NovelToon NovelToon
The Thirteen Fault

The Thirteen Fault

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:286
Nilai: 5
Nama Author: whimsy quinn

Jackly Ellesmere Zloty- dia adalah pamanku yang galak dan posesif. Tapi, dia selalu menuruti permintaanku. asal tidak bersangkutan dengan satu orang yang begitu di bencinya. yaitu.. Papa.
~BillbyImona

Tidak hanya kami.. semua orang pasti bertanya-tanya siapa sebenarnya Billby itu?
~tigabujangprancis
#family drama with romcom

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon whimsy quinn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Building Relations

"Mas mau bungkus ini sama beli beberapa cake lagi.. di bungkus juga" ujar billby saat tiba di kasir

"Boleh.. mau yang mana dek?" Tanya si kasir

"Terserah.. yang enak enak pokoknya" balas billby yang agak membuat si kasir kebingungan

"Berapa?"

"1 kotak"

Akhirnya si kasir mengangguk saja dan menyiapkan pesanan billby.. selagi menunggu, billby mengedarkan pandangannya mencari mas mas Boba yang waktu itu melayaninya.. 'apa om om nya itu masih ee' keras ya' batin billby karena tak kunjung menemukan yang di cari nya

Padahal orang yang billby cari ada di dekatnya dengan perasaan campur aduk

"Ini dek?" Si penjaga kasir menyodorkan kotak cake sesuai permintaan billby tapi dengan nada bertanya.. karena ia tidak tahu apakah sesuai dengan keinginan si pembeli kecil itu.

"Berapa?" Billby membuka aplikasi untuk membayar

"Coba dilihat dulu.. sudah sesuai belum?"

"Sudah" balas billby asal demi cepet selesai

Setelah nya billby segera membayar kue nya sesuai nominal yang di sebutkan. Setelah itu billby kembali ke meja nya tadi

"Ini pak" billby meletakkan kantong plastik yang cukup besar berisi satu kotak cake berukuran 25x25 itu di depan pak Brata

Pak Brata mengernyit bingung. Tadi kan yang mau dibungkus cuma satu potong lemon cake. Mana mungkin dibungkus pake kotak Segede ini kan "ini..."

"Gak apa apa.. santai aja duit billby banyak gak terhitung. Ini bukan apa apa" ucap billby menyombongkan diri. Dih, padahal duit nya dikasih bukan penghasilan sendiri

Ekspresi pak Brata yang awalnya berkerut tidak enak jadi lebih santai "ya udah.. makasih ya"

Billby mengangguk singkat sambil mendaratkan bokongnya di kursi yang ia duduki tadi "kok belum pada makan?" Billby tanya billby heran karena posisi kue dan minuman pesanan nya tadi masih sama seperti saat diletakkan oleh si bartender tadi.

"Kan kita gak tau mana yang punya kamu" balas Jack

Billby menepuk jidatnya "padahal terserah mau ambil yang mana.. yang penting bukan matcha cheese cake sama strawberry latte.. yang yang dua itu punya ku"

Sekarang gantian Jack yang menepuk jidat "terserah.." timpal Jack sambil menggelengkan kepalanya heran. Jack mendekatkan kue dan minuman yang billby sebut tadi ke hadapan ponakannya

"Billby makan ya.. kalian juga" ujar billby lalu menyeruput minumannya

Tapi aku..

Letih juga..

Lebih baik ..

kita masing masing..

Suara Ernie zakri menggema di cafe tersebut. Bait demi bait kesedihan itu mengalun syahdu. Hingga saat lagu galau itu mencapai puncaknya

Pernah sesayang itu pernah..

Pernah secinta itu pernah..

Billby menyahut asal "pernah selingkuh itu pernah.."

"Heh! Tau dari mana kamu istilah selingkuh selingkuh gitu?" Jack menatap billby dengan garang

"Dari om lah! aku kan tiap hari hidup sama om.. jadi apapun yang aku tau, apapun yang aku lakuin itu pasti dari om" balas billby asal jeplak

Jack melotot tidak terima "sembarangan kamu! Om gak pernah ngajarin yang enggak engak.. kosakata kayak gitu juga gak pernah om ajarin ke kamu"

Melihat perdebatan itu angel menyahut "sudah.. sudah.. gak usah ribut. Ini tempat umum"

Sedangkan jiza tak bereaksi apa apa.. ia tetap sibuk menikmati kue nya sendiri.. entah kenapa jiza merasakan ada kehangatan yang familier di cafe ini. Apalagi wangi ruangan cafe ini seolah olah mengingatkan nya pada sosok river.

Aroma hangat yang sedari tadi mengusik indra penciuman Jiza akhirnya menemukan sebuah nama di memorinya: Amber Hug. Itu bukan sekadar wangi parfum biasa, melainkan sebuah pelukan emosional yang dikemas dalam bentuk cairan.

Amber Hug dikenal dengan perpaduan aroma amber yang manis, sentuhan kayu yang maskulin namun lembut, serta kehangatan vanilla di akhir yang selalu memberikan kesan nyaman, intim, dan protektif bagi siapa saja yang menghirupnya.

Bagi Jiza, esensi dari nama parfum itu sendiri—sebuah pelukan hangat—adalah definisi nyata dari sosok River di masa lalunya.

