NovelToon NovelToon
Tangan Emas: Dokter Muda dengan Sistem Ilahi

Tangan Emas: Dokter Muda dengan Sistem Ilahi

Status: sedang berlangsung
Genre:Perubahan Hidup / Sistem / Dokter
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: Elang

"Surya Pratama hanyalah seorang dokter magang miskin di RSUD Dr. Soetomo, Surabaya. Diputusin pacarnya di depan umum, dihina oleh si kaya Kevin Hartono — hidupnya hancur.

Tapi di saat paling rendah, sebuah **Sistem Dokter Ilahi Super** terbangun dalam pikirannya.

Setiap nyawa yang ia selamatkan mengisi **Botol Pahala**. Setiap botol yang penuh membuka kemampuan baru: **Tangan Emas** yang membuat tangannya tak pernah gemetar, **Mata Tembus** yang melihat menembus tubuh manusia, **Mimpi Ilahi** yang membaca ingatan terakhir orang mati.

Level demi level, Surya naik — dari dokter magang yang diremehkan semua orang menjadi Kepala IGD termuda dalam sejarah rumah sakit."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 26

Bab 26 — Reza Kembali dan Permen Impor

Reza kembali ke RSUD Dr. Soetomo hanya dengan membawa surat permohonan.

Komite kredensial memeriksa riwayat pengunduran dirinya, catatan pelanggaran, pelatihan baru, serta rekomendasi dari rumah sakit tempat dia bekerja sementara. Surya tidak ikut memberikan suara karena memiliki konflik kepentingan sebagai mantan rival dan dokter ayah Reza.

Pak Hendra tetap menemukan cara untuk menguji ego pemuda itu.

"Dua ratus pasien pascaoperasi hemoroid perlu evaluasi luka selama program bakti," katanya. "Kalau masih merasa terlalu hebat untuk pekerjaan dasar, pintu keluar di belakang."

Reza mengenakan sarung tangan.

"Nomor satu, silakan masuk."

Pada pasien ketiga puluh delapan, grup lama mereka dipenuhi foto Reza membawa baki salep. Rizki menambahkan bingkai bunga merah dan tulisan Dokter Bedah Paling Bersinar.

Pak Hendra mengirim stiker bunga.

Reza membaca pesan itu, menarik napas, lalu menaruh ponselnya telungkup.

"Dulu gue akan melempar baki ini ke kepala kalian."

"Sekarang?" tanya Surya.

"Sekarang gue selesaikan dua ratus dulu. Setelah itu baru lempar."

Reza tidak hanya mengganti balutan. Dia menemukan empat pasien dengan nyeri yang tidak sesuai, dua perdarahan lambat, satu retensi urine, dan seorang kakek yang berhenti makan karena takut buang air besar. Semua ditangani sebelum menjadi komplikasi besar.

Pada pasien keseratus, seorang nenek bertanya apakah dokter terkenal memang mau memeriksa luka seperti itu.

"Kalau saya cuma mau memegang pisau, saya seharusnya bekerja di toko daging," jawab Reza. "Operasi belum selesai sampai lukanya pulih."

Pak Hendra mendengar kalimat itu dari pintu. Dia menghapus stiker bunga yang sudah disiapkan, lalu menyimpan ponselnya tanpa komentar.

Menjelang nomor dua ratus, Reza tidak lagi melihat pekerjaan itu sebagai hukuman. Dia membuat lembar edukasi baru tentang serat, cairan, nyeri, tanda perdarahan, dan waktu kembali ke IGD. Bu Ratna menyetujui lembar itu untuk digunakan setelah revisi bahasa.

Tawa pecah di ruang ganti. Tidak satu pun pasien menjadi bahan lelucon.

Ujian sebenarnya datang menjelang sore.

Seorang lelaki berusia enam puluh tujuh tahun dibawa keluarga karena perilakunya berubah selama enam bulan. Dia mudah marah, sulit tidur, pendengarannya menurun, jantung berdebar, dan beberapa kali membuat komentar seksual kepada perawat.

Saat dia mencoba meraih lengan Sinta, Reza berdiri di antara mereka.

"Pak, tangan tetap di atas selimut. Kalau Bapak bingung atau sakit, kami bantu. Menyentuh staf tanpa izin tidak boleh."

Keluarga meminta maaf dan menyebut lelaki itu sebelumnya sangat sopan. Dua klinik menduga demensia awal. Obat penenang hanya membuatnya jatuh dua kali.

Surya memperhatikan cara pasien berjalan. Pinggul kirinya kaku. Pada kulit dekat bekas operasi terlihat iritasi gelap.

"Pernah ganti sendi?"

"Enam tahun lalu," jawab putrinya. "Pinggul logam."

Surya meminta radiografi panggul, kadar kobalt dan kromium darah, fungsi tiroid, ginjal, hati, EKG, serta evaluasi neurologis. Gambar menunjukkan keausan pada pasangan permukaan implan. Kadar kobalt jauh di atas batas rujukan laboratorium.

