NovelToon NovelToon
Misi Bertahan Hidup: Jangan Jadi Gadis Miskin!

Misi Bertahan Hidup: Jangan Jadi Gadis Miskin!

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Mengubah Takdir / Fantasi Wanita
Popularitas:8.1k
Nilai: 5
Nama Author: Aurora.playgame

Bagaimana rasanya menjadi seorang CEO sukses di era modern, lalu dalam sekejap mata terbangun di dalam gubuk bobrok era dinasti kuno?
Itulah nasib sial yang menimpa Lin Wan. Jiwanya merasuki tubuh seorang gadis berusia delapan belas tahun yang hampir mati kelaparan, hidup bersama ibu yang sakit-sakitan, adik kecil yang menangis kelaparan, serta paman serakah yang berniat menjual mereka demi utang judi.
Bagi Lin Wan, menyerah bukanlah kamusnya. Berbekal otak bisnis modern, kecerdasan taktis, dan tekad baja, ia bersumpah untuk mengubah nasib.
Berhasilkah Lin Wan menjadi wanita yang bisa berubah kaya, atau justru takdir membawanya pada takdir yang tak pernah ia bayangkan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurora.playgame, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 34: Dasar 'hama'

Lanjut...

Nyonya Liu memajukan langkahnya dengan gaya angkuh, kemudian meludah kecil ke tanah di samping kaki Wanru, lalu mencibir dengan sinis.

"Wah, wah, wah... Lihat siapa yang berjalan sendirian membawa kantong kain dengan dada membusung seperti burung merak?" sindir Nyonya Liu dengan suara melengking yang sengaja dikeraskan agar terdengar oleh rumah-rumah warga terdekat. "Anak perempuan keluarga Lin yang kemarin nyaris diseret ke rumah bordil!"

Wanru tetap berdiri tenang, kedua tangannya bersedekap di dada. Ia menatap Nyonya Liu dengan sebelah alis terangkat, dan membalas tatapan itu tanpa secercah pun rasa gentar. "Ada perlu apa kau menghadang jalanku, Nyonya Liu? Pagi-pagi sudah cari angin atau memang kurang kerjaan?"

Mendengar jawaban yang sama sekali tidak menunjukkan rasa takut atau minder, wajah Nyonya Liu langsung memerah menahan geram.

"Kurang ajar! Masih berani kau berbicara dengan nada menantang begitu, hah?!" bentak Nyonya Liu geram, sambil menunjuk-nunjuk wajah Wanru dengan jarinya yang gemuk. "Kemarin kau beruntung karena ada rombongan bangsawan misterius yang kebetulan lewat dan melunasi utang pamanmu! Tapi jangan harap kau bisa berlagak sombong di desa ini!"

Nyonya Liu menyipitkan matanya, lalu mengarahkan pandangannya tajam ke arah kantong kain di pinggang Wanru yang tampak menggembung berat.

"Katakan, gadis sialan! Dari mana kau mendapatkan kantong sebesar itu? Jangan-jangan... kemarin kau sengaja menggoda para pengawal bangsawan itu di pasar, atau kau mencuri uang dari pedagang lain, ya?!" teriak Nyonya Liu menuduh dengan fitnah keji, dan sengaja memancing perhatian warga sekitar yang mulai mengintip dari balik jendela rumah mereka.

Mendengar tuduhan murahan tentang pencurian uang atau penggoda pria, Wanru justru tertawa kecil. Suara tawa itu terdengar begitu tenang, elegan, dan sangat kontras dengan kepanikan yang biasanya ditunjukkan oleh gadis-gadis desa jika difitnah di depan umum.

Tawa itu justru membuat Nyonya Liu semakin naik pitam. "Kenapa kau malah tertawa, hah?! Tersinggung ya karena ketahuan belangmu?!"

Wanru menghentikan tawanya, lalu menatap Nyonya Liu tepat di bola matanya dengan sorot mata setajam es.

"Nyonya Liu," ucap Wanru dengan suara yang begitu tenang namun berwibawa tapi menusuk pendengaran. "Mulutmu memang mirip comberan desa yang tidak pernah disaring. Kau sibuk memfitnahku mencuri karena di dalam kepalamu yang sempit, kau tidak pernah percaya bahwa seseorang bisa menghasilkan uang halal lewat kerja keras, kecerdasan otak, dan keterampilan botani."

Wanru melangkah maju satu langkah, dan memaksa Nyonya Liu tanpa sadar sedikit mundur ke belakang karena terintimidasi oleh aura dingin yang mendadak terpancar dari tubuh kecil gadis itu.

"Uang di kantongku ini adalah hasil keringatku sendiri menjual tanaman herbal berkualitas tinggi di pasar kecamatan tadi pagi," lanjut Wanru Deng tegas. "Bukan hasil mencuri, dan tentu saja bukan dari hasil mengemis seperti hobimu yang suka meminta-minta belas kasihan tetangga."

