NovelToon NovelToon
Catatan Akhir Sekolah

Catatan Akhir Sekolah

Status: tamat
Genre:Fantasi / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:44.1k
Nilai: 4.1
Nama Author: Ridho pradana

"Catatan Akhir Sekolah” bercerita mengenai 4 orang yang merupakan sahabat, mereka selalu Membuat masalah di sekolah dan mereka selalu bersama-sama apa pun keadaannya, kisah yang mana suatu ketika salah satu dari mereka yang mempunyai wajah tampan.

Ia selalu memberi harapan palsu dan mempermainkan perasaan perempuan- perempuan yang suka dengannya, dan ketika salah satu dari perempuan itu ada yang benar-benar tulus mencintainya, tapi ia tetap saja memberi harapan palsu dan mempermainkan perasaan perempuan itu, hingga pada akhirnya ia menyesal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridho pradana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Catatan Akhir Sekolah 11

Saat Denny terbangun dia bingung, kenapa dia di tertawakan oleh teman-teman yang ada di dalam lab, lalu Salman memberi tahu tentang foto Denny yang aku post di story Whatsappku tadi.

Denny marah dan mencariku, karena saat itu, aku bersama Guntur, Noris, Toink, Nafis dan Ipul sudah kembali ke kelas tanpa sepengetahuan guru.

Setelah dia menemukanku, dia menghampiriku, dan aku pikir dia mau memukul wajahku karena kelihatannya dia sangat marah, ternyata dia hanya meminta aku untuk menghapus fotonya yang telah aku post tadi.

Denny adalah murid yang terbilang cukup pintar dalam bidang Matematika, aku dan teman-teman selalu menyontek saat ada pelajaran Matematika.

Meskipun Denny pintar di bidang Matematika, tapi dia setiap saat selalu terdiam dan melihat ke satu tempat dengan tatapan mata yang kosong dan seolah-olah dia sedang mempunyai banyak pikiran.

Aku bersama Guntur, Ipul dan Alif, setiap kali kami melihat Denny terdiam dengan tatapan mata yang kosong, kami selalu menertawakan dia.

”Udah Den soal beras di rumah, gausah di pikirin," canda Guntur, kepada Denny, dan tertawa.

Karena menurut kami Denny selalu memikirkan beras di rumah, apakah besok dia masih bisa makan atau tidak.

Tapi itu hanya bahan bercandaan saja, dan kami sebenarnya tidak tahu apa yang sedang Denny pikirkan.

Aku bersama Guntur dan Ipul selalu meledek Denny saat di sekolah, saat itu aku meledek Denny dengan melempar-lempar topinya, sampai-sampai dia marah dan menantangku untuk bertarung.

Aku menanggapinya, setelah bel pulang berbunyi, aku dan teman-teman sekolah berkumpul untuk menyaksikan aku dan Denny bertarung.

Tapi Denny berkata lain, dia tidak mau bertarung kalau teman-teman yang lain ikut, aku langsung membalas perkataannya, karena aku tidak mengerti apa maksud dari perkataan dia itu.

”Maksud lu apa Den!" bentakku.

”Gua maunya lu sama gua aja, gua gak mau di saksiin sama teman-teman, dan gua maunya kita bertarung di tempat tongkrongan gua!” jawab Denny.

"Yaudah, teman-teman yang lain gausah ikut, tapi Guntur dan Ipul ikut!" tegasku.

Dia tetap tidak mau, dia hanya mau aku dan dia saja yang bertarung, dan bertarungnya di tempat tongkrongannya.

Aku tidak mau, kalau tidak ada yang menemaniku, karena aku takut, saat nanti aku bertarung dengan Denny, aku di serang oleh teman-teman satu tongkrongannya.

Akhirnya aku dan Denny tidak jadi untuk bertarung, dan aku lebih memilih untuk meminta maaf, tapi bukan karena aku takut, aku hanya mengakui kesalahanku terhadap dia, dan dia pun mau memaafkan, dan akhirnya kami berdamai.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Keesokan harinya saat Guntur kehausan tapi dia tidak mempunyai air minum, lalu dia mencari teman satu sekelas kami yang mempunyai air minum.

Dan saat itu dia melihat Denny yang sedang memegang air minum, Guntur langsung meminta air kepada Denny, tapi Denny tidak mau membaginya, Guntur marah, dan langsung menampar wajah Denny.

Aku bersama Ipul tertawa, karena melihat Guntur yang tidak di bagi minum oleh Denny.

... ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Seminggu kemudian sekolahku melaksanakan ulangan kenaikan kelas, di sini lah hal yang paling aku takuti bahkan bukan aku saja, tapi semua murid khususnya kaum laki-laki.

Kami semua bukan takut karena soal ulangan, tapi kami takut dengan Razia rambut.

