NovelToon NovelToon
Love Me Back

Love Me Back

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / CEO / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:406
Nilai: 5
Nama Author: Aan Iman

Zhao Ryn, gadis manis dua puluh tahun menganggap Sian Lee penerus Lee Group adalah cahaya terang dalam gelapnya hidup.

"Bawa dia pergi!" Perintah dingin seorang Sian berhasil meruntuhkan benteng kokoh Ryn.

"Sian, kumohon tolong aku." Ryn memohon belas kasih Sian agar bisa membantunya namun kembali mendapat penolakan darinya.

"Nona Ryn, mohon kerja samanya." Asisten Jun memberi isyarat agar Ryn bergegas meninggalkan klub nomer satu di kota Jasata.

Bisakah Ryn menemukan kebahagiaan hidupnya? Atau dia benar-benar harus bertahan sendirian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aan Iman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

lmb21

Perjalanan laut yang memakan waktu sekitar tiga jam itu membuat Ryn merasakan mabuk. Akhirnya dia tiba di kota tujuan yaitu Taichung, Ryn menarik koper berukuran sedang miliknya ke arah tempat menunggu taxi.

"Nona Airyn?" Tanya supir taxi memastikan calon penumpangnya.

"Ya benar." Jawab Ryn, dia sengaja mengubah nama panggilan supaya Sian sulit melacaknya.

Mobil yang membawa Ryn berhenti di sebuah restoran paling ramai di tengah kota. Rupanya Ryn akan bekerja sekaligus tinggal di sana. Ketika masuk melalui pintu samping Ryn terkejut mendapati seseorang yang ia kenal sudah berdiri di hadapannya.

"Nyonya Fey?" Sapa Ryn memastikan, pasalnya wanita paruh baya itu terlihat lebih kurus dari sebelumnya.

"Hai Ryn, selamat bergabung." Tanpa Ryn ketahui Fey diminta khusus oleh Lee Tak untuk menemani Ryn selama masa pelarian.

"Terima kasih nyonya." Balas Ryn tersenyum simpul. Keduanya langsung naik tangga menuju lantai atas.

"Nah ini kamarmu, sudah ada kamar mandi di dalamnya. Kau bisa mulai bekerja besok dan tidak ada shift untukmu." Fey menjelaskan beberapa hal agar Ryn tidak bingung kedepannya.

"Sepertinya tuan Lee Tak sangat mempersiapkan semuanya." Sindiran tak berarti Ryn bisa dimengerti oleh Fey.

"Dia tidak membencimu Airyn. Tuan besar hanya menginginkan yang terbaik untuk anaknya." Fey mencoba melapangkan perasaan Ryn, dia berharap Ryn tetap semangat menjalani kehidupannya.

Kisah asmara mereka memang sudah bukan rahasia umum lagi. Beberapa orang tak percaya Ryn bisa meluluhkan hati Sian. Yang lainnya jelas prihatin akan nasib hubungan keduanya. Karam, bagai kapal tenggelam di tengah ombak lautan lepas.

"Tidak dengan ibuku nyonya Fey,,,"

Tiba-tiba Ryn merasa sesak di dada mengingat perlakuan Yuni padanya selama ini.

"Bernafas Ryn!" Khawatir terjadi hal buruk Fey segera mengajak Ryn duduk di tepi ranjang.

"Sian mengirim ibuku ke penjara nyonya. Aku tahu dia salah, tapi selama ini aku berusaha menjadi anak yang baik dengan tidak melakukan hal itu." Ryn terisak menceritakan alasan dirinya pasrah ketika menerima kekerasan dari sang ibu.

"Artinya tuan muda perduli padamu Airyn. Dia berusaha melindungimu." Fey tak segan membela Sian yang ternyata merupakan keponakan. Mendiang ibu Sian adalah kakak mantan suaminya. Fey dan paman Sian berpisah secara baik-baik, itulah alasan Lee Tak masih mempercayainya dalam hal pekerjaan.

"Aku tahu. Aku hanya menjadi beban Sian nyonya, dunia kami berbeda." Ryn mengusap air mata di pipi tak ingin sedih berlarut.

"Kau harus percaya Airyn, ketika anak manusia di takdirkan bersama siapapun tidak akan bisa memisahkan." Fey menggenggam tangan Ryn di atas pangkuannya.

"Terima kasih nyonya, maaf aku malah mengeluh." Ryn tertawa getir menyadari terlalu emosional.

"Panggil aku bibi. Sian adalah keponakanku juga." Ungkap Fey memberitahu hubungan keluarga keduanya.

"Bibi kau tidak akan memberitahu Sian bukan?" Cecar Ryn ketakutan.

"Tentu saja tidak akan Airyn. Baiklah, sekarang kau istirahat. Aku harus mengecek keadaan di depan." Ryn mengangguk membiarkan Fey meninggalkannya.

Malam pertama Sian tanpa Ryn ia habiskan dengan meminum alkohol di bar hotel. Jun yang bingung harus menghubungi siapa untuk membujuk Sian akhirnya mendatangkan Meimei. Meimei menghela nafas kasar lalu duduk di samping sang kakak.

