Alicia Harold hanya ingin menikmati malam terakhirnya sebelum menjadi mahasiswa.
Namun karena terlalu bosan di acara keluarga, gadis barbar itu diam-diam mabuk dan berakhir jatuh ke dalam pelukan seorang pria dingin yang paling ingin ia hindari.
Bryan Bright, calon kakak iparnya dan dosen di Imperial College University.
Sejak malam itu, kehidupan Alicia berubah menjadi mimpi buruk. Dosen killer itu seperti bayangan yang tak pernah bisa lepas darinya. Alicia terus berontak, menghindar, dan menjaga batas.
Namun bagaimana jika tanpa sadar batas itu perlahan berubah menjadi perasaan?
"Amit amit, aku tidak mungkin suka si Bryan mulut harimau itu!" kesal Alicia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lunoxs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
JDPDK Bab 11 - Anak Kecil
Gara-gara perintah Bryan yang memintanya untuk datang kembali besok malam, Alicia jadi menghapalkan jalan menuju unit apartemen pria tersebut.
Lift berhenti di lantai 7 dan Alicia terus mengikuti langkahnya. Begitu Bryan membuka pintu, Alicia langsung mengintip bagian dalam apartemen tersebut. 'Mana kak Annie?' batin Alicia.
"Bryan, Alicia," sambut Annie yang memang sudah menunggu sejak tadi. Ia menyambut dengan senyumnya yang selalu terlihat lembut.
Dan Alicia langsung bernafas lega saat mendengar suara sang kakak, itu artinya Bryan memang tidak berbohong tentang kak Annie yang sudah menunggu sejak tadi. Artinya mereka tidak akan hanya berdua di apartemen ini.
Sungguh, Alicia bahkan belum mau membayangkan jika mereka hanya berdua saja, bisa-bisa Alicia meninggal lebih cepat karena stres.
Namun rasa lega Alicia langsung berubah menjadi penasaran ketika melihat ternyata bukan hanya ada sang kakak yang menunggu, tapi juga seorang pria tampan lainnya yang entah siapa.
"Alicia, Bryan sudah mengatakan pada kakak bahwa dia akan membawamu ke sini. Ayo masuk," ajak Annie seraya mendekati sang adik dan memeluk lengannya.
Pandangan Alicia berpindah diantara ketiga orang itu, kakaknya, siluman harimau dan pria asing ini.
"Ini namanya Shaka, kamu bisa memanggilnya kak Shaka," terang Annie, ia mengenalkan karena tahu adiknya pasti penasaran.
"Halo Alicia, Annie sering sekali menceritakan tentang adiknya. Namaku Adrian Arshaka Dewangga, kamu bisa memanggilku kak Shaka," jelas Shaka pula dengan suaranya yang terdengar hangat.
Alicia reflek tersenyum mendengar perkenalan tersebut, rasanya pria tampan itu lebih cocok jadi kekasih kak Annie ketimbang si manusia harimau. 'Kak Shaka dari keluarga Dewangga, wah teman-teman kak Annie benar-benar bukan orang sembarangan.' batin Alicia yang senyumnya perlahan berubah lebih lebar.
"Salam kenal kak Shaka, aku Alicia," jawab Alicia riang, sejenak benar-benar lupa bahwa ada Bryan di sini, bahkan ini adalah apartemen pria tersebut.
Mereka berempat akhirnya makan malam bersama di sana, tadi Annie sudah menyiapkan semuanya. Sepanjang makan malam Alicia berulang kali memperhatikan kedekatan antara kak Annie dan kak Shaka, juga kak Annie dan Bryan. Jika dilihat-lihat entah kenapa malah rasanya kekasih kak Annie itu adalah kak Shaka.
'Dasar manusia harimau, bisa-bisanya dia diam saja saat kak Shaka menaruh makanan di piring kak Annie. Harusnya kamu cemburu!' batin Alicia tak habis pikir. 'Dasar aneh, bisa-bisanya ada manusia sedingin itu di dunia ini.' batinnya lagi.
Bryan, Shaka dan Annie memang sudah bersahabat sejak lama. Dan memang benar bahwa sebenarnya Annie dan Shaka adalah sepasang kekasih. Semua sandiwara ini hanya berlaku sampai satu tahun.
Tapi rahasia itu hanya diketahui oleh ketiganya, dan Alicia hanyalah si polos yang tak tahu apa-apa.
Selesai makan malam Alicia kembali menulis materi hari ini dengan tangannya sendiri, sementara usaha Prilly siang tadi hanyalah sia-sia. Karena Bryan ingin Alicia benar-benar menulisnya sendiri.
Saat Alicia menulis, Bryan, Annie dan Shaka berbincang di balkon. Namun sesekali, Alicia mengalihkan pandangannya ke arah tiga orang itu. 'Kak Shaka bahkan lebih tampan dari Bryan, bisa-bisanya mata kak Annie salah pilih,' batin Alicia. 'Kak Shaka juga perhatian sekali, pria seperti itulah yang layak dijadikan suami.'
'Pulang nanti aku harus bicara pada kak Annie, putusan Bryan dan pacaran saja dengan kak Shaka!' batin Alicia penuh tekad.
Alicia kemudian hendak menulis lagi, tapi kemudian tatapannya justru terhenti pada ponsel Bryan yang tertinggal di meja ini.
Deg! Alicia kaget sendiri, sejak tadi ia tak menyadari keberadaan benda tersebut. 'Bagaimana ini? Aku harus mencuri ponsel itu? Tapi ada kuncinya tidak ya?' batin Alicia bimbang penuh pertanyaan.
Ia melirik ke balkon sekilas, saat melihat semuanya sibuk berbincang salah satu tangannya pun meraih ponsel tersebut.
Deg! Jantung Alicia berdegup cepat, benar-benar seperti maling yang tengah beraksi.
Alicia langsung coba membuka ponsel tersebut, dan ternyata dikunci dengan sidik jari. 'Ah sial! Percuma saja kuambil, tidak bisa dibuka.'
"Apa yang kamu lakukan?" tanya Bryan yang tiba-tiba muncul di sana.
"Astaga!" kaget Alicia, juga buru-buru meletakkan ponsel Bryan di atas meja. "Aku, saya hanya mau lihat jam, tidak berniat mencuri ponsel Bapak."
"Kenapa? Kamu ingin menghapus video itu?" tanya Bryan tanpa basa basi, ia bahkan tersenyum miring. Niat Alicia bisa dia ketahui dengan jelas. Anak kecil itu jelas kalah pengalaman dibanding dirinya.
'Ya ampun, pria ini benar-benar mengerikan. Apa dia bisa membaca pikiranku?!' batin Alicia, ia tak senang sekali saat melihat Bryan tersenyum miring seperti itu.
"Tidak," jawab Alicia singkat.
"Buang jauh-jauh rencanamu, aku sudah menyimpan video itu di banyak tempat," balas Bryan, lalu mengambil ponselnya.
Alicia terdiam.
"Anak kecil cukup tahu belajar, jangan terlalu liar," timpal Bryan, lalu menjitak kening Alicia.
TAK!
dia harus masuk ke kandang harimau 🤣🤣🤣
kalo pak bry tau bisa mulai cemburu dalih disiplin?🤭🤭🤭
ehh siluman sudah berwajah garamg waduhh ,,,,ambyar seolah dunia nya runtuh 💪 sangat pastinya ,,,