"Gejala ini tidak menghapus tanggung jawab Bapak," jelas Surya. "Perubahan perilaku, gangguan pendengaran, dan gangguan jantungnya dapat berkaitan dengan paparan logam dari implan. Kita harus mengobati penyebab sekaligus menjaga batas aman bagi staf."

Ortopedi merencanakan revisi implan. Toksikologi mengatur terapi dan pemantauan organ. Setelah sumber paparan dilepas, agitasi pasien perlahan berkurang.

Kardiologi menemukan kardiomiopati awal. Audiometri mengonfirmasi gangguan pendengaran. Keluarga menerima penjelasan tentang penyebab medis dan tanggung jawab atas perilakunya. Seorang pendamping tetap hadir bila perawat melakukan tindakan dekat tubuhnya.

Tiga minggu setelah revisi, lelaki itu mampu meminta maaf kepada Sinta dengan kalimat utuh. Sinta menerima permintaan maafnya, tetapi tidak menghapus laporan insiden.

"Sakit menjelaskan perilaku Bapak," katanya. "Sakit tidak membuat keselamatan staf menjadi tidak penting."

Surya memasukkan prinsip itu ke pedoman IGD.

Reza meninjau seluruh data.

"Dulu gue akan berhenti di demensia karena itu diagnosis paling mudah."

"Sekarang lo bertanya apa yang tidak cocok," kata Surya.

"Jangan terdengar bangga."

"Saya kepala IGD. Memang tugas saya bangga secara administratif."

Sore itu, dr. Gunawan mengadakan live streaming untuk mempersoalkan kembalinya Reza. Dia memutar potongan lama ketika Reza berlutut dan mengklaim rumah sakit sedang mengembalikan dokter yang tidak stabil.

Reza meminta waktu bicara secara langsung.

"Video itu benar," katanya di depan kamera. "Saya pernah kalah, panik, dan membahayakan penilaian klinis karena ego. Saya mengundurkan diri. Saya belajar lagi. Hari ini saya tidak meminta masa lalu dihapus. Saya meminta pekerjaan saya sekarang dinilai dengan standar yang sama seperti dokter lain."

Gunawan menyela. "Dan operasi tiga menit dua puluh detik itu? Pertunjukan yang kalian atur?"

Pak Bambang membuka rekaman kamar operasi tanpa jeda, log anestesi, waktu laboratorium, serta laporan audit independen. Seluruh waktunya saling cocok.

Reza menatap kamera.

"Saya ada di sana. Surya menyelamatkan pasien yang saya gagal bangunkan. Kalau pengakuan itu merusak harga diri saya, biar rusak. Pasien tetap hidup."

Komentar siaran berbalik setelah Reza berdiri dan mengakui kesalahannya tanpa mencari alasan.

Komite etik kemudian membuka pemeriksaan baru terhadap Gunawan atas penggunaan data pasien lama tanpa dasar izin yang memadai. Video itu diturunkan dari kanal resmi rumah sakit, tetapi salinan audit disimpan sebagai bukti.

dr. Gunawan mencoba menyebut pemeriksaan itu sebagai balas dendam. Pak Bambang menyerahkan keputusan kepada panel yang tidak berada dalam garis komando Surya. Dengan begitu, bahkan musuh mereka tetap mendapat proses yang tidak pernah dia berikan kepada pasien dalam siaran lama.

Malamnya, keputusan kredensial keluar. Reza diterima dalam masa proktor, belum sebagai operator mandiri penuh. Dia juga meminta memimpin konferensi keselamatan bulanan bagi dokter muda.

Panel Level Sepuluh muncul.

『Nasib pertama berubah. Reza Firmansyah memilih mengakui kesalahan dan meninggalkan ego yang dapat menghancurkannya. Progres: 1/3.』

Surya membaca kalimat itu dua kali.

Dia tidak menyelamatkan jantung Reza. Dia membantu mengubah arah hidupnya.

Di rumah, Anindya menunggu dengan sekotak permen dari luar negeri.

"Jadi orang pertama adalah Reza?" tanyanya tanpa mengetahui panel, hanya membaca ekspresi Surya.

"Sepertinya hari ini dia benar-benar kembali."

Anindya mengambil satu permen, memasukkannya ke mulut, lalu berdiri sangat dekat.

"Mau permen impor?"

"Kita sudah tinggal serumah. Kamu masih memakai trik yang sama?"

"Metode yang lolos uji tidak perlu diganti."

Dia mencium Surya pelan. Ciuman itu merayakan keputusan Reza untuk kembali melalui jalan yang lebih jujur.

Di dalam panel, dua lingkaran masih kosong.

Keesokan paginya, Reza kembali menjalani orientasi klinis di bawah pengawasan dan menerima jadwal evaluasi tertulis pertamanya.

Evaluasi pertama dijadwalkan sebulan kemudian. Reza menerima salinan kriteria penilaiannya.

Perjalanan terakhir baru saja dimulai.

1
Mayang
jangan mendadak tamat y thor/Tongue/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!