NovelToon NovelToon
Malam Pertama Dengan BUJANG LAPUK

Malam Pertama Dengan BUJANG LAPUK

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Patahhati / Tamat
Popularitas:3.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: riena

Follow Ig @ rii-ena

Cerita ini mengkisahkan tentang Firda, seorang mahasiswi tingkat satu yang dengan iseng menggagalkan pernikahan Bujang.
Pria dewasa yang dijuluki si bujang lapuk.

Tidak terima dengan apa yang dilakukan oleh Firda yang menyebabkan pernikahan dirinya yang gagal, Bujang membalas permainan yang Firda buat dengan menikahinya malam itu juga.

Bagaimana pernikahan yang mereka jalani selanjutnya? Apakah Firda akan menyerah dan bercerai dengan Bujang yang katanya sudah aki-aki atau justru malah Firda jadi jatuh cinta.

Lalu Bujang sendiri? Masihkah dendam pada Firda karena sudah mengacaukan pernikahannya atau justru bersyukur? ikuti terus cerita mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

12. Lupa Alamat Pulang

"Kenapa kalian berdua cerewet sekali? Sudah melebihi emak-emak tau ngga." Firda berjalan terus melewati kedua temannya.

Pura-pura galak biar Sisil dan Gita tidak banyak bertanya.

Gita dan Sisil saling menatap, mengikuti Firda dari belakang.

Benarkan? Tuh, buktinya keduanya langsung diam.

"Eh, bagaimana dengan Bang Bujang? Dia nggak tahu rumahmu kan? Tapi menurut berita yang beredar dia menikah juga malam itu lho, Fir. Memang bukan dengan si janda bahenol, apa kau tahu dia menikah dengan siapa?" Sisil mensejajarkan langkah kaki Firda.

"Kenapa sih kalian terus menerus membahas bang Bujang? Nggak ada bahasan yang lebih penting apa ya?"

Firda menjatuhkan bobotnya diatas kursi di dalam kelas. Dia ingin melihat ponsel bekas Bujang yang diberikan tadi. Karena sewaktu Bujang memberikan ponsel dengan selembar uang lima puluh ribuan tadi, dia belum mengecek ponselnya seperti apa. Siapa tahu ada panggilan atau chat dari Hans, hais, ngarep.

Kalau melihatnya sekarang kuatir kedua nenek cerewet yang ada di hadapannya semakin banyak pertanyaan, membuat Firda semakin menumpuk dosa.

Benar kata Bujang, satu drama yang dibuat akan ada drama-drama selanjutnya untuk menutupi drama sebelumnya.

Ya Alloh...Masih juga sembilan belas tahun tapi menumpuk dosa sudah tidak terhitung jumlahnya, Firda ingin taubat, Ya Allah.

"Fir,"

"Apalagi?"

"Ya Allah, Firrr...Galak bener? Kaya' kucing lagi bunting aja." Gita menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Tau, nih. Pulang dari kampus kita ke D'Nongkrongs yuk!" ajak Sisil yang di angguki oleh Gita.

"Ngapain? Minta foto sama bang Bujang? Ogah!" Firda pura-pura terlihat biasa saja, jangan kelihatan kalau menghindar. Nanti Gita dan Sisil justru semakin curiga.

"Biasa kan kita nongkrong di situ, siapa tahu ada yang cakep-cakep. Kalau oke kan tinggal bungkus." Sisil tergelak.

Memangnya cabai tinggal bungkus.

Gadis seperti itu mau jadi iparnya? Mana masuk kriteria cewek idaman bang Bagas.

"Nggak, aku di suruh langsung pulang, nggak boleh keluyuran. Lagi pula aku mau belajar masak, sudah ada janji tadi."

Huh, Firda lega, ternyata lebih tenang kalau bisa jujur.

"Belajar masak? Nggak salah? Ntar aja kalau mau jadi istri, kenapa belajarnya sekarang?" Gita mengamati wajah Firda yang sedikit berbeda, ada yang aneh tapi apa?

Sampai dosen sudah masuk ke dalam kelas, Gita tidak menemukan apa yang aneh pada diri Firda.

Kelas sudah usai, saatnya dia harus segera melarikan diri sebelum kedua temannya mengajak dirinya nongkrong.

