NovelToon NovelToon
Ternyata Bukan Aku

Ternyata Bukan Aku

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami / CEO
Popularitas:14.5k
Nilai: 5
Nama Author: Yam_zhie

Misya dan Reyden menikah selama dua tahun. pernikahan yang mereka jalani karena perjodohan, tak ada masalah dalam rumah tangga mereka yang monoton itu.

namun menjelang pernikahan ke dua mereka, ternyata Misya baru tahu kalau Reyden belum menerima dan bisa mencintai dia bukan karena belum siap. tapi karena hatinya masih ada pada wanita masa lalunya yang akhirnya kembali.

apakah Reyden akan kembali kepada wanita di masa lalunya atau mungkin dia mulai menyadari cintanya kepada Misya?

ikuti terus kelanjutan kisah cinta mereka ya kak...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Misya 27

"Maaf mengganggu waktu Anda, Pak Rey," lapor Anggara dengan nada berhati-hati.

"Di luar... Bu Aurelia datang. Beliau memaksa ingin masuk dan bertemu langsung dengan Bapak untuk urusan mendesak terkait kelanjutan proyek."

Rahang Reyden langsung mengeras seketika. Ketikan di keyboardnya berhenti total. Ia mendongak, menatap asisten pribadinya dengan sorot mata dingin setajam silet.

"Saya sudah bilang kemarin, batasan saya dengannya hanya sebatas profesional kantor. Kenapa dia masih berani datang ke ruangan saya secara pribadi?" suara Reyden rendah namun penuh tekanan dingin.

"Beliau bilang ini menyangkut klausul revisi kontrak kerja sama antar-agensi yang harus disepakati hari ini juga, Pak. Dan sepertinya beliau tidak akan pulang sebelum bisa menemui Bapak," jawab Anggara serba salah.

Reyden mendengus kasar. Ia menyandarkan punggungnya di kursi kerja, memijit pelipisnya sejenak sebelum mengambil keputusan.

"Suruh dia masuk. Tapi ingat, biarkan pintu ruangan tetap terbuka setengah. Saya tidak mau ada salah paham sekecil apa pun."

"Baik, Pak!" sahut Anggara cepat, lalu berbalik keluar.

Tak butuh waktu lama, sosok Aurelia melangkah masuk ke dalam ruangan. Wanita itu tampil sangat anggun dalam balutan blazer kerja formal berwarna navy dengan riasan wajah yang sempurna. Namun, di balik senyuman profesional yang ia pasang, tersirat kecemasan dan kilatan ambisi yang kuat.

Begitu pintu tertutup, Aurelia langsung melangkah mendekati meja kerja Reyden dengan gestur tubuh yang melemah, sebuah akting dramatis yang biasa ia gunakan untuk mengambil simpati.

"Rey..." panggil Aurelia dengan suara lembut, nyaris berbisik, menyiratkan kerapuhan.

"Terima kasih sudah mau menerimaku masuk. Aku tahu kamu pasti masih marah besar atas kejadian kemarin."

Reyden tidak beranjak dari kursinya. Ia melipat kedua tangan di atas meja, menatap mantan kekasihnya itu dengan pandangan datar tanpa ekspresi sedikit pun. Tak lama pintu ruangan terbuka Angga membuka pintu ruangan Rey setengahnya kemudian berdiri memunggungi keduanya.

"Loh kok Angga berdiri di situ, Rey? Aku mau bicara penting dengan kamu!"

"Aku yang memintanya, anggap saja Angga tidak ada. Lagi pula ini masalah kerjasama kan? Tak ada rahasia di sana, dan Angga sebagai asistenku sudah tahu semuanya,"

"Tapi Rey, aku..." Aurelia terlihat kecewa dan ingin menolak keberadaan Angga di sana.

