jodoh lg yg bnr2
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!