Pertemuannya di Club malam dengan Ammer pada hari ulang tahunnya membuat Mita terpaksa menerima ajakan Ammer menjadi kekasihnya.
Mita harus terperangkap dengan Ammer yang ternyata Bossnya sendiri di kantor, karena Zaky, lelaki bule yang tidak membayar tagihan pada malam itu.
Kisah cinta Mita, wanita dengan sejuta pesona dan tingkahnya sebagai wanita yang tidak biasa dimulai sejak hari itu.
Kisah cinta yang tidak seharusnya terjadi di antara Mita dan Ammer. Mita bahkan berjuang keras untuk selalu menahan hatinya agar tidak mencintai Ammer.
Bagaimana pernikahan itu terjadi, akankah Mita bertahan pada kisah cinta yang tidak diharapkannya ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Madamme Yellow, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mandi di Dalam Bathtub
Akhirnya Mita benar-benar tidak peduli dan mengunci dirinya di dalam kamar hotel.
"Bodo' amatlah sama laki-laki jutek itu, emang dia bisa masuk ke sini, gak mungkin kan?"
Mita tertawa dengan jahatnya dan menikmati harinya, tiduran di kamar hotel sambil nonton televisi. Waktu semakin berjalan. Mita memutuskan untuk mandi di dalam bathtub dan mengunci dirinya di dalam toilet, dia tidak peduli suara ketukan pintu atau ada orang yang akan mencarinya nanti.
Sedangkan Ammer sedang berpikir di dalam rumahnya yang mewah. Mita sedari tadi tidak mengaktifkan ponselnya dan Ammer jelas tahu dimana Mita menginap saat ini.
Foto yang dirilisnya tadi di medsos jelas menunjukkan dimana dia menginap, salah satu hotel milik keluarga Philip. Dengan santainya Ammer berdandan dan melenggang ke hotel tempat Mita menginap.
"Jimmy, apa kamu tahu kamar berapa Mita menginap?" tanya Ammer pada Jimmy, Ammer mengajak Jimmy untuk menemaninya ke hotel. Membawa semua perlengkapan Mita. Karena Ammer tidak ingin adanya kesalahan pada wanita yang akan menjadi istrinya nanti.
"1712 Pak," jawab Jimmy singkat.
Ammer menyunggingkan senyumnya.
Dasar wanita bodoh! Sudah tahu mau bersembunyi tapi dia sendiri yang memberi tahu dimana dia bersembunyi sekarang.
Ammer sangat yakin kalau Mita tidak akan keluar dari kamarnya.
"Jimmy, ambil kartu cadangan kamar Mita, dia tidak akan mungkin suka rela membuka kamarnya," ucap Ammer.
Ammer menarik sebelah sudut bibirnya dan naik lift dengan santai setelah mendapatkan kartu kamar calon istrinya itu.
Bagaimana bisa dia berpikir ingin menikah dengan wanita seperti ini. Tetapi semakin dia tidak menginginkan menikah dengan Ammer. Ammer malah semakin menggebu menjadikan Mita istrinya.
Ammer membuka kamar Mita dengan pelan dan tanpa suara berisik sekalipun. Mita bahkan tidak menyadari kalau Ammer sudah masuk.
"Kamu pulanglah, biar aku sendiri yang menunggu disini," ucap Ammer mengambil kotak gaun Mita dan sepatu yang akan Mita kenakan. Ammer tidak tahu nomor sepatu Mita, Ammer hanya menerka berapa ukuran kaki Mita dari tubuhnya yang mungil.
Jimmy mengangguk dan keluar dari kamar Mita. Suara gemercik air sangat menggelitik di telinga Ammer. Belum lagi suara nyanyian Mita yang merdu.
Ternyata wanita ini kalau nyanyi merdu juga.
Ammer mengira Mita tidak ada kelebihan sama sekali selain cantik. Baru masuk Ammer sudah melihat pintu toilet yang tertutup dan pakaian Mita yang berserakan di lantai.
Entah bagaimana cara Mita melepaskan pakaiannya tetapi yang membuat Ammer menaikkan sebelah alisnya karena melihat dalaman Mita yang sepertinya membuat Ammer menelan salivanya.
Warnanya pink dan bulatannya sangat pas sekali. Belum lagi yang bagian bawah, berbentuk renda yang sexy sekali.
Meski terlihat menjijikan tetapi Ammer tidak dapat pungkiri kalau dia suka melihatnya.
Baru Ammer berjalan masuk ke dalam kamar Mita, Ammer dapat melihat Mita yang tidur di dalam bathtub. Toilet di dalam kamar dapat dilihat dari kamar Mita. Mita tidak menutup tirainya ketika mandi. Bahkan jendela kamar yang sudah menunjukkan pergantian waktu dari siang ke malam juga Mita buka dengan lebar.
Sepertinya Mita menikmati sekali liburannya kali ini. Ammer menyunggingkan senyumnya. Wanita cantik yang kini tengah berendam dengan banyaknya busa sabun dan pundak yang bersih dan mulus. Tidurnya sangat tenang sehingga terlihat sekali Mita wanita yang lembut.
