Taniza dan Tania.
Saudara kembar yang terpisah sejak kecil.
Taniza dan Tania merupakan kembar identik, hanya saja sifat mereka bertolak belakang.
Taniza adalah sosok anak yang lemah lembut, baik hati, tidak pernah menyakiti siapapun, ia gadis yang sangat penurut.
sedangkan Tania , ia gadis yang lebih liar, tidak mau di atur, suka seenaknya,dan lebih suka hidup semaunya..
namun di balik sifat keduanya yang sangat bertolak belakang, mereka sama-sama saling menyayangi, namun takdir berkata lain, mereka mengalami kecelakaan dan membuat nya terpisah,namun sebelum kecelakaan itu terjadi, mereka iseng-iseng bertukar nama, tapi ternyata pertukaran identitas itu terbawa sampai dewasa.
Bismillahirrahmanirrahim....
Yuk ikuti kisahnya....
kawal mereka sampai tuntas...
jangan lupa beri dukungan ya ...
salam sehat semua.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Marina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 4
Kamar sempit di sudut paling belakang mansion itu terasa begitu pengap. Tanpa sepengetahuan kakek Hamzah.....Tania di usir dari kamarnya dan menempati kamar kecil itu, bahkan lebih kecil dari kamar para pelayan.
Di atas meja lipat kecil, Tania menggerakkan setrika dengan tangan yang gemetar hebat. Matanya sembap, semalam ia hampir tak bisa tidur karena terus merindukan almarhum orang tuanya.
"Tania... cepat setrika bajuku!" seru Filio tajam, berdiri di ambang pintu kamar Tania yang kecil dengan bersedekap dada. Wajahnya penuh dengan rasa jijik dan dominasi.
"Iya, Filio..." jawab Tania pelan dengan suara bergetar. Ia berusaha mempercepat gerakannya, namun jemarinya yang lemas memegang gagang setrika justru membuat lipatan gaun Filio sedikit tidak rapi.
Melihat hal itu, amarah Filio meledak. "Dasar tidak becus! Cuma begini saja lama sekali...!"
Tanpa rasa iba sedikit pun, Filio merebut setrika panas itu dari tangan Tania. Sebelum Tania sempat menghindar, Filio dengan kejam menempelkan permukaan logam yang membara itu tepat ke punggung Tania!
SSrrrtttt.....!
"AAAGHHH! ASTAGHFIRULLAH......PANAS! AMPUN, FILIO! AMPUN, Y A ALLAH.....Ini panas sekali !"
Jeritan histeris Tania melengking pecah, bergema di sepanjang lorong area belakang. Rasa terbakar yang amat dahsyat menjalar di kulit punggungnya. Tania ambruk ke lantai marmar yang dingin, mengerang kesakitan sambil merangkak memegang dadanya yang sesak. Bau kain terbakar dan kulit yang mengelupas menyeruak di udara.
Suara jeritan melengking itu mengundang para pelayan rumah tangga berlarian menuju kamar sempit tersebut. Namun, saat melihat Filio berdiri memegang setrika dengan wajah puas, tak satu pun pelayan yang berani mendekat atau menegur. Mereka hanya bisa menutup mulut, menahan napas dengan mata berkaca-kaca, takut akan dipecat jika ikut campur.
"Berani mengadu sama kakek, kalian aku pecat sekarang juga " seru Filio menatap tajam pada pelayan yang hampir mendekat.
Langkah kaki bermerek mahal terdengar mendekat. Chana , masuk ke dalam kamar sempit itu. Bukannya terkejut atau menghentikan anak kandungnya, Chana justru menyunggingkan senyum kelam.
Tawa renyah yang dingin keluar dari bibirnya. "Bagus, Filio. Anak pembawa sial seperti dia memang harus diberi pelajaran supaya tahu diri dan tidak melunjak di rumah ini..., dulu saat baru di adopsi , orang tua Ameer meninggal, dan kini Akhtar serta Alina juga meninggal....ih...mama gak mau ya tertular nasib seperti kedua paman dan bibimu itu Filio"
Tania yang masih menangis tersedu-sedu di lantai berusaha menjangkau ujung gaun Chana, memohon belas kasih. "Tante... tolong Tania, Tante... Ini sakit sekali..."
Bukannya menolong, Chana justru melangkah maju. Dengan tumit sepatu high heels-nya yang tajam, Chana menginjak punggung tangan Tania yang terhampar di lantai dengan sekuat tenaga!
CRACK!
"AAAAAKKKHHH!" Jeritan Tania makin memilukan. Air matanya mengalir deras membasahi lantai. Tangannya yang mungil kini lebam dan tertindas berat, sementara punggungnya melepuh parah.
"Ya Allah... Ampun ya Allah.... astaghfirullah...hiks hiks hiks " Tania menangis tersedu-sedu,rasa sakit yang ia rasakan benar-benar sampai terasa menusuk tulang.
