untuk cerita kali ini aku akan menceritakan kisah cinta Lardo Devhan Sanjaya
buat yang belum paham kalian bisa baca dulu novel turun menurunnya.
1. CEO JATUH CINTA
2.ALVARO SANJAYA
semoga kalian suka...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vera Ferdina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
pulangnya Adel dan Varo
seminggu kemudian
di kediaman Lardo sangatlah ramai, karena kedatangan nyonya besar dan juga tuan besar mereka membuat para pelayan sibuk untuk memasak, Lardo sama sekali belum mengetahui jika kedua orang tuanya datang, karena sedang sibuk di bali dengan di temani oleh Juan. sedangkan Risa mengurus pekerjaan yang ada di kantor.
Lardo memberikan tanggung jawab pada Risa untuk mengerjakan pekerjaan kantor selama dirinya di bali dengan Juan, namun sesekali Lardo menghubungi sekretaris cantiknya itu untuk menanyakan kabar dan menanyakan soal pekerjaan.
Adel dan Varo baru saja tiba di kediaman mereka, tentu saja mereka di jemput oleh Bian putranya itu, bahkan Bian menyuruh kedua orang tuanya untuk tidak perlu mengatakan pada sang kakak jika akan pulang, agar suprise nantinya.
"ma, apa sudah bosan di new york?" tanya Bian yang sudah bergelayut manja pada Adel
"gak sama sekali Ar, mama datang untuk merayakan ulang tahun kakakmu" ucap Adel
"Arbian Sanjaya... jangan berani peluk istri papa" teriak Varo mendekat dengan cepat ke arah sang istri
"ck... datang tak di undang pulang tak di antar, tapi minta jemputan" gumam Bian yang masih bisa di dengar oleh Varo dan Adel
"kamu ngatain papa jelangkung gitu? anak durhaka kamu Bian" hardik Varo
"fitnah... mana ada Bian bilang papa jelangkung" sahut Bian yang tak ingin mengalah pada papanya itu
"itu kamu bilang datang tak di udang pulang tak di antar, sama saja kamu samakan papa dengan jelangkung" sahut Varo yang senang sekali berdebat dengan anak bandelnya itu
"papa yang sadar diri, aku kan gak bilang kata jelangkung"
"sudah sudah... kalian kenapa setiap bertemu selalu berdebat, mama pusing dengernya" ucap Adel terlihat jengah dengan kelakuan anak serta suaminya.
"suami mama yang gak mau ngalah sama anak sendiri"
"heh... harusnya kamu yang sebagai anak mengalah dengan orang tua" lagi lagi mereka berdebat membuat Adel memilih pergi dari menuju kamarnya.
Bian yang melihat kepergian mamanya langsung gelagapan, jika mamanya marah dengan sang papa, sudah pasti dia juga akan terkena dampaknya, semua fasilitas akan di ambil oleh papa sebagai bentuk balas dendam.
"gawat.."gumam Bian
"ada apa?" tanya Varo yang melihat anaknya tiba tiba terdiam
"mama, marah beneran sama kita pa" ucap Bian.
Varo mengedarkan matanyan untuk melihat istri tercinta, namun sudah tidak ada... padahal tadi duduk manis sambil mengemil.
"semua gara gara kamu, awas kamu Bian" Varo mencari Adel ke kamar mereka dengan langkah cepat.
hmmmm kena lagi kan gue. /Bian
<<<<<
di Bali Lardo sedang makan malam bersama dengan para klien yang ikut bekerjasama dalam proyek besar miliknya, bahkan mereka sangat antusias dan sangat kagum dengan pembangunan hotel mewah Sanjaya Company, bahkan mereka sangat senang bisa menjadi investor dalam proyek ini. keuntungan yang akan di dapat pasti sangat besar.
"terimakasih tuan Lardo atas makan malamnya, senang bisa bekerja sama dengan perusahaan anda" ucap tuan Bima.
