Cover by, Canva
" Saat kamu pertama kali melakukannya dengan wanita itu. Apakah dia masih perawan?".
" iya... ".
" Baik, terima kasih. Aku sudah paham, aku pamit dari hidupmu. Permisi".
Kesetiaan yang harus di bayar dengan Pengkhianatan.
Sakitnya sampai ke tulang, sesaknya memenuhi rongga di dada.
Untuk apa bertahan,
bila nyatanya cinta itu sendiri yang memberi luka.
Memilih pergi adalah keputusan terbaik.
Deg..
Berusaha sembuh dari sakitnya pengkhianatan,
takdir justru mempertemukan dengan masa lalu, yang juga pernah menorehkan luka yg begitu dalam.
Akankah menemukan cinta baru? atau Haruskah kembali dengan cinta lama?
Temukan jawabannya di Karya pertama ku
" Haruskah, kembali ? ".
karya yang di adaptasi dari kisah nyata seorang Wanita yang luar biasa.
Selamat membaca
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NalaLa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
10
Aku ingin menyembuhkan ini
Jiwa dan hati ku begitu dalam Kau sakiti
Hingga aku tak mengenali mu lagi.
Sarah Kamila
Nendra yang mengalami peristiwa kurang baik,
Tiba di kantor dengan wajah lusuh dan tidak bersemangat.
Tanpa menyapa rekan-rekan kerja nya Nendra langsung masuk ke dalam ruangan baru nya.
Nendra memijit pangkal hidungnya sambil memejamkan mata .
Pikirannya masih tertinggal di rumah lebih tepatnya pada istri cantiknya.
Tok.. tok.. tok...
"Pak Nendra, Boleh saya masuk ?". Terdengar suara ketukan dan sapaan dari luar pintu ruangan Nendra.
" Yaa silahkan masuk saja". Sahut Nendra tak bersemangat.
Ternyata Windi karyawan baru pindahan dari kantor Cabang utama yg masuk ke ruangan Nendra.
Nendra yg hanya diam saja saat Windi sudah duduk di depannya, membuat Windi mengerenyitkan dahi nya dan bertanya di benaknya, ada apa dengan Mas Nendra?
"Haloo... Pak Nendra.. Pak... ". Windi yg melambai lambai kan tangan nya di depan wajah Nendra,
Akhirnya membuat Nendra sadar.
" Ahh...maaf kan saya ya Mbak Windi.
Ehmm ada yg bisa saya bantu ?".
" Panggil Windi saja ya, Pak ? Hehehee saya merasa tua di panggil Mbak.." jawab Windi malu malu.
" Saya tidak enak Mbak, ini di lingkup kantor mungkin di luar kantor tidak apa apa". Terang Nendra sopan.
" Eh, iya baik Pak Nendra. Ini saya mau menyampaikan ada salah satu perusahaan yg sedang berkembang pesat di kota ini,
Perusahaan ini bergerak di konstruksi alat berat. Bagaimana kalau kita mencoba menawarkan pinjaman dana atau mungkin kita bisa menawarkan PayRoll bank untuk karyawan mereka. Bagaimana Pak ?". Terang Windi dengan jelas dan mudah di mengerti.
" Wah, Mbak Windi ini sangat aktif dan banyak ide ide ya.. pantas saja menjadi salah satu karyawan terbaik di cabang utama". Puji Nendra pada Windi.
" Pak Nendra ini bisa saja. Bapak itu juga terkenal cerdas di cabang utama lihat saja usia masih muda sudah kepala cabang..". Windi pun tak kalah dalam memuji Nendra, membuat yg di puji salah tingkah.
Singkat kata,
Mereka berdua bersama driver juga salah satu tim kredit berangkat menuju kantor yg telah di sebutkan Windi.
Setelah sampai di tujuan,
Mereka langsung menuju resepsionis untuk menanyakan perihal ingin bertemu dengan pimpinan perusahaan itu.
Namun sayangnya pimpinan perusahaan itu, sedang berada di luar kota.
Mereka hanya di temui oleh wakil pimpinan.
Tentu tidak masalah bagi Nendra dkk .
Dengan semangat Windi mempresentasikan produk apa saja yg mampu menarik perhatian perusahaan tsb, dengan gaya luwes cara bicara yg sopan mudah di mengerti serta pembawaan Windi yg tenang membuat aura kecantikan gadis berusia 25th itu semakin terpancar.
