NovelToon NovelToon
Melody

Melody

Status: sedang berlangsung
Genre:Contest / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah
Popularitas:16.7k
Nilai: 5
Nama Author: MA84

Masalalu,
Semuanya berasal dari masalalu.
Masalalu yang mengubah hidupku.
Mengobrak abrik hati yang telah lama tersakiti.

Sebuah rahasia yang berawal dariku, membuat berbagai macam pertikaian dan perebutan terjadi. Mencari titik celah untuk mendapatkan rahasia yang tersimpan rapat dalam memori.

Aku...
Adalah titik pemicu peperangan terjadi.
Barang berharga yang mereka incar yang telah lama hilang kini mulai terkuak kembali.
Memaksaku untuk melindungi diri dari para musuh yang berniat ingin mencelakai.

Dia...
Suamiku.
Pria yang dengan tulus mencintaiku, meski harus melalui masa panjang untuk akhirnya bersama.
Pun tak luput melindungiku hanya untuk harta berharga.

Apa aku...
Hanya barang yang diperebutkan?
Atau hanya manusia yang perlu dimusnahkan?

follow akun ig author : @maulidamaulida84

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MA84, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tragedi pertunangan

" Aril lo harus bantuin gue! Gue gak mau tunangan sama rekan bisnisnya papa! Kamu taukan, kalo aku itu cintanya sama Kak Daniel! " rengek Naura di kala itu.

" Bantuin apa? " gumamku tanpa mengindahkan rengekannya dan tetap bergeming pada layar ponselku.

" Batalin pertunangan gue sama rekan bisnisnya papa itu! " tegasnya.

" Oke " jawabku singkat, membiarkan Naura yang nampak berjingkrat jingkrat kesenangan karna jawabanku yang cukup memuaskan hatinya.

" Tapi gimana caranya? " sesaat setelah lelah berjingkrat, dia kembali duduk di sampingku dan kembali galau. Pasti dia sudah pesimis dengan acara pertunangannya dengan rekan bisnis sang papa itu.

" Serahin sama gue "

Malam yang di tunggu tunggupun tiba. Aku juga merupakan tamu undangan pesta pertunangan itu jadi itu benar benar memudahkanku untuk melancarkan aksiku di malam itu.

" Sudah siap? " tanyaku setelah mengusir para perias yang bertugas memperindah wajah Naura malam itu.

" Sudah! " jawabnya pasti.

Aku berjalan membuka tirai jendela lalu mendongak melihat kebawah. Heh, ternyata Papanya Naura tak tanggung tanggung mengerahkan anak buahnya untuk memastikan Naura tidak kabur.

Memastikan semuanya ada di sana, aku mengeluarkan tiga bom asap yang sudah di berikan obat tidur di dalamnya lalu melempar kebawah. Lebih tepatnya pada titik titik tepat yang mampu membuat semua pengawal tertidur dalam hitungan detik.

" Beres. Ayo! " Aku mengambil tali lalu mengikatnya di balkon kamar Naura dan menyuruh gadis itu untuk turun lebih dulu.

" Takut! " cicitnya tak berani.

" Huft, ya sudah. Gue turun duluan, nanti baru lo yang turun. Gak usah takut, gue bakal tangkap kalo lo jatuh. " ucapku sembari menepuk pundaknya meyakinkan.

Hap

Setelah berhasil turun, aku melihat sekeliling untuk memastikan tidak ada pengawal yang mengawasi.

" Cepat turun! "

" Gak berani! "

" Turun!! " gertakku. Hingga mau tidak mau, berani tak berani, akhirnya dia turun dan berakhir dengan selamat di atas tanah.

Saat ini aku dan Naura sudah mengganti baju masing masing. Aku yang awalnya memakai baju hijab, kini berganti dengan hodie dan juga celana jeans hitam. Tak lupa aku memakai masker hitam dan topi hitam agar tidak wajahku tidak di kenali orang orang. Sedangkan Naura juga memakai baju yang sama denganku, agar saat di kejar nanti, kami bisa berpencar. Berhubung tinggi kami hampir sama, itu dapat berguna untuk mengecoh lawan.

" Ril, banyak pengawal. Gimana ini? " lirih Naura takut saat melihat begitu banyak pengawal yang menjaga di gerbang.

" Tetap di tempat!! " tegasku lalu keluar dari dari persembunyian menatap santay para pengawal yang kini mulai memasang kuda kuda siaga.

" Siapa kau?! " teriak salah satu dari mereka. Aku masih diam dengan seringai tipis di balik masker lalu mengeluarkan bom asap yang tersisa.

Brukh

Dalam hitungan detik, semua pengawal yang berjaga pingsan. Aku berjalan santay lalu mengambil kunci pagar lalu membuka pagarnya.

" Ayo! "

Naura yang sedari tadi bersembunyi akhirnya keluar dan berlari cepat keluar dari gerbang itu. Di persimpangan jalan, sudah ada mobil Kak Daniel yang kuminta tolongi untuk stand by di tempat agar saat terjadi hal genting, kami bisa melarikan diri dengan cepat.

" Kamu mau kemana ril? " cegat Kak Daniel saat aku keluar dari mobil menggunakan baju berbeda dari yang pertama kali ku pakai. Jika yang pertama aku pakai gamis, yang kedua aku memakai celana dengan baju sebatas paha dengan cardigan kotak kotak sebatas lutut.

" Kepesta. Karna masih ada satu pertunjukan lagi yang harus gue tonton. " gumamku menyeringai tipis.

" Hati hati "

" Oke " aku berjalan kembali masuk kedalam pesta. Saat pertama kali aku masuk kedalam kamar Naura secara sembunyi sembunyi, tapi kali ini aku datang menyapa langsung om Adiwarna, Papanya Naura.