Sampai-sampai ada yang tidak masuk saat ulangan, karena takut rambutnya terkena Razia.

Saat Razia berlangsung aku bersama Noris, Ipul, Toink, Guntur, Nafis, dan Ikhsan sampai kucing-kucingan dengan guru agar tidak terkena Razia.

Tapi tidak dengan Alif, karena dia sudah menyiapkan dengan memotong rambutnya hampir botak, dan akhirnya dia tidak terkena Razia.

Keadaan saat itu menurutku sangat seru, tapi deg-degan, karena kami harus kucing-kucingan dengan guru, agar kami tidak terkena Razia.

Hari itu kami aman, karena kami tidak terkena Razia, tapi Razia masih terus berlanjut hingga 3 hari saat ulangan berlangsung.

Keesokan harinya aku bersama Guntur, dan Ipul bolos, karena kami takut, hari itu akan menjadi hari apes kami.

Dan akhirnya kami mengikuti ulangan susulan, pada hari Sabtu pagi.

Setelah aku, Guntur dan Ipul masuk ke sekolah, ternyata yang mengikuti ulangan susulah pun juga terkena Razia, banyak sekali rambut yang berserakan di depan kelas, dan aku juga melihat mesin cukur.

Aku dan Ipul langsung keluar dan memutar balik motorku, aku dan Ipul berpura-pura ijin mengambil kartu ulangan yang tertinggal di rumah.

Akhirnya Pak Satpam pun mengizinkannya, tapi tidak dengan Guntur, dia tidak mau ikut bersama aku dan Ipul.

Karena menurut dia, rambut dia sudah rapi dan dia yakin kalau dia tidak akan terkena Razia.

Aku dan Ipul langsung pergi dari sekolah, dan tidak memperdulikan Guntur, Setelah itu kami pergi ke rumah Alif yang tidak jauh dari sekolah.

Setelah beberapa jam kemudian, saat ulangan susulan selesai, Guntur di temani temanku Bintang untuk menemui aku dan Ipul di rumah Alif.

Alhasil rambutnya Guntur dan Bintang habis di Razia oleh guru, aku bersama Ipul dan Alif tertawa karena melihat kepalanya Guntur dan Bintang botak.

Dan hal yang paling aku sedihkan lagi adalah selain aku tidak bisa ikut ulangan susulan.

Aku juga semakin jauh dengan Lia, bahkan aku sudah tidak pernah berkabar lagi, Tapi aku tetap berusaha semampuku, agar aku bisa kuat dan menerima kenyataan.

Dan hal yang lebih menyakitkan lagi adalah saat itu aku mendengar kalau Lia mempunyai pacar.

Kalau pun nanti aku di takdirkan untuk bersama dengan Lia, pasti aku dan Lia akan di pertemukan kembali, tapi kalau nanti itu sebaliknya, mungkin masing-masing dari kita akan di pertemukan dengan yang lebih baik.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

... KELAS 12...

Akhirnya kami naik ke kelas 12, kami tidak menyangka ternyata waktu cepat sekali berlalu, perasaan baru kemarin kami menjadi murid baru di sekolah ini, tapi sekarang dalam hitungan bulan kami akan meninggalkan sekolah ini.

Karena di kelas 12 kami bersekolah hanya sebentar yaitu hanya selama 8 bulan.

Saat kami di kelas 12, kami mendapatkan Wali murid yang berbeda sekali dari wali murid-wali muridku sebelumnya, karena apa? karena dia lebih tegas dan wali murid itu bernama Miss Arwati.

Dia tidak segan-segan menghukum kami saat kami membuat masalah, dan dia sangat berbeda dengan wali murid-wali muridku sebelumnya yang tidak pernah marah saat kami membuat masalah, tapi Miss Arwati adalah wali murid yang baik, meskipun dia agak sedikit tegas.

Setelah aku masuk ke kelas 12, aku masuk pagi lagi seperti waktu aku kelas 10.

1
Wijaya Andre
Buruk
Anonim
good
Anonim
semoga bisa cepet naik level
Anonim
😘😘😘😘😘😘😁
Anonim
bagus bangat lanjut thor
Anonim
😘😘😘⚘⚘⚘
Anonim
good
Anonim
baguss nice
Anonim
hhh
Anonim
😗😗😗😗😗😗😗
Anonim
😘😘😘😘😘😘😘
Anonim
😗🤔😗😘😘😘🤗🤗🤗🤗😎😎
Anonim
😚😚😚😚😚😚😚😚😚☺😚😚
Anonim
😘😘😘😘😘😘😍😍😍
Anonim
😎😎😎😎😎😎😎😎😎
Anonim
🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗
Anonim
😁😁😁😁😁😁
Anonim
😍😍😘😗😗😘😙😚😚
Anonim
😘😗😗😍😍😗😗😍😘😗😗
Anonim
😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍🤗🤗
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!