Dahulu, River adalah satu-satunya orang yang paling serasi dengan karakteristik wangi tersebut. Setiap kali River bergerak mendekat atau mendekapnya saat Jiza sedang berada di titik terendah, aroma Amber Hug selalu menguar, menciptakan benteng tak kasatmata yang membuat Jiza merasa aman dari kejamnya dunia luar.

Karakter parfum yang tenang namun mendalam itu sangat mencerminkan bagaimana cara River mencintainya kala itu; tidak meledak-ledak, tetapi selalu ada, menghangatkan, dan mendekap jiwanya dengan penuh ketulusan.

Kini, saat aroma familier itu kembali tercium di sudut kafe, Jiza hanya bisa tertegun, merasakan dadanya sedikit sesak oleh kerinduan yang teramat sangat pada sosok yang telah pergi membawa separuh kehangatan

hidupnya.

Jiza memakan cake nya dengan sangat santai dan pelan agar bisa duduk di cafe ini lebih lama. Padahal biasanya jiza tidak suka menghabiskan waktu berlama lama di luar mirip orang introvert.

Sepertinya jiza memang berubah menjadi lebih tertutup dan subjektif  semenjak kepergian River dari hidupnya

"Ngapain kamu?" Jack menatap billby heran karena dari tadi gadis kecil itu terus menerus menoleh ke arah meja kasir

"Om om yang waktu itu mana ya? Apa om om nya itu masih ee' keras ya'?" Ujar billby dengan wajah polos tanpa dosa

Ucapan itu sudah pasti langsung membuat Jack masuk mode posesif. "Ngapain kamu nyariin orang itu?"

"Kan aku sudah bilang kalo aku ngerasa om om yang waktu itu mirip siapa gitu.. barangkali dia artis. Om lupa kalo gede nanti billby mau jadi artis. Salah satu cara memulai karier itu  dengan membangun relasi. Emang Om gak tau?" Balas billby menceramahi omnya.

Tidak lama setelah itu mereka pulang tanpa ada pertemuan dengan river. River yang melihat kepergian mereka itu hanya bisa mendesah pasrah 'lagi lagi hanya bisa menatap'

•••

Pagi harinya saat billby terbangun dari tidur lelapnya ia merasakan ada usapan lembut di kepalanya.saat ia membuka mata wajah datar Jiza- lah yang menyambut nya. Billby langsung tersentak karena posisi Jiza- saat ini sama persis seperti tadi malam sebelum billby masuk ke alam bawah sadarnya

"Mama gak tidur?"

"Tidur" balas Jiza- singkat seperti biasa

"Oh.. jadi mama gak kayak gini dari tadi malem ya" ujar billby lega. Lalu menguap sambil mengolet bebas

"Mama mau balik habis sarapan. Kamu MCK dulu habistu turun buat makan. Mama duluan" setelah itu Jiza- melenggang pergi

Sedangkan billby segera membereskan kasurnya lalu pergi ke kamar mandi untuk MCK. Tidak ada waktu untuk rebahan rebahan lagi. Takutnya Jiza- ada kelas pagi. Nanti kalo billby bertele-tele takut menghambat kegiatan Jiza.

Setelah usai mck, billby sempat memakai sedikit face cream dan lip balm sebelum turun ke bawah untuk makan sesuai perintah Jiza- tadi.

Saat billby tiba di ruang makan, billby segera mengisi tempat kosong yang memang di siapkan untuk nya.

Di depan nya sudah tersaji sarapan untuknya. Bisa di tebak kalau Jiza- yang menyiapkan nya. Setelah duduk billby menarik kursinya agar lebih dekat dengan meja.

Austen melirik billy sekilas. Gadis imut itu tampak sudah tak sabar untuk menyantap sarapan pagi ini.

"Udah datang semua. Ayo makan" ucap Austen

Billby tersenyum sambil mengangkat alat makannya sejajar dengan bahu. Lalu segera mengeksekusi butiran butiran nasi dan lauk pauk di depannya yang masih hangat itu.

Di sela sela sarapan pagi yang tenang itu Jack menyelutuk "kamu mau ikut ke sekolah atau di rumah aja?"

Billby menatap Jack dengan pipi menggembung penuh makanan.

Lalu Bolivia menyahut "istirahat di rumah dulu aja"

Mendengar itu mata billby membola tidak setuju. Ia segera menghabiskan makanan di mulutnya lalu membuka suara "billby mau ikut ke sekolah. Lagian perut billby sudah gak sakit" gadis kecil itu mengusap usap perutnya

Xelin menyahut "mau ngapain ke sekolah? Istirahat dulu aja"

Levi yang sedang mengunyah makanan itu mengangguk menyetujui ucapan xelin

Billby menggelengkan kepalanya "billby mau ke sekolah. Mau PDKT -in cancan"

"Siapa cancan?" Tanya Bolivia yang merasa asing dengan nama itu

"Om belum bilang kamu boleh temenan sama dia billby" sela Jack sebelum billby sempat menjawab pertanyaan nenek nya

Tak!

Billby cemberut sambil meletakkan alat makannya diatas piring dengan kadar "kalo gitu billby gak mau makan lagi. Nanti siang sama malem juga. Billby gak mau makan"

1
chill
komentar ya say.. buat motivasi penulis baru💪🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!