Bayangkan saja jika satu gadis di cinta oleh banyak laki-laki dan mereka adalah para CEO tampan dan kaya. Dan para CEO itu tentunya punya sifat yang berbeda-beda, ada yang membuat gadis itu kagum dan terkesima tapi ada juga yang membuat gadis itu sangat benci padanya.
Entahlah bagaimana ceritanya? Yang jelas akan ada persaingan, perseteruan, antara CEO-CEO itu untuk memperebutkan hati gadis cantik itu.
Bagaimanakah cara mereka mendapatkan hati gadis cantik itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maisy Asty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Laras sahabat terbaikku
Dua hari telah berlalu, Laras sudah pulang dari luar kota dan hari ini Laras libur kerja, Nara juga libur kerja.
Kini Nara dan Laras sedang menikmati sarapan pagi bersama-sama.
"Ra, bagaimana selama di rumah tidak ada aku?" Tanya Laras, sambil menyuapkan makanan ke dalam mulutnya.
"Semuanya baik Ras," jawab Nara yang sedang menikmati makanannya.
Laras tiba-tiba senyam-senyum, dia membayangkan besok pasti dia akan bertemu dengan Daniel.
"Syukurlah Ra, kamu kan sedang libur. Bagaimana kalau kita pergi jalan-jalan, biar kamu melihat-lihat kota ini?" Tanya Laras pada Nara.
Nara mengangguk pelan. "Boleh Ras, lagian kerja terus aku juga jenuh," jawab Nara penuh semangat.
Setelah selesai makan, mereka bergegas untuk bersiap-siap pergi jalan-jalan entah kemana?
Nara sudah cantik dengan setelan celana jeans dan koas biasa, tapi gayanya belum bisa hilang Nara selalu saja menguncir rambutnya menjadi dua. Sedangkan Laras dia terlihat cantik dengan dress warna putih yang dia pakai dengan rambut terurai dan riasan wajah yang natural.
Melihat penampilan Nara, Laras berpikir untuk merubah penampilan Nara yang menurut Laras sangat nora sekali.
"Ayo kita berangkat!" Ajak Laras, dan mereka langsung berangkat ke sebuah mall yang tidak jauh dari tempat tinggal mereka.
Laras menyetir mobilnya dengan santai, Nara hanya diam sambil melihat pemandangan yang begitu rame karena banyak sekali mobil yang melalu lalang melewati jalanan kota ini.
"Ra, apa Davin menganggumu?" Tanya Laras, sorot matanya terlihat begitu serius.
"Awas saja jika Davin menganggu Nara, akan aku cabik-cabik kamu Vin." Ancam Laras dalam hatinya.
"Tidak Ras, hanya saja dia begitu sombong mentang-mentang anak orang kaya," jawab Nara terlihat kesal saat membicarakan Davin.
Laras hanya tersenyum kecil, ternyata Davin yang tidak lain adalah sahabatnya dari dulu yang tidak pernah berubah, selalu saja bersikap sombong pada orang yang tidak punya. Tapi Laras tahu, biarpun Davin begitu sombong tapi Davin juga punya sisih baik hanya saja tidak banyak orang yang tau, apalagi setiap orang menilai Davin adalah laki-laki yang sombong.
"Dia memang seperti itu Ra, tapi jangan masukkan ke dalam hati ya!" Tutur Laras, dan Nara mengangguk pertanda mengerti.
Laras memarkirkan mobilnya, setelah selesai parkir Laras dan Nara sama-sama turun dari dalam mobil. Dan mereka langsung masuk ke dalam mall.
Di dalam mall, Nara kembali menunjukkan rasa takjubnya. Apalagi ini pertama kalinya Nara masuk ke dalam mall mewah yang saat ini dia datangi bersama dengan Laras.
"Ras, ini besar sekali. Aku yakin, orang-orang yang datang pasti orang-orang kaya," kata Nara dengan penuh kekaguman.
"Kata siapa Ra? Bukan hanya orang kaya saja, orang yang punya duit yang kesini." Jawab Laras, membuat akhirnya mereka saling melempar tawa kecil.
"Ayo jalan, kita cari baju buat kamu!" Ajak Laras, dia menggandeng tangan Nara.
Kini mereka mengelilingi mall, Laras menghentikan langkah kakinya, lalu dia mengajak Nara masuk ke dalam toko pakai bermerk.
"Kamu pilih baju Ra!" Suruh Laras, tapi Nara menggelengkan kepalanya. "Tidak Ras, pasti Di sini sangat mahal. Gajianku tidak akan cukup untuk membeli pakaian disini," tolak Nara dengan sopan.
Laras kembali tersenyum, kali ini senyumnya begitu manis.
"Nara, aku yang belikan kamu tidak usah kawatir," kata Laras dengan nada lembut.
Laras membantu Nara memilih dress-dress yang menurut Laras cocok untuk Nara pakai.
"Ras, ini harganya jutaan dan ini hanya satu baju, kalau di pasar pasti kita dapat banyak," kata Nara, dia merasa sangat tidak enak pada Laras.
"Nara, uangku tidak akan habis jika hanya untuk membeli baju disini," sahut Laras. Terlihat sorot matanya begitu tulus.
Akhirnya Nara hanya menuruti Laras, kini Laras memilihkan dress-dress cantik untuk Nara.
"Laras adalah sahabat terbaikku," batin Nara dalam hatinya.
Setelah selesai membeli beberapa dress-dress cantik untuk Nara. Mereka kembali berjalan mengelilingi mall.
Tapi tiba-tiba langkah kaki Laras terhenti, membuat Nara juga ikut menghentikan langkah kakinya.
"Laras, ada apa?" Tanya Nara pada Laras.
"Itu kamu lihat, sedang apa dia disini?" Jawab Laras, Nara mengikuti pandangan mata Laras, lalu dia langsung memasang wajah masam.
"Entahlah Ras, mungkin dia sedang sibuk." Jawab Nara dengan cuek.
Laras masih memperhatikan orang itu, kini Laras bahkan tidak berkedip. Entah siapa yang Laras lihat?
BERSAMBUNG 🙏
Terimakasih para pembaca setia 😊
btw nma ig nya pa kk🙏
sblom nikah dah dapet menanam saham duluan pas ngidam istri selalu dapet jatah terus tanpa bisa ditinggalkan....
sedangkan Davin malah zonk boro2 berpelukan, baru dideketin aja malah dah dapet Omelan sang istri...
sabaaarrrrr ya Davin tunggu 2-3bln lagi...🤭🤣🤣🤣