NovelToon NovelToon
Aku Bisa Membeli Semuanya Dengan Sistem Diskon

Aku Bisa Membeli Semuanya Dengan Sistem Diskon

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Notdrick

Semua benda di dunia memiliki harga.

Rumah, restoran, perusahaan, bahkan kesempatan yang tidak bisa dibeli dengan uang sekalipun.

Saat hidup Lin Liu berada di titik terendah, sebuah sistem misterius memilihnya sebagai pemilik baru. Sistem itu tidak memberinya uang, kekuatan, ataupun keberuntungan.

Yang diberikannya hanyalah... diskon.

Semakin besar target yang berhasil dicapai, semakin langka kartu diskon yang diperoleh. Dengan satu kartu, sesuatu yang mustahil dimiliki bisa berubah menjadi kesempatan yang berada dalam jangkauan.

Namun, setiap pilihan memiliki konsekuensinya.

Di balik setiap transaksi, tersembunyi rahasia yang membuat dunia tidak sesederhana yang terlihat. Kini Lin Liu harus menentukan apa yang layak dibeli... dan apa yang seharusnya tidak pernah memiliki harga.

Karena ketika segalanya bisa dibeli, batas antara keberuntungan dan keserakahan menjadi sangat tipis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Notdrick, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

Lin Liu membuka amplop putih itu dengan tangan gemetar, menemukan selembar kertas berisi rincian tawaran Chen Datong yang tertulis rapi dalam bahasa formal—separuh pembebasan utang, informasi lengkap soal orang tuanya, dan pembatalan pertunangan Huang Ruoxi, semuanya dengan imbalan kesetiaan penuh sebagai "tangan kanan" pengusaha rentenir itu.

Dia menatap kertas itu lama, membacanya berkali-kali, sebelum akhirnya melipatnya kembali dan memasukkannya ke dalam amplop. "Bawa aku menemui bosmu sekarang," katanya kepada A-Wei, suaranya mantap meskipun dadanya masih bergejolak.

Perjalanan menuju gedung perkantoran Chen Datong terasa lebih pendek dari yang dia ingat, mungkin karena pikirannya terlalu dipenuhi tekad yang baru saja dia kuatkan sepanjang malam. Begitu tiba di ruangan kerja mewah itu, Chen Datong menyambutnya dengan senyum puas, seolah sudah yakin keputusan apa yang akan diambil pemuda di hadapannya.

"Aku dengar kau memutuskan datang lebih cepat dari waktu yang diberikan," kata Chen Datong, menyandarkan tubuhnya ke kursi dengan santai. "Kuanggap itu tanda baik. Kau sudah siap menerima tawaranku?"

Lin Liu meletakkan amplop putih itu kembali ke atas meja, menatap Chen Datong lurus-lurus. "Aku menolak."

Senyum Chen Datong perlahan memudar, digantikan raut wajah yang jauh lebih dingin. "Kau yakin dengan keputusanmu? Kau menolak kesempatan untuk membebaskan dirimu, menyelamatkan Nona Huang, dan mengetahui kebenaran soal orang tuamu, hanya karena kecurigaan yang bahkan tidak bisa kau buktikan?"

"Aku tidak butuh bukti untuk tahu bahwa orang sepertimu tidak pernah memberikan sesuatu secara cuma-cuma," Lin Liu menjawab tegas, meskipun suaranya sedikit bergetar menahan gugup. "Kalau aku terima tawaranmu, aku hanya akan jadi alat lain dalam permainanmu, sama seperti Ruoxi, sama seperti orang tuaku dulu."

Chen Datong tertawa pendek, suaranya dingin menggema di ruangan itu. "Berani sekali kau bicara begitu di hadapanku. Kau pikir dengan menolak, kau bisa menyelamatkan siapa pun? Pertunangan Nona Huang tetap akan berlangsung minggu depan, dan utangmu tetap lima puluh juta, tanpa potongan sepeser pun."

"Aku akan cari cara lain," Lin Liu berkata, mencoba mempertahankan ketegasannya meskipun ancaman itu terasa nyata. "Dengan cara yang jujur, bukan dengan menjual diriku padamu."

"Cara jujur," Chen Datong mendengus meremehkan, berdiri dari kursinya dan berjalan mendekati jendela besar yang menampilkan pemandangan kota. "Kau tahu, orang tuamu juga dulu bicara begitu. Cara jujur, katanya. Lihat sekarang, mereka menghilang entah ke mana, meninggalkan anak mereka menanggung semua kesalahan mereka."

Kata-kata itu menusuk tajam, namun Lin Liu berusaha menahan diri, tidak ingin memberikan kepuasan bagi Chen Datong dengan menunjukkan betapa dalamnya luka itu. "Terserah apa katamu. Aku akan tetap berusaha dengan caraku sendiri."

Chen Datong berbalik, menatap Lin Liu dengan sorot mata yang jauh lebih tajam dari sebelumnya. "Baiklah, kalau itu pilihanmu. Tapi ingat, Lin Liu, mulai sekarang, aku tidak akan lagi bersikap lunak. Kau sudah menolak jalan mudah, jadi bersiaplah menghadapi konsekuensinya."

A-Wei mengantar Lin Liu keluar dari gedung itu dalam diam, wajahnya tidak menunjukkan ekspresi apa pun, meskipun Lin Liu bisa merasakan tatapan penuh perhitungan yang mengikutinya hingga dia benar-benar meninggalkan area gedung tersebut.

Begitu kembali ke toko Su Yan, Lin Liu segera memeriksa layar sistemnya, mencoba mengalihkan pikiran dari ancaman yang baru saja dia terima.

...[MISI "JEJAK YANG HILANG": Rp13.400.000 / Rp15.000.000]...

...[WAKTU TERSISA: 94:22:16]...

Kemajuan itu memberinya sedikit harapan, namun kekhawatirannya tentang pertunangan Huang Ruoxi yang tinggal seminggu lagi, ditambah ancaman baru dari Chen Datong, membuat pikirannya tidak bisa sepenuhnya tenang. Dia baru saja hendak menyimpan ponselnya ketika sebuah suara gaduh tiba-tiba terdengar dari arah gudang belakang toko, disertai bau asap tipis yang mulai menyusup ke udara.

1
Elzi Lamoz
Sistem. semoga sistem ini bisa bantu Lin Liu, tapi terlalu bergantung sistem juga bakal dia jadi lemah. bukan fisik tapi hatinya.
遥依•𝙀𝙉𝙩𝙖𝙧%: Gak kok sistemnya itu lebih kek motivasi dengan imbalan hadiah kartu diskon
total 1 replies
Elzi Lamoz
bukannya bantu orang malah mencibir. laki atau cewek sih suami nya ini.
Intsomi: 🤣....
total 3 replies
Elzi Lamoz
Jangan terlalu memikirkan apa yang udah terjadi, mending isi perut dulu, walau dompet kosong.
遥依•𝙀𝙉𝙩𝙖𝙧%
Sering terjadi di Indonesia, ULTI setiap orang tua😹
Elzi Lamoz
Kasian sih, terus ada bayangan emak bapaknya berkata di keheningan. kamu harus membalas budi karena telah kami besarkan nak🥲
Elzi Lamoz
Depkolertor kah, sadis parah🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!