"Kalau kedatangan kamu ke sini hanya untuk membahas masalah pribadi atau mengungkit kejadian kemarin, silakan balik kanan, Aurelia. Jadwal saya padat, dan saya tidak punya waktu untuk drama," ucap Reyden dingin tanpa basa-basi.

Aurelia tertegun sejenak, namun ia cepat-cepat menguasai diri. Wanita itu menarik napas panjang, lalu perlahan menjatuhkan diri ke kursi di hadapan meja kerja Reyden, menatap pria itu dengan mata berkaca-kaca yang tampak begitu meyakinkan.

"Bukan... bukan itu maksudku datang ke sini, Rey," kata Aurelia, suaranya bergetar halus seolah menahan sedih.

"Aku ke sini justru untuk meminta maaf. Sungguh... aku benar-benar minta maaf atas kekacauan yang terjadi kemarin."

Reyden mengangkat sebelah alisnya, tidak sedikit pun terpengaruh oleh air mata buaya di hadapannya.

"Meminta maaf? Atas bagian yang mana? Atas kerja sama timmu yang tidak profesional, atau atas pesan dan foto masa lalu yang sengaja kamu kirimkan untuk meneror istri saya?"

Skakmat!

Kalimat telak itu membuat napas Aurelia tercekat. Wajahnya yang semula tampak rapuh mendadak menegang kaku, namun ia langsung memutar strategi, memperdalam aktingnya dengan isakan kecil.

"Rey... kamu masih salah paham padaku," Aurelia, menangkupkan kedua tangan di atas meja seolah memohon pengertian.

"Soal foto-foto itu... Sumpah, aku tidak ada niat sedikit pun untuk meneror Misya! Aku hanya... aku hanya sedang berusaha menjelaskan kalau memang dulu kita memang memiliki hubungan, tapi sekarang kita bekerja secara profesional,"

"Aku tak mengira kalau tanggapan istri kamu berlebihan seperti itu. Aku sudah jelaskan kalau kita hanya sebatas profesional kerja,"

"Dia istri kamu, dan pastinya kamu lebih cinta dia di banding kepada aku yang hanya masa lalu kan. Apalagi pernikhan kalian sudah dua tahun, seharudnya dia lebih paham dan tidak terlalu overthinking kehilangan suaminya jika memang pernikahan kalian baik-baik saja..."

Aurelia berdiri dari kursinya, berjalan mendekati sisi meja Reyden, lalu membungkuk sedikit, mencoba meraih lengan pria itu dengan jemarinya yang lentik.

"Aku tahu aku salah, Rey. Aku minta maaf karena sudah memicu kesalahpahaman di antara kalian," bujuk Aurelia dengan suara termanis yang ia miliki, matanya menatap lekat-lekat manik mata Reyden.

"Tapi tidak ada salahnya kan kalau kita dekat lagi selain sebagai partner kerja, tapi juga sebagi teman lama..." Tangan Aurelia mencoba meraih tangan Rey yang ada di atas meja.

Plaaaakkk

Suara tepisan tangan yang begitu keras menggema di dalam ruang kerja yang luas itu. Napas Reyden memburu, rahangnya mengetat kaku, dan matanya menatap tajam penuh murka ke arah Aurelia yang kini terperanjat mundur sambil memegang pergelangan tangannya sendiri yang memerah.

"Jangan pernah sentuh saya, Aurelia!" suara bariton Reyden mendesis rendah.

Aurelia menatap Reyden dengan mata melotot tak percaya. Air mata palsu yang tadi ia buat-buat kini benar-benar berubah menjadi air mata sungguhan karena rasa malu dan syok yang luar biasa.

"Rey... apa-apaan kamu?!" teriak Aurelia tertahan, suaranya bergetar hebat.

"Aku cuma mau menenangkan suasana! Aku minta maaf, dan aku bilang kita bisa berteman sebagai masa lalu yang baik! Kenapa kamu bereaksi seolah-olah aku ini pembawa malapetaka buat kamu?!"

