SUDAH SELESAI DI REVISI!!
Dan ada perubahan alur nya. Jika tidak keberatan mohon baca ulang, tidak juga tidak apa apa si hee
Namaku Maya, Aku adalah seorang pembantu dari keluarga Rian mahesa wiratmaja. Aku terpkasa menikah dengan seseorang yang tidak menginginkan ku, setiap hari aku menjalani kehidupan dengan kesedihan serta air mata.
Ya di rumah mewah nan megah ini lah aku meratapi nasib ku. nasib yang membuat ku harus bertahan hidup demi mempertahkan nasib bayi yang aku kandung. Mas Rian dia suamiku yang sama sekali tak pernah menganggap ku ada, Aku hanya bisa berdo'a setiap hari kepada Allah. agar Allah memberikan hidayah kepada mas Rian, agar dia bisa menerimaku sebagay istrinya..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon orang jelek, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 11
Maya mengerjapkan mata nya secara perlahan mata nya mengitari lagit langit putih polos matanya menemukan sesorang perempuan yang memakai seragam ART. Perempuan itu masih muda bahkan mungkin lebih muda dari Maya, Maya memegang kepalanya ia bagkit dari tidurnya dan ia merasa di bagian dada nya basah. Ternyata asinya keluar dan membanjiri seluruh pakaian di bagian dadanya.
Perempuan itu pergi entah kemana Maya hanya merasakan nyeri dan keras di bagian dadanya. Pasalnya asi Maya terus keluar bahkan ia sempat meringis lalu Maya memijitnya secara perlahan membuat air asinya keluar deras.
"Tuan... Tuan.." ucap gadis itu.
"Ada apa? " ucap laki laki yang membawa Maya, ia sedang menikmati sarapan nya.
"Nona itu sudah sadar, Tuan." ucap gadis itu tersengal, pasalnya ia lari dari lantai atas untuk memberi tahu kalau Maya sudah sadar.
Laki laki itu segera beringsut dari tempat duduknya dan berjalan menaiki anak tangga di ikuti gadis tersebut. Laki laki itu masuk tanpa mengetuk pintu membuat Maya yang sedang memeras air susunya kaget.
"Astagfirullah" ucap Maya, saat Laki - laki itu masuk tanpa sepengetahuanya, Maya menarik selimut dan tertunduk malu.
"Owh, Maaf saya tidak sengaja" ucap Laki- laki itu dan membelakangi Maya, sementara gadis itu juga ikut menunduk.
"Kalian siapa?" tanya Maya yang menyelimuti tubuhnya sampai batas leher,"Kenapa saya ada di sini?" lanjutnya.
"Maaf sebelumnya, saya telah lancang membawa anda kerumah saya." jawab Laki- laki itu dengan posisi nya masih membelakangi Maya. " Apakah anda tidak mengingat kejadian kemarin?" cap Laki- laki itu.
"Apakah, Tuan yang kemarin? Tuan yang mau menabrak saya? " tanya Maya mencoba mengingat apa yang terjadi padanya.
"Syukur lah, jika anda masih mengingatnya. " ucap Laki- laki itu dan berbalik menghadap Maya, pandangan mereka bertemu lalu kemudian mengalihkan ke sembarang arah.
"Perkenalkan, saya Jafran. sekali lagi saya minta maaf karna kemarin telah mengikuti anda"
ucap Jafran tidak enak.
"O'yah, eperti nya . Anda membutuhkan pakaian" ucap Jafran matanya beralih melihat selimut yang basah terkena cairan susu yang terus keluar dari payudara Maya, Maya refleks dan memeluk erat tubuhnya serta di bagian dadanya tersebut .Maya terus menunduk.
"Eumm, baiklah kalau begitu.Saya akan berangkat ke kantor" ucapnya sembari melihat jam di pergelangan tanganya lalu melihat ke arah gadis itu.
"Leni, tolong kamu layani tamu kita dengan baik, pastikan membuat nya nyaman! Saya mau berangkat dulu."
"Baik, Tuan. saya akan pastikan tamu kita nyaman berada di sini" jawab Leni dengan berhormat kepada Tuan nya, Jafran tersenyum kepada Leni dan mengusap pucuk kepala Leni kemudian ia meninggalkan Leni dan Maya.
Leni melihat ke arah Maya dan mendekat..
"Hey. Nona, siapa namamu? " tanya nya.
"Aku. Maya," jawab Maya dan mengulurkan tangan, di balas oleh Leni dan tersenyum.
---
---
"KEDIAMAN RIAN"
Ini cerita pas Maya sudah pergi dari rumah ya Guys
Setelah kepergian Maya dari rumah, Siska memukul kepala Rian,
"Plak" seketika Rian menoleh kepada Siska dengan tatapan heran, Tangan nya mengelus kepala yang baru saja di geplak oleh Siska,,
"Kenapa.Kamu memukul kepala ku sih!" geram Rian dengan menunjukan wajah garangnya.
"Kamu ini bodoh atau memang benar bodoh? Hah! Buka mata dan hati mu Rian" ucap Siska penuh penekanan dan mata yang penuh amarah dengan nafas yang memburu,
"Apa, maksudmu? " tanya nya.
Siska menggelengkan kepala dan tangannya malah mencubit tangan Rian kencang hingga membuat Rian kesakitan, Bagai mana tidak. Siska mencubit nya kuat- kuat dan melintir..
"RASAKAN!! ini sebagai pelajaran dan pembalasan atas perlakuan mu terhadap Maya" ucap Siska, "Dasar bodoh bodoh bodoh" gerutu Siska dan terus mencubit tangang Rian kencang.
"Lepaskan, Siska." bentak Rian, Siska langsung melepaskan cubitan nya,
hinga mereka bertatapan lalu kemudian mereka mengalihkan pandangan nya ke arah lain.
"Ada apa? kenapa kamu begini!" tanya Rian ia masih meringis merasakan bekas cubitan Siska.
"Kamu masih bertanya ada apa? Dan kenapa! " jawab Siska geram.
"Heh, Rian. kamu buta! Maya Istri mu ia juga Ibu dari anak mu, kenapa kamu tega sekali mengusir Maya dan memisahkan Ibu dan anak itu, Hah! Astaga Rian.. Aku tidak mengerti apa sebenarnya isi kepala mu itu!" Siska berkata sembari menunjuk nunjuk kepala Rian. tangan Siska di tepis oleh tangan Rian.
"Katakan, Siska kenapa kamu bicara berbelit belit! "
"Aku juga seorang wanita? Ian. Aku juga merasa kan apa yang Maya rasakan,kamu perlakukan Maya tidak adil,kamu perlakukan Maya dengan menganggap nya tidak ada! Kam juga" kata kata Siska di potong oleh Rian.
"CUKUP" teriak Rian, "Sekarang kamu pergi Sis. pekerjaan mu sudah selesai, Bukan! nanti aku akan mentransfer sisanya ke rekeningmu!" ucap Rian dengan mengeraskan rahangnya serta tangan yang mengepal. Dia pergi begitu saja.
"Aku harap,kamu akan menyesalli perbuatan mu terhadap Maya, dengan apa yang telah kamu lakukan kepada Maya wanita yang sangat kuat menghadapi mu Rian! Aku yakin, suatu saat kamu akan merasa kehilangan Maya dan membutuhkan nya" ucapan Siska penuh penekanan dan pergi meninggalkan rumah Rian.
"Arrgghhhh" Rian mengumpat kesal ia membantingi barang barang yang ada di rumahnya,,
BERSAMBUNG!!!