Ammer hanya duduk di sofa kamar Mita menunggu Mita sadar sendiri kalau hari sudah malam dan dia berendam sangat lama. Hampir tiga puluh menit Ammer duduk di sofa sambil melihat Mita.
Mita mengeratkan tangannya ke atas. Lama sekali dia tertidur. Tanpa melihat ke dalam kamar. Mita berdiri dan membasuh tubuhnya dengan shower. Membasahi rambutnya dan cara mandi Mita seperti itu. Membuat jiwa laki-laki Ammer bergerak. Mita mengibaskan rambutnya yang basah ke kiri dan kanan. Tertawa dengan manja dan mengoles sabun ke seluruh bagian lengannya.
"Kenapa wanita ini tidak punya pertahanan sama sekali," decak Ammer kesal. Dia harus menelan Saliva karena pertunjukkan yang Mita berikan.
Untung saja Mita menggunakan kain putih yang dibawanya untuk mandi. Kain yang menggantung di bagian dadanya. Namun, ketika Mita berdiri hampir seluruh bagian tubuh Mita yang tertutup terlihat karena kain yang basah.
Ammer tidak memalingkan matanya dan melihat semua yang Mita lakukan. Ammer tidak merasa bersalah sekalipun karena dia yakin Mita akan menjadi istrinya. Jadi jelas hanya melihat tubuh calon istrinya. Sepertinya itu sah-sah saja bagi Ammer.
Ceklek.
Mita membuka toilet dengan handuk yang mengikat di bagian dadanya. Tetesan air yang masih membasahi rambut Mita.
"Aaaaa …." Teriak Mita saat melihat Ammer yang duduk santai di sofa, Ammer tersenyum dengan jahat dan berdiri menatap Mita yang semakin mengeratkan handuknya.
"Kenapa kamu bisa disini?" tanya Mita. Wajah Mita benar-benar merah menahan marah dan malu akibat ulah Ammer.
Jadi dari tadi laki-laki gila ini melihat aku mandi dari luar. Astaga! Tidak ada malu sama sekali.
"Ini hotel milikku dan aku bilang kalau kamu kekasihku," ucap Ammer santai.
Mita membuka mulutnya seakan tidak percaya dengan apa yang sedang Ammer katakan.
"Ini kriminal tahu tidak," ucap Mita dengan tegas.
"Jadi … jadi tadi kamu melihat aku mandi?" tanya Mita. Mita bahkan menunjuk kaca toilet yang terbuka sembari berbicara dengan Ammer. Tidak sanggup lagi Mita dengan kelakuan gila laki-laki yang baru dikenalnya ini.
"Iya, kenapa?" tanya Ammer santai.
Oh santai sekali laki-laki gila ini menjawab. Setelah dia melakukan semua ini, dengan santainya laki-laki ini menjawab seolah tidak terjadi apa-apa dan semua ini biasa untuknya.
"Aku sudah mau gila menghadapimu, Hei! Aku peringatkan! Kita ini bukan pasangan kekasih apalagi suami istri. Aku malu sekali kamu lihat seperti ini, palingkan matamu kesana!" seru Mita. Kesal sekali Mita menghadapi Ammer yang malah berdiri dan mendekati Mita.
Bukan malah menurut Ammer malah mendekati Mita. Membawa kotak yang dibawanya tadi dan meletakkannya di ranjang.
"Pakailah, aku tunggu di lobby!" seru Ammer tepat di depan wajah Mita. Ammer bahkan tidak peduli Mita mau mengumpatnya atau mau marah. Yang penting bagi Ammer. Malam ini Mita harus bertemu dengan Mommy dan Daddy-nya.
"Apa ini?" tanya Mita sebelum Ammer keluar.
"Gaun malam, kita akan makan malam setelah ini," ucap Ammer tersenyum sinis dan menutup pintu kamar Mita dengan pelan.
Bugh!
Mita melemparkan kotak itu ke arah pintu.
"Dasar laki-laki gila!"
Apa dia kira aku mau menurut dengannya, aku tidak akan mengenakan gaun itu. Siapa dia? Dia kira dia kekasihku. Bahkan dia mengintip aku sedang mandi.
Laki-laki otak buaya.
Sedangkan Ammer turun dengan tertawa geli melihat raut wajah Mita.
Lucu sekali dia! Semakin menggemaskan. Dia bahkan tidak tertarik dengan yang aku katakan padanya. Wanita yang langka sekali.
Mita memang tidak peduli. Ammer mau kaya atau miskin baginya melunasi hutang Ammer itu yang paling penting sehingga dia tidak lagi dikejar oleh laki-laki gila seperti Ammer.
Sedang di dalam kamar, Mita mulai berpikir dan membuka kotak yang dibawa Ammer tadi. Meski kotak itu sebenarnya sudah terbuka karena Mita melemparkannya ke pintu tadi.
"Kalau aku tidak pergi malam ini, dia pasti akan masuk lagi ke dalam kamar," ucap Mita meringis. Dengan terpaksa Mita bersiap dengan gaun malam yang diberikan Ammer.
To Be Continued….
mana udah sadar lagi siapa yg digandeng😅😅
sukses
semngat
mksh
sekarang