"Kau...!" Nyonya Liu terpekik murka, wajahnya berubah ungu karena tidak terima dihina balik secara telak di hadapan para tetangga yang mulai berkerumun di kejauhan. "Berani sekali kau menghina orang tua! Keponakanku, hajar anak kurang ajar ini! Ambil kantong uangnya untuk mengganti kerugian nama baik keluarga kita!"

Mendengar perintah sang bibi, dua keponakan preman Nyonya Liu langsung mengayunkan kayu pagar di tangan mereka, dan bersiap menerjang maju untuk merebut paksa kantong uang di pinggang Wanru.

Bagi Wanru, menghadapi dua preman kampung secara fisik dalam kondisi tangan kosong bukanlah pilihan yang bijak. Namun, sebagai mantan eksekutif yang terbiasa berpikir strategis di bawah tekanan, ia tidak panik.

Sebelum kedua preman itu sempat mengayunkan kayu mereka, Lin Wan dengan gerakan kilat merogoh kantong kain di pinggangnya, dan mengambil segenggam penuh bubuk cabai kering tumbuk, yang tadi sengaja ia beli di pasar untuk keperluan memasak keluarganya, lalu melemparkannya tepat ke arah wajah kedua preman tersebut!

Puk!

"Aaaarrghh! Mataku! Pedihhh!" pekik kedua preman itu histeris secara bersamaan, menjatuhkan kayu mereka dan langsung berlutut sambil mengusap-usap mata mereka yang kepedasan luar biasa.

Nyonya Liu yang berdiri di dekat keponakannya ikut terkejut setengah mati. Sebelum wanita tambun itu sempat berteriak memaki, Wanru sudah melangkah mendekat dengan tatapan membunuh.

Wanru mengeluarkan sebilah pisau kecil penusuk buah yang ia beli di pasar, lalu menempelkan ujung pisau itu tipis-tipis di dekat lengan baju Nyonya Liu, yang dihebohkan membuat wanita itu terperanjat ketakutan hingga terduduk di atas tanah berdebu.

"Dengar baik-baik, Nyonya Liu," bisik Wanru tepat di telinga wanita tambun itu dengan suara dingin yang mencengkeram jiwa. "Hari ini aku sedang berbaik hati karena aku tidak ingin mengotori tanganku dengan darah hama sepertimu. Tapi jika kau atau anjing-anjing peliharaanmu berani menghadang jalanku sekali lagi... pisau ini tidak akan berhenti di lengan bajumu."

Nyonya Liu menggigil hebat, sekujur tubuhnya gemetar ketakutan di atas tanah. Ia menatap mata Wanru dan melihat bayangan maut yang sesungguhnya di sana, bukan lagi gadis desa yang bisa ditindas semaunya.

Tanpa membuang waktu sedetik pun untuk meladeni ratapan ketakutan Nyonya Liu, Wanru menarik kembali pisaunya, merapikan letak kantong uang di pinggangnya, lalu melangkah melangkahi tubuh para preman yang masih mengerang kepedasan di jalan setapak.

Wanru berjalan dengan kepala tegak, meninggalkan Nyonya Liu yang terduduk lemas di dalam debu dengan rasa malu dan trauma yang mendalam.

Di dalam dada sang CEO, kemenangan kecil di jalan desa ini hanyalah babak pembuka dari eliminasi total terhadap seluruh musuh-musuh kecil di Desa Hutan Batu.

Dengan kantong uang penuh di tangan dan semangat baja yang tak terkalahkan, Lin Wanru melangkah pulang menyambut ibu dan adiknya, dan siap membawa keluarga Lin menuju puncak kejayaan baru.

Bersambung...

1
Iyus Iyus
baguuuss
Iyus Iyus
mampus tu
Osie
keluarga lin warung kudu jd konglomerat ..no cinta cintaan ya thor kudu sukses n kaya raya dulu..cinta cintaan no kesekian ratus dah
Aurora: Lin Wanru mungkin ya, bukan Lin warung, typo 😅
siap... tapi jika othor berkata lain jidonya bisa segera hadir 😃🤗
total 1 replies
Osie
aura ceo jaman modern emang gak kaleng kaleng..kena mental dah duo penjaga rumah lelang
The Dream26: Novel 'RUMAH' telah hadir, karya spektakuler dan seru untuk di nikmati, penasaran?, mampir ya kak
total 1 replies
Osie
eh sdh dipenghujung cerita ternyata..msh ada lanjutannyakah? ceritanya bagus banget
Aurora: cerita masih berlanjut kak... nantikan episode selanjutnya ya... 🤗
total 1 replies
Dewi Habibah
lanjut 😍
Aurora: siap kakak...🤗
total 1 replies
Dewi Habibah
Bagus sekali ceritanya
Aurora: terima kasih... nantikan terus update episode selanjutnya ya...🤗
total 1 replies
Siskasuryaningsih
Baru baca thor tetap semangat yo,,, 💪💪💪
Aurora: siap kakak...🤗
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!