"Jangan pernah sentuh pakaianku dengan tangan kotormu itu!" bisik Chana penuh racun, makin menekan tumit sepatunya sebelum akhirnya melepaskannya. "Ingat Tania, di rumah ini kamu bukan siapa-siapa lagi. Kamu cuma sampah yang menumpang hidup... Jangan menyentuhku... Tanganmu itu najis.....cuih...!"
Filio dan Chana tertawa puas lalu melangkah pergi meninggalkan kamar sempit itu, membiarkan Tania tergeletak tak berdaya di lantai dingin. Para pelayan yang menangis pelan baru berani mendekat setelah Chana dan Filio benar-benar menghilang dari lorong.
"Non....hiks....sini Bibi obatin...." isak pelayan senior dengan sangat lembut.
Pelayan yang lain berlari mengambil kotak p3k...
"Non....kenapa non tidak pergi saja dari rumah ini, atau kuliah di luar negri, di tempat non di besarkan dulu" Isak Bi Saroh semakin kencang saat membuka jamis yang di pakai Tania....
"Ya Allah non, ini merah sekali, sampai kulitnya keriput...ini kalau tidak segera di obati,maka lukanya akan menggelembung" Bi Saroh mengoles salep anti bakar pada luka Tania dengan pelan.
"Terimakasih Bi, Tania tidak bisa pergi, Ayah dan Ibu meminta Tania menjaga kakek, Tania boleh pergi Kalau Tania sudah menikah" balas Tania sambil meringis menahan sakit yang luar biasa.
"Sampai kapan non? !, Setiap hari Non Tania di siksa, bahkan tuan besar saja tidak tahu...., Kalau begitu ,Bibi adukan saja sama tuan besar " Bi Saroh menaikkan ret sleting gamis Tania kembali dengan pelan.
"Jangan Bi, Ini ujian untuk Tania, Tania yakin, Allah pasti akan mengangkat derajat Tania nanti, Tania harus tetap bersabar, " Cegah Tania sambil menghapus sisa air mata Bi Saroh. Para yang pelayan yang melihat nya ikut terisak .
____
Di saat yang sama, Niza tersentak....
PRANG!
Gelas seng berisi teh hangat yang sedang dipegang Niza mendadak terlepas dan jatuh berkeping-keping di atas lantai . Niza memegang dadanya seketika.
Napasnya memburu tajam. Suatu rasa sakit yang luar biasa, seolah punggungnya dihantam besi panas dan jemarinya dicengkeram kuat, menghantam tubuh Niza tanpa alasan yang jelas. Keringat dingin membasahi pelipis dan dahi Niza.
"Astaghfirullah....akhhhhh, ini Kenapa ya Allah?" bisik Nisa parau
"Niza? Kamu kenapa, Nak?" Ibu angkatnya berlari cemas dari arah dapur.
Niza mencengkeram erat liontin patah berukir NiZa di dadanya. Matanya yang tajam memancarkan kilatan emosi yang tak pernah ia rasakan sebelumnya. Jiwa Tania yang pemberani dan haus akan keadilan di dalam diri Niza seolah terbangun mendadak oleh rasa sakit saudara kembarnya.
"Ibu..." bisik Niza dengan suara dalam dan bergetar, "dada Niza sakit sekali... Rasanya seperti ada seseorang yang sedang disiksa dan menjerit memanggil nama Niza."
Niza menatap ke arah luar jendela, menembus kabut tebal perbukitan menuju arah kota Jakarta. Sifat dasarnya yang merupakan perisai baja bergejolak hebat. Tanpa ia sadari, batin kembarnya sedang memberi pertanda, sang saudara yang berhati lembut sedang mengalami penyiksaan.
"Nisa mendadak sakit dan terasa panas di punggung Niza..... Apa Niza punya penyakit kronis ya Bu, kadang tiba-tiba tangan Niza sakit seperti terinjak besi, dan yang paling sering,pipi ini terasa panas ..." Aku Niza Jujur, karena akhir-akhir ini ia merasakan tubuhnya sering sakit, padahal Niza rajin berolahraga dan makan sehat.
"Baiklah...kalau begitu besok kita ke rumah sakit, Kamu harus cek kesehatan" ajak Ibu Sumiyati dengan lembut.
Kali ini Niza patuh, Ia harus sehat, karena Ia harus selalu menjadi perisai untuk keluarga nya beserta para tetangganya yang sering meminta bantuan Niza.
"Baik Bu, Insyaallah besok Nisa kerumah sakit "Balas Niza setelah rasa sakit itu mereda.
"Sekarang...Niza istirahat ya, Sepertinya Akhir-akhir ini, pekerjaan Niza terlalu berat " Ajak ibu Sumiati menuntun Niza ke kamarnya.
sebentar lagii, Ameer dan Tania akan Sah menjadi pasangan suami isteri, mungkin ya..kmu akan menghadirkan sosok Venera dihari yg sakral ini, tapiiii semua itu tidak akan membuat Ameer dan Tania goyah akan keputusan mutlak dr sesepuh Hasanuddin 😁 gaskuyyyy kakk, up lagiii yaaa.. krn kemarin aku tunggu dan bolak balik kesini ga ada muncul² 😆