NovelToon NovelToon
Pendekar Legenda

Pendekar Legenda

Status: tamat
Genre:Kultivasi / Pendekar / Identitas Tersembunyi / Kutukan / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:881.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: Yulia Puja

PENDEKAR LEGENDA

Novel ini diperankan oleh pemuda yang bernama Zhou Shiyue, ia adalah tuan muda kedua dari keluarga bangsawan Zhou.

Sejak lahir Zhou Shiyue tidak pernah mendapatkan keadilan dari keluarganya, semua orang dari keluarga bangsawan Zhou memandang dirinya dengan sebelah mata bahkan kepala keluarga Zhou yang merupakan ayahnya sendiripun memperlakukannya dengan buruk, mungkin itu karena sang ayah merasa bahwa ia telah kehilangan istrinya karena melahirkan Zhou Shiyue.

Hingga pada suatu masa Zhou Shiyue tak sengaja melukai adik tirinya membuat dirinya dalam masalah besar, dan diusir dari keluarga Zhou.

Sejak hari itulah ia menjalani kehidupan nya yang penuh liku-liku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yulia Puja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jing Zishu (S1)

Jing Zishu, tuan muda kedua dari putra walikota Yuhan, Jing Shima.

Saat ini Jing Zishu tengah mondar-mandir di dalam penginapan, Sangat terlihat bahwa pemuda itu sedang merasa gusar, akan tetapi tak ada keraguan dimatanya.

“Sun, aku pikir sebaiknya kau mendatangi sakte gunung bunga persik dan minta bantuan darinya karena aku yakin orang-orang berilmu akan lebih cepat sampai kesini daripada pasukkan biasa yang dimiliki ayah di kota.” ucapnya

Pengawal Jing Zhiyu yang di panggil Sun itu pun hanya bisa menghembuskan nafas beratnya. Sambil berkata,

“Tuan muda, saya harap sebaiknya anda kembali ke pusat kota. Biar urusan kelompok itu saya yang mengurusnya semampu saya.”

“Tidak, aku tidak akan meninggalkan desa ini!” sarkas Jing Zishu dengan keras.

“Aku tidak mau tau besok kau harus pergi ke sakte gunung bunga persik.” Ucapnya lagi menghentikan perbincangan yang tidak sejalan itu.

“Sekarang aku akan memikirkan cara untuk menahan serangan mereka sampai bala bantuan datang, Kau hanya perlu sampai ke sakte itu, setelahnya baru kau kembali membantuku.” Ucapnya lagi, ia pun duduk di ranjangnya sambil berpikir.

Sun yang mendengar itu hanya bisa menghela nafas dan pergi meninggalkan tuan mudanya.

Di kamar lain, seseorang telah mendengar seluruh percakapan mereka. Itu adalah Zhou Shiyue. Remaja yang berumur 16 tahun itu merasa kagum akan pemikiran tuan muda Jing Zishu. Seumur ia hidup ia tak pernah menemui pria sebaik dan sebijaksana pemuda tersebut, pikirnya.

Keesokkan harinya, Sun pergi meninggalkan desa menuju sakte gunung bunga persik. Jing Zishu sendiri hanya duduk diam di dalam penginapan sambil menyusun strategi karena besok kelompok itu akan datang.

2 hari yang lalu…

Di tengah jalan perbatasan antara desa Yixin dan Yulu. Beberapa orang tengah mengobrol dengan serius tanpa menyadari keberadaan Jing Zishu dan Sun yang tengah bersembunyi.

“Bagaimana keadaan di desa Yulu? Apa disana terlihat pendekar-pendekar aliran putih yang tangguh?” tanya Ryu Shi kepada salah satu rekannya.

“Memang ada pendekar aliran putih yang singgah disana tetapi tidaklah tangguh, mungkin hanya berada pada tahap bumi. Aku tidak melihat pendekar yang kuat disana.” Jawab Ming Hao.

“Bagus, dengan begitu kita tidak perlu khawatir dengan adanya perlawanan yang kuat. Karena beberapa pendekar setingkat bumi tidak akan bisa menghalangi rencana kita untuk menghancurkan desa itu.” Ucap Jian Kun , rekan mereka yang lainnya.

Jing Zishu ingin sekali menghajar mereka sekarang juga tetapi karena tatapan Sun yang memberinya peringatan bahwa mereka tak bisa melawab orang itu maka Jing Zishu hanya bisa mengepalkan tangannya.

Kembali lagi ke posisi Zhou Shiyue.

Disebelah kamarnya ia mendengar suara dobrakan dari luar, ia yang juga merasa terkejutpun langsung keluar dari kamar untuk melihat apa yang sedang terjadi dengan kamar milik Jing Zishu.