"Aku tahu ini perbuatan papa. Tapi aku yakin semua keputusan ada di tangan Ryn." Membuka percakapan, Meimei tak segan mengeluarkan isi pikirannya.

"Meimei, suatu hari nanti kau harus bertemu cinta yang setara denganmu." Ucapan Sian terdengar penuh rasa kecewa atas tindakan Ryn.

"Sian, jika Ryn tidak memiliki perasaan padamu dia pasti tebal muka menjadi wanitamu. Ryn hanya ingin melindungi hatinya juga hidupmu. Kau pikir Ryn tidak tahu masalah yang kau hadapi karenanya?" Kalimat terakhir yang Meimei lontarkan membuat Sian terhenyak.

"Itu bukan salahnya." Jawab Sian menegaskan.

"Pergi juga bukan keinginannya Sian. Ryn sedang membersihkan duniamu, lalu apakah kau akan diam saja?" Malah gemas sendiri Meimei melihat sikap kakaknya, tidak mau berjuang membawa Ryn kembali.

"Tuan, ada hal yang harus aku laporkan." Jun muncul menjeda percakapan serius kakak beradik itu.

"Meimei pulanglah. Orang Junior akan mengantarmu." Tak jauh dari mereka anak buah Jun bersiap menerima perintah dari bos besar.

"Jun keke, tolong jangan biarkan dia tidur dengan wanita lain." Mohon Meimei pada Jun sebelum meninggalkan kedua pria di hadapannya.

"Katakan!" Perintahnya saat mereka sudah berada di ruang kerja Sian.

"Nyonya Inez sudah bertemu tanpa sengaja dengan pria di duga ayah nona Ryn. Ini data lengkapnya." Jun lalu menyerahkan dokumen berisi catatan pribadi pria yang pernah menjalin hubungan dengan Zhao Yun.

"Dia,,, " Sian berusaha mengingat wajah itu.

"Tuan Zhu Ma, tamu president suite Le Star. Beliau juga pernah membawa nona ke rumah sakit. Selain itu Tuan Zhu berprofesi sebagai psikiater di bangsal kejiwaan rumah sakit milik Tuan Vick." Panjang lebar Jun menjelaskan tentang siapa Zhu Ma, terduga ayah kandung Ryn.

"Atur jadwal pertemuan secepat mungkin. Bagaimanapun caranya harus dilakukan tes DNA." Sian mencengkeram erat dokumen tersebut tak sabar. Jun mengangguk kemudian pamit keluar.

Selepas Jun pergi sian langsung membuka ponselnya. Dia menghubungi seseorang dan mengajaknya bertemu. Selang tiga puluh menit orang yang ingin Sian temui tiba di lobi hotel, di sana Sian menunggunya sejak tadi.

"Ada urusan apa lagi Sian? Kukira kau sudah tidak membutuhkanku lagi." Cibirnya menatap Sian penuh cemoohan.

"Mudah Vick. Kau bisa meminta apapun dariku jika mau membantuku." Ujar Sian mencoba membujuk Vick, pria yang pernah melukai Ryn.

"Kalau begitu kembalikan Zhao Ryn!" Celetuk Vick membuat Sian geram hingga mengepalkan kedua tangannya dibawah meja.

"Otakmu perlu di cuci Vick Zhu. Pikirkan hal lain!" Tolak Sian mentah-mentah, tentu saja Vick juga tahu itu tidak akan mungkin.

"Baiklah, katakan dulu apa maumu." Puas menggoda Sian, Vick menanyakan tujuannya meminta bertemu.

"Bisa kau jelaskan siapa Zhu Ma? Dia memiliki marga yang sama denganmu, bahkan bertugas di rumah sakit keluarga kalian." Sian enggan berhati-hati, dia perlu tahu secepatnya agar bisa bertindak.

"Dia hanya seorang pria kurang beruntung." Gumam Vick. "Sian untuk apa kau memeriksanya?" Curiga, Vick berubah pikiran tidak mau memberitahu Sian. Dia beranjak dari sofa bersiap pergi.

"Kemungkinan besar dia adalah ayah Zhao Ryn." Mendengarnya membuat Vick berhenti melangkah. Dia menoleh menatap Sian tak percaya.

"Jangan asal bicara Lee Sian!" Bentak Vick tidak bisa menerima hal mengejutkan tersebut.

Sian menghisap rokok yang sejak tadi ia selipkan di jari-jari, memperhatikan raut wajah Vick kemudian berkata "kenapa, kau tidak benar-benar mengincar wanitaku bukan?" Sian menekankan kepemilikan atas Ryn.

"Bukan urusanmu Sian." Sahut Vick sebelum meninggalkan lobi menuju mobilnya di parkiran vip.

Sian menatap langit-langit tinggi untuk menghembuskan asap nikotin dari mulut juga hidungnya. Perkiraannya Vick dan Ryn memiliki hubungan kekerabatan atau bahkan ikatan persaudaraan.

"Tuan, beliau bersedia bertemu besok pagi di jam makan siang." Jun tiba memberi informasi yang ia dapat.

