Seorang wanita malang yang terusir dari rumahnya sendiri tiba-tiba saja terikat dengan sistem sang pengubah takdir setelah ditabrak mobil oleh saudari tirinya sendiri.
Mendapati dirinya tak mati dan malah terhubung dengan sistem sang pengubah takdir, akhirnya dia pun memilih untuk membuat kesepakatan dengan sistem tersebut. "Jika kau tak setuju dengan syaratku maka pergilah aku juga sudah tidak ingin hidup lagi" mendengar itu sistem yang baru pertama kali aktif pun langsung menyetujui semua syaratnya karena dia tak mau lenyap sebelum sempat menyelesaikan tugas apapun.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae Linge, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bukan Ibu Kandung
"Hahahaha, memang tuan muda yang bodoh, tidak heran dia baru sadar sekarang jika uangnya tidak cukup sama sekali, Coco jangan lupa sambungkan video real time ke rumah perdana menteri Hu ketika pengawal itu tiba nanti, aku ingin melihat apakah sebagai seorang selir di kediaman perdana menteri ibu tuan muda kedua yang bodoh itu dapat memberikan uang sebanyak itu, aku benar-benar jadi semakin penasaran" ucap Elisa Su dengan wajah cerianya ketika membayangkan drama yang akan dia saksikan secara real time nantinya.
"Hehehe, host benar-benar pintar, host pasti sudah memiliki pemikiran sendirikan tentang kondisi ibu dari tuan muda yang bodoh itu" ucap Coco menebak pikiran hostnya itu, mendengar itu Elisa Su pun tersenyum dingin "Mana mungkin aku hanya sedang membayangkan sesuatu saja, ingat jika orang suruhan tuan muda bodoh itu sudah menemui ibunya segera lakukan siaran video secara real timenya" ucap Elisa Su yang tak ingin mengatakan apapun kepada sistemnya dan langsung fokus mendengar orang-orang yang sedang menawar pil tersebut.
"Seribu dua ratus tael emas" ucap salah satu orang dari lantai bawah, "Seribu lima ratus tael emas" ucap orang lain lagi masih dari lantai bawah, "Dua ribu tael emas" ucap seseorang dari lantai dua ruang khusus bernomor sebelas, mendengar itu Dodi Hu pun mulai khawatir "Kenapa lama sekali, jika uang itu tidak ada ayah pasti benar-benar akan marah dan memukul ku hingga mati" ucapnya di dalam hati sembari terus menerus melirik ke arah pintu masuk ruang tersebut. "Dua ribu lima ratus tael emas" ucap seseorang dari lantai satu, "Tiga ribu tael emas" ucap kembali orang dari lantai dua ruang khusus bernomor sebelas, "Tiga ribu tael emas" ucap seseorang dari ruang khusus bernomor satu.
"Siaran video real time dimulai" ucap Coco, setelah itu muncullah video dimana pengawal tersebut sudah sampai dikediaman perdana menteri Hu dan sedang menghadap Lala Hu yang merupakan ibu dari Dodi Hu dan juga merupakan salah satu selir yang ada di kediaman itu "Nyonya selir, tuan muda kedua memerintahkan saya untuk datang kemari dan segera menemui nyonya untuk meminta uang sebanyak tiga ribu tael emas, kata tuan muda kedua ada barang yang sangat disukai oleh tuan besar dipelelangan hari ini jadi tuan muda kedua pun ingin mendapatkan barang tersebut dan memberikannya kepada tuan besar nanti" ucap pengawal Dodi Hu, mendengar itu ibu Dodi Hu pun terkejut "Aku tidak punya uang sebanyak itu saat ini, selain itu bukankah baru kemarin aku memberikan uang seribu tael emas kepada anak itu, apakah uang itu juga sudah tidak ada" ucap ibu Dodi Hu sembari menatap tajam ke arah pengawal tersebut, mendapatkan tatapan tajam seperti itu pengawal itu pun menundukkan kepalanya "Uang yang nyonya selir maksud hanya tinggal dua ratus tael emas dan lima puluh tael perak saja nyonya selir" ucap pengawal tersebut dengan jujur karna tak ingin menerima kemarahan ibu dari majikannya itu.
"Apa" ucap selir Lala dengan wajah syok dan tanpa sengaja menjatuhkan cangkir teh yang sedang dipegangnya, melihat itu pelayan pribadinya pun segera memerintahkan pelayan lain untuk membereskan pecahan cangkir itu sedangkan dia sendiri membersihkan pakain nyonyanya dari air teh yang sempat mengenainya "Benar-benar anak durhaka, apa dia pikir aku ini nyonya dikediaman ini hingga dapat mengeluarkan uang sebanyak itu dalam seketika, kembalilah katakan padanya saat ini hanya ini yang aku punya, jika bisa suruh dia meminjam uang dulu kepada teman-temannya itu, besok aku pasti akan mengembalikan uang mereka" ucap selir Lala sembari memerintahkan pelayan pribadinya untuk memberikan uang sebanyak lima ratus tael emas kepada pengawal pribadi anaknya tersebut, mendengar itu pengawal tersebut pun membungkukkan badannya "Baik nyonya selir saya akan mengatakan kepada tuan muda kedua seperti yang nona selir katakan" ucapnya lalu kemudian berdiri dan mengambil uang tersebut, setelah itu dia pun segera kembali ke tempat pelelangan untuk memberitahukan kabar tersebut.
