Di usia 23 tahun, Clev adalah pendiri D&D Company, sebuah konglomerat raksasa yang bergerak di berbagai sektor, mulai dari logistik, real estate, hotel dan resor, apartemen, restoran, energi, hingga investasi. Saat memutuskan membangun pusat bisnis barunya di kota Drep, ia mendapati kota itu telah lama berada di bawah kendali organisasi mafia yang mengakar di setiap sudut.
Clev tinggal di sebuah kediaman mewah di sudut utara Kota Drep bersama adiknya, Derina (19 tahun), serta orang-orang kepercayaannya: Maria dan suaminya Garry,Lenny, Mira,Thomas,serta Leo kepala keamanan yang memimpin dua anggota penjaga rumah.
Sementara itu, di pusat kota Drep, berdiri megah gedung D&D Company sebagai simbol dimulainya era baru. Di balik kemegahan perusahaan tersebut, tak seorang pun menyadari bahwa sang pendiri memiliki tujuan yang jauh lebih besar daripada sekedar bisnis, tujuan itu adalah menghancurkan organisasi mafia yang sudah lama menguasai kota Drep.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon General Blast, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34 - Misteri Permata hitam terungkap
Di butik Bella Casa,di ruangan kerja Bella.
Bella menunjukkan pakaian miliknya yang akan di pinjam oleh Merry untuk menghadiri acara keluarga nya,
"ini terlihat cocok denganmu.." kata Bella memberikan gaun itu ke Merry.
Merry mengambil nya dan melihat
"ini sangat elegan ,dengan warna yang tidak begitu mencolok.. sangat bagus" puji Merry melihat gaun itu
Clev kemudian berbalik ke pintu ruangan dan membuka pintu nya
"mungkin bisa di coba terlebih dahulu, aku akan menunggu di luar" lalu berjalan keluar dan menutup pintunya.
Saat keluar ruangan Clev melihat ke arah Kalista dan mendekati nya
"apakah gaun ini adalah model baru?" tanya Clev dari belakang Kalista yang membuat Kalista terkejut
"eh.. Clev, kamu benar-benar ya.." ujar Kalista hingga menjatuhkan pengukur gaun di tangan nya
"iya ini model terbaru yang dibuat nyonya Bella" ujar Kalista lalu menatap Clev
"kamu mengenal nyonya Bella?" bisik Kalista ke Clev.
Clev mengangguk, lalu melihat gaun itu.
"Merry berteman dekat dengan Bella, jadi saya mengenal Bella dari Merry.." jelas Clev santai
Kalista mengangguk lalu melihat ke arah ruangan Bella
"aku tidak menyangka, saat aku berbicara bahwa aku kerja di Bella Casa kamu terlihat biasa aja seperti tidak mengenal nyonya Bella.." ujar Kalista dengan suara pelan
"kebanyakan orang akan memperlihatkan sikap pamer nya ketika dia mengenal seseorang yang penting atau besar saat bercerita..tapi kamu sama sekali tidak seperti itu" tambah Kalista
Clev hanya tersenyum.
Tak lama pintu dari ruangan Bella terbuka ,Merry dan Bella keluar ruangan dengan Merry yang sudah memakai gaun milik Bella.
Lalu Clev berbalik untuk melihat nya
"itu cocok.." ujar Clev sambil tersenyum.
Merry melihat ke arah kaca
"yah kurasa ini terlihat cocok" jelas Merry sambil tersenyum
Bella lalu berbicara
"ini salah satu koleksi favorit ku.." jelas Bella.
Sementara di bandara Meksiko.
Bruno dan Vega terlihat duduk terdiam, mereka masih meratapi apa yang telah terjadi terhadap mereka.
Vega melihat jadwal penerbangan menuju kota Drep,
"kita harus bergerak, Bos.. pesawat yang menuju ke kota Drep akan tiba sebentar lagi" jelas Vega
Bruno hanya mengangguk dan berdiri.
Di Utara kota Drep, di markas unit Blackbird.
Mario sedang berbicara dengan salah satu agent Clev di sambungan telepon nya.
"jadi menurut informan mu mesin pembuatan senjata tersebut adalah mesin percobaan? tanya Mario ke agent tersebut
Agent itu menjawab
"ya Bruno membeli nya dan berencana membuat senjata di Drep lalu menyelundupkan senjata yang di buat mesin tersebut ke Meksiko.." jelas agent itu
Mario menjawab
"baik..saya akan menyampaikan seluruh nya kepada Tuan Cleverley" jelas Mario lalu menutup panggilan nya
Sementara di Bella Casa.
Clev dan Merry bergegas untuk pulang di parkiran mobil dan mereka berjalan dari Bella Casa menuju apartemen Merry, sampai di apartemen Merry turun dari mobil,setelah berbincang beberapa saat Clev pergi menuju Utara kediaman pribadinya.
Sampai dirumah kediaman Clev.
Clev masuk rumah dan di sambut oleh Derina, Maria, Lenny dan Mira.
Kemudian Mira berbicara
"Mario memberikan informasi yang di dapatkan dari agent yang memata-matai markas Karibia" ujar Mira pelan
Lalu Clev berjalan ke halaman belakang rumah dan menghubungi Mario
Lalu tak berapa lama Mario mengangkat panggilan,
"Tuan Cleverley.. saya mendapatkan informasi mengenai mesin senjata milik Mafia Karibia" jelas Mario tegas
Clev bersandar
"apa informasi nya?" tanya Clev tenang
"Bruno membeli mesin senjata itu dengan tujuan membuat banyak senjata lalu menyelundupkan nya ke Meksiko, kepada para mafia-mafia yang ada disana" jelas Mario
Lalu ada jeda diam sesaat
"jadi..itulah kenapa Bruno sangat mengejar permata hitam tersebut, dengan dia mendapatkan akses 'bebas' dari pemerintah Meksiko itu akan membuat bisnis penyelundupan senjata nya ke Meksiko akan berjalan lancar dan mudah tanpa hambatan" jelas Clev
Mario mendengar itu diam sesaat
"itu fakta yang akhirnya kita temukan dari keseluruhan misteri 5 permata hitam yang begitu berharga untuk Mafia Karibia" jelas Mario
Clev di halaman belakang nya tersenyum
"bukan hanya berharga untuk Mafia Karibia, tapi permata hitam itu juga sangat berharga untuk orang-orang pemerintahan di Meksiko yang menginginkan kekuasaan" jelas Clev lalu menatap cakrawala.