Dua orang pertopeng hitam dengan sepasang pedang dipunggung mereka masing-masing tengah mengepung Jing Zishu.

“Kau telah mengetahui rencana kami, setelah mencari selama dua hari akhirnya aku menemukanmu. Sekarang kau harus ikut dengan kami!” ancamnya sambil menarik paksa Jing Zishu dari dalam kamar.

“Aku tidak akan ikut dengan kalian walau kalian memaksaku!” sahut Jing Zishu dengan keras, ia meronta sambil melakukan perlawanan saat dua orang itu menarik paksa dirinya.

Namun ia bukanlah seorang pendekar yang memiliki kekuatan jadi ia hanya bisa pasrah saat kedua orang itu mulai memukulinya dan membuatnya tersungkur. Akan tetapi sebuah kipas menghantam dua orang itu dalam satu waktu.

Keduanya menatap arah datangnya kipas tersebut yang ternyata dipegang oleh seorang pria berparas tampan yang berjalan mendekati mereka.

“Siapa kau?” mereka menatap Zhou Shiyue dengan was was.

“Aku?Kalian tak berhak mengetahui namaku.” Jawabnya dengan sinis.

Jing Zishu hanya terbengong menatap Zhou Shiyue sambil mengingat dimana ia pernah bertemu pria tampan itu. Karena ia yakin mereka pernah bertemu sebelumnya.

“Jangan bicara sekarang, aku akan menghajar mereka lebih dulu.” Ucap Zhou Shiyue menatap Jing Zishu yang sepertinya ingin berbicara.

Tanpa basa-basi ia menghajar dua pria di tingkat langit itu dengan kipasnya. Jeritan kesakitan jelas terdengar ditelinganya akan tetapi Zhou Shiyue tak menghiraukannya dan terus memukuli dua orang itu sampai mereka tak sadarkan diri.

Anehnya tak ada satupun orang dipenginapan ini yang menengok atau memperhatikan keributan mereka. Zhou Shiyue merasa cukup aneh dengan itu tetapi ia tak terlalu perduli dan hanya berjalan mendekati Jing Zishu yang tampaknya masih merasa terkejut.

“Ayo bangun dulu!” Zhou Shiyue mengulurkan tangannya dan Jing Zishu menyambutnya dengan baik.

Dengan keadaan babak belur, Zhou Shiyue membawa pemuda itu ke kamarnya karena saat ini kamar milik pemuda itu sudah berantakan.

Ia mendudukkan Jing Zishu di ranjangnya sedangkan ia sendiri kembali berjalan dan duduk di kursi yang ada di sebrang Jing Zishu.

“Terima kasih telah membantu saya, jika anda tidak ada mungkin…” Jing Zishu terdiam dan tertunduk.

“Tidak masalah, itu tidak membebaniku. Aku hanya kebetulan lewat dan membantu orang yang memang harus aku bantu.” Jawab Zhou Shiyu dengan santai.

“Anda memiliki hati yang baik, tetapi kalau saya boleh tahu siapakah anda ini?” tanya Jing Zishu dengan sopan.

“Kau bisa memanggilku Shiyue, dan jangan terlalu formal, aku tak suka orang yang terlalu sopan padaku.” Jawab Zhou Shiyue.

“Eh baiklah, kalau begitu aku tidak sungkan. Bisakah aku bertanya lagi? Kau dari sakte mana? Sepertinya kau seorang pendekar aliran putih.”

Tanyanya lagi.

“Aku memang dari aliran putih, tapi aku tidak mengikuti sakte manapun.” Jawab Zhou Shiyue.

“Bernarkah? Sangat jarang ada pendekar yang tidak terikat dengan sakte.” Jelas Jing Zishu sedikit kaget.

“Ya, tapi aku baru tau sekarang bahwa sangat jarang ada seorang pendekar yang tidak terikat dengan sakte.” Pernyataan Zhou Shiyue kembali membuat pemuda itu terkejut namun ia tak menunjukkan reaski berlebih takut Zhou Shiyue merasa tersinggung.

“Aku tau yang kau pikirkan, aku memang baru tau karena aku juga baru memasuki dunia seni beladiri.” Jelas Zhou Shiyue membuat pemuda itu mengangguk karena merasa pertanyaannya telah terjawab.

“Sekrang aku ingin tau, siapa kau?” tanya Zhou Shiyue balik.

“Aku Jing Zishu, putra kedua walikota Jing Shima.” Jawabnya dengan jujur.

“Ohh” reaksi Zhou Shiyue yang hanya beroh ria membuat pemuda itu mengernyit heran.

‘biasanya orang-orang akan menunjukkan sifat penjilatnya saat tau aku adalah anak dari walikota. Tetapi pemuda ini? Hmm, memang memiliki sifat baik yang murni dan tidak serakah’ batinnya.