"Memang itu kenyataannya!" potong Reyden tanpa ampun, bangkit berdiri dari kursi kerjanya hingga tubuhnya menjulang mengintimidasi.

"Kamu datang ke sini, berakting seolah-olah tersakiti, memutarbalikkan fakta, lalu dengan lancangnya menyudutkan istri saya dengan kata-kata manipulatifmu! Kamu bilang Misya berlebihan? Kamu bilang pernikahan kami bermasalah makanya dia overthinking?!"

Reyden mengepalkan kedua tangannya di atas meja, mencondongkan tubuhnya ke depan dengan sorot mata membunuh.

"Dengar baik-baik, Aurelia! Rumah tangga saya dan Misya baik-baik saja! Dan kalaupun ada pihak luar yang merusak ketenangan itu, itu adalah kamu dan sepupu-sepupu saya yang tidak tahu diri!"

Di ambang pintu yang terbuka setengah, Anggara yang berdiri membelakangi ruangan tetap tegak laku profesional, meski ia bisa mendengar dengan jelas setiap bentakan dingin yang dilontarkan bosnya. Setidaknya dia senang karena atasannya itu bertindak tegas kepada calon ulat bulu dalam rumah tangga mereka.

Aurelia terduduk lemas kembali ke kursinya. Pertahanan anggun dan elegan yang biasa ia pamerkan hancur lebur tanpa sisa. Ia menatap pria di hadapannya dengan rasa sakit dan kebencian yang mulai merayap di dadanya.

"Jadi... kamu benar-benar sudah dibutakan oleh perempuan itu, Rey...?" suara Aurelia lirih, bibirnya bergetar hebat

1
Susan Paulina
Lanjut lagi Thor, ditunggu ya 👍
Ambu Rinddiany Thea
untung mertua s misya tidak seperti emaknya s abi hadeeeeh amsiong we lmn kitu mah ..🤭
Sri Angga
good job reyden.
ryuka
xiihhh gila ni cewe.. dia yg ninggalin dia yg ga terima pas udah ga di pikirin
Oma Gavin
ulet bulu gatel aurela ngga kapok juga sudah di cuekin sudah di bentak ngga di anggap kok masih saja menggatal
ryuka
haduhhh ada ulet keket gabtau diri muncul
ryuka
untung bapak ibu mertua nya baik ya misya
Oma Gavin
ulet bulu gatel mulai menggatal
Heni Setiyaningsih
/Heart/
Heni Setiyaningsih
bersyukur Misya punya mertua yg selalu menyayangi dan melindungi
nining cahyaningrum
bagus
Lembang Azam
bagus Rey sebelum trlambat, untung kamu cpt menyadarinya dan bergerak cp, klw enggak kamu yg tak ulek JD bergedel🤣
Oma Gavin
akhirnya reydhan tegas juga itu semua orang kenapa berkomplot musuhi misya dan bela aurelia
ryuka
diiihh dasar cewe cewe gila.. 🔥🔥🔥🔥🔥
nely_48
ku pegang kata² mu ya rey,,,
nely_48
hmmmm tunggu hukuman mu merlyn,, sok anggun sok merasa tinggi setinggi langit kau aurelia, gataunya cewe arogan n egois, pantas az bunda nya Rey lbh memilih menjodohkan dgn misya
Sri Angga
jgn cm dg kata tp buktikan
Ambu Rinddiany Thea
sok buktikan ters rey sm s misya kalo cinta kamu hanya buat ambu seorang eh salah , buat misya seorang maksdnya 🤭
Susan Paulina: Di tunggu Up selanjutnya Thor, tambah seruu 👍
total 1 replies
Ambu Rinddiany Thea
lanjuuut maak
Ambu Rinddiany Thea
kenapa sih ga apada terbuka aja 2 2 nya , s rey masih mendem soal s aurelia s misya masih mendem soal sepupu dajalna nu ngirim2 foto te bermerk , maenya ambu kudu turu gunung ie teh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!