Ponsel yang selalu di dalam tas tiba-tiba berdering, dengan tangan yang sedikit gemetar takut ketahuan Firda mencari-cari ponsel di dalam tasnya.

Ketemu.

Kedua mata Firda hampir keluar dari rongganya saat melihat tampilan gambar wallpaper pada ponselnya.

Foto Bujang yang sedang menatap ke bawah, ganteng sih, hehehe.

Yang semakin membuat Firda gelagapan adalah si penelepon, rasa pengen nelan ponsel melihat siapa yang sedang menghubungi.

My Husband.

Ya Allah...Firda harus sadar, statusnya dirinya sekarang seorang istri.

Sambil berlari dan melihat kebelakang kaya' detektif yang sedang masa training, Firda menggeser tombol terima.

[ Hallo...]

[ Langsung pulang, nggak pakai nongkrong! Sudah janji sama umi kan? ]

Firda hanya bisa menelan salivanya diingatkan dengan janjinya.

Tanpa menunggu jawaban dari Firda, Bujang sudah menutup panggilan dari seberang sana.

"Firdaaa... Tunggu! Woiii..."

Mendengar teriakan Sisil dan Gita yang berlari kecil di belakangnya membuat Firda semakin berlari sekencang- kencangnya biar tidak bisa disusul.

Sudah seperti shooting film Bollywood saja yang pakai scene kejar-kejaran.

Kejar daku, kejar daku, biar kau kutangkap.

...******...

Sampai di rumah, Firda langsung menuju ke dapur, mengambil piring, nasi lengkap dengan sayur dan lauknya langsung makan. Ibu dan ayahnya yang semula menonton televisi jadi bengong.

Begitu juga dengan Raka yang baru pulang sekolah tak kalah ikut terkejut, sampai tidak sempat ganti baju dan meletakkan tas sekolahnya di dalam kamar. Dia ikut duduk di depan Firda yang sedang makan dengan lahap.

"Kak, memang di rumah mertua kakak nggak di kasih makan ya?" tanya Raka serius.

"Hah?" Firda mengehentikan suapannya.

Ayah dan ibunya ikut menggeser kursi di meja makan, ingin mendengar cerita Firda yang baru dua hari satu malam berada di rumah mertuanya sudah kembali pulang ke rumah.

Seingat ayah Deni, Abah Surya itu orangnya baik. Walaupun tidak mengenal sebelumnya, tapi ayah Firda sudah cari informasi tentang keluarga Bujang dan kedua orang tuanya.

Mereka kan tidak satu kompleks perumahan, tentu saja tidak saling mengenal sebelumnya.

"Mertua?" Firda mengulangi pertanyaan Raka.

"Iya, bang Bujang? Jangan bilang kalau kakak lupa jika sudah punya suami?"

"Astagfirullah..."

Firda tertawa ngakak sampai nasi yang ada di dalam mulutnya menyembur ke luar dan mengenai wajah Raka.

"Kak Firda...Jorok!" teriak Raka jijik kena semburan makanan dari mulut Firda.

"Maaf maaf, kakak lupa,kalau sudah punya suami." ujarnya cengengesan.

Ayah dan ibunya hanya bisa menggelengkan kepalanya sembari bernapas lega.

Mereka mengira jika putrinya di perlakukan kurang baik sehingga pulang dan makan di rumah, tidak tahunya Firda yang salah pulang.

Setelah selesai makan dan sudah agak sorean, Raka mengantarkan Firda pulang ke rumah Abah Surya.

Bujang yang juga baru sampai di rumah sudah terlihat wajahnya merah, sepertinya dia sedang kesal.

Raka sendiri langsung putar haluan untuk kembali pulang ke rumah.

"Kamu dari mana? Kan sudah Abang bilang langsung pulang ke rumah dan nggak keluyuran."

Firda melirik ke arah Abah dan Umi yang juga tengah menunggu jawabannya.

"Maaf, Bang! Aku salah pulang," jawabnya menunduk.

"Kamu pulang ke rumah Ayah?" Bujang bertanya tidak percaya.

Firda mengangguk sembari nyengir kuda.

Bujang menepuk jidatnya.

Abah dan Umi terkekeh.

"Nggak apa-apa, namanya juga belum terbiasa." bela Abah membuat Firda tersenyum sumringah.