Wakil pimpinan perusahaan tsb sangat terkesan dengan presentasi Windi. Karena tidak dapat memutuskan secara langsung, maka mereka kembali ke kantor sambil menunggu jawaban dari perusahaan itu.
Jam makan siang telah tiba
Nendra mengajak Windi dan rekan lainnya untuk makan siang di sebuah Resto kecil yg berada tak jauh dari lokasi perusahaan itu.
Hanya obrolan ringan di selingi gurauan terjadi saat makan siang berlangsung. Mereka langsung bergegas kembali ke kantor.
Sementara di tempat lain..
Sarah yang kini masih berada di rumah hanya duduk termenung di depan tv. Membiarkan tv menyala menonton dirinya yg diam selama 1jam lebih.
Hari ini Sarah memutuskan untuk tidak ke ruko. Karena di rasa pikiran dan fisiknya belum sepenuhnya membaik.
Dalam diam Sarah berpikir tentang kejadian mencekam semalam yg di alaminya.
Dia masih tidak menyangka
Suaminya yg lembut berubah begitu kasar
Tak kuasa membayangkan kejadian itu
Sarah kembali menangis sesenggukan
Entah apa yg akan di lakukan nya untuk hati yg masih terluka yg di paksa berbaikan.
Setibanya di kantor..
Nendra langsung masuk ruangan
Mengerjakan beberapa laporan yg sudah di serah anak buahnya..
Kini ia larut dalam kerjaannya hingga sedikit melupakan sekelumit masalahnya dengan sang istri.
Tepat pukul 5 sore...
Karyawan lain telah menyelesaikan pekerjaannya
Berangsur keluar kantor untuk pulang.
Sementara Nendra masih setia mengecek laporan laporan itu.
" Pak, permisi...
Apa bapak tidak pulang ini sudah jam 5 lebih?". Tanya Windi yg kini sudah di ambang pintu
" Ahh benarkah? Ya ampun saya sampai lupa. Iya baik ini saya akan langsung pulang, Wind terima kasih". Jawab Nendra sambil merapikan berkas laporan di mejanya dan bersiap pulang.
Saat sedang menuju parkiran mobil, Nendra melihat Windi berdiri di samping pos security sendirian .
" Windi, kamu nggak bawa kendaraan ? Kok masih di sini ?" Tanya Nendra yg kini di dalam mobilnya.
" Saya memang lebih suka naik angkutan pak, lebih hemat hehehe ". Jawab Windi.
" Sudah ayo saya antar, toh kost kamu searah saya pulang.
Ayo masuk sudah hampir maghrib ini ".
Ajak Nendra, kepada Windi.
Windi yg awalnya sempat menolak akhirnya memutuskan menerima tawaran Nendra untuk mengantarnya pulang.
Selama di perjalanan mereka terlihat asik mengobrol hal hal mengenai pribadi masing masing, padahal baru beberapa hari mereka kenal. Mungkin karena Windi type orang yg mudah bergaul dan supel.
Setibanya di depan kost ...
Windi keluar dari mobil dan mengucapkan terima kasih.. lalu Nendra pun tancap gas untuk segera pulang bertemu istri cantiknya.
Saat sampai di rumah....
info :
Pay Roll adalah sistem pengelolaan gaji karyawan yg di lakukan oleh suatu bank.
misal Bank B*A mengelola gaji semua karyawan PT K jadi setiap bulan karyawan PT K akan menerima gaji yg langsung di kirimkan ke account/rekening bank B*A milik masing-masing karyawan. jadi akan lebih aman tanpa membawa uang cash dalam jumlah banyak, lebih efisien karena tinggal ke mesin ATM.
hii perkenalkan ini karya pertama ku,
ini kisah nyata yg aku tulis ulang sehingga lebih menarik dengan persetujuan narasumber yg sangat luar biasa.
semoga kalian suka ya,
maaf mungkin ada typo dimana mana
mohon di maklumi.
selamat membaca..
enjoy it ...
Be healthy ...😍😘
😡😡😡
Biar gila juga tu Papanya Narendra,kan dia yang dukung anaknya karena Sarah gak hamil2 juga.
Biar stres mereka gak punya keturunan seumur hidupnya.
😡😡😡
bagaimana kalo tuan danu tahu sekarang sarah sedang hamil anak el, menyesalkan?
kasian kan