NovelToon NovelToon
Annelyn Dan Om Bimo

Annelyn Dan Om Bimo

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Misteri / Poligami
Popularitas:118.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ain Aun

Aku Annelyn. Ketika keretaku hanya memberi luka aku memilih menapaki rel dingin dan memeluk diriku sendiri.

Aku Bimo. Ijinkan aku menjadi kereta terakhirmu agar kau tak melewati dinginnya rel seorang diri.

Aku Dimas. Ketika aku dibutakan cinta pertamaku, membawanya dalam mahligai indahnya perjalanan panjang kereta rumah tanggaku.

Ketika suamiku memilih cinta pertama, mengorbankan aku yang menemani saat terpuruknya. Haruskah aku berpaling? Pada laki-laki yang sudah ku anggap sebagai orang tua ku sendiri. Sedangkan prahara asal muasal aku ada di dunia ini selalu menghantuiku

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ain Aun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Darah

Sepasang mata sendu Annelyn berkilauan penuh air mata yang siap tumpah. Refleks, Dimas memeluk wanita yang begitu dicintainya. Dia yakin jika Annelyn benar hamil, maka itu pasti anaknya. Dia tahu betul Annelyn adalah seorang wanita berprinsip yang sangat kuat menjaga harga diri.

Air mata Annelyn lolos begitu saja, sudah sangat lama ia ingin menangis dalam pelukan Dimas. Dia ingin menumpahkan kekesalannya, rasa sakit hatinya pada pria itu, meskipun pria itulah yang menyakitinya.

Bodoh, tapi bukankah cinta memang membutakan mata dan menulikan telinga. Sedewasa apapun seseorang pasti akan kekanak-kanakan jika menyangkut tentang cinta.

" Maaf, please maafin aku, Anne" Air mata Dimas menetes. Tanganya mengelus rambut panjang bergelombang Annelyn.

Annelyn hanya mengangguk, entahlah, sejak dulu dia memang lemah jika Dimas sudah memeluknya.

Akhirnya malam itu, Annelyn dan Dimas walau tidak ada keinginan untuk rujuk, mereka sepakat memulai awal yang baik setelah perceraian, demi bayinya.

"Puspa ngidam sate Padang, makanya aku di sini malam-malam" Dimas menyuapkan satu sendok nasi sate Padang ke mulut Annelyn.

Entahlah, Annelyn bahkan tidak terpengaruh dengan ucapan Dimas tentang Puspa, dia begitu menikmati disuapi Dimas. Bahkan makanan pria itu belum tersentuh, tapi dia dengan telaten menyuapi Annelyn.

" Kamu makan yang banyak ya, biar baby-nya sehat" Dimas menoel hidung mancung Annelyn.

Annelyn memang tidak terlihat kurus, hanya saja untuk ukuran ibu hamil, dia seperti kurang gizi. Kecuali, bongkahan-bongkahannya yang terlihat lebih semakin mengembang sempurna.

Mereka berdua tidak seperti mantan suami istri, melainkan sepasang kekasih yang lama tidak bertemu. Canda tawa menghiasi pertemuan mereka, dua jam lebih mereka bercengkrama seperti dulu, Dimas melupakan jika ada yang menanti di rumah. Annelyn-pun melupakan penghianatan Dimas, melupakan bahwa saking sakitnya dikhianati, dia juga pernah berniat balas dendam.

Annelyn pulang diantar Dimas di depan bangunan apartemen mewah. Dimas sedikit terkejut melihat tempat tinggal Annelyn.

" Aku tinggal bersama pacarku, kalian pernah bertemu" Annelyn menjelaskannya, setelah melihat ekspresi terkejut di mata Dimas.

Mantan suaminya itu masih bertahta di hatinya, Annelyn masih sangat mencintainya. Tapi dia tidak bisa sembarangan memberi tahu Dimas siapa Bimo sebenarnya.

Keesokan harinya, belum genap pukul 07.00 Annelyn menyiapkan sandwich untuk sarapan paginya dan Om Bimo. Mengenakan dress batik selutut yang dibalut celemek, rambut coklatnya dicepol asal.

Memandang tubuh sintal yang berkutat di dapur dari belakang, membuat debaran hati Bimo semakin menjadi, ia tidak kuat berdekatan dengan gadis itu, apalagi setelah mimpinya semalam.