Kedua pemuda tampan itupun akhirnya mengobrol panjang, bahkan Jing Zishu memberitahukan berita tentang penyerangan kelompok itu esok hari. Juga tak jarang Jing Zishu menceritakan hal lucu membuat Zhou Shiyue tertawa lepas.

Sampai akhirnya waktu tak terasa berlalu. Kedua pemuda yang tampak seperti baru bertemu sahabat lama itu terlihat sangat akrab dan tidur di ranjang yang sama. (Eittz jangan pikir yang aneh-aneh, ini zaman kuno loh hehehe.)

Esok harinya!!!

Jangan lupa baca episode selanjutnya kawan-kawan !!!

1
gara 21
asli membosan cerita nya.. acara nya juga ngk jlas.. habisin waktu lagi.. ngk jelas.
Alex Kawun
emng iya tidak nyaman baca nya
biar manjangin honor mu ya thor
Alex Kawun
tulis jg dong thor apa alasan nya mzkulin an.keciil
Alex Kawun
UJUG UJUG ....
dalam membuat cerita jgn se konyong2 begini musti ada alasan nya biar nymbung dgn nalar pembaca
Ani Sumarni
Akhirnya tamat Ceritanya Sang Legenda
Zhou Shiyue perjalanan hidupnya
Sampai disitu tidak kembali bersama Kakaknya dan hidup bahagia
Ani Sumarni
MCnya laper mau isi perut dulu
Restoran Surga 😄😄
Ani Sumarni
Lanjut
Ani Sumarni
Syukurlah Akhirnya Zhou Shiyue bertemu dengan Orang yang di Carinya Ayahnya masih hidup dan
Sehat wal Afiat
Ani Sumarni
Kalau MCnya mati tamat ceritanya 😄
Zhou Shiyue tak akan mati sebelun
Ketemu Ayah Kandungnya
Ani Sumarni
Apa sebenarnya yang dilakukan Zhou Lan Sehingga Zhou Shiyue dengan Berani menangkapnya Ayah Angkatnya
Ani Sumarni
Akhirnya zhou Shiyue sebelum pingsan mengingat pesan Gurunya
Untuk meminta pertolongan bawa Dia
Ada dalam bahaya/Keterpurukan
Syukurlah Sesepuh/Gurnya dengan cepat datang ke lokasi dimana Zhou Shiyue dalam keadaan tak sadar
Ani Sumarni
Ya ampiun keman MCnya belum juga
Datang ini Kausar dan Kakanya sendiri
Dah kewalahan menghadapi Pendekar Bayangan Misterius cepatlah Zhou Shiyue jangan sampai
Terlambat jangan sampai Kaisar dan Kakakmu mengalami sampai terluka
Ani Sumarni
Lanjut
Ani Sumarni
Good Good Good 👍👍
Ani Sumarni
Keman Zhuo Shiyue belum muncul
Zhou Shiyue Zhou Shiyue cepat kedepan masuk kedalam pertarungan
Sebelum terlambat dan banyak jatuh korban dari pihak kekaisaran dan keluarkan Tiga Naga 🐉Hijau Putih
Merah itu babad habis pemberontak
Jangan diberi kesempatan hidup dan
Melarikan diri
Ani Sumarni
Biarkan saja Putri Song Jixi ikut berjuang untuk membela Negri tempat kelahirannya sendiri jadilah Pahlawan Wanita yang Gagah perkasa
Jangan kalah dengan Laki-laki untuk
Berjuang
Ani Sumarni
Siaaaap jadi pembaca selanjutnya 👍
Ani Sumarni
Percaya diri boleh saja itu bagus untuk penyemangat hidup di dalam
Mencapai Cita2 dan tujuan baik asal
Jangan dibarengin sipat sombong
Arogan dan meremehkan orang lain
Karena kesombongan akan menjadi
Penghancur kehidupan Mu dan Kulawarga dimassa yang akan datang
Ani Sumarni
Semoga Yun Yunzhi bisa diselamatkan oleh Paman Ji
Ani Sumarni
Kalau bisa bersabar dalam mengatasi
Mampuh menghadapi musuh2mu Tingkat Suci dengan menggunakan
Pedang Apimu lebih baik gunakanlah
Pedang Api 🔥🔥 mu untuk sementara waktu kalau menggunakan Pedang Naga 🐉🐉 takutnya nanti akan mengundang para Kultivator/Pendekar Tingkat Tinggi yang serakah mengincarmu untuk merebut Pedang Naga mu itu, takutnya nanti kamu kewalahan/kalah kalau Kamu/Zhou Shiyue belum menerobos ke Tingkat Mahanaya paham????
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!