"Abah memang terbaik." Firda meniru ucapan film animasi untuk anak-anak sambil mengangkat dua jempol tangannya.

Bujang hanya bisa memutar bola matanya jengah.

Ratu drama, masih muda sudah pikun.

Yang katanya mau belajar masak tidak jadi karena hari sudah terlalu sore mendekati magrib, jadi Firda langsung saja masuk ke dalam kamar untuk membersihkan diri.

Setelah mandi dan berganti pakaian, Firda menatap wajahnya dengan seksama. Persis seperti apa yang dilakukan Gita tadi, ada yang aneh tapi apa?

Eh, ini apa?

Dibawah lehernya ada bercak merah tapi samar, hampir tidak terlihat dan ada beberapa.

Kalau tidak diperhatikan dengan benar tidak akan kelihatan.

"Aku salah makan apa ya?" gumaman Firda di depan cermin terdengar di telinga Bujang yang sedang mengotak-atik ponsel Firda.

Bujang menyembunyikan senyumnya.

Makannya kalau tidur itu jangan seperti mayat? Tapi syukurlah.

"Bang,"

"Hmm,"

"Punya obat alergi, nggak?"

"Untuk apa?"

"Ya untuk menghilangkan alergi lah, masak untuk cepat kaya."

Bujang menyentak napasnya kuat, menghadapi Firda memang harus memiliki stok kesabaran yang banyak.

"Maksud Abang, kamu alergi apa?"

"Dileher ku banyak tanda merah, belum kelihatan sih. Cuma jaga-jaga saja agar jangan sampai bertambah parah dan membengkak."

"Waktu di rumah ibuk tadi kamu makan apa?"

"Sayur asem, tempe goreng, sambel terasi...."

"Memangnya kamu alergi makan yang begituan?" potong Bujang cepat.

"Ya enggak sih, apa mungkin aku alergi jadi istri Abang?"

Bujang melotot.

Firda terkekeh.

"Dih, galak bener, ntar jatuh cinta sama aku lho." ujar Firda tergelak sambil menutupi wajahnya malu karena Bujang sudah menyipitkan kedua matanya menatap dirinya.

...****************...

1
Amy Ibrahim
nyesel tak dari dlu soan ke sini. critanya bagus bagus mlah. ka riie. anak bang bujang. namanya ali.seorang dokter. trus jadi menantu asllan. di crita turun rajang. iyakan ka riie.
Amy Ibrahim
lucu juga critanya.
aku baru
padahal udah pernah baca tp masih suka,,,🤭
Syam
suka kak rie novelnya tapi gimana yah
Syam
emang ada kak riie 🤣🤣🤣
Syam
ceritanya nyambung menyambung yah kak riie 😍
Selly Rahma
ceritanya lucu,ngga ngebosenin ,walaupun sudah berulang kali di baca,
Mini Amora
abang bagas... i love you😍
Mini Amora
stelah bbrp tahun... baca lagi novel ini... seruuuuuu sihhh pastinya😍
Yani Hendrayani
, 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Yani Hendrayani
🤣🤣🤣🤣🤣😘
Alyanceyoumee: Assalamualaikum. Thor permisi, ikut promo ya🙏.

Kaka, Jika ada waktu luang, boleh coba baca karya ku yang berjudul "PARTING SMILE" ya, siapa tau Kaka suka.

Berkisah tentang penyanyi religi yang terjerat pernikahan kontrak dan cinta masa lalunya yang sangat rumit. Ditambah dia tipe yang gengsian dan menyebalkan, hiih dah lah.

Insyaallah seru ka... xixi
di tunggu ya ☺️🙏
total 1 replies
Yani Hendrayani
🤣🤣🤣🤣🤣
Bintang Jawa
koq gak dilanjut lagi kak kisahnya ini
Rosyah
demi mr will terpaksa download aplikasi nya biar bs baca. uda baca smpe selesai cerita nya bagus banget thor
Rosyah
uda 2x baca
zhalwaaa93
apakah ini hamish mertuanya aisah anak karmila?
zhalwaaa93
sangat menarik
zhalwaaa93
aku baru baca ini, pada hal karyanya author yg di seblah udah ku libas semua
Etris Tresnawati
suka dengan ceritanya
Noreda 99
moga Firda hamil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!