Berjalan menuju meja makan, Bimo berdehem pelan, ia berharap keponakanya berbalik lalu memasang senyum manis seperti biasa. Hanya saja hari ini berbeda, Annelyn seolah tidak mendengar deheman Bimo.

Wah sepertinya sate padang membuat anak nakal itu ngambek. Bimo masih memandang lekat tubuh Annelyn dari belakang.

Huh.Nggak enak kan dikacangin? Biar tau rasa si Om.

"Lyn?? Kamu mendengarku??"

Ohooo anak nakal. Awas saja akan ku buat kamu bermanja-manja. Bimo menyeringai.

" Eh Lyn, kalung berlian hadiah dariku, kok nggak pernah kamu pakai?". Mengusap dagunya main-main, matanya masih saja terpaku pada tubuh yang enggan berbalik. Entah apa yang dimasak, lama sekali. Ia

Hah?? Pertanyaannya gak tepat banget sih waktunya. Aduh, mana kalungnya senilai apartemen. Itu marahnya Om bisa kayak singa kelaparan.

" Oommm, Om capek ya?" Buru-buru menghampiri Bimo, memijat punggung besar Bimo.

Cup.

Satu kecupan mendarat di pipi Bimo.

Degh.. Astaga, kenapa jadi aku yang merasa dikerjai. Ciuman kecil itu justru membangkitkan sesuatu yang gurih-gurih enyoi. Bagaimana bisa kerja dengan tenang kalau pikiranku selalu tertuju pada iya iyeesss.

" Ehm. Lyn aku tahu kamu menjual kalung itu." Menatap Annelyn tajam.

Pura-pura marah, Bimo berusaha terlihat tegas, hatinya masih dag dig dug, tapi dia tidak ingin terlalu larut, dia tidak mau kalah, anak nakal ini harus di hukum.

Bola mata Annelyn melotot, tidak menyangka Bimo bisa tahu perbuatanya. Dia benar-benar belum tahu siapa Om-nya yang sebenarnya. Tuan muda dengan mata-mata yang melebihi detektif Conan. Kaki tangannya saja orang pilihan, bukan pinggiran.

Sekarang, Annelyn tidak mampu berkutik, pagi itu, yang diespektasikanya, Om Bimo merayu memanjakannya untuk minta maaf, realitanya dia justru kena batunya, dihukum tidak boleh kerja seminggu.

Alhasil, saking bosannya, dia menerima tawaran Dimas untuk makan siang bersama. Baby-nya juga sangat merindukan ayahnya.

**

" Emangnya pacarmu nggak marah kamu makan siang sama aku?" Sambil melihat buku menu. Ia tidak terbiasa dengan restoran Itali, menunya tampak asing.

" Dia ngertiin aku kok" Annelyn juga sibuk memilih makanan yang kiranya tidak membuat dia mual.

"Aku minumnya jus jeruk, makanya risotto aja." Annelyn tersenyum manis menatap Dimas

" Aku sama kamu ajalah"

Setelah memesan makanan pada pelayan, mereka berbicara panjang lebar seperti semalam. Di mata Dimas, Annelyn tampak cantik memakai dress dengan rambut coklat bergelombang yang digerai. Tapi tetap tidak mampu menggoyahkan hati hitam Dimas.

Saat pelayan yang membawa makanan datang, Annelyn tiba-tiba mendapat telephon. Ia berjalan menjauhi meja mereka untuk mengangkat panggilan dari nomor tidak dikenal itu.

Kembali ke mejanya, Annelyn meminum jus jeruk. " Orang salah sambung". Padahal Dimas tidak bertanya, tapi Annelyn berinisiatif memberitahu.

Dimas hanya memasang senyum mendengar pernyataan Annelyn.

" Ah auh.. shhh sakiit" Annelyn kesakitan, wajahnya memucat, keringat dingin tiba-tiba menjalar di sekujur tubuhnya.

"Aku ke tolet sebentar, Mas" Berjalan cepat ke kamar kecil, Annelyn menahan sakit perut yang teramat sangat. Perutnya seperti ditusuk pisau berkali-kali, melilit terpelintir seolah bagian dalam perutnya diremas.

Annelyn terjatuh, tersungkur di lantai. Pandangan matanya mulai buram, tapi sekuat tenaga dia bangkit, dia tidak ingin mati konyol. Tanganya merogoh tas, mencari ponselnya, berniat menelpon Bimo.