"saya juga mengucapkan terimakasih atas kesempatan menjadi investor untuk proyek ini tuan Lardo," ucap tuan Wiraguna
beberapa yang lainya juga mengucapkan dengan perasaan puas atas kerjasama ini, bahkan Lardo dengan Juan bangga akan keberhasilan mereka. Lardo banyak berterimakasih pada Juan, karena selalu bisa di andalkan kapan pun, bahkan di saat terdesak pun Juan bisa menolongnya, walaupun dalam hati Juan terus saja mengumpat.
"thanks bro... akhirnya gak sia sia kerja keras kita, bonus lo sudah gue transfer, sekalian gaji lo bulan ini..." kata Lardo membuat Juan senangnya minta ampun.
segera Juan melihat isi rekening bank miliknya, betapa terkejut melihat isi yang di berikan oleh Lardo, bahkan angka 0 sangat banyak, tak lupa juan mengucapkan syukur dan terimakasihnya pada Lardo.
pasti pada penasaran kan berapa bonus serta gaji yang diberikan Lardo pada Juan asisten pribadinya itu? itu biar Juan dan Lardo yang tau ya.
"jam berapa pesawat kita ?" tanya Lardo
"jam 9 pagi kita sudah berangkat, dan ada kabar penting yang harus lo tahu do"
"apa?"
"kedua orang tua lo ada di indonesia, sekarang ada di kediaman Sanjaya, mereka datang kemarin di jemput oleh Bian dan juga beberapa pengawal pribadi" ucap Juan
"****... kenapa tuh anak gak bilang apa apa sama gue? papa sama mama juga gak ada hubungin gue kalau mau balik, kenapa mendadak begini" Lardo terlihat gusar dengan kabar yang diberikan Juan
"lo gak seneng tante dan om pulang?"
"bukan gak seneng, tapi gue gak ada disana, gue gak ada di rumah saat mereka pulang, bahkan gue kangen banget sama mama" lirih Lardo
beginilah seorang Lardo, sangat manja kepada mamanya, dan hanya bersikap dingin dengan orang orang luar, semua sifat Lardo sama seperti papanya, sangat hangat dengan keluarga, namun di luar sangatlah tegas dan juga dingin. lain halnya dengan Bian yang cepat akrab dengan orang lain.
makan malam sudah siap, Adel menyuruh pelayan untuk memanggil anak dan juga suaminya agar turun untuk makan malam, bahkan Adel memasak sendiri untuk keluarganya, tidak ingin suami juga anak anaknya tergantung dengan masakan bibi, karena merasa itu adalah tugas sebagai seorang istri dan juga seorang ibu.
"sayang..." panggil Varo memeluk Adel dari belakang, bahkan istrinya itu tidak pernah marah kalau Varo melakukan itu di sela sela Adel sedang menyiapkan makanan.
"kebiasaan deh papa, bikin mama kaget tau gak" ucap Adel namun tetap tersenyum dan mengelus tangan suaminya yang melingkar di perut rata miliknya.
"masak apa hmmm... baunya sangat enak"
"mama masakin kesukaan papa sama Bian, cepat duduk sana, mama ambilkan makan" Varo langsung menurut dengan ucapan istri tercintanya itu
"malam ma, pa" sapa Bian yang baru turun dari tangga, sebenarnya Bian sudah ingin turun tadi saat di ambang tangga, tapi melihat kemesraan kedua orang tuanya membuat Bian mengurungkan niat untuk turun, bahagia rasanya memiliki orang tua yang saling mencintai dan juga papa yang
setia.
"malam sayang, ayo duduk... mama sudah buatin kamu makanan enak, pasti kamu suka" seru Adel sangat bersemangat menyiapkan makanan untuk keluarga tericinta.
"apapun yang mama masak, Bian pasti suka, masakan mama paling top markotop" puji Bian sambil memberikan kedua jempolnya.
"kamu benar son, mama kamu ini jagonya masak buat keluarga, papa bangga menajdi suami mama" ucap Varo tulus kepada istrinya.
"sudah sudah.. kalian habiskan makanan dulu, jangan puji mama terus"
Semoga gue dapat bini kayak mama, dan gue bisa jadi seperti papa yang mencintai istrinya. /Bian