" Assalamu'alaikum om " sapaku ramah.

" Wa'alaikumussalam. Apa kabar nak Aril? " jawab om Adiwarna ramah. Yah, beliau cukup mengenalku sebagai temannya Naura. Karna pernah beberapa kali aku dan Nana menginap di sini.

" Alhamdulillah baik om. " jawabku. Tak lama setelah itu, seseorang tiba tiba datang dan membisikkan sesuatu pada om Adi. Terlihat semburat keterkejutan dan murka dari wajah om Adi. Pasti kabar kaburnya Naura sudah bocor. Itu berarti, para pengawal itu sudah bangun dari tidurnya.

" Nak Aril, om tinggal sebentar ya. Om ada keperluan sedikit. " tuturnya mencoba menyembunyikan raut kekhawatiran di wajahnya.

" Oh iya om, gak apa apa. Aril juga mau lihat Naura dulu, mau ngasih ucapan selamat atas pertunangannya. " jawabku tersenyum tipis.

" Jangan! " bentak om Adi membuatku cukup kaget karna ini pertama kalinya aku melihat seorang Adiwarna murka, karna biasanya dia selalu bersikap ramah denganku.

" Ada apa om? "

" Ah.. itu.. Nauranya lagi gak pengen di ganggu katanya. Udah dulu ya, om pergi dulu. Kamu silahkan saja nikmati hidangan yang sudah di sediakan. " buru buru beliau pergi bersama anak buah lainnya naik kekamar Naura secara bergantian agar tidak di curigai para tamu undangan.

Aku berjalan santay mengambil minuman lalu meminumnya dengan pelan. Mataku menatap lekat seorang pria yang akan bertunangan dengan temanku Naura. Wajahnya tak terlihat dengan jelas, karna hanya dia seorang yang memakai topeng di antara para tamu. Dan kulihat dia juga lebih banyak diam ketibang berbincang bincang dengan para rekan bisnis.

Hingga mata kami bertemu, aku hanya memandanginya dingin dan di balas dengan tatapan tak kalah dinginnya juga. Sedetik kemudian aku tersenyum sinis lalu meminum minumanku.

" Aril... " pandanganku kini memusat pada arah suara. Di sana om Adi menatapku tajam dan sulit untuk di artikan. Aku memasang wajah setenang mungkin agar beliau tidak curiga.

" Iya om? "

" Rara kabur! " jawab beliau memancing.

" APA?!. mengecilkan suara. Naura kabur om? Kok bisa? " cicitku pura pura terkejut. Hoho nampaknya aku bisa syuting film nih.

" Iya. Dan kata para perias, orang yang terakhir masuk adalah seorang wanita berhijab menggunakan masker. " masih dengan tatapan yang sama, kini om Adi mulai menelisik kearahku, mungkin menaruh curiga.

" Kemarin Naura emang nangis nangis sama Aril karna tidak ingin bertunangan, dan dia juga bilang berniat pengen kabur. Tapi, Aril gak nanggapin karna Aril pikir Naura cuma becanda. Karna selama ini yang Aril tau, Naura itu selalu nurut sama om. Jadi, Aril pikir saat itu Naura asal ceplas ceplos aja. Gak nyangka dia beneran kabur. " gumamku tak percaya.

" Tapi... Ciri ciri pelakunya gimana tadi om? " tanyaku memastikan.

" Berhijab "

" Hijab? Jangan jangan... "

" Jangan jangan apa?! " sambar om Adi cepat. Kali ini dia nampak mulai mempercayai omonganku.

" Emm i-itu om. Kemarin... pacarnya Naura datang kekostan minta temenin buat beli baju gamis. Aril tanya buat apa, dia cuma bilang bilang hadiah buat Naura. Ya udah Aril percaya. Aril gak nyangka kalau... "

" Cari putri saya dan pacarnya itu sampai dapat! " tekan om Adi pada para anak buahnya. Pria pria bertubuh kekar itupun mengangguk hormat mengundurkan diri.

1
Mada
semoga jangan lupa ingatan
Mada
makasih kaka uda bikin novel ini
Mada
banyak banget yg suka sama aril
Kang Haluuuuu
😍😍😍
Gcheol/Gyoo
Aduh nyosor aja ril😌
Gcheol/Gyoo
bener-bener yah kamu Er,
bikin aku gemes.
jadi pengen masukin ke kantong,
buat dibawa pulang.
Gcheol/Gyoo
Arkan, pemikiran kita sama deh😂
'yes lampu ijo'
Darah Biru (Bangsawan)
👍🏻👍🏻
Darah Biru (Bangsawan)
👍🏻
Maulida84
sebenarnya udah mau pengen chat pihak mt/nt buat promosi,,, cuman mereka masih off jd gak sempat minta dijadikan remondasi di beranda
Gcheol/Gyoo
aduh Er kok kamu bikin teriak-teriak sendiri sih😫,
Thor novelnya gak dipromosikan?
padahal bagus loh
Gcheol/Gyoo
April: Dingin Dingin kok bikin malu sih?
Me : Dingin Dingin bikin meleleh ya, ril?😆
Gcheol/Gyoo
berapa cowok tuh ril?😆
Gcheol/Gyoo
Thanks author😊
tetap semangat nulisnya.
Aku suka dengan gaya bahasanya
Gcheol/Gyoo
up lagi dong kak😦,
ku udah ngirim kopi untuk kakak
Kirana
lanjut kak
Kirana
lanjut,,
Kirana
lanjut kak
Kirana
lanjut kak,,
Kirana
lanjut lg kak,, udh penasaran nih...
semangat.....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!