Masa bodoh dengan omelannya yang sepanjang jalan tol, lancar jaya tanpa titik koma. Lebih dari itu, Annelyn takut bayinya kenapa-kenapa. Sakit diperutnya membuat dia teringat senyuman Dimas, prasangka buruk terhadap Dimas tidak bisa ia tepis begitu saja.

Apalagi saat sesuatu berwarna merah mengalir deras dari inti tubuhnya, seiring dengan keringat dingin membasahi tubuh, begitu juga rasa sakit yang kian mencekik.

" O om .. tolong aku, Om" Hanya kalimat itu yang keluar dari bibir pucatnya saat panggilan telepon tersambung dengan sosok di seberang sana.

Bimo POV.

Aku frustasi, gadis kecil yang sebentar lagi punya anak kecil itu dengan santainya mencium pipiku. Apa dikiranya aku pria impoten? Bahkan aku sendiri bingung, aku frustasi karena takut tidak bisa mengontrol perasaan, atau karena ingin ciuman itu jatuh di bibir?

Haaassshhh, aku ingin melempar berkas laporan keuangan di mejaku. Setiap membaca huruf dan angka yang tertera, otakku yang sok pintar malah dengan tidak punya adab membayangkan mimpi semalam. Gadisku yang dengan lihainya menari bak belut hidup digoreng.

Annelyn, satu nama yang sejak kehadirannya di apartemenku, membuat berkas penting yang dulu ku gilai kini seolah tidak berarti.

i love you so much, Lyn.

Ponselku bergetar, nama gadis nakal itu tertera di layar, mungkin dia ingin minta maaf agar diijinkan bekerja, dia pasti bosan di apartemen seharian.

Baru saja aku menekan tombol terima, suara rintihan itu hampir membuatku gagal jantung. Untung tidak punya penyakit jantung.

Hai gaesss, ini novelku masih tahapan agar dikontrak.. doain author amatiran ini yaaa..

Oh iya, sorry banget ya updetnya kadang dua hari sekali, hehe . maklumlah mommy muda, anak suka rewel ..

cuz cuz yeee jangan lupa like, komen dan vote . love you

1
Yulay Yuli
hadeh ga pny nyali🤦berhayal aja terus
Heryta Herman
cerita nya ga tamat...menggantung...
Heryta Herman
mana lanjutannya....
Yulay Yuli
jahat banget Dimas y
Duyung kesayangan
Aku mampir kak
salam dari cinta berbeda keyakinan
Dewi Mandala
seru cerita'y ..smngat
Nur Ainy
ayo up thoorrr
Yzide Luthfan
bagi para penggemar novel Annelyn dan om bimo.. author minta maaf, author tidak bisa melanjutkan lagi, akunnya author hilang, kemaren-kemaren karya tulis author yg hilang karena ponsel author rusak, ku kira cobaannya cukup di situ, ternyata tidak.. dan kalaupun bisa melanjutkan, harus dwngan akun lain.. maaf yaaa
KaNg BaP3R
cemilan doank ya,bosen tinggal buang😂😂
🌟æ⃝᷍𝖒ᵐᵉN^W^NH^Ti᭄💫
buat buayanya insyaf Lyn😄😄
Senjaaa___
hapy ending ya thoor...aku paling suka novel yg ceritany gk muter2 kek sinetron...
Dilla Fadilla
aku kira double thor ngga tau pengumuman😅🤣
Senjaaa___
karepmu lah thoor...
Zuli Ika
cerita dari awal samp akhir ga jelas
Adinda Ashif: tolong sarannya kak.. dibagian mana tidak jelasnya, nanti supaya bisa saya perbaiki alur dan kalimatnya..
total 1 replies
𝓜𝓲𝓼𝓼 𝓙 ❥➻📴🌼
ruwet 🙈
Adinda Ashif: sabar kak.. tolong sarannya yaaa.. terimakasih..
total 1 replies
Senjaaa___
ooh....
Chandra Ponsel
laki egois yg mau wanita punya kekuasaan dan mau denfan wanita yg di cintai,,,
dan yg tersakiti disini karina,,,,
tdk pnya anak untuk slamanya dan tdak di cintai suaminya
but
dua
Adinda Ashif: terimakasih
total 1 replies
Adinda Ashif
absen yuk
... aku nomor satu yaaa
𝓜𝓲𝓼𝓼 𝓙 ❥➻📴🌼
bawa anelyn kabur bim yg jauhhhhhhhhh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!