"Apa tidak ada penjelasan mengenai hubungan Zhu Ma dan Vick?" Tanya Sian kembali ingin memastikan.

"Kemungkinan besar tuan Zhu Ma suami dari ibunya Vick." Ungkap Jun masih ragu.

"Kau boleh beristirahat Jun. Aku akan pulang sendiri." Sian berdiri menautkan kancing jasnya, suara pantofel miliknya menggema di tengah sunyi lobi hotel.

Sian memutuskan pulang ke kediamannya. Memilih merebahkan tubuh di atas tempat tidur dimana aroma tubuh Ryn masih tertinggal disana.

"Aku merindukanmu Zhao Ryn." Bisik Sian dengan mata terpejam.

Lee Tak ayahnya menutup akses jejak perjalanan Ryn hingga tempat terakhir yang wanita itu datangi. Sian bisa saja memaksa Lee Tak buka mulut namun dia memutuskan untuk berusaha sendiri. Bagaimana dan seberapa lama waktunya Sian akan berusaha mencari keberadaan Ryn.

****

Sian dan Zhu Ma sama-sama duduk lesehan di sebuah ruang vip restoran Jepang. Zhu Ma tiba usai jam prakteknya berakhir. Sian menuangkan sake ke mangkuk pria yang kemungkinan besar merupakan ayah kandung Ryn. Wanita yang ia cintai. Tanpa Ryn tahu dirinya sedang mengusahakan hubungan keduanya.

"Ada keperluan apa tuan muda Lee mengajakku bertemu?" Tanya Zhu Ma, pembawaannya selalu tenang dengan wajah khas orang Kantonis.

Sian menyerahkan secarik foto ke hadapan Zhu Ma, dia seketika tertegun. Merasa sesak didada saat potongan kenangan masa mudanya melintas di ingatan.

"Aku harap anda tidak melupakannya." Kata Sian lalu menenggak minuman di tangannya.

"Dimana dia sekarang?" Sian menangkap ada kegelisahan di mata Zhu Ma.

"Aku kira anda akan jauh lebih penasaran, dimana putri kalian berada."

Deg...

Mendengar penuturan Sian jantung Zhu Ma seakan berhenti berdetak. Putri? Maksudnya dia memiliki darah daging bersama Zhao Yun?

"Jangan katakan,,, " Sian menyadari sesuatu mencengangkan.

"Dia tidak pernah mengatakan apapun padaku. Yuni menghilang setelah mengetahui pernikahanku. Sebelum aku menikah aku berusaha mencarinya tetapi tidak bisa menemukannya." Tutur Zhu Ma mulai menceritakan kisah percintaan singkat merka.

Sian memutar rekaman tanpa sepengetahuan Zhu Ma. Ryn berhak mengetahui seluruh asal usulnya.

Kilas balik,,,

"Brengsek kau Zhu Ma. Kau membohongiku, kau bilang hanya mencintaiku." Geram Yuni saat berusia sembilan belas, dirinya baru masuk kuliah dan berkenalan dengan Zhu Ma seorang asisten dosen. Yuni murka mendengar kabar pernikahan Zhu Ma dan ibunya Vick sudah tersebar ke penjuru kampus.

Setiap Zhu Ma menjadi pembicara Yuni tak pernah berkedip atau bahkan berpaling menatapnya. Kau tahu, gadis muda pertama kali  jatuh cinta selalu saja membayangkan wajah si pria.

Hingga pada akhirnya setelah satu semester berlalu Zhu Ma juga memiliki perasaan yang sama. Mereka menjadi dekat di luar kampus. Tak segan menghabiskan malam bersama.

Zhu Ma yang berusia dua puluh lima saat itu merupakan lulusan terbaik kampus mereka. Sejak sekolah menengah pertama dirinya menerima beasiswa dari yayasan milik kakek Vick.

"Kami menikah atas permintaan tuan besar Zhu. Saat itu istriku tengah hamil Vick, ayahnya meninggal akibat kecelakaan mobil." Lanjut Zhu Ma menegaskan hubungan Ryn dan Vick sesungguhnya. Karena merasa hutang budi Zhu Ma akhirnya rela menyanggupi. Tentu saja dia berniat memberitahu Yuni yang malah menghilang bak ditelan bumi.

"Anda menelantarkan anak kandung demi anak sambung." Cibir Sian menyalahkan Zhu Ma atas apa yang Ryn alami selama ini.

"Aku tidak tahu Yuni hamil, dia tidak memberitahuku." Tegas Zhu Ma meninggikan suaranya tanpa sadar. Persetan status sosial Sian.

"Andai kata Yuni memberitahu anda aku yakin anda tetap tidak akan mampu bertanggung jawab. Kau pria paling pengecut tuan Zhu." Sian bangkit dari duduknya, sebelum pergi dia memberikan sebuah plastik berisi beberapa helai rambut dan sikat gigi milik Ryn.

"Zhao Ryn tidak membutuhkan ayah sepertimu. Kau simpan saja." Ucap Sian mengakhiri pertemuan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!