setelah sein Bu meninggalkan pulau es,sein Bu pergi ke ke selatan untuk menumpas para pendekar golongan hitam yang sangat meresahkan masyarakat lemah.
dalam menumpas kekacauan di selatan,sein Bu mendapatkan kitab yang selama ini di cari oleh para pendekar di dunia persilatan dari seorang pemuda yang hampir mati karena mempertahankan kitab serat jiwa.
sein Bu pun menghancurkan kitab itu setelah dia berhasil mempelajari isi kitab itu.
dengan sein Bu mempelajari kitab serat jiwa sein Bu menjadi pendekar yang menyamai kehebatan gurunya bahkan gurunya mengakui sein Bu telah melampaui kekuatan gurunya.
saat sein Bu sudah melampaui kekuatan gurunya,kakak seperguruanya Cia tong lay yang mewarisi pedang tanpa wujud yang menjadi simbol untuk menjadi kekuatan aliran putih.
dia di angkat menjadi ketua baru aliran putih di dunia persilatan
ikuti kisah selanjutnya....
cerita ini hanya cerita fiksi belaka.
bila ada kesamaan tokoh tempat atau jurus jurus yang di gunakan itu hanyalah secara kebetulan saja.
vote dan like anda telah membantu para author untuk tetap semangat berkarya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BilQis Natasya Putriyanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MELAWAN PARA PERAMPOK
Walaupun Guo fang masih belum percaya apa yang di katakan ayahnya dia pun terpaksa mengiyakan untuk menyenangkan hati ayahnya yang sedang kalut.
" Apa rencana ayah selanjutnya?"
" Besok ayah akan ikut keluar kota untuk mengantar barang yang akan kita kirim ke luar kota."
" Apakah ayah yakin?"
wajah Guo fang penuh kecemasan.
Guo dang mengangguk penuh keyakinan,dia hendak mengasah ilmu yang di pelajarinya dari kitab serat jiwa.
Walau pun Guo fang khawatir terhadap ayahnya yang dengan nekat pergi dan ikut mengawal pengantaran barang keluar kota
tetapi Guo fang yakin ayahnya dapat mengatasi masalah ini semua.
Keesokan harinya Guo dang dan dua orang pendekar bayaran dan seorang kusir pergi meninggalkan rumah Guo dang.
Walaupun Guo dang yang sudah berusia setengah abad dan Guo dang masih tampak gagah duduk di atas kuda kesayanganya.
Guo dang dan dua pendekar bayaranya mengiringi gerobak kuda yang berisikan barang barang yang akan di kirim ke kota tetangga mereka.
Saat mereka keluar dari gerbang kota Anhui beberapa pasang mata sedang memperhatikan rombongan mereka.
Beberapa pasang mata itu tak lain adalah kaki tangan perampok yang sengaja memnyusup di kota Anhui untuk melaporkan para saudagar yang akan keluar dari kota Anhui.
Rombongan Guo dang yang terus memacu kudanya agak sedikit lambat karena harus membawa barang barang yang ada di kereta kuda dan mereka sudah mendekati perbatasan.
Puluhan pasang mata terus memperhatikan mereka yang sedang beriringan.
" Berhenti.."
bentak seorang lelaki yang wajahnya penuh dengan berewok.
Rombongan guo dang pun memberhentikan kuda mereka dan memandang penuh silidik pada lelaki berewok itu.
" Mengapa kami harus berhenti?siapakah kamu?minggirlah bentak salah satu pendekar bayaran Guo dang."
Lelaki brewok itu lalu memberi isyarat dengan bersiul yang sangat melengking.
tampak puluhan teman lelaki brewok itu dengan sarung tangan besi muncul dari balik pohon dan semak semak langsung mengurung mereka.
" Kalian harus tinggalkan gerobak itu kalau nyawa kalian masih ingin selamat...!!"
bentak lelaki brewok yang tak lain salah satu tangan kanan dari pimpinan perampok tangan besi.
Guo dang memperhatikan mereka,jumlah mereka sekitar tiga puluh lebih.
dia pun berseru lantang pada gerombolan perampok itu.
" Kalau kami tidak mau serahkan gerobak ini kalian mau apa?tantang Guo dang."
" Berarti kalian memilih mati,serang mereka.!!"
Gerombolan perampok itu pun menyerang rombongan Guo dang.
pendekar bayaran Guo dang langsung di keroyok oleh dua puluh perampok membuat pendekar bayaran Guo dang terdesak hebat.
Sementara Guo dang dengan tenang menghadapi perampok berewokan dengan sepuluh anggota perampok.
tampak Guo dang berhasil melepaskan pukulan pada perampok berewok itu dan perampok lain membuat para perampok meringis kesakitan.
Walau pun Guo dang baru pertama kali berekelahi rasanya dia sudah berpengalaman.
tampak serangan para perampok sangat lambat membuat dia sangat mudah melepaskan pukulan demi pukulan pada perampok itu.
Melihat temannya mulai terdesak kini para perampok itu beralih serangan kini mereka mulai mengepung Guo dang.
kini Guo dang hampir di keroyok oleh semua para perampok yang mengepung mereka.
Tetapi Guo dang yang masih tenang Dangan mudah melepaskan pukulan demi pukulan yang memuat mereka terpukul mundur.
pemimpin perampok itu melihat anak buahnya mulai banyak terluka segera memberi isyarat untuk mundur.
Para perampok itu pun segera berlarian ke arah rerimbunan pohon dan semak semak dan meninggalkan para rombongan Guo dang.
pendekar bayaran yang tidak percaya dengan majikanya hanya bisa terbengong melihat Guo dang mampu membuat para perampok itu kocar kacir dengan mudah.
**
Para perampok itu berhasil kabur dan lari kembali kemarkas mereka yang tidak jauh dari situ.
pemimpin perampok tangan besi yang sedang menunggu kedatangan anak buahnya mengerutkan dahinya ketika melihat anak buahnya babak belur dan tidak membawa hasil rampokan.
" Apa yang terjadi brewok?mengapa kalian kembali tidak membawa hasil?"
" Maaf ketua,kami tidak sanggup melawan pimpinan rombongan itu ketua,mereka memiliki ilmu yang tinggi membuat kami harus menyelamatkan diri ketua."
Plak..sebuah tamparan keras mendarat di pipi berewok itu.
" Dasar tidak berguna hanya melawan beberapa orang saja kalian harus kocar kacir.''
Pemimpin perampok tangan besi atau Lang sen menampar si brewok membuat beberapa gigi berewok tanggal akibat tamparan lang sen.
sendi apa CHAKRA...?
sebenarnya ini bahas mustika yg mana.... BANYAK AMAT NAMANYA...