Semua orang yang dapat mendengar isi hati Elisa Su juga dapat melihat video real time tersebut, awalnya mereka semua tak percaya mengira jika itu hanyalah ilusi namun setelah melakukan berbagai cara untuk menghilangkan ilusi tak ada satu pun cara yang berhasil, akhirnya mereka pun hanya bisa menerima kenyataan itu dan ikut serta menyaksikan video tersebut. "Hehehe, benar-benar seperti dugaan ku, Coco coba cek apakah tuan muda kedua itu benar-benar putra kandung perdana menteri Hu" ucap Elisa Su di dalam hatinya, mendengar ucapan Elisa Su tersebut semuanya kembali menajamkan pendengaran masing-masing karena takut akan melewatkan hal penting nantinya "Baik host aku akan segera mengeceknya" ucap Coco yang langsung mengecek apa yang diiingkan hostnya tak perlu lama hasilnya pun keluar "Host tuan muda bodoh itu benar-benar anak kandung dari perdana menteri Hu hanya saja selir itu bukanlah ibu kandungnya" ucap Coco yang berhasil membuat orang-orang yang mendengarnya pun kembali terkejut "Apa? apakah aku tak salah dengar" ucap mereka di dalam hati masing-masing sembari tetap fokus mendengarkan percakapan antara Elisa Su dan Coco.
"Seperti yang kuduga, selain itu awasi terus selir itu dan buat rekaman videonya untukku, nanti malam aku ingin melihatnya aku yakin pasti akan ada pertunjukan yang sangat mendebarkan" ucap Elisa Su, mendengar itu Coco pun menganggukkan kepalanya "Baik host, seperti yang host inginkan, selain itu apakah host tak ingin mengetahui siapakah ibu kandung dari tuan muda yang bodoh itu" ucap Coco sembari menatap ke arah Elisa Su, mendengar itu orang-orang yang mendengarkan percakapan mereka itu pun juga sangat penasaran "Tidak perlu, aku sudah mempunyai perhitungan tentang siapa orang itu di dalam kepala ku" ucap Elisa Su dengan santai namun membuat orang-orang itu menjadi tambah penasaran bahkan ingin langsung menanyakannya kepada Elisa Su jika tak takut dianggap gila "Ayo nona katakan saja siapa orangnya, kenapa harus dirahasiakan seperti ini" ucap mereka di dalam hati masing-masing dengan wajah yang masih dipenuhi rasa penasaran yang tinggi dicampur dengan rasa frustasi.
Pelelangan pun terus berlanjut dan kini harganya telah mencapai lima ribu lima ratus tael emas, mendengar itu Dodi Hu pun benar-benar menjadi sangat panik, karena jika semua uang dikumpulkan pun juga tetap tidak dapat mendapatkan pil tersebut "Harusnya tadi aku tidak perlu menghabiskan uang sebanyak itu hanya untuk membeli satu tusuk rambut saja" ucapnya di dalam hati lalu kemudian melirik kesal ke arah Neli Su yang sedang meminum teh juga menikmati cemilan yang ada di ruang itu.
"Tuan muda kedua, karena sedang tak memiliki uang sebanyak itu hari ini nyonya selir hanya memberikan lima ratus tael emas saja, nyonya selir menyuruh tuan muda kedua untuk meminjam uang kepada teman-teman tuan muda kedua, kata nyonya selir besok akan nyonya selir kembalikan" ucap pengawal pribadi Dodi Hu dengan suara kecil di samping telinga kanan tuan mudanya itu setelah masuk ke dalam ruang tersebut, mendengar itu Dodi Hu pun merasa frustasi lalu tanpa sadar perhatiannya pun tertuju ke arah wanita yang kini sedang bersamanya.
"Adik, bolehkah kakak meminta tolong" ucap Dodi Hu sembari menggenggam tangan Neli Su dengan lembut, mendengar itu Neli Su pun segera menganggukkan kepalanya "Tentu saja bisa kak Dodi, coba katakan pertolongan apa yang bisa adik berikan" ucap Neli Su dengan lembut sembari menatap Dodi Hu dengan tatapan tulusnya. "Seperti ini, pil yang sedang di lelang saat ini merupakan barang yang ingin ayahku dapatkan, tapi uang yang kami bawa hari ini ternyata kurang, bolehkah aku meminjam lima ribu tael emas dulu ke adik, aku berjanji pasti akan mengembalikannya kepada adik besok" ucap Dodi Hu dengan nada bersalah, mendengar apa yang diucapkan Dodi Hu, Neli Su pun terkejut "Apa lima ribu tael emas, mana mungkin aku mempunyai uang sebanyak itu, tapi kalau aku tak membantunya bisa-bisa kedepannya dia tak akan mudah lagi aku bodohi seperti hari ini" ucap Neli Su di dalam hatinya. "Kak Dodi, adik tidak punya uang sebanyak itu, hanya inilah semua uang yang adik punya, kakak kan tau sendiri jika adik hanyalah anak dari seorang selir jadi mana mungkin adik punya uang sebanyak itu, ambillah kak, kakak pakai saja dulu uang ini meskipun tak dapat banyak membantu kakak" ucap Neli Su mengambil kantong uang yang ada di pinggangnya yang berisi lima ratus tael emas kepada Dodi Hu, sebenarnya dia masih punya uang lainnya tapi dia tak sebodoh itu untuk memberikan semuanya, mendengar ucapan Neli Su, Dodi Hu pun hanya bisa menghela napasnya berat "Baiklah, kakak pinjam dulu uangnya terimakasih banyak atas bantuan adik, kakak pasti tak akan pernah melupakannya" ucap dodi Hu sembari menyerahkan uang tersebut kepada pengawalnya, setelah itu dia pun mulai menghitung kembali dan menyadari jika dia masih memerlukan lima ratus tael emas lagi untuk menutupi